https://kalpata.co.id/wp-content/uploads/2017/11/1-6.jpg

Memanfaatkan Marketing Mix Sebagai “Senjata” Pemasaran

Bagi banyak pemilik usaha kecil, pemasaran bisa terasa seperti misteri yang membingungkan dan juga sekaligus barang yang mahal. Di lapangan, perusahaan-perusahaan besar tampaknya lebih memiliki sumber daya yang tiada habisnya untuk melakukan periklanan, sementara usaha kecil sering kali kesulitan untuk dilihat atau didengar. Namun, ada alat ampuh yang bisa mereka gunakan untuk menyamakan kedudukan: bauran pemasaran atau disebut juga “marketing mix”.

Marketing Mix atau bauran pemasaran adalah sebuah konsep yang menurut Kemenkop UKM dicetuskan oleh Neil Borden yang terinspirasi dari James Cullington pada pertengahan abad 20. Bauran pemasaran ini mengacu pada kerangka kerja (framework) yang membantu sebuah bisnis untuk mengembangkan dan melaksanakan rencana pemasaran strategis.

Secara tradisional, framework ini dipecah menjadi variabel-variable yang dikenal dengan “4P”: Produk (Product), Harga (Price), Penempatan (Place), dan Promosi (Promotion). Keempat elemen ini dapat diibaratkan sebagai material perang yang bisa kita pakai dalam rangka “memenangkan persaingan”. Dengan mempertimbangkan setiap elemen ini secara cermat, sebuah usaha kecil pun dapat menyusun strategi pemasaran yang berdampak, sesuai dengan target audiens dan mencapai tujuan pertumbuhan mereka.

Bagaimana pemanfaatan Marketing Mix ini terutama di lapangan? Haruskah produk dijual dengan semurah mungkin? Apakah tempat menjual produk harus dibangun di tempat yang begitu mahal dan serba nyaman? Di sinilah pentingnya bagaimana seorang pemilik bisnis perlu mengenal lebih mendalam bagaimana variabel-variabel ini dapat digunakan sebagai “senjata perang” dalam bisnis.

A. Pemahaman Produk Sebagai Langkah Awal Bauran Pemasaran

Bauran pemasaran yang sukses  pertama-tama dimulai dengan pemahaman mendalam tentang apa yang kita tawarkan. Bagaimana usaha kita memiliki produk ini lebih dari sekedar masalah fitur dan manfaat. Ini tentang memahami bagaimana produk kita dapat memecahkan masalah spesifik untuk pelanggan ideal kita. Apakah produk ini bersifat musiman? Apakah produk ini dapat diganti dengan produk lain? Bagaimana produk ini dapat dijual dalam kondisi tertentu?

Pertanyaan-pertanyaan semacam ini adalah sebuah komponen penyusun dari nilai proposisi dari usaha yang kita tawarkan. Nilai proposisi ini dapat dikatakan sebagai ungkapan pengajuan mengapa produk kita ini ada dan bagaimana ia memberi manfaat bagi pelanggan kita. Ini adalah bagian dari nilai jual produk yang membedakan diri dari kompetitor kita. Dengan berfokus pada nilai proposisi yang hendak ditawarkan, sebuah usaha kecil pun dapat menyesuaikan pesan pemasaran mereka agar benar-benar terhubung dengan target pasar mereka.

Meskipun seringkali harga merupakan pertimbangan utama dari seorang pelanggan, namun di lapangan hal tersebut bukan satu-satunya faktor. Dapat terjadi kondisi dimana banyak orang rela membeli produk sama namun yang lebih mahal demi sebuah manfaat. Hal ini bisa berupa kualitas yang lebih unggul, layanan pelanggan yang luar biasa entah dalam kepraktisannya atau kenyamanannya, atau malah fokus pada nilai-nilai keberlanjutan.

Contoh paling nyata dari hal ini adalah bagaimana masyarakat Indonesia seringkali masih ada yang menyenangi membeli Indomie di warung kopi ketimbang masak sendiri, entah itu karena masalah menghemat waktu atau ada rasa yang berbeda daripada membuat Indomie sendiri di rumah.

Adanya banyak turunan dari bentuk perlakuan produk yang dinyatakan pada pelanggan berupa nilai proposisi ini akan membuat setiap entitas bisnis menjadi unik satu sama lain. Bentuk dimana kita memberikan penawaran kepada pelanggan bagaimana kita dapat memecahkan masalah mereka akan dapat lebih baik daripada selalu memberi opsi termurah.

B. Penetapan Harga Sebagai Pendongkrak Profitabilitas

Dengan melihat kondisi di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa harga pada dasarnya lebih dari sekedar angka pada label. Harga ini mencerminkan nilai yang kita berikan sebagai penghargaan kita atas produk kita dan perbandingannya dengan pesaing kita. Usaha kecil dapat menggunakan bauran pemasaran untuk mengeksplorasi strategi penetapan harga yang memaksimalkan keuntungan namun tetap menarik bagi target audiens mereka. Ini mungkin dapat melibatkan penawaran diskon, paket, atau program loyalitas.

Dalam memperlakukan diskon dan promosi umum sendiri juga seorang pebisnis juga perlu hati-hati serta menggunakannya pada konteks kerangka berpikir strategis. Kita dapat menggunakan bauran pemasaran untuk menyusun promo yang lebih tertarget yang memberi insentif pada perilaku yang benar sehingga pembeli tidak hanya datang saat pada diskon tapi juga mendidiknya untuk lebih terdorong pada pembelian dengan harga wajar atau dari awal mempertimbangkan serta meminimalisir resikonya.

Contoh dari kasus ini misalkan adanya diskon hanya bagi member atau produk yang berupa bundle dengan diselingi akses pada pendaftaran member. Dengan menawarkan program loyalitas yang memberi penghargaan yang mengarahkan kepada pembentukan komunitas pelanggan tetap, kita dapat menggabungkan produk kita untuk menunjukkan nilai tambahnya, atau mengadakan kegiatan yang menyoroti pengalaman unik yang kita berikan.

C. Menjangkau Audiens Kita melalui Penempatan yang Tepat

Penempatan (Place) mengacu pada bagaimana produk kita sampai ke tangan pelanggan kita. Di era digital saat ini, hal ini mencakup saluran fisik (offline) dan online. Suatu usaha kecil dapat memanfaatkan media sosial, pemasaran konten, dan kemitraan lokal untuk mencapai target pasar dimana itu merupakan tempat mereka menghabiskan waktu. Setelahnya kita dapat mengembangkan beragam cara seperti giveaway atau kuis tebak-tebakan secara online untuk menarik traffic pengunjung kepada kita.

Dalam memilih saluran penempatan produk, kita perlu dengan cermat mengamati kondisi di mana kita menjual produk kita. Meskipun toko yang ramah anggaran mungkin tampak menarik bagi kita, berfokus pada kondisi saluran yang selaras dengan proposisi dari nilai brand kita tidak kalah penting.

Secara singkat, kita perlu belajar mengenali secara mendalam saluran pemasaran yang kita bangun termasuk apa yang ada di dalam serta sekitarnya. Dengan bermitra bersama toko-toko lokal yang melayani pelanggan yang sadar akan kualitas atau menjelajahi pasar online yang menargetkan demografi tertentu merupakan bentuk kita belajar untuk mengembangkan jangkauan audiens kita.

D. Promosi sebagai Bentuk Penyebaran Pesan Pemasaran Kita

Promosi adalah tentang bagaimana kita menciptakan kesadaran dan rasa kenikmatan pada pelanggan terhadap produk atau layanan kita. Hal ini dapat melibatkan berbagai taktik, mulai dari periklanan tradisional hingga keterlibatan media sosial dan pemasaran lewat influencer. Dalam kondisi dimana kita menjadi bagian dari usaha kecil, Kuncinya adalah memilih saluran promosi yang paling efektif untuk menjangkau target audiens dan sesuai dengan anggaran.

Dalam konteks persaingan dunia produk yang seringkali tidak memandang merek, transparansi adalah sebuah komponen utama untuk membangun kepercayaan pelanggan.

Pada produk mahal ramah lingkungan misalnya, dengan menggunakan bauran pemasaran untuk mengomunikasikan secara promosional komitmen kita terhadap bahan berkualitas, pemanfaatan dari sumber daya secara etis, atau praktik berkelanjutan, konsumen dapat bersedia membayar mahal karena sangat menghargai aspek-aspek ini. Sementara itu, produk-produk yang lebih terjangkau dapat memberi penekanan penjelasan bagaimana produk ini menyelesaikan masalah, dapat diraih dengan mudah, dan berbeda ketimbang kompetitornya memberi peluang bagi lakunya produk di mata konsumen.

Penutup

Dengan pemahaman untuk menggunakan bauran pemasaran secara strategis, sebuah usaha kecil pun dapat menunjukkan nilai yang mereka berikan dan membangun basis pelanggan yang setia, bahkan di pasar yang amat kompetitif dan berfokus pada harga. Kunci dari pemahaman ini adalah ini bukan tentang menjadi yang “termurah”, ini tentang menjadi pilihan terbaik bagi target audiens kita.

Keindahan dari bauran pemasaran ini sebenarnya adalah fleksibilitasnya. Tidak ada pendekatan yang bisa diterapkan untuk semua orang. Usaha kecil dapat menyesuaikan kerangka kerja ini dengan kebutuhan dan sumber daya spesifik mereka. Dengan mempertimbangkan secara cermat setiap elemen dan cara untuk berinteraksi, sebuah usaha kecil dapat mengembangkan bauran pemasaran yang melampaui bobotnya dan membantu mereka mencapai kesuksesan jangka panjang.

Kita perlu mengingat bahwa bauran pemasaran adalah proses yang berkelanjutan. Seiring pertumbuhan bisnis kita dan pasar yang berkembang, kita perlu meninjau kembali dan menyempurnakan pendekatan kita ini. Dengan tetap fokus pada “4P” ini dan nilai-nilai yang kita berikan kepada pelanggan, bisnis kecil kita dapat memanfaatkan kekuatan bauran pemasaran untuk menonjol dari yang lain.

 

 

 

 

 

 

 

Sumber : https://www.kompasiana.com/gregoriusadityapn/66211f9c1470936b0c270e82/memanfaatkan-marketing-mix-sebagai-senjata-pemasaran?page=3&page_images=1

Leave a Reply