
Trendsetter Digital Culture: Generasi Z Mengadopsi Budaya Bisnis Digital dengan Cepat!
Apa yang terlintas dalam pikiranmu kalau mendengar nama “Gen Z”? Mungkin, ketika nama “Gen Z” terdengar, bayangan tentang generasi digital yang pertama kali muncul. Dikutip dari Mckinsey & Company, Gen Z adalah mereka yang lahir di tahun 1995 – 2010 pada era digital. Sehingga Gen Z juga dikenal sebagai generasi digital natives atau generasi yang lahir di era digital dan sudah terbiasa berinteraksi dengan teknologi digital sejak dini. Tidak heran lagi kalau transformasi budaya bisnis tradisional ke budaya bisnis digital yang berkembang saat ini banyak dipengaruhi oleh Gen Z karena perilakunya yang tech savvy (melek teknologi). Lantas, apakah hal ini bisa berdampak positif terhadap aktivitas bisnis?
Dalam artikel ini akan mencoba mengulas mengapa Gen Z dapat dengan mudah mengadopsi budaya digital dalam bisnis? Apakah hal ini akan berdampak positif pada bisnis? Atau malah justru bisa jadi boomerang?
Sebelum mengulas lebih lanjut, kita perlu tahu dulu, apa keunikan yang dimiliki Gen Z? Sehingga mereka banyak mengambil peran dalam transformasi budaya digital saat ini.
Apa Keunikan Gen Z?
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Mckinsey (2018), Gen Z dikelompokkan menjadi empat perilku yang menyatakan bahwa Gen Z adalah generasi yang mencari akan suatu kebenaran.
Pertama, Gen Z disebut disebut sebagai “the undefined ID”, dimana generasi ini menghargai ekspresi setiap individu tanpa memberi label tertentu. Sehingga Gen Z sangat terbuka dan memahami keunikan terhadap kebiasaan, dalam konteks ini yaitu budaya.
Kedua, Gen Z dikenal sebagai “the communaholic”, generasi yang sangat inklusif dalam memanfaatkan kecanggihan teknologi guna memperluas manfaat yang ingin mereka berikan. Tidak heran kalau kita banyak melihat di media sosial, budaya bisnis digital yang sedang tren mengedepankan manfaat yang ingin mereka berikan.
Ketiga, Gen Z dikenal sebagai “the dialoguer”, di mana mereka punya pemikiran terbuka terhadap individu yang berbeda-beda dan mereka gemar berinteraksi dengan individu maupun kelompok yang berbeda, baik dari agama, suku, dan hal lainnya.
Keempat, Gen Z disebut sebagai “the realistic”, di mana mereka lebih cenderung realistis dalam mengambil keputusan.
Keempat perilaku Gen Z tersebut yang membuat mereka menjadi cepat mengadopsi budaya bisnis digital dengan cepat. Banyak perilaku Gen Z yang bisa kita lihat dalam aktivitas bisnis, di mana mereka tidak hanya mengonsumsi, tetapi juga menjadi produsen yang berpengaruh, menciptakan tren baru dan mempopulerkan platform baru dengan kekayaan kreativitas mereka.
Budaya Bisnis Digital vs Gen Z
Budaya bisnis digital adalah serangkaian norma, nilai, praktik, dan perilaku yang berkembang di dalam lingkungan bisnis yang didorong oleh teknologi digital dan internet. Ini mencakup bagaimana perusahaan beroperasi, berkomunikasi, berinovasi, dan berinteraksi dengan pelanggan dalam era teknologi digital menjadi bagian tak terpisahkan dari kegiatan sehari-hari bisnis (Avrillia, 2021)
Dalam budaya bisnis digital, perusahaan sering menekankan inovasi, responsivitas, dan adaptabilitas terhadap perubahan yang cepat dalam teknologi dan pasar. Hal ini sesuai dengan salah satu perilaku Gen Z yang sudah di ulas di atas, yaitu “the communaholic”. Apa keterkaitan antara keduanya? Penulis mencoba untuk mengulas dua poin dari hal tersebut.
Pertama, Teknologi adalah Bagian dari Kehidupan Sehari-hari: Bagi Generasi Z, teknologi digital bukan alat tambahan, tetapi merupakan bagian integral dari kehidupan sehari-hari. Gen Z terbiasa menggunakan perangkat digital dan platform online untuk berkomunikasi, mencari informasi, dan berbelanja. Oleh karena itu, mereka memiliki pemahaman yang mendalam tentang potensi teknologi digital dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas dalam bisnis.
Kedua, Pengguna Aktif Media Sosial: Generasi Z adalah pengguna media sosial yang aktif, yang berarti mereka memiliki pemahaman yang kuat tentang cara menggunakan platform media sosial untuk berinteraksi dengan merek dan produk.
Kedua poin tersebut bisa kita korelasikan kenapa Gen Z sangat berpengaruh dalam proses transformasi digital culture dalam bisnis. Perilaku efisien waktu menjadi salah satu tujuan saat Gen Z mengadopsi budaya bisnis digital. Tidak heran pengaruh tersebut begitu cepat merambah dalam dunia bisnis, yang sebelumnya apa-apa serba mengantri tapi sekarang cukup sekali klik pesanan akan datang. Lantas….
Bagaimana dengan Hasil Adopsi Budaya Bisnis Digital oleh Gen Z? Apa Dampaknya?
Dengan kecenderungan untuk mengadopsi teknologi terbaru dengan cepat, Generasi Z telah mengubah bagaimana kita berkomunikasi, berbelanja, dan bahkan bekerja dalam ekosistem digital. Gen Z terus berinovasi dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan dan preferensi konsumen yang terus berubah. Akan tetapi, disamping hal tersebut menjadi peluang, juga menjadi tantangan karena budaya lokal bisa saja sewaktu-waktu tergerus akibat mudah diterimanya adopsi budaya digital tanpa memilah dan memilih mana yang sesuai dengan nilai budaya luhur.
Hal tersebut, sering kita kenali dengan disruptive culture. Dikutip dari Desecentered Media, disruptive culture mengacu pada proses perubahan tatanan sosial masyarakat. Sering kali hal ini terjadi melalui munculnya ide dan pemikiran baru serta teknologi baru. Dalam Kompasiana (2020), inovasi yang sangat progresif menyebabkan nilai-nilai budaya luhur akan dirasakan memudar hingga pada krisis ketahanan budaya. Oleh karena itu, sikap cinta terhadap tanah air perlu ditanamkan sejak dini kepada Gen Z untuk bisa menyikapi perkembangan di era digital culture. Selain itu, ada beberapa cara untuk menyikapi disruptive culture ini sehingga peluang yang ada pada hasil adopsi budaya digital dalam bisnis bisa dirasakan manfaatnya tanpa meruka nilai luhur budaya yang sudah ada. Diantaranya, seperti memilah dan memilih digital culture dalam bisnis yang tidak melanggar norma, kode etik, dan nilai-nilai luhur dalam budaya.
Sumber : https://www.kompasiana.com/maijulfurqan299/65f5cdbd147093051e275bc3/trendsetter-digital-culture-generasi-z-mengadopsi-budaya-bisnis-digital-dengan-cepat?page=all#section1