Peningkatan Digital Marketing Melalui Website dan Pemasaran Online Menggunakan Media Sosial

Apa yang dimaksud dengan Digital Marketing ?

Perkembangan zaman di era globalisasi ini telah menciptakan era digital yang berkembang pesat salah satunya yaitu pada digital marketing. Situasi ini menuntut berbagai pihak untuk mampu beradaptasi dengan lingkungan baru ini, yaitu para pelaku usaha, baik pelaku usaha dalam skala kecil, menengah maupun besar (Febriani & Dewi, 2019). Tidak terkecuali dengan sistem pemasaran dan penjualan yang semakin berkembang dan konsumen yang semakin kompleks. Digital marketing merupakan sebuah trobosan baru yang menawarkan seraingkaian kegiatan mulai dari pengembangan strategi pemasaran melalui media digital seperti mobile devices, social media, internet dan berbagai platform online.

Pengertian Digital Marketing menurut (Komalasari, 2021) adalah kegiatan promosi dan pencarian pasar melalui media digital secara online dengan memanfaatkan berbagai sarana misalnya jejaring sosial. Kemudian menurut (Chakti, 2019) adalah segala upaya yang dilakukan dalam hal pemasaran dengan menggunakan perangkat yang terhubung internet dengan beragam strategi dan media digital. Kelebihan dari digital marketing adalah produk akan cepat tersampaikan kepada calon konsumen dan tidak memakan biaya yang relatif mahal untuk promosi, praktis, cepat dan efisien merupakan hal yang ditawarkan konsep digital marketing kepada dunia produsen, Sehingga konsep pemasaran baru yang berbasis digital ini dapat dimanfaatkan seluas-luasnya oleh para pelaku bisnis (Prasetyowati et al., 2020). Dari pengertian di atas dapat disimpulkan digital marketing adalah sebuah kegiatan pemasaran yang memanfaatkan teknologi yang dapat menjangkau seluruh masyarakat atau konsumen di manapun mereka berada tanpa ada lagi batasan geografis ataupun waktu.

Di dalam buku (Safitri et al., 2023) menjelaskan bahwa digital marketing menjadi penting dalam bisnis modern dan menjadi bagian dari strategi pemasaran yang efektif untuk mencapai tujuan bisnis dengan tingkat kebutuhan konsumen yang semakin kompleks dan serba praktis. Ada beberapa karakteristik konsumen digital marketing yang perlu diperhatikan oleh perusahaan dalam merancang strategi pemasaran digital antara lain :

  • Mobile-First, Konsumen digital marketing cenderung menggunakan perangkat mobile untuk mengakses internet dan mencari produk atau layanan.
  • Multitasking, Konsumen digital marketing biasanya melakukan lebih dari satu aktivitas secara bersamaan saat mengakses media digital. Mereka dapat membuka beberapa situs web atau aplikasi pada saat yang sama, sehingga perusahaan harus memastikan konten pemasaran mereka dapat menarik perhatian konsumen dan bersaing dengan informasi lain yang tersedia di internet.
  • Interaktif, Konsumen digital marketing ingin terlibat dalam interaksi dua arah dengan merek dan perusahaan, seperti memberikan ulasan dan feedback.
  • Kritis, Konsumen digital marketing cenderung mencari informasi yang lengkap dan membandingkan produk atau layanan sebelum membuat keputusan pembelian
  • Cepat, Konsumen digital marketing menginginkan informasi yang mudah dicari dan diakses dengan cepat, serta proses pembelian yang mudah dan sederhana.

Perusahaan yang ingin berhasil dalam digital marketing perlu memahami karakteristik dan preferensi konsumen digital marketing, serta merancang strategi pemasaran yang sesuai dengan kebutuhan dan harapan mereka. Melihat dari karakteristik konsumen digital marketing memiliki banyak manfaat bagi dunia bisnis yaitu untuk meningkatkan visibilitas bisnis, meningkatkan brand awareness, meningkatkan pengalaman konsumen, meningkatkan interaksi dengan konsumen, meningkatkan pengukuran kinerja, dan meningkatkan efisiensi biaya. Dalam keseluruhan manfaat diatas, hal ini dapat membantu pengusaha untuk menjadi lebih efektif dan efisien dalam pemasaran produk atau jasa yang mereka miliki.

Masih di dalam buku (Safitri et al., 2023) mereka menjelaskan jenis-jenis digital marketing yang dapat digunakan oleh pengusaha untuk mempromosikan bisnis mereka yaitu :

  • SEO (Search Engine Optimization) adalah teknik untuk meningkatkan peringkat situs web pada halaman hasil mesin pencari seperti Google. Hal ini dilakukan dengan mengoptimalkan situs web dengan kata kunci relevan, membuat konten yang berkualitas, membangun tautan balik, dan mengoptimalkan halaman web.
  • SEM (Search Engine Marketing) adalah strategi digital marketing yang mencakup iklan yang ditayangkan di mesin pencari seperti Google. Pengiklan membayar untuk menampilkan iklan mereka di atas atau di samping hasil organik pada halaman hasil mesin pencari.
  • Social Media Marketing melibatkan penggunaan media sosial untuk mempromosikan dan membangun bisnis mereka melalui berbagai platfrom media sosial seperti Instagram, Facebook, dll
  • Content Marketing adalah strategi digital marketing untuk membangun citra dalam suatu bisnis yang baik dan berkualitas dengan cara membuat konten yang menarik dan sesuai dengan target pasar yang telah ditentukan.
  • Email Marketing adalah strategi digital marketing yang mempromosikan produk atau jasa mereka dengan cara mengirim email ke daftar pelanggan dengan konten dan tawaran yang menarik
  • Influencer Marketing merupakan jenis marketing yang melibatkan orang-orang yang memiliki pengaruh di media sosial untuk mempromosikan produk atau jasa mereka.
  • Video marketing adalah strategi marketing dengan cara membuat video yang menarik dan berkualitas tinggi dan membagikannya di berbagai platform seperti YouTube, atau Facebook.

Salah satu contoh jenis digital marketing yang sudah sering digunakan yaitu website. Sudah banyak produk atau jasa yang sudah menggunakan website, sebagai sarana promosi dan memasarkan produknya di era digital. Selain sebagai sarana promosi dan memasarkan produk, melalui website pun konsumen dapat mencari dan melihat review tentang produk yang ingin dibeli (Prasetyowati et al., 2020). Pengertian website menurut Azwar dalam buku (Safitri et al., 2023) adalah kumpulan halaman-halaman terkait yang dapat diakses melalui internet. Halaman tersebut dapat berisi informasi, gambar, video, audio, dan berbagai jenis konten lainnya dan dapat diakses oleh pengguna lainnya. Website biasanya dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman seperti HTML, CSS, dan JavaScript, serta didukung oleh server dan database untuk mengelola konten dan interaksi dengan pengguna. Website dapat diakses melalui alamat URL yang unik, yang terdiri dari nama domain dan jalur direktori.

Merancang Pembuatan Website

Sejarah website dimulai pada tahun 1960-an dimana peneliti di Amerika Serikat mulai menggunakan jaringan komputer untuk berbagi informasi dan sumber daya. Pada tahun 1980-an, Tim Berners-Lee, seorang ilmuwan komputer di CERN, mengembangkan sistem yang disebut Enquire untuk membantu peneliti dalam mengorganisir informasi. Kemudian di tahun 1989, Berners-Lee mengembangkan konsep World Wide Web (WWW) dan HTML untuk mengakses dokumen hypertext dan memudahkan pembuatan dan pengiriman dokumen melalui internet. Lalu tahun 1990-an beberapa organisasi membuat website pertama mereka yaitu CERN dan National Center for Supercomputing Applications (NSCA). Lalu tahun 1993, Marc Andreessen dan timnya di NSCA mengembangkan web browser mosaic. Sampai tahun 1995 internet mulai populer di kalangan masyarakat umum. Dan akhirnya penggunaan website untuk bisnis online sangat meningkat. Ada beberapa tokoh yang telah berjasa dalam menciptakan website yaitu, Tim Berners-Lee, Marc Andreessen, Bill Gates dan Paul Allen, Brendan Erich, dan Sir Tim Berners-Lee (Safitri et al., 2023).

Ada beberapa jenis website yang dapat dibedakan berdasarkan fungsi utama mereka (Safitri et al., 2023), yaitu :

  • Website Informasi, untuk memberikan informasi atau pengetahuan topik tertentu.
  • Website Hiburan, untuk memberikan hiburan yang digunakan untuk streaming musik atau film, game online dan sejenisnya.
  • Website E-commerce, sebagai platfrom untuk melakukan transaksi jual beli online, seperti Tokopedia, Shopee, Traveloka, dll.
  • Website Sosial Media, yang digunakan untuk berinteraksi dengan orang lain melalui internet, seperti Facebook, Instagram atau Twitter. Pada website ini kalian bisa berbagi konten seperti foto dan video.
  • Blog, yaitu jenis website yang digunakan untuk publikasi tulisan atau artikel, blog bisa berisi teks, gambar, audio dan video.
  • Website Korporat, jenis website ini dirancang untuk perusahaan untuk memperkenalkan dan menyampaikan informasi terkait produk, layanan dan sejenisnya.
  • Website pemerintah, jenis website ini sebagai sumber informasi dan layanan publik seperti website resmi pemerintah daerah atau nasional.
  • Website Non-profit, digunakan untuk amal atau menyebarkan informasi dan mengumpulkan donasi.
  • Website Pendidikan, sebagai platfrom untuk pembelajaran seperti situs e-learning atau kursus online.
  • Website personal, dibuat untuk tujuan pribasi seperti portofolio atau biasanya digunakan untuk menekspresikan diri atau sekedar berbagi informasi pribadi.

Dari beberapa jenis-jenis website diatas, bagi seseorang yang ingin mencoba membuat website harus mengetahui bagaimana merancang website agar bisa sesuai dengan tujuan yang kita inginkan, yaitu :

  • Tentukan tujuan dari website yang ingin kalian buat
  • Tentukan siapa target pengguna dari website yang sudah kalian buat. Apakah mereka remaja, dewasa, atau orang tua? Apa kebutuhan dan preferensi mereka? Informasi ini sangat penting dalam menentukan tampilan dan konten dari website
  • Membuat rencana konten yang akan ditampilkan di website kalian, ini mencakup halaman utama, produk dan lain-lain
  • Membuat sketsa desain untuk layout dan elemen desain seperti warna, jenis font, gambar dan logo agar website kalian lebih menarik untuk pengguna website kalian nanti nya
  • Memilih platfrom yang mudah dalam pengoperasiannya, memiliki fitur yang memadai, sistem keamanan yang selalui diperbarui dan sesuai dengan anggaran kalian
  • Membuat Prototype atau tampilan awal dari website kalian
  • Melakukan Uji coba dan Perbaikan saat ada upgrade ataupun trouble
  • Jika website kalian sudah di uji coba dan di periksa secara berkala, maka website kalian dapat duluncurkan secara resmi dan pastikan seluruh fitur dapat berfungsi dengan baik dan dapat diakses oleh semua pengguna (Safitri et al., 2023).

Pemasaran Online menggunakan Media Sosial

Dengan seiring perkembangan teknologi yang begitu pesat dan pengguna sosial media semakin meningkat, maka media sosial dapat digunakan sebagai platform untuk pemasaran. Menurut (Rustian, 2012) media sosial adalah sebuah media untuk bersosialisasi satu sama lain dan dilakukan secara online yang memungkinkan manusia untuk saling berinteraksi tanpa dibatasi ruang dan waktu. Secara etimologi media sosial tersusun dari dua kata, yakni media dan sosial. Media diartikan sebagai alat komunikasi. Sedangkan kata sosial, diartikan sebagai kehidupan masyarakat, sehingga dapat disimpulkan bahwa media sosial sebagai alat komunikasi yang digunakan oleh pengguna dalam proses sosial (Safitri et al., 2023). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pemasaran melalui media sosial lebih banyak digunakan oleh pebisnis karena lebih efektif dan efisien karena dapat menjangkau pasar lebih luas dengan biaya rendah (Setiowati, 2018).

Di dalam dunia digital seseorang harus tetap memiliki etika yang baik dan sopan dalam menggunakan media sosial. Terdapat 10 pasal Kode Etik Media Sosial (KEMS), hal ini bertujuan untuk mencegah tindak kejahatan dan melindungi atas hak cipta, yaitu :

  • Tidak semua informasi bisa dibuka untuk public
  • Tidak boleh memposting yang mengandung bullying
  • Waspadai kejahatan cyber
  • Selektif dalam membaca atau menyebarkan berita agar terhindar dari berita palsu
  • Waspadai akun yang tidak di kenal atau anonim
  • Gunakan tata bahasa yang baik dan benar
  • Hargai kekayaan intelektual seperti memberikan sumbernya
  • Jauhi tindakan asusila apalagi menyebarkan informasi yang berhubungan dengan pornoaksi, pornosuara, pornografi, pornoteks, dan pornomedia.
  • Gunakan media sosial secara wajar
  • Jangan terbujuk ajakan radikalisme dan terorisme

Kegiatan pemasaran dengan menggunakan media sosial biasanya berpusat pada usaha sebuah perusahaan untuk menciptakan konten yang menarik perhatian, sehingga mendorong para pembaca untuk membagikan konten tersebut melalui jejaring media sosial milik mereka. Tujuannya adalah menciptakan electronic word of mouth (eWoM), yakni komentar-komentar yang diberikan dan dibagikan oleh konsumen di internet (misalnya situs web, jejaring sosial, pesan pendek, unggahan status) tentang acara, produk, servis, merek, atau perusahaan tertentu. Dalam buku (Safitri et al., 2023) memberikan tips untuk pemasaran online melalui media sosial, yaitu :

  • Durasi, gunakan durasi yang pendek karena dari penonton akan bosan jika durasi video pemasaran terlalu lama
  • Penargetan, analisis konten yang dibuat agar tersampaikan oleh target
  • Buat kurva ketegangan, Ini meningkatkan kemungkinan pengguna akan tinggal lebih lama untuk mengalami resolusi.
  • Mengatasi emosi, Gunakan musik dalam video yang menyentuh emosi pengguna.
  • Buat keaslian, karena penonton akan lebih percaya jika konten yang dibuat itu masuk di logika nya.

Pemasaran melalui media sosial dapat memberikan kemudahan dan keuntungan yang signifikan kepada UKM/wirausaha. Namun demikian pemasaran melalui media sosial harus dilakukan dengan cara yang benar sehingga tujuan pemasaran dapat dicapai.

 

 

 

 

 

 

sumber : https://www.kompasiana.com/andynidewi4714/6589bbbec57afb17500f1232/peningkatan-digital-marketing-melalui-website-dan-pemasaran-online-menggunakan-media-sosial?page=2&page_images=1

 

 

Leave a Reply