SALES TIDAK MENCAPAI TARGET PENJUALAN EDISI 4

December 29, 2018 admin
0

Apakah Faktor – faktor Individu yang Bisa Kita Kendalikan, Ubah dan Perbaiki untuk Meningkatkan Hasil Penjualan? (4)

Dalam 3 edisi sebelumnya kita telah membahas 3 faktor yaitu kuantitas kerja, kualitas kerja dan sasaran/ arah kerja.

Faktor Individu ke- empat yang bisa dikendalikan, diubah dan sepenuhnya ada dalam kewenangan kita sebagai Salesperson adalah:

  1. Motivasi

Motivasi kerja salesperson bisa dilihat dari positif (+) atau negative (-) pola pikir, ucapan, prilaku dan  kesehariannya dalam melakukan aktivitas penjualan. Hal-hal tersebut dapat tercermin dalam perilaku dasar seorang salesperson misalnya;

  • Apakah salesperson mempunyai program kerja yang jelas dari pukul 08.00 s/d 17.00?
  • Apakah salesperson memiliki kedisiplinan dalam membuat janji pertemuan dengan customer?
  • Apakah salesperson cepat tanggap dalam menghadapi keluhan customer?
  • Apakah salesperson tertib dalam menyerahkan sales report kepada atasannya?
  • Apakah salesperson memiliki keinginan kuat untuk belajar produk dan teknik – teknik penjualan?
  • Apakah salesperson disiplin dalam menghadiri kegiatan briefing, morning meeting dan weekly meeting?

Setiap Salesperson mempunyai motivasi masing –masing untuk tujuan yang diinginkannya, misalnya: motivasi untuk mendapatkan posisi karir yang lebih tinggi, income atau penghasilan yang lebih besar, kepuasan atas pencapaian tertinggi, pengakuan dari atasan dan lain-lain.  Janganlah mempersalahkan atasan atau siapapun atas kegagalan anda dalam melakukan penjualan. Tidak ada satu orangpun yang bisa memotivasi orang lain, meskipun itu atasan anda, orang tua anda atau bahkan siapapun. Yang ada adalah bahwa oranglain bisa menciptakan suasana atau situasi bagi seseorang untuk bangkit dan bergerak melakukan sesuatu. Akan tetapi, pada akhirnya kita sendiri yang harus membangkitkan motivasi dalam diri kita.

Apa yang harus dilakukan Salesperson supaya memiliki motivasi kerja yang tinggi?

  1. Lakukan introspeksi diri atas apa yang menjadi tujuan dan motivasi anda bekerja pada saat pertama kali menginjakkan kaki di perusahaan yang anda tekuni saat ini; apakah tujuan tersebut telah tercapai? Seberapa besar? Mengapa? Apa yang harus saya lakukan supaya tujuan awal saya tercapai bahkan terlampaui dengan sukses?
  2. Tanamkan “pola pikir, sikap, mental dan prilaku juara” dalam diri anda. Ingatlah: pola pikir yang positif akan membentuk pernyataan – pernyataan positif diikuti dengan tindakan – tindakan yang positif sehingga tanpa anda sadari anda akan membentuk prilaku positif dan terkristalisasi menjadi sikap yang positif.
  3. Mental dan Sikap yang Positif akan menjadi kekuatan yang luarbiasa untuk meningkatkan jumlah aktivitas penjualan anda (kuantitas kerja), mendorong minat anda untuk mempertajam pengetahuan dan keterampilan anda (kualitas kerja), membuka jalan anda untuk menembus segmen privilege customer (sasaran kerja).

Ingatlah bahwa sukses milik anda 100% dan tidak boleh ada siapapun yang menghalangi jalan sukses dan kesuksesan yang anda inginkan.

10 CARA MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI

December 22, 2018 admin
0

10 CARA MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI

Krisis kepercayaan diri memang sering melanda seseorang. Tak hanya dialami oleh anak-anak remaja, orang dewasa sering mengalaminya. Penyebabnya beragam, dari mulai penampilan fisik, status ekonomi, status pendidikan, pekerjaan hingga kemampuan diri untuk beradaptasi dengan lingkungan.

Rasa kurang percaya diri ini bisa saja menjadi masalah, kamu mungkin akan merasa selalu terpuruk dan memikirkan hal negatif. Untuk kamu yang sering merasa kurang PD bisa mencoba cara meningkatkan percaya diri ini setiap hari. Rasa percaya diri yang meningkat setiap hari bisa membuatmu menjadi pribadi yang menyenangkan dan tambah sukses lho!

Bersyukur

Bersyukur atas segala yang telah kamu miliki adalah cara meningkatkan kepercayaan diri yang ampuh. Termasuk penampilan fisik. Bersyukurlah jika kamu dilengkapi dengan 5 panca indera yang lengkap. Ada banyak orang yang masih kurang secara fisik, namun mereka mampu untuk berkarya. Seandainya kamu punya cacat fisik pun tetaplah bersyukur, karena dibalik kekurangan pasti ada kelebihan yang Tuhan tanam.

Berdoa sebelum melakukan sesuatu

Pernahkah kamu merasa grogi saat harus melakukan sesuatu, misalnya saja presentasi di depan klien. Berdoa adalah cara meningkatkan kepercayaan diri berikutnya yang harus kamu lakukan. Berdoa dan percayalah Tuhan senang membantu kamu dalam melakukan sesuatu. Buat hasilnya akan jadi terpukau, karena ada campur tangan Tuhan dalam perkara yang sedang  dikerjakan.

Perbaiki penampilan

Cara meningkatkan kepercayaan diri yang lain adalah memperbaiki penampilan. Pakailah baju yang dibuat nyaman, tidak harus mahal tapi cukup rapi, bersih dan wangi. Rapikan rambutmu, pergilah ke salon agar bisa mendapat model rambut yang pas. Rawatlah kulit muka agar wajahmu terlihat lebih cerah dan menarik. Jika sudah mendapat penampilan yang baik secara otomatis kepercayaan pasti akan meningkat.

Tersenyum dan ramah dengan siapa saja

Jangan lupa untuk selalu tersenyum jika bertemu dengan siapa saja. Jadilah pribadi yang aktif berkomunikasi dengan orang-orang di sekitarmu. Supaya tidak ada yang bisa mengucilkan atau mendiamkanmu di tengah-tengah keramaian.

Tataplah mata lawan bicara kamu saat sedang berbicara

Membuat kontak mata dengan orang lain saat berbicara akan membuat kamu lebih percaya diri. Pastikan orang yang kamu ajak tersenyum, membalas senyumanmu. Mungkin saat di awal memulai cara meningkatkan percaya diri yang satu ini kamu merasa aneh. Tapi percayalah cara sederhana ini bisa mengubahmu.

Banyak latihan

Ingatlah banyak berlatih bisa membuatmu terbiasa. Kemampuan kamu meningkat bersamaan dengan rasa percaya diri. Latihan apapun jika dilakukan terus-terus akan menghasilkan sesuatu yang berbeda dan menakjubkan.

Pelajarilah sampai kamu bisa menguasainya

Pilihlah salah satu bidang yang kamu sukai contohnya, tulis cerpen, belajar komputer, buat kerajinan tangan, bernyanyi atau bahasa asing. Belajar salah sampai kamu bisa menguasainya dan melaksanakan dalam kehidupan sehari-hari.

Berhenti membandingkan diri dengan orang lain

Membandingkan diri dengan orang lain tidak akan ada habisnya, karena di atas langit selalu ada langit yang lebih tinggi. Menerima apa yang sudah Tuhan dengan tetap terus meningkatkan kemampuan diri sendiri adalah cara meningkatkan kepercayaan diri yang ampuh.

Lakukan afirmasi kepercayaan diri

Berhentilah berpikir yang negatif dan perkataan yang negatif terhadap diri sendiri. Memenuhi baik afirmasi atau memberikan ucapan yang positif, seperti saya orang yang berharga di mata Tuhan, kegagalan adalah hal yang biasa paling tidak saya sudah pernah mencoba, saya pasti bisa, saya punya kemampuan yang sama dengan mereka.

Catat setiap kemenangan yang telah diraih

Mencatat setiap rasa sekecil apapun akan membuat rasa percaya diri makin meningkat. Keberhasilanmu membawakan presentasi yang baik akan membuatmu lebih percaya diri di presentasi berikutnya. Cara meningkatkan percaya diri yang ini harus segera kamu praktikan, mencatat keberhasilanmu bisa berguna di saat kamu merasa rendah diri.

Pada prinsipnya rasa tidak percaya diri itu bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Kamulah yang harus bisa menggantikan penyebabnya dan. Hal-hal di atas hanya sebagian cara meningkatkan percaya diri. Ayo cari kelebihan kamu dan buat rasa percaya kamu meningkat.

Sumber : https://www.shopback.co.id/blog/cara-meningkatkan-percaya-diri

SALES TIDAK MENCAPAI TARGET PENJUALAN EDISI 3

December 19, 2018 admin
0

Apakah faktor – faktor individu yang bisa kita kendalikan,ubah dan perbaiki untuk meningkatkan hasil penjualan? (3)

Faktor Individu ke- tiga yang bisa dikendalikan, diubah dan sepenuhnya ada dalam kewenangan kita sebagai seorang Sales adalah apa yang dikenal dengan :

  1. Sasaran/ Arah Kerja.

Tidak cukup hanya dengan memperhatikan aspek kuantitas kerja dan kualitas kerja saja, kemampuan menjual seorang Sales pun bisa dilihat dan dianalisa dari bagaimana dalam membuat perencanaan yang matang, focus pada potential customer, focus pada product yang memberikan keuntungan besar, focus pada product yang trend nya meningkat, mengatur waktu dan mengoptimalkan waktu kerja yang dimiliki dalam menggarap key customer serta membuka peluang baru.  Inilah yang kita kategorikan sebagai  sasaran kerja atau arah kerja.

Sasaran kerja atau arah kerja seorang Sales bisa dilihat dan diukur dari Average Order Size (AvOS) atau dalam bahasa sederhana adalah berapa nilai nominal rata – rata yang didapat dari setiap penjualan yang dilakukan.

Misalnya: Sales A mendapatkan AvOS sebesar Rp. 25.000.000,- dari setiap outlet yang dikelolanya, sementara Sales B mendapatkan AvOS sebesar Rp. 12.000.000,- dari setiap outlet yang dikelola. Jika dilihat dari sisi Avos (nilai nominal rata rata per penjualan) maka Sales A lebih baik dari Sales B. Bisa disimpulkan sementara bahwa arah kerja atau sasaran kerja Sales A lebih baik daripada Sales B.

Apa yang perlu dilakukan Sales B untuk meningkatkan hasil penjualannya? Setidaknya ada dua cara yang bisa dilakukan: pertama, adalah meningkatkan AvOS dengan memfokuskan pada produk atau customer yang bisa membeli volume lebih banyak atau nominal yang lebih besar, dan yang kedua adalah mempertahankan AvOS nya dan memperbanyak jumlah dan ragam produk yang dijual atau memperbanyak jumlah customer yang digarap.

Mulailah dengan menganalisa database customer dan produk yang dijual, memilah – milah dengan cermat manakah customer yang potensial, produk yang tepat  dan memiliki peluang penjualan yang besar.  Diskusikan dengan atasan anda untuk membuat rencana kerja dan sepakati langkah – langkah yang akan dilakukan, mintalah dukungan atasan untuk membantu anda mengeksekusi rencana tersebut dengan cara monitoring yang ketat terhadap aktivitas yang anda lakukan, joint sales, joint visit, dll.

Lihat dan amati disekitar kita siapa orang – orang yang sukses, belajarlah dari orang – orang sukses tersebut dengan menggunakan observasi anda. Ambil ide dan cara – cara yang mereka lakukan, sesuaikan dengan gaya dan profil kepribadian anda supaya ‘tetap menjadi diri sendiri’  yang memiliki pribadi dan perilaku sukses.

Lakukan hal ini dengan komitmen yang tinggi, follow up setiap hasil yang muncul dan segera lakukan tindakan berikutnya, dan lihatlah hasil yang terjadi.

                                                                                                                                                                bersambung…

SALES TIDAK MENCAPAI TARGET PENJUALAN EDISI 2

December 14, 2018 admin
0

Apakah faktor – faktor individu yang bisa kita kendalikan,ubah dan perbaiki untuk meningkatkan hasil penjualan? (2)

Pada edisi kedua kita telah mengulas perihal kuantitas kerja sebagai Faktor Individu pertama yang bisa dikendalikan, diubah dan sepenuhnya ada dalam kewenangan kita sebagai seorang Sales.

Faktor Individu kedua adalah:

  1. Kualitas Kerja.

Selain dari jumlah aktivitas penjualan yang dilakukan seorang Sales harus memperhatikan faktor kualitatif dalam aktivitas penjualan yang meliputi aspek pengetahuan produk/jasa seperti pemahaman secara keseluruhan mengenai produk/jasa, system dan proses yang dijual dan aspek ketrampilan secara menyeluruh dalam penjualan seperti kemampuan dalam melakukan teleconsulting atau membuat appointment via telepon? Kepiawaian dalam melakukan identifikasi kebutuhan customer? Teknik presentasi yang sistematis dan terstruktur? Kemampuan dalam mengarahkan customer untuk melakukan closing? Memahami personalitas customer untuk  membina hubungan interaksi yang kuat dengan customer serta memberikan layanan paripurna untuk kepuasan customer dan kelangsungan bisnis jangka panjang?

Aspek pengetahuan produk/jasa tidak saja hanya membahas sebatas  spesifikasi produk dan proses administrasi penjualan produk saja namun lebih ditekankan pada sejauhmana memahami fitur, advantage dan benefit produk, membuat sebuah materi presentasi produk/jasa yang bisa difahami dan bisa memenuhi kebutuhan customer.

Sedangkan aspek ketrampilan secara menyeluruh dalam penjualan adalah sejauhmana kita menguasai teknik – teknik penjualan yang konsultatif dimulai dari tahapan kontak awal, menciptakan kepercayaan dan kredibilitas, menggali kebutuhan customer, mencocokkan kebutuhan customer dengan produk/jasa yang kita miliki, melakukan sebuah presentasi yang menarik, memberikan solusi atas keberatan dan apa yang yang menjadi ‘perhatian’ customer, mengarahkan customer untuk ‘deal’ dengan kita?

Kualitas kerja seorang Sales bisa dilihat dan diukur dari Conversion Ratio (Rasio Konversi Penjualannya).

Contoh: Sales A bisa menghasilkan rasio konversi penjualan 4 : 1 (dari 4 prospek bisa mendapatkan 1 customer), sementara Sales B menghasilkan rasio penjualan 6 : 1 (dari 6 prospek bisa mendapatkan 1 customer).

Dari contoh diatas, terlihat bahwa secara Sales A memiliki kualitas penjualan yang lebih baik dibandingkan dengan Sales B.

Selanjutnya, apa yang bisa diubah oleh Sales B untuk memperbaiki rasio penjualannya adalah dengan memperkuat pengetahuan produk/jasa dan mempertajam ketrampilan dalam tahapan penjualannya, kemudian mempkatekkannya baik dengan cara presentasi kepada teman – teman dan meminta respons, role play, diskusi dengan atasan atau teman – teman yang berhasil.

Kata kunci yang bermakna kuat: “Practice Make Perfect

SALES TIDAK MENCAPAI TARGET PENJUALAN EDISI 1

December 7, 2018 admin
0

Mengapa seorang Sales tidak mencapai target penjualan? (1)

Dalam setiap pelatihan mengenai  Sales Training dan Sales Leadership Training, saya selalu tergelitik untuk bertanya kepada peserta perihal ini, dan sungguh luar biasa jawaban yang saya terima sangat berragam dan menarik karena setiap peserta akan menyuarakan pendapatnya berdasarkan pemahaman dan pengalaman masing – masing.

Sebagian peserta mengatakan  kegagalan mencapai target dikarenakan faktor – faktor luar (eksternal) seperti misalnya kondisi ekonomi, daya beli masyarakat, semakin banyaknya bermunculan kompetitor baru, bencana alam, infrastruktur daerah dan lain-lain. Sementara beberapa peserta lainnya mengatakan kegagalan tersebut dikarenakan faktor – faktor yang dipengaruhi oleh produk yang tidak baik, harga yang mahal, layanan/ service yang buruk, fasilitas yang tidak memadai  dan lain – lain (internal perusahaan).   Untuk sementara mungkin kita bisa menyetujui alasan – alasan yang dikemukakan oleh teman – teman kita diatas.

Mari kita lihat dalam sebuah team penjualan; apakah seluruh anggota team mengalami kegagalan? Adakah yang mencapai target? Mengapa mereka bisa mencapai target dan bahkan ada diantaranya yang bisa melampaui target sementara setiap sales dalam team tersebut mengalami kendala eksternal dan internal yang sama. Mungkin sebaiknya kita mencoba membuka pikiran kita untuk  “ think out of the box”, apakah ada faktor lain yang memperngaruhi selain dari faktor eksternal (faktor dari luar perusahaan) dan faktor internal (faktor dari dalam perusahaan)?

Ya, faktor lain yang mempengaruhi adalah faktor individu yaitu faktor – faktor yang ditentukan oleh setiap individu Sales itu sendiri seperti: Berapa banyak telpon call yang dilakukan? Berapa banyak kunjungan yang dilakukan? Pengetahuan produk? Pengetahuan mengenai customer? Bagaimana ketrampilan dalam melakukan teknik telepon? Berapa rata – rata nilai nominal per order? Apakah Sales tersebut memiliki rasa percaya diri, rajin, berpikiran positif atau negative?

Secara umum bisa disimpulkan bahwa suksesnya seorang Sales ditentukan oleh 3 faktor utama yaitu faktor eksternal (faktor dari luar perusahaan) ,faktor internal (faktor dari dalam perusahaan) dan faktor individu. Untuk menjadi seorang Sales Yang Berhasil seyogyanya mampu membuka diri dan melihat manakah dari ketiga faktor tersebut yang bersifat controllable (dapat dikendalikan oleh kita sebagai Sales) dan uncontrollable (tidak dapat kita kendalikan). Faktor eksternal bersifat uncontrolable, faktor internal berada pada daerah “abu – abu” karena kita masih bisa memberikan masukan dan saran kepada Management/ Perusahaan namun hasil akhir ada kemungkinan: “ya atau tidak” bergantung pada keputusan Management.

Suksesnya seorang Sales sangat ditentukan oleh dirinya sendiri sehingga akan lebih baik jika berfokus pada apakah faktor – faktor yang bisa dikendalikan dan diubah oleh diri kita untuk memperbaiki dan meningkatkan hasil penjualan.

Jadi, apakah yang dimaksud dengan faktor – faktor individu dan bagaimana kita memperbaiki faktor – faktor individu untuk keberhasilan kita dalam dunia penjualan?

                                                                                                                                                                      

Apakah faktor – faktor individu yang bisa kita kendalikan,ubah dan perbaiki untuk meningkatkan hasil penjualan?

Pada edisi terdahulu kita telah mengulas faktor eksternal dan faktor internal yang mempengaruhi hasil penjualan, yang mana kedua faktor tersebut merupakan faktor – faktor yang tidak bisa dikendalikan, diubah dan diluar kewenangan kita sebagai seorang Sales.

Mari kita lihat faktor – faktor  individu yang secara kewenangan sepenuhnya ada di genggaman kita.  Untuk memudahkan kita dalam memahaminya maka faktor – faktor individu bisa dikelompokkan dalam 4 bagian yaitu; kuantitas kerja, kualitas kerja, arah kerja dan motivasi untuk bekerja.

  1. Kuantitas Kerja.

Seluruh aktivitas penjualan yang dilakukan akan memberikan dampak terhadap hasil yang dicapai baik di masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang. Apa yang kita peroleh hari ini adalah akibat dari kegiatan yang dilakukan sebelumnya.

Contoh: 3 klien baru yang kita dapatkan minggu ini mungkin saja diperoleh dari 30 prospek yang kita kelola satu bulan sebelumnya.  Untuk mendapatkan 3 klien tersebut sudah barang tentu melalui beberapa tahapan aktivitas mulai dari menentukan target prospek yang tepat, melakukan telpon yang baik, mengadakan kunjungan yang produktif, menyajikan presentasi sesuai kebutuhan, negoisasi yang saling menguntungkan dan pada akhirnya bisa melakukan closing.

Jadi kuncinya adalah: Semakin sering dan semakin banyak kita melakukan prospecting akan semakin banyak peluang untuk mendapatkan calon prospek yang tepat. Semakin banyak kita melakukan telepon akan semakin banyak kesempatan untuk melakukan kunjungan, semakin banyak kita melakukan kunjungan semakin banyak kita mendapatkan kesempatan untuk melakukan presentasi, semakin banyak melakukan presentasi semakin besar peluang untuk melakukan closing.

Tidak ada satu orang pun Sales di dunia ini bisa mendapatkan hasil penjualan yang luar biasa tanpa adanya kerja keras dan konsistensi dalam melakukan aktivitas.

Hal mendasar yang harus dipegang oleh seorang Sales adalah ‘tidak semua kegiatan penjualan akan berakhir dengan order’, sehingga bisa dipastikan jika kita tidak memperhatikan dengan baik pentingnya jumlah/ kuantitas kerja maka hasil yang diraih tidak akan sesuai dengan kita inginkan.

Dunia penjualan sangat keras namun sangat menjanjikan karena dengan hasil yang kita dapatkan akan memberikan kepuasan tersendiri. Seperti apa yang disampaikan oleh Zig Ziglar: “When you are tough on yourself, life is going to be infinitely easier on you”.

Pada edisi berikutnya kita akan membahas 3 faktor lainnya secara berurutan…

(edisi 1)

TIPS KECIL UNTUK MENGELOLA PERUBAHAN

November 13, 2018 admin
0

Satu pertanyaan yang menarik dari peserta pada pelatihan di beberapa perusahaan baik yang bergerak di perbankan, asuransi, pembiayaan, farmasi adalah “bagaimana cara diri sendiri dalam menghadapi dan mengelola perubahan (change management) dalam perusahaan tempat saya bekerja???”

Setiap perusahaan yang berorientasi ke masa depan sudah pasti akan selalu memikirkan langkah-langkah perbaikan berkelanjutan, salah satu diantaranya adalah melakukan perubahan ke arah yang lebih efektif, lebih menguntungkan, lebih berkembang dan utk jangka panjang supaya bisa bertahan (survive) dan memberikan kesejahteraan bagi karyawannya.

Dan karyawan yang baik adalah mereka yang memiliki paradigma positif terhadap setiap perubahan yang terjadi dalam organisasi serta mampu memimpin dirinya menjadi pelaku perubahan bukan sekedar menjadi penonton atau pencari aman.

Mungkin tips ini bisa membantu kita dalam mengelola perubahan:

* Apa yang kita inginkan dari perubahan tersebut ?
* Apakah hal terburuk yang akan terjadi jika kita tidak melakukan perubahan?
* Apakah hal terbaik yang akan terjadi jika kita melakukan perubahan?
* Dari kedua pilihan tersebut ‘manakah yang sebenar-benarnya kita inginkan?’
* Buatlah rencana.
* Tancapkan komitmen kuat untuk melaksanakannya.
* Segera bertindak dimulai dari diri sendiri, dari hal yang terkecil dan dari sekarang.

Selamat pagi, senantiasa sehat dan penuh berkah…

9 Jenis Gaya Kepemimpinan dalam Organisasi

November 2, 2018 admin
0

Pengertian Pemimpin dan Kepemimpinan

Pemimpin adalah individu yang melakukan proses mempengaruhi sebuah kelompok atau organisasi untuk mencapai sesuatu tujuan yang telah disepakati bersama, sedangkan kepemimpinan adalah sifat yang diterapkan individu yang bertindak sebagai pemimpin untuk mempengaruhi anggota kelompoknya untuk mencapai sasaran dan tujuan yang telah disepakati bersama.

Teori Kepemimpinan

Setidaknya ada 3 teori tentang asal-usul terbentuk seorang pemimpin, diantaranya sebagai berikut:

  1. Teori Genetik – menyatakan bahwa pemimpin itu terlahir dengan bakat yang yang sudah terpendam di dalam diri seseorang.
  2. Teori Sosial – menyatakan bahwa seseorang dapat menjadi pemimpin melalui latihan, kesempatan dan pendidikan.
  3. Teori Ekologis – teori ini merupakan gabungan dari 2 teori di atas.

Sifat-sifat Pemimpin

Beberapa sifat yang biasanya melekat pada diri seorang pemimpin, diantaranya adalah sebagai berikut.

  1. Intelejensi – Kemampuan bicara, menafsir, dan bernalar yang lebih kuat daripada para anggota yang dipimpin.
  2. Kepercayaan Diri – Keyakinan akan kompetensi dan keahlian yang dimiliki
  3. Determinasi – Hasrat untuk menyelesaikan pekerjaan yang meliputi ciri seperti berinisiatif, kegigihan, mempengaruhi, dan cenderung menyetir
  4. Integritas – Kualitas kejujuran dan dapat dipercaya oleh para anggota
  5. Sosiabilitas – Kecenderungan pemimpin untuk menjalin hubungan yang menyenangkan, bersahabat, ramah, sopan, bijaksana, dan diplomatis. Menunjukkan rasa sensitif terhadap kebutuhan orang lain dan perhatian atas kehidupan mereka.

Keahlian Administratif Dasar Seorang Pemimpin

  1. Keahlian Teknis – Kompetensi khusus tertentu, kemampuan analitis dan menggunakan alat serta teknik yang tepat.
  2. Keahlian Manusia – Kemampuan bekerja sama dengan orang lain.
  3. Keahlian Konseptual – Kemampuan bekerja dengan berbagai gagasan dan konsep.

9 Gaya Kepemimpinan dalam Organisasi

Pasti Anda pernah melihat seorang yang mampu mengakomodasi sebagian besar orang dengan berbagai latar belakang, budaya, kompetensi, ide, pendidikan untuk dapat bekerja sama demi menuju sebuah tujuan tertentu.

Setidaknya ada 9 gaya kepemimpinan yang berbeda satu dengan yang lain yang diterapkan oleh seorang pemimpin agar setiap anggotanya mau bekerja sesuai arahannya. Berikut ini 9 gaya kepemimpinan tersebut.

#1 Kepemimpinan Otokratis

Pemimpin sangat dominan dalam setiap pengambilan keputusan dan setiap kebijakan, peraturan, prosedur diambil dari idenya sendiri. Kepemimpinan jenis ini memusatkan kekuasaan pada dirinya sendiri. Ia membatasi inisiatif dan daya pikir dari para anggotanya.

Pemimpin yang otoriter tidak akan memperhatikan kebutuhan dari bawahannya dan cenderung berkomunikasi satu arah yaitu dari atas (pemimpin) ke bawah (anggota). Jenis kepemimpinan ini biasanya dapat kita temukan di akademi kemiliteran dan kepolisian.

#2 Kepemimpinan Birokrasi

Gaya kepemimpinan ini biasa diterapkan dalam sebuah perusahaan dan akan efektif apabila setiap karyawan mengikuti setiap alur prosedur dan melakukan tanggung jawab rutin setiap hari.

Tetap saja dalam gaya kepemimpinan ini tidak ada ruang bagi para anggota untuk melakukan inovasi karena semuanya sudah diatur dalam sebuah tatanan prosedur yang harus dipatuhi oleh setiap lapisan.

#3 Kepemimpinan Partisipatif

Dalam gaya kepemimpinan partisipatif, ide dapat mengalir dari bawah (anggota) karena posisi kontrol atas pemecahan suatu masalah dan pembuatan keputusan dipegang secara bergantian.

Pemimpin memberikan ruang gerak bagi para bawahan untuk dapat berpartisipasi dalam pembuatan suatu keputusan serta adanya suasana persahabatan dan hubungan saling percaya antar pimpinan dan anggota.

#4 Kepemimpinan Delegatif

Gaya kepemimpinan ini biasa disebut Laissez-faire dimana pemimpin memberikan kebebasan secara mutlak kepada para anggota untuk melakukan tujuan dan cara mereka masing-masing. Pemimpin cenderung membiarkan keputusan dibuat oleh siapa saja dalam kelompok sehingga terkadang membuat semangat kerja tim pada umumnya menjadi rendah.

Jenis kepemimpinan ini akan sangat merugikan apabila para anggota belum cukup matang dalam melaksanakan tanggung jawabnya dan memiliki motivasi tinggi terhadap pekerjaan.

Namun sebaliknya dapat menjadi boomerang bagi perusahaan bila memiliki karyawan yang bertolak belakang dari pernyataan sebelumnya.

#5 Kepemimpinan Transaksional

Kepemimpinan jenis ini cenderung terdapat aksi transaksi antara pemimpin dan bawahan dimana pemimpin akan memberikan reward ketika bawahan berhasil melaksanakan tugas yang telah diselesaikan sesuai kesepakatan. Pemimpin dan bawahan memiliki tujuan, kebutuhan dan kepentingan masing-masing.

#6 Kepemimpinan Transformasional

Gaya kepemimpinan transformasional dapat menginspirasi perubahan positif pada mereka (anggota) yang mengikuti. Para pemimpin jenis ini memperhatikan dan terlibat langsung dalam proses termasuk dalam hal membantu para anggota kelompok untuk berhasil menyelesaikan tugas mereka.

Pemimpin cenderung memiliki semangat yang positif untuk para bawahannya sehingga semangatnya tersebut dapat berpengaruh pada para anggotanya untuk lebih energik. Pemimpin akan sangat mempedulikan kesejahteraan dan kemajuan setiap anak buahnya.

#7 Kepemimpinan Melayani (Servant)

Hubungan yang terjalin antara pemimpin yang melayani dengan para anggota berorientasi pada sifat melayani dengan standar moral spiritual. Pemimpin yang melayani lebih mengutamakan kebutuhan, kepentingan dan aspirasi dari para anggota daripada kepentingan pribadinya.

#8 Kepemimpinan Karismatik

Pemimpin yang karismatik memiliki pengaruh yang kuat atas para pengikut oleh karena karisma dan kepercayaan diri yang ditampilkan.

Para pengikut cenderung mengikuti pemimpin karismatik karena kagum dan secara emosional percaya dan ingin berkontribusi bersama dengan pemimpin karismatik.

Karisma tersebut timbul dari setiap kemampuan yang mempesona yang ia miliki terutama dalam meyakinkan setiap anggotanya untuk mengikuti setiap arahan yang ia inginkan.

#9 Kepemimpinan Situasional

Pemimpin yang menerapkan jenis kepemimpinan situasional lebih sering menyesuaikan setiap gaya kepemimpinan yang ada dengan tahap perkembangan para anggota yakni sejauh mana kesiapan dari para anggota melaksanakan setiap tugas.

Gaya kepemimpinan situasional mencoba mengkombinasikan proses kepemimpinan dengan situasi dan kondisi yang ada.

Setidaknya ada 4 gaya yang diterapkan oleh pemimpin jenis ini, diantaranya:

  1. Telling-Directing (memberitahu, menunjukkan, memimpin, menetapkan),
  2. Selling-Coaching (menjual, menjelaskan, memperjelas, membujuk),
  3. Participating-Supporting (mengikutsertakan, memberi semangat, kerja sama),
  4. Delegating (mendelegasi, pengamatan, mengawasi, penyelesaian).
Source : https://www.finansialku.com/gaya-kepemimpinan-dalam-organisasi-teori-kepemimpinan/

Pengertian Manajemen, Fungsi, Tujuan, Unsur

November 2, 2018 admin
0

Pengertian Manajemen Secara Umum

Apa yang dimaksud dengan manajemen? Pengertian Manajemen adalah sebuah proses untuk mengatur sesuatu yang dilakukan oleh sekelompok orang atau organisasi untuk mencapai tujuan organisasi tersebut dengan cara bekerja sama memanfaatkan sumber daya yang dimiliki.

Secara etimologi kata manajemen diambil dari bahasa Perancis kuno, yaitu menagement, yang artinya adalah seni dalam mengatur dan melaksanakan. Manajemen dapat juga didefinisikan sebagai upaya perencanaan, pengkoordinasian, pengorganisasian dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efisien dan efektif.

Efektif dalam hal ini adalah untuk mencapai tujuan sesuai perencanaan dan efisien untuk melaksanakan pekerjaan dengan benar dan teroganisir.

Menurut T. Hani Handoko, ada tiga alasan utama mengapa manajemen diperlukan:

  • Manajemen diperlukan agar tujuan pribadi dan organisasi dapat tercapai
  • Berikutnya, manajemen juga diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara tujuan-tujuan, sasaran, dan kegiatan, yang saling bertentangan dari pihak yang punya kepentingan dalam organisasi.
  • Manajemen dibutuhkan untuk mencapai efisiensi dan efektivitas suatu kerja organisasi

Sebuah organisasi yang sedang berkembang membutuhkan manajemen dalam beberapa hal; mencakup manajemen strategi, manajemen sumber daya manusia, produksi, pemasaran, dan manajemen lainnya.

Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli

Beberapa ahli di bidang ilmu manajemen menjelaskan apa arti manajemen. Pendapat para ahli ini bisa kita jadikan sebagai landasan untuk lebih memahami tentang ilmu manajemen.

Berikut adalah definisi manajemen menurut para ahli:

1. Mary Parker Follet

Menurut Mary Parker Follet, pengertian manajemen adalah sebuah seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Dengan kata lain, seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan sebuah organisasi.

2. George R. Terry

Menurut George Robert Terry, pengertian manajemen adalah sebuah proses yang khas yang terdiri dari beberapa tindakan; perencanaan, pengorganinasian, menggerakkan, dan pengawasan.

Semua itu dilakukan untuk menentukan dan mencapai target atau sasaran yang ingin dicapai dengan memanfaatkan semua sumber daya, termasuk sumber daya manusia dan sumber daya lainnya.

3. Henry Fayol

Menurut Henry Fayol, pengertian manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengawasan/ kontrol terhadap sumber daya yang ada agar mencapai tujuan secara efektif dan efisien.

4. Ricky W. Griffin

Menurut Ricky W. Griffin, pengertian manajemen adalah sebuah proses perencanaan, proses organisasi, proses kordinasi, dan proses kontrol terhadap sumber daya untuk mencapai tujuan dengan efektif dan efisien.

Efektif berarti tujuan dapat tercapai sesuai rencana, sedangkan efisien artinya tugas dijalankan dengan benar, teroganisir, dan selesai sesuai jadwal.

3. Lawrence A. Appley

Menurut Lawrence A. Appley, arti manajemen adalah sebuah keahlian yang dimiliki seseorang atau organisasi untuk menggerakkan orang lain agar mau melakukan sesuatu.

5. Oey Liang Lee

Menurut Oey Liang Lee, pengertian manajemen adalah ilmu atau seni dalam perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan, dan pengendalian terhadap sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.

6. Hilman

Menurut Hilman, pengertian manajemen adalah fungsi untuk mencapai suatu tujuan melalui perantara kegiatan orang lain serta mengawasi usaha-usaha setiap individu guna mencapai tujuan yang sama.

7. Dr. Ahuja

Menurut Dr. Ahujae, pengertian manajemen adalah pihak-pihak yang menawarkan/ menyediakan jasa untuk bidang yang berhubungan dengan manajemen.

8. Renville Siagian

Menurut Renville Siagian, pengertian Manajemen adalah salah satu bidang usaha yang bergerak di bidang jasa pelayanan yang dikelola oleh tenaga ahli yang terlatih dan berpengalaman.

9. Dr. Bennett N.B Silalahi, M.A

Menurut Dr. Bennett N.B Silalahi, M.A, pengertian manajemen adalah ilmu perilaku yang terdiri dari aspek sosial eksak bukan dari tanggungjawab keselamatan serta kesehatan kerja baik dari sisi perencanaannya.

10. James A.F.Stoner

Menurut James A. F. Stoner, pengertian manajemen adalah suatu proses perencaan, pengorganisasian, leadership, serta pengendalian upaya dari anggota organisasi tersebut serta penggunaan Sumber daya yang tersedia di organisasi tersebut guna mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan organisasi sebelumnya.

Fungsi Manajemen Dalam Bisnis

Fungsi Manajemen adalah sebagai elemen dasar yang harus melekat dalam manajemen sebagai acuan manajer (seseorang yang mengelola manajemen) dalam melaksanakan tugas untuk mencapai tujuan dengan cara merencanakan, mengorganisir, mengordinasi dan mengendalikan.

Diagram Fungsi Manajemen
Diagram Fungsi Manajemen via managementstudyguide.com

Mengacu pada pengertian Manajemen di atas, terdapat 5 fungsi utama manajemen dalam bisnis, yaitu:

1. Perencanaan (Planning)

Perencanaan adalah yang paling penting dalam sebuah manajemen bisnis. Seorang manajer yang mengelola manajemen dalam perusahaan atau bisnis akan merencanakan dan mengevaluasi setiap tindakan yang sudah dan yang belum ditindaklanjuti dalam bisnis.

Perencanaan penting untuk menentukan secara keseluruhan tujuan perusahaan dan upaya untuk memenuhi tujuan tersebut. Manajer selalu bertindak sebagai seseorang yang mencari alternatif dalam mencapai tujuan akhir, mencakup rencana jangka pendek, menengah maupun jangka panjang.

Tanpa perencanaan yang tepat dalam bisnis yang sedang berkembang bisa membuat bisnis tidak berjalan sesuai dengan jalurnya. Penyimpangan ini bisa berakibat pada ketidakteraturan hingga kebangkrutan.

2. Pengorganisasian (Organizing)

Fungsi manajemen dalam bisnis yang kedua adalah sebagai pengorganisasian dengan membagi kegiatan besar menjadi beberapa kegiatan kecil atau serangkaian kegiatan. Tujuannya adalah untuk mempermudah manajer melakukan pengawasan yang lebih efektif  dan menentukan sumber daya yang dibutuhkan untuk setiap kegiatan yang sudah dibagi menjadi lebih efisien.

Pengorganisasian secara lebih gampang dapat dilaksanakan dengan menentukan apa tugas yang dikerjakan, siapa yang mengerjakan dan bagaimana harus dikerjakan. Hal ini bertujuan untuk mencapai tujuan bisnis melalui proses yang lebih terstruktur atau terorganisasi.

3. Penempatan (Staffing)

Mirip dengan organizing, namun penggunaannya lebih luas. Bila organizing lebih memperhatikan manajemen sumber daya manusia, maka staffing lebih memperhatikan sumber daya secara umum. Beberapa sumber daya tersebut diantaranya; peralatan, perlengkapan, dan inventaris yang ada pada sebuah organisasi.

4. Pengarahan (Directing)

Fungsi manajamen dalam bisnis yang terakhir adalah sebagai suatu tindakan yang mengupayakan agar setiap anggota bisnis atau kelompok mampu mencapai sasaran dan target sesuai prosedur manajerial yang sudah direncanakan. Seorang manajer akan melakukan pengarahan jikalau terjadi masalah atau jika apa yang dikerjakan tidak sesuai dengan yang direncanakan.

Karena tidak semua hal yang direncanakan dalam bisnis bisa diwujudkan secara nyata dalam tindakan, mengingat banyak kejadian yang tidak bisa terduga sebelumnya. Sehingga disinilah fungsi manajemen sebagai pengarahan agar apa yang dikerjakan sumber daya masih berada pada jalur yang semestinya.

5. Pengawasan (Controlling)

Dari serangkaian rencana dan tindakan yang sudah dijalankan, perlu adanya pengawasan atau controlling. Fungsi manajemen bisnis dalam hal ini adalah melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap kinerja sumber daya perusahaan.

Manajer secara aktif akan melakukan pengawasan terhadap sumber daya yang sudah diorganisasi sebelumnya dan memastikan apa yang dikerjakan sesuai dengan yang direncanakan. Adanya kesalahan atau penyimpangan dalam menjalankan tugas dapat dikoreksi untuk menjadi pembelajaran pada perencanaan tahap berikutnya.

Klasifikasi dari masing-masing sumber daya juga penting untuk menjadi bahan klasifikasi supaya tidak menimbulkan dominansi dari manajer saja. Bisnis yang baik adalah bisnis yang anggotanya mampu bekerjasama sacara tim dan berjalan secara simultan. Beberapa hal yang harus terpenuhi untuk melakukan pengawasan yaitu:

  • Jalur  (routing): manajer harus menetapkan jalur untuk memperkecil resiko kesalahan yang terjadi
  • Penetapan waktu (scheduling): manajer harus memiliki waktu rutin untuk melakukan pengawasan, misalnya saja satu bulan satu kali atau dua kali
  • Perintah pelaksanaan (dispatching): manajer memiliki sikap untuk mendorong dan memerintah agar setiap sumber daya menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan
  • Tindak lanjut (follow up): manajer melakukan evaluasi dan memberikan solusi dari segala yang permasalahan yang terjadi selama proses mencapai tujuan untuk meminimalisisr terjadinya kesalahan yang sama.

Unsur-Unsur Manajemen

unsur-unsur manajemen
Ilustrasi Unsur Manajemen

Dalam membentuk sistem manajerial yang baik dibutuhkan unsur-unsur manajemen di dalamnya. Semua unsur tersebut saling melengkapi satu sama lain, dan jika salah satu unsur tersebut tidak ada maka berimbas pada hasil keseluruhan pencapaian suatu organisasi.

Berikut ini adalah unsur-unsur manajemen tersebut:

1. Manusia (Human)

Faktor yang paling menentukan dalam manajemen adalah manusia. Dalam praktiknya, manusia lah yang membuat tujuan dan melakukan proses pencapaian tujuan tersebut. Dengan kata lain, proses kerja tidak akan terjadi bila terdapat unsur manusia di dalamnya.

2. Uang (Money)

Uang merupakan unsur manajemen yang sangat berpengaruh karena hasil kegiatan dapat diukur dari jumlah yang beredar di suatu perusahaan. Unsur uang dapat menjadi alat dalam proses pencapaian tujuan dengan penggunaannya yang diperhitungkan secara rasional.

Penggunaan uang dalam suatu perusahaan adalah untuk biaya operasional, seperti gaji pegawai, pembelian dan perawatan peralatan kantor, dan peralatan lainnya yang dibutuhkan oleh perusahaan.

3. Materials (Bahan)

Bahan ini terdiri dari raw material (bahan setengah jadi) dan bahan jadi. Unsur material merupakan faktor penting dalam dunia usaha karena hasil yang baik hanya bisa dicapai bila terdapat material yang baik.

4. Mesin (Machines)

Mesin sangat dibutuhkan manusia untuk melakukan pekerjaan yang sulit menjadi lebih mudah dan cepat. Penggunaan mesin akan meningkatkan hasil dan keuntungan serta membuat proses kerja menjadi lebih efektif dan efisien.

5. Metode (Methods)

Proses pelaksanaan kerja hanya dapat berjalan dengan efektif dan efisien bila dilakukan dengan metode yang tepat. Suatu metode kerja harus mempertimbangkan sasaran, fasilitas, waktu, uang, dan kegiatan bisnis.

Selain itu, metode yang tepat dan baik juga harus dipahami oleh manusia yang menjalankannya. Dengan kata lain, sebuah metode hanya bisa berjalan dengan baik bila manusia terlibat di dalamnya.

6. Pasar (Market)

Proses pemasaran produk merupakan unsur manajemen yang sangat krusial bagi sebuah perusahaan. Jika tidak ada pemasaran maka barang tidak akan laku.

Suatu bisnis bisa menguasai pasar bila menawarkan produk yang berkualitas dan sesuai dengan minat dan daya beli konsumen. Itulah sebabnya proses pemasaran sangat erat hubungannya dengan kualitas barang yang dipasarkan.

Contoh dan Jenis-Jenis Manajemen

Dalam penerapan ilmu manajemen dalam kehidupan sehari-hari, ada banyak sekali contoh yang bisa kita temukan, sesuai dengan bidangnya. Berikut ini adalah beberapa contoh dan macam-macam manajemen:

  • Manajemen Strategi
  • Manajemen Administrasi Perkantoran
  • Manajemen Biaya
  • Manajemen Organisasi
  • Manajemen Personalia dan Administrasi
  • Manajemen Perusahaan
  • Manajemen Pemasaran
  • Manajemen Produksi
  • Manajemen Keuangan
  • Manajemen Waktu
  • Manajemen Organisasi
  • Manajemen Komunikasi
  • Manajemen Pendidikan
  • Manajemen Konstruksi
  • Manajemen Agribisnis
  • Manajemen Stress
  • Manajemen Sumber Daya Manusia
  • Manajemen Risiko
  • Manajemen Rantai Pasokan
  • Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
  • Manajemen Hubungan Masyarakat (Humas)
  • Dan lain-lain

Ilmu manajemen itu ternyata sangat luas dan contoh penerapan manajemen dalam kehidupan sehari-hari sebenarnya ada banyak sekali. Dan pada dasarnya kehidupan manusia tidak pernah lepas dari ilmu manajemen, mulai dari hal kecil hingga hal yang besar.

Source : https://www.maxmanroe.com/vid/manajemen/pengertian-manajemen.html