5 CARA MEMBUAT CURRICULUM VITAE YANG MENARIK

February 27, 2019 admin
0

5 Cara Membuat Curriculum Vitae yang Menarik

#1 Lakukan Job Research

Sebelum Anda membuat Curriculum Vitae, langkah pertama tentu saja Anda harus mencari informasi secara mendetail tentang perusahaan dan jenis pekerjaan yang akan Anda lamar.

“Ingat curriculum vitae yang menarik adalah curriculum vitae yang RELEVAN.”

Tentu saja jenis pekerjaan itu adalah yang sesuai dengan bidang yang Anda minati. Anda dapat mencari via online atau menanyakan informasi kepada teman-teman dan kenalan Anda.

Catatlah segala informasi berkenaan dengan segala persyaratan pelamar seperti kualifikasi pekerjaan, keterampilan atau keahlian, usia dan tak jarang perusahaan yang mencari pekerja yang sudah memiliki pengalaman bekerja selama rentang waktu yang dikhususkan.

Selain itu, Anda juga perlu mencari tahu segala informasi mengenai visi, misi dan nilai-nilai serta etos kerja yang diimplementasikan dalam perusahaan tersebut. Melalui berbagai informasi tersebut, Anda dapat menyaring, perusahaan mana yang akan Anda tuju untuk dikirimkan surat lamaran berikut dengan CV Anda.

 

#2 Ketahui Isi CV secara Umum

Mungkin bagian ini sebagian besar orang sudah mengetahuinya, namun bagi para fresh graduate, informasi ini akan sangat menolong karena dapat memberi gambaran besar akan riwayat hidup Anda yang akan Anda cantumkan di dalamnya.

Hati-hati dalam menyusun agar berurut supaya tidak membingungkan pembaca CV Anda terutama pihak HRD yang akan menilai kualitas Anda pertama kali melalui CV tersebut.

Pada umumnya, konten yang ada dalam sebuah CV antara lain sebagai berikut:

  • Identitas Diri – nama lengkap, alamat, nomor telepon dan alamat email.
  • Pendidikan – pendidikan terakhir, jurusan dan IPK.
  • Personalitas – gambaran singkat karakter diri Anda.
  • Keterampilan – keterampilan yang Anda miliki.
  • Proyek dan Pengalaman Kerja – hal yang sudah Anda selesaikan pada pekerjaan sebelumnya atau penghargaan yang pernah Anda dapatkan.
  • Training/Pelatihan Terbaru – pelatihan yang telah diikuti 2-3 tahun terakhir.
  • Informasi Lain tentang Diri Anda – hobi, referensi atau hal lain tentang diri Anda yang berhubungan dengan pekerjaan yang Anda lamar.

 

#3 Mulai Membuat CV

Cara membuat curriculum vitae yang menarik adalah relevansi isi dan desain yang menarik. Buatlah desain yang mudah dibaca, minimalis dan layout yang rapi.

Berbagai contoh desain atau format CV dapat Anda cari dalam kolom pencarian dengan kata kunci “CV Design”. Anda disarankan untuk memilih desain yang sederhana dengan kombinasi warna yang pantas dan gunakan simbol-simbol yang dapat dipahami oleh pembaca.

Ketika desain sudah dirasa oke, hal pertama yang perlu Anda tuliskan di dalamnya, sesuai dengan panduan isi secara garis besar pada point 2 di atas adalah

  • Cantumkan Identitas Diri. Tuliskan nama lengkap Anda, alamat, nomor telepon dan alamat email serta jangan lupa untuk menyertakan pasfoto terbaru Anda.
  • Tulis jenjang pendidikan.
  • Paparkan secara singkat, padat dan jelas mengenai karakter Anda dan nilai-nilai kehidupan yang Anda junjung.
  • Deskripsikan keterampilan serta skill yang Anda miliki terutama yang menunjang pekerjaan yang menjadi sasaran Anda.
  • Apabila Anda bekerja sebelumya, tuliskan pengalaman kerja Anda danpencapaian serta penghargaan yang pernah Anda raih apabila ada. Hal ini akan memberikan nilai tambah pada diri Anda dan perhatian khusus bagi pihak pembaca.
  • Cantumkan juga berbagai pelatihan yang pernah Anda ikuti yang menambah skill.
  • Cantumkan informasi tentang diri Anda yang relevan dengan pekerjaan Anda dan juga referensi dari beberapa orang penting di perusahaan, tempat Anda bekerja sebelumnya.

 

#4 Baca Ulang dan Perbaiki Kesalahan dalam CV

Langkah selanjutnya adalah Anda perlu membaca ulang CV yang telah Anda buat tersebut. Hal ini penting dilakukan untuk meminimalkan kesalahan dan memastikan bahwa CV Anda sudah tersusun dengan rapi.

Tentunya sangat disayangkan jika Anda sudah susah-susah cari cara membuat curriculum vitae yang menarik. Ternyata kesalahannya adalah typo (baca: salah ketik)?

Cek kembali  tata bahasa dan ejaan yang salah dan menggunakan kalimat yang jelas, singkat serta efektif. Usahakan menggunakan kata-kata dan kalimat bahasa Indonesia yang baku. Gunakan Kamus Besar Bahasa Indonesia Online atau mencari kata-kata baku dari artikel-artikel di website internet.

 

#5 Analisis CV Anda

Dalam menganalisis CV yang telah Anda buat, Anda dapat berperan seolah-olah menjadi seorang HRD yang akan membaca CV tersebut.

Agar lebih objektif dalam penilaiannya, Anda harus mengesampingkan diri Anda dan benar-benar memerankan diri sebagai bagian HRD yang sedang melakukan rekrutmen terhadap pelamar.

Langkah berikutnya, Anda dapat meminta bantuan teman atau sahabat Anda untuk menilai CV yang telah Anda buat. Buat perbandingan penilaian antara penilaian yang telah Anda buat dan penilaian yang teman Anda buat.

Setelah itu, Anda dapat memutuskan untuk memperbaiki beberapa kesalahan yang ditemukan.

sumber : https://www.finansialku.com/cara-membuat-curriculum-vitae-yang-menarik/

7 CARA MENJADI PEMIMPIN YANG BAIK

February 17, 2019 admin
0

7 Cara Menjadi Pemimpin yang Baik dalam Perusahaan

1. Memiliki Wawasan yang Luas

Pemimpin perusahaan sangat bertanggung jawab terhadap perkembangan bisnis dan kesejahteraan karyawan. Anda wajib memahami bidang bisnis yang dijalankan, sehingga Anda harus meningkatkan wawasan dengan belajar dan terus belajar.

Dengan memiliki wawasan yang luas, Anda akan mampu mengarahkan dan mengambil keputusan yang tepat dalam berbagai hal. Anda pun akan mendapatkan respek dari karyawan karena bisa memimpin dengan cara yang baik dan benar.

 

2. Bijaksana dalam Menghadapi Masalah

Gaya kepemimpinan Anda mungkin tidak disenangi oleh beberapa orang. Itu hal yang lumrah, karena Anda tidak dapat menyenangkan semua orang. Sebaik apapun cara Anda memimpin, pasti akan ada yang tidak menyukai Anda dengan beragam alasan.

Apalagi jika Anda memimpin perusahaan besar, Anda akan berhadapan dengan banyak orang yang memiliki kepentingan. Butuh kebijaksanaan agar Anda mampu membuat perusahaan tetap dalam kendali saat berhadapan dengan masalah. Anda akan mendapatkan dukungan dengan sikap bijak Anda.

 

3. Membangun Interaksi yang Menyenangkan

Sebagai pemimpin, Anda tetap perlu membangun hubungan dengan orang-orang di bawah Anda. Tidak harus menjadi terlalu dekat karena Anda punya segudang kesibukan yang harus dikerjakan.

Namun yang terpenting, upayakan bangun interaksi yang menyenangkan saat Anda berada di kantor. Tunjukkan keramahan dengan bersikap murah senyum dan mau menyapa karyawan Anda. Jadilah sosok yang bersahabat, meski level jabatan Anda berada di atas mereka.

 

4. Mau Mendengarkan Masukan

Biasanya, pemimpin adalah orang yang suka memberikan masukan. Namun, pemimpin yang baik juga mau mendengarkan masukan dari orang lain. Anda juga bisa belajar banyak hal baru dari orang lain.

Tidak ada salahnya menerima kritik dan saran dari karyawan. Berikan kesempatan pada siapa saja yang mau memberikan pendapat yang berbeda. Sebab Anda membutuhkan cara pandang orang lain untuk melengkapi cara pandang Anda.

 

5. Mau Mengakui Kesalahan dan Kekurangan

Pemimpin yang rendah hati berani mengakui kesalahan dan kekurangan di hadapan karyawannya. Anda tidak perlu gengsi, karena setiap orang bisa melakukannya kesalahan dan memiliki kekurangan.

Anda tidak perlu malu, karena karyawan Anda malah akan semakin respek dengan Anda yang mau memperbaiki diri. Tunjukkan bahwa Anda adalah pemimpin yang mau menjadi pribadi yang lebih baik.

 

6. Mau Memberikan Apresiasi

Setiap orang butuh dihargai atas pencapaiannya. Pemimpin yang selalu mengapresiasi karyawannya, pasti akan disenangi dan dihormati. Loyalitas karyawan akan meningkat jika Anda tidak pernah lupa memberikan apresiasi atas prestasi mereka.

Ucapkanlah terima kasih atas kerja keras karyawan. Berikan pujian dan reward bagi mereka yang mencapai hasil yang memuaskan. Segala bentuk apresiasi dari Anda akan semakin memotivasi karyawan untuk meningkatkan kinerja.

 

7. Memiliki Empati Terhadap Karyawan

Perhatikan kendisi karyawan-karyawan Anda. Pemimpin harus peka terhadap lingkungan sekitarnya. Tunjukkan kecintaan Anda pada karyawan dengan berempati terhadap masalah yang dihadapi mereka.

Jadilah pemimpin yang baik dan murah hati dalam menolong karyawan Anda yang sedang kesulitan. Tawarkan bantuan dan berikan semangat untuk mereka. Kebaikan Anda dapat mengubah hidup orang lain. Anda pun pasti akan semakin dicintai oleh karyawan.

sumber : http://entrepreneurcamp.id/pemimpin-yang-baik/

KONSEP DASAR PELAYANAN PRIMA

January 28, 2019 admin
0

KONSEP DASAR PELAYANAN PRIMA

Berikut adalah konsep dasar dari Pelayanan Prima atau prinsip-prinsip Pelayanan Prima, yaitu :

# 1 : Attitude (Sikap)

Potret perusahaan, diawali dari kesan yang ditorehkan oleh karyawan perusahaan tersebut, terutama mereka yang berdiri di frontliner atau siapapun yang bersentuhan dengan pihak luar perusahaan, baik langsung maupun tidak langsung, (ini yang diluar bagian pemasaran).

Bagaimana sikap dan pelayanan dari karyawan perusahaan, akan menggambarkan dan memberi citra perusahaan, baik itu langsung maupun tidak langsung.

Setiap karyawan suatu perusahaan seharusnya memiliki sikap yang ramah penuh simpatik dan menjunjung tinggi profesionalisme pekerjaannya serta memiliki rasa memiliki yang tinggi terhadap perusahaan.

Itulah prinsip pelayanan prima yang pertama, memiliki, menjaga dan meningkatkan sikap yang ramah, simpatik dan profesional.

# 2 : Ability (Kemampuan)

Di sini karyawan harus memiliki kemampuan dasar untuk mampu melakukan program pelayanan prima, seperti :

  • Bagaimana melakukan komunikasi yang efektif,
  • Memiliki pengetahuan di bidang kerja saat ini dengan baik.
  • Memahami SOP dasar untuk menangani keluhan pelanggan.
  • Memahami hal apa saja yang boleh di infokan keluar dan hal apa saja yang tidak boleh.
  • Memiliki kemampuan untuk memotivasi dirinya agar senantiasa memberikan pelayanan prima, dengan tidak mencampur adukan dengan permasalahan pribadi.

Ability atau kemampuan merupakan prinsip kedua dalam pelayanan prima yang senantiasa harus selalu ditingkatkan.

# 3 : Attention (Perhatian)

Attention atau atensi atau perhatian adalah prinsip pelayanan prima berikutnya yang wajib dimiliki semua karyawan, terutama mereka yang bersentuhan langsung dengan pelanggan.

Attention merupakan bentuk kepedulian kepada pelanggan / tamu, yang berkaitan dengan kebutuhan dan keinginan pelanggan, serta pemahaman atas saran dan kritik yang diberikan.

Dalam melakukan aktivitasnya, seorang karyawan haruslah senantiasa memperhatikan dan mendahulukan keinginan pelanggan, termasuk di dalamnya tamu perusahaan tersebut.

Apalagi jika pelanggan / tamu tersebut sudah menunjukan tanda membutuhkan bantuan atau pelayanan, maka seharusnya karyawan tersebut bergegas atau menunjukan atensi untuk segera melayani dengan cepat dan baik.

Dan akan lebih baik lagi jika begitu ada pelanggan atau tamu, karyawan tersebut melakukan hal-hal sebagai berikut :

  • Menyapa dengan mengucapkan salam pembuka dengan sopan dan ramah, wajah harus tampak tersenyum, bukan bibir senyum tapi wajah tidak menunjukkan senyum keramahan.
  • Menanyakan keperluan dan keinginan pelanggan / tamu dengan bahasa yang sopan.
  • Mendengarkan dan memahami semua yang disampaikan pelanggan / tamu dengan penuh pengertian dan emphaty.
  • Mempersilahkan pelanggan / tamu untuk menunggu ditempat yang disediakan dengan sopan.
  • Dengan cepat melayani keperluan dan keinginan pelanggan / tamu tersebut, tetap dalam sikap yang ramah.
  • Dahulukan apa yang menjadi keperluan atau keinginan pelanggan / tamu tersebut.
  • Jika memang ada yang harus dikerjakan terlebih dahulu (bersifat urgent) atau sedang mengerjakan sesuatu, yang bisa di jeda (misal urusan internal), sampaikan dengan sopan sembari meminta maaf dan dan sampaikan akan segera melayani.
  • Jika sedang ada urusan dengan pihak lain yang tidak memungkinkan untuk di jeda, persilahkan untuk menunggu yang diberikan dalam bentuk isyarat anggukan dan tangan yang mempersilahkan, sambil membuat kontak mata dan senyum sebagai tanda atensi kita.

# 4 : Action (Tindakan)

Attention (perhatian) penekanannya pada bagaimana kita memberikan atensi kita terhadap kebutuhan atau keinginan pelanggan tamu kita.

Kemudian atensi ini haruslah dilanjutkan dengan action (tindakan) atas apa yang menjadi kebutuhan dari pelanggan / tamu tersebut.

Hal yang perlu dilakukan di tahap action ini adalah, melakukan tindakan nyata untuk memastikan apa yang menjadi kebutuhan / keinginan pelanggan / tamu kita, jika kurang yakin dan lebih baik lakukan konfirmasi dengan sopan.

Jika diperlukan, dapat dilakukan pencatatan, apalagi jika permintaan tersebut cukup beragam, dan jika hal ini adalah bagian dari transaksi, maka permintaan tersebut bisa dicatat di form yang harus sudah disiapkan.

Jika karyawan tersebut berada di bagian yang berhubungan dengan transaksi (FO, FDA, Cashier, Sales Counter, Telemark, dll), maka prosedur transaksi harus menjadi prioritas, tentu dengan ramah dan kesopanan yang tinggi.

Jangan lupa untuk mengucapkan termakasih, dan tanyakan apa masih ada hal lain  yang bisa dibantu, sembari mengatupkan tangan sebagai tanda menghormati dan menghargai.

Jadi menjalankan prinsip keempat dari pelayanan prima, yaitu action sangat penting, sebagai bentuk nyata dari sebuah kepedulian (attention).

# 5 : Accountability (Tanggung Jawab)

Konsep pelayanan prima berikutnya adalah accountability atau tanggung jawab, yaitu sikap keberpihakan kita kepada pelanggan / tamu / mitra kerja sebagai bentuk rasa emphaty dan kepedulian kita (care).

Sikap tanggung jawab ini jika dilaksanakan dengan benar dan sepenuh hati, maka bisa meminimalkan terjadinya ketidakpuasan pelanggan, tamu atau mitra perusahaan.

# 6 : Appearance (Penampilan)

Penampilan karyawan baik secara phisik maupun non phisik merefleksikan kredibilitas perusahaan, maka dari itu penting untuk selalu menjaga penampilan ini.

Standar penampilan harus dibuat oleh perusahaan, dan setiap karyawana harus menjalankannya, apalagi saat bertemu dengan pelanggan / tamu.

Penampilan phisik seperti :

  • Gunakan pakaian formal yang sopan, atau menggunakan seragam sesuai standard.
  • Kenakan sepatu kerja yang formal dengan warna standar (hitam, coklat, atau menyesuaikan dengan warna pakaian), sepatu untuk wanita harus ber-hak (highheel) dengan ketinggian standar .
  • Rambut harus rapi, untuk bagian FO / marketing, pria harus pendek, wanita usahakan tidak lebih sebahu atau di cepol, dengan daun telingga terlihat.
  • Bagi wanita mengenakan Make Up sehingga wajah tampak segar.
  • Kenakan tanda pengenal di tempat yang terlihat.
  • Perhatikan kebersihan tubuh, kuku, rambut dan wajah.
  • Pakain bersih dan di setrika, menggunakan ikat pinggang standar (pria)

Penampilan non phisik seperti :

  • Cara berdiri,
    • Berdiri harus tegak dengan punggung lurus sebagai kepercayaan diri.
    • Untuk pria, posisi kedua kaki sejajar sedikit terbuka, selebar sepatu.
    • Untuk wanita dengan satu kaki di depan kaki lainnya dengan rileks menunjukkan keterbukaan, persahabatan dan kesiapan untuk melayani.
  • Cara berjalan, berjalan dengan langkah cepat dan gesit tapi bukan terburu-buru, untuk menunjukan sikap profesionalisme dan semangat yang tinggi.
  • Cara duduk, duduklah dengan tegak, lutut sejajar, dan kaki lurus, hindari menopang atau menyilangkan kaki.
  • Cara berjabat tangan
    • Ulurkan tangan, lurus dan dengan ibu jari keatas.
    • Jabat dan genggam tangan dengan mantap, guncangkan tangan lewat siku.
    • Tangan kiri bisa berada dibelakang punggung, di samping dengan tegas atau digunakan untuk menopang siku tanggan kanan.
  • Cara kontak mata, dengan menatap lawan bicara dan tersenyum dengan menunjukan minat
    atau ketertarikan pada materi pembicaraan.
  • Ekspresi Wajah, harus cheerful-looking, tunjukkan expresi senyum bukan saja dibibir, tapi juga di wajah terutama di mata.

sumber : https://distribusipemasaran.com/6-konsep-dasar-untuk-memberikan-pelayanan-prima/

8 TIPS MANAJEMEN WAKTU YANG LEBIH EFEKTIF

January 15, 2019 admin
0

8 Tips untuk Manajemen Waktu yang Lebih Efektif

Manajemen waktu adalah hal yang tidak bisa kamu abaikan terutama saat kamu bekerja dan ingin mengembangkan karier. Manajemen waktu sendiri bukan sekedar hal yang memiliki common pattern dan harus kamu ikuti terus menerus, melainkan hal yang bisa terus berkembang dan dapat kamu improvisasi. Terdapat beberapa tips yang harus kamu jalani untuk dapat terus mengembangkan manejemen waktu yang sudah kamu miliki.

Setiap tips mungkin memiliki kapasitas yang berbeda dalam mengefektifkan manajemen waktu, yang perlu kamu lakukan adalah mempelajari langkah-langkah tersebut agar bisa kamu manfaatkan dengan baik. Setiap tips tentu saja memiliki peran masing-masing yang dapat mendukung satu sama lain. Berikut adalah 8 tips yang harus kamu lakukan jika ingin manajemen waktu kamu menjadi lebih efektif!

1. Kuasai manajemen stres

manajemen waktu

Sebuah tekanan pastinya akan selalu muncul dalam pekerjaan. Tapi tekanan bukanlah merupakan hal buruk. Tekanan sendiri dapat menjadi motivasi untuk bertindak dan juga menyelesaikan sebuah pekerjaan. Yang menjadi buruk adalah jika tekanan yang ada telah bertransformasi menjadi stres. Ketika stress melanda, seseorang biasanya akan kesulitan berpikir jernih dan kesulitan melakukan berbagai hal. Karena stres berpengaruh pada performa dalam melakukan segala hal, tentunya stres juga akan berpengaruh pada menajemen waktu yang telah kamu susun.

Stres sendiri memiliki dampak yang berbeda pada setiap orang, ini membuktikan bahwa manajemen stres memang merupakan sesuatu yang dapat dipelajari. Dimulai dari kesadaran akan pentingnya manajemen stres, tentunya secara otomatis manajemen waktu yang kamu miliki juga akan berkembang. Jadi mulailah menerapkan menajemen stres sebagai ritual wajib, jika kamu meinginginkan manajemen waktu yang lebih efektif.

2. Mulailah untuk ‘Questioning and Challenging

manajemen waktu

Tips untuk mengefektifkan manajemen waktu selanjutnya adalah dengan menaikkan standar kerja kamu. Salah satu cara yang harus kamu lakukan untuk menaikkan standar kerja adalah dengan menguasai skill ‘questioning and clallenging’. Ketika kamu diberikan sebuah pekerjaan, kamu harus menanyakan dengan jelas segala detail tentang pekerjaan tersebut.

Daripada mempertanyakan banyak hal ditengah-tengah pekerjaan dan mengurangi waktu kerjamu, lebih baik meluangkan waktu di awal untuk mencari kejelasan. Jika kamu memiliki keberatan tentang pekerjaan tersebut, kamu juga harus mengungkapkannya di awal. Dengan mengetahui segala hal tentang pekerjaan yang akan kamu jalani, tentu manajemen waktu akan menjadi lebih efektif.

3. Tingkatkan kemampuan berkomunikasi

manajemen waktu

Setiap pekerjaan mungkin akan mengharuskan kamu berinteraksi dengan banyak orang. Maka dari itu, kemampuan berkomunikasi akan sangat dibutuhkan. Kemampuan komunikasi yang baik akan membantu kamu untuk menjalin relasi yang baik dengan orang-orang yang bekerjasama dengan kamu. Jika sudah terbangun relasi yang baik, maka setiap hal akan dapat lebih nyaman dibicarakan.

Seperti jika terjadi kesalahan pada pekerjaan, dengan komunikasi yang baik, kamu dapat dengan cepat dan tepat menjelaskan hal apa yang harus disesuaikan kembali. Kamu juga akan dengan mudah membuat orang-orang mengerti standar kerja yang kamu inginkan. Dengan segala hal yang dapat dilakukan dengan lebih cepat tentunya juga merupakan bagian dari manajemen waktu yang lebih efektif.

4. Belajar untuk selalu fokus

manajemen waktu

Tips selanjutnya yang harus kamu lakukan untuk membuat manajemen waktu yang lebih efektif adalah tetap fokus. Tentu saja dalam hidup ini banyak hal yang harus kamu kerjakan dan tidak mudah untuk kamu mengabaikan berbagai hal meskipun ada tugas penting yang harus kamu kerjakan.  Hal ini lah yang membuat fokus menjadi sebuah kemampuan yang harus kamu kuasai untuk mengefektifkan manajemen waktu.

Mulailah belajar untuk fokus dalam mengerjakan sebuah tugas, berusahalah membuang sementara pikiran-pikiran lain yang dapat menghambat kamu mengerjakan tugas. Dengan fokus menyelesaikan satu tugas sebelum beralih ke tugas selanjutnya, tentunya kamu akan mendapati manajemen waktu yang lebih efektif.

5. Membuat perencanaan

manajemen waktu

Mengapa perencaan sangat penting untuk manajemen waktu yang lebih efektif? Perencanaan akan mempermudah kamu menentukan tugas apa yang harus lebih dulu kamu kerjakan. Dengan adanya perencanaan, kamu tidak memerlukan waktu lagi untuk berpikir tugas apa yang selanjutnya harus kamu lakukan setelah menyelesaikan satu tugas.

Sebuah perencanaan mungkin tidak akan selalu berjalan dengan lancar. Maka dari itu, kamu harus selalu memiliki rencana cadangan. Berkaitan dengan poin sebelumnya, jika apa yang kamu rencakanan mengalami kendala, kemampuan fokus dan manajemen stres akan sangat berguna untuk kamu !

6. Berani mengambilan keputusan

manajemen waktu

Pengambilan keputusan bukan hanya dibutuhkan di dunia kerja, melainkan juga dalam semua aspek kehidupan. Untuk sebagian orang, memutuskan sesuatu mungkin saja bukanlah hal yang mudah. Jika kamu tidak pernah belajar untuk mengambil keputusan, kamu akan banyak membuang-buang waktu untuk terus berpikir dan menimbang-nimbang berbagai hal.

Manajemen waktu tidak akan berkembang jika kamu tidak dapat mengambil keputusan untuk diri kamu sendiri. Mulai belajarlah untuk mengambil keputusan dengan bijak dan berani untuk mengambil resiko, karena sesungguhnya resiko yang kamu dapat dari sebuah pengambilan keputusan akan membuat diri kamu semakin berkembang.

7. Mencari motivasi diri

manajemen waktu

Dalam sebuah pekerjaan, tentu kamu akan menghadapi berbagai rintangan yang tidak terduga. Rintangan tersebut bisa saja muncul dari faktor internal maupun eksternal. Saat menghadapi berbagai masalah yang dapat memberi pengaruh negatif pada kinerja kamu, hal paling mudah yang dapat kamu lakukan adalah mencari motivasi dalam dirimu sendiri.

Jika kamu sudah dapat memotivasi diri sendiri, banyak manfaat yang akan kamu dapat. Salah satunya adalah kamu dapat berbagi semangat dan motivasi dengan orang-orang disekitarmu. Selain itu, kamu juga dapat lebih menguasai diri dan lebih mampu mengendalikan diri sendiri. Saat kamu telah merasa bertanggung jawab akan dirimu sendiri, kamu akan dapat meningkatkan kemampuan manajemen waktu yang kamu miliki.

8. Menyusun skala prioritas

manajemen waktu

Menyusun skala prioritas berarti adalah menentukan hal apa saja yang harus kamu lakukan dan menghindari kamu dari hal-hal yang seharusnya kamu tidak lakukan. Skala prioritas dapat dikatakan sebagai salah satu kunci dalam meningkatkan manajemen waktu, jadi kamu harus menentukannya dengan hati-hati. Jika kamu salah dalam menyusun skala prioritas, manajemen waktu kamu tidak akan berkembang atau bahkan menjadi berantakan.

Skala prioritas dapat memudahkan kamu dalam membuat perencanaan dan juga mengasah kemampuan fokusmu. Kemampuan pengambilan keputusan juga tentunya berpengaruh dalam kemampuan kamu dalam menyusun skala prioritas.

sumber : https://glints.com/id/lowongan/tips-untuk-manajemen-waktu/

PELAYANAN PRIMA

December 30, 2018 admin
0

Pelayanan Prima

Anda perlu mempelajari konsep pelayanan prima. Konsep ini sangat penting terlebih jika Anda adalah orang yang berhadapan dengan customer secara langsung atau disebut sebagai frontliner seperti kasir, waiterscustomer service, dan sebagainya.

Keuntungan yang dapat diperoleh dari penerapan pelayanan prima (excellent service) antara lain:

  • Keputusan pihak pelanggan untuk segera membeli produk yang kita tawarkan pada saat itu juga.
  • Menumbuhkan kepercayaan pelanggan terhadap barang / produk produsen yang bersangkutan.
  • Mempertahankan pelanggan agar tetap loyal menggunakan produk produsen yang bersangkutan
  • Dapat menghindarkan terjadinya tuntutan-tuntutan terhadap penjual yang tidak perlu

 

Pengertian Pelayanan Prima

Secara etimologi, pelayanan bisa diartikan sebagai usaha melayani kebutuhan orang lain. Pada dasarnya melayani adalah kegiatan yang bersifat tidak berwujud yang ditawarkan kepada konsumen atau pelanggan yang dilayani. Karakteristik melayani dinyatakan sebagai berikut:

  1. Sifatnya tidak bisa diraba, berlawanan sifatnya dengan produk barang jadi yang berwujud.
  2. Merupakan tindakan nyata.
  3. Kegiatan produksi dan konsumsi tidak dapat dipisahkan secara nyata.

Di sektor publik ada tiga fungsi pelayanan yang dilakukan pemerintah, yakni: environmental service, development service, dan protective service. Pelayanan oleh pemerintah dibedakan berdasarkan siapa yang menerima layanan tersebut, apakah pihak individu atau pihak kelompok. Kemudian konsep barang layanan terdiri dari barang privat (private goods) dan barang layanan kolektif (public goods).

Pelayanan prima adalah suatu pola layanan terbaik dalam manajemen modern yang mengutamakan kepedulian terhadap pelanggan. Layanan prima di dalam dunia bisnis disebut juga sebagai excellent serviceExcellent servicecustomer service, dan customer care pada dasarnya adalah sama, hanya berbeda pada konsep pendekatannya saja. Namun yang paling penting dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan, minimal harus ada tiga hal pokok, yakni: peduli pada pelanggan, melayani dengan tindakan terbaik, dan memuaskan pelanggan dengan berorientasi pada standar layanan tertentu. Jadi, keberhasilan program pelayanan prima tergantung pada penyelarasan kemampuan, sikap, penampilan, perhatian, tindakan, dan tanggungjawab dalam pelaksanaannya.

Sederhananya, pelayanan prima (excellent service) adalah pelayanan yang memenuhi standar kualitas yang sesuai dengan harapan dan kepuasan pelanggan. Sehingga dalam pelayanan prima terdapat dua elemen penting yang saling berkaitan yaitu pelayanan dan kualitas. Kualitas pelayanan sendiri memiliki beberapa definisi yang dikemukakan oleh beberapa ahli. Namun dari beberapa definisi yang dikemukakan, terdapat beberapa kesamaan, yakni:

  • Kualitas merupakan usaha untuk memenuhi harapan pelanggan
  • Kualitas merupakan kondisi mutu yang setiap saat mengalami perubahan
  • Kualitas mencakup proses, produk, barang, jasa, manusia, dan lingkungan
  • Kualitas merupakan suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan proses, produk, barang, jasa, manusia, dan lingkungan, yang memenuhi harapan

Menurut Vincent Gespersz, profesor bidang teknik sistem dan manajemen industri, kualitas pelayanan memiliki dimensi-dimensi seperti:

  • Kecepatan waktu pelayanan
  • Akurasi / ketepatan pelayanan
  • Kesopanan dan keramahan pelaku usaha
  • Tanggung jawab dalam menangani komplain pelanggan
  • Jumlah petugas yang melayani dan fasilitas pendukung lainnya
  • Kualitas pelayanan yang berkaitan dengan lokasi pelayanan, ketersediaan informasi, dan petunjuk / panduan lainnya
  • Kualitas pelayanan yang berhubungan dengan kenyamanan, fasilitas, dan teknologi, dan lain-lain

Sebagai perbandingan, berikut adalah definisi layanan prima (excellent service) yang diungkapkan oleh para pelaku usaha:

  • Membuat pelanggan merasa penting
  • Melayani dengan ramah, tepat, dan cepat
  • Pelayanan yang mengutamakan kepuasan pelanggan
  • Menempatkan pelanggan sebagai mitra
  • Pelayanan optimal yang menghasilkan kepuasan pelanggan

Untuk lebih jelasnya, berikut contoh definisi layanan prima (excellent service) pada beberapa bidang usaha:

  1. Pada bidang usaha jasa transportasi angkutan penumpang, mungkin pengusahanya mendefinisikan layanan prima sebagai pemberian kepuasan optimal pada penumpang dengan memberikan fasilitas yang aman, nyaman, cepat, dan murah.
  2. Di bidang manufaktur mungkin pengusahanya mendefinisikan layanan prima sebagai program layanan yang menjamin kualitas produk yang ditawarkan sehingga pelanggannya merasa puas.
  3. Di bidang delivery mungkin pengusahanya berusaha untuk memberikan pelayanan pengiriman yang cepat dan tepat waktu serta jaminan keamanan kiriman sampai ke tempat yang dituju sebagai layanan primanya.
  4. Di bidang kuliner mungkin pengusahanya mendefinisikan layanan prima dengan menjaga mutu dan kesegaran dari bahan makanan yang digunakan, penyajian tepat waktu, dengan kualitas rasa yang memuaskan pelanggannya.

 

Konsep Dasar Pelayanan Prima

1. Kemampuan (Ability)

Kemampuan tertentu yang meliputi kemampuan kerja di bidang kerja yang ditekuni yang dibutuhkan untuk menunjang program layanan prima (excellent service) seperti: melaksanakan komunikasi yang efektif, mengembangkan motivasi, dan menggunakan humas sebagai alat untuk membina hubungan ke dalam dan ke luar oraganisasi / perusahaan.

2. Sikap (Attitude)

Perilaku tertentu yang harus ditonjolkan ketika berhadapan dengan pelanggan

3. Penampilan (Apprearance)

Penampilan fisik ataupun non-fisik yang merefleksikan kredibilitas kepada pelanggan

4. Perhatian (Attention)

Kepedulian penuh terhadap pelanggan, yang berkaitan dengan kebutuhan dan keinginan pelanggan, maupun memahami saran dan kritiknya

5. Tindakan (Action)

Kegiatan nyata yang dilakukan dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan

6. Tanggung jawab (Accountability)

Sikap keberpihakan kepada pelanggan sebagai bentuk kepedulian, untuk meminimalkan ketidakpuasan pelanggan

 

Jenis – Jenis Pelayanan Prima

Pelayanan merupakan suatu proses yang menghasilkan produk berupa pelayanan yang diberikan kepada pelanggan, yang dibedakan menjadi tiga macam:

  • Core Service

Pelayanan merupakan produk utama dari sebuah organisasi / perusahaan. Misalnya hotel atau perusahaan penerbangan yang menawarkan jasa sebagai produk usahanya.

  • Facilitating Service

Fasilitas layanan tambahan kepada pelanggan. Misalnya fasilitas ‘check-in’ dalam penerbangan.

  • Supporting Service

Pelayanan yang dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan atau untuk membedakannya dari pesaing. Misalnya restoran bergengsi yang bertempat di suatu hotel.

Pelayanan memiliki berbagai macam bentuk. Namun, apapun bentuknya, pelayanan ditawarkan untuk dikenal dan menarik perhatian pelanggan.

 

Pentingnya Pelayanan Prima

Pelayanan prima mempunyai peranan penting dalam bisnis baik dari sisi pelanggan internal maupun pelanggan eksternal, karena sangat berpengaruh pada loyalitas pelanggan kepada organisasi / perusahaan. Demikian juga jika pelayanan prima ini dilakukan oleh pihak non-komersil atau pemerintah.

  • Pelayanan Prima Bagi Pelanggan Internal

Pelanggan internal adalah orang-orang yang terlibat dalam proses produksi barang atau jasa yang ditawarkan perusahaan. Seperti semboyan para pelaku bisnis yang menyatakan: “Bila pegawai tidak terpuaskan, Anda tidak akan mempunyai pelanggan yang terpuaskan.” Maka dengan melaksanakan pelayanan prima di lingkungan internal, akan menunjang kelancaran proses produksi barang atau pembentukan jasa. Keberhasilan pembudayaan pelayanan prima di lingkungan internal, akan menjadi tonggak dasar dalam mewujudkan pelayanan prima di lingkungan eksternal.

  • Pelayanan Prima Bagi Pelanggan Eksternal

Kebutuhan dan keinginan pelanggan merupakan peluang besar bagi perusahaan untuk mendapatkan keuntungan melalui penjualan barang / jasa yang ditawarkan. Memberikan pelayanan prima kepada pelanggan eksternal diharapkan dapat meningkatkan loyalitas kepada perusahaan.

Begitu juga dengan pelayanan prima di organisasi non-komersil dan instansi pemerintahan, bagaimana mereka mengimplementasikan pola manajemen untuk memfasilitasi kebersamaan, kerjasama, dan upaya-upaya lain yang bisa diwujudkan agar pengurus dan pegawai dapat bekerja sesuai dengan tujuan organisasi tersebut. Pelayanan prima yang diberikan kepada masyarakat  diharapkan akan menimbulkan loyalitas dan kepatuhan dari masyarakat sehingga instansi yang bersangkutan dapat menarik manfaat untuk menyelesaikan misinya.

 

Karakteristik Pelayanan Prima

Agar pelanggan merasa puas atas produk / jasa yang kita tawarkan, pribadi yang prima ditunjukkan dengan indikator-indikator seperti berikut:

  • Pelayanan yang ramah
  • Bersikap sopan dan penuh hormat
  • Tampil yakin
  • Memberikan kesan ceria
  • Berpenampilan rapi
  • Senang bergaul
  • Mudah memaafkan
  • Senang belajar dari orang lain
  • Senang pada hal-hal yang etis dan wajar
  • Pandai menyenangkan orang lain

 

Tujuan dan Manfaat Pelayanan Prima

Tujuan dari pelayanan prima adalah memberikan pelayanan yang memuaskan pelanggan dan berfokus hanya pada pemberian layanan kepada pelanggan. Pada sektor publik, pelayanan prima didasarkan pada ‘pelayanan adalah pemberdayaan’. Pelayanan prima yang diberikan oleh sektor bisnis berorientasi pada profit, sedangkan pelayanan prima yang diberikan oleh sektor publik bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan cara yang terbaik.

Secara lebih luas, keberhasilan pelayanan prima diharapkan berujung pada hasil berikut:

  • Pelanggan memutuskan untuk langsung membeli produk / jasa yang kita tawarkan pada saat itu juga
  • Menciptakan kepercayaan pelanggan atas produk / jasa yang kita tawarkan
  • Pelanggan tetap setia menggunakan produk / jasa kita
  • Pelanggan membeli kembali produk / jasa kita
  • Menghindari terjadinya tuntutan-tuntutan atau komplain yang tidak perlu dari pelanggan

 

Harapan Pelanggan akan Pelayanan Prima

Menurut survei yang dilakukan, orang-orang menyatakan bahwa memperoleh kepuasan dan pengorbanan yang sebanding merupakan hal yang diharapkan dari para pelanggan. Perusahaan / organisasi memberikan layanan kepada pelanggan internal yaitu para pegawainya. Kemudian para pelanggan internal memberikan pelayanan kepada pelanggan eksternal melalui barang atau jasa yang diproduksinya. Untuk itu perusahaan / organisasi perlu memenuhi dulu harapan para pelanggan internalnya baru kemudian mendapatkan tunjungan untuk memenuhi harapan para pelanggan eksternal.

Bagi pelanggan internal, jasa berupa tenaga dan keterampilan merupakan pengorbanan yang dilakukannya secara langsung maupun tidak langsung untuk perusahaan / organisasi tempatnya bekerja. Sedangkan kepuasan bagi pelanggan internal bisa berupa imbalan yang diterima atas pengorbanan yang dilakukannya itu, atau bisa juga berupa kesenangan dan kenyamanan dalam suasana berkerja yang didapat di tempat atau lingkungan tempat kerjanya.

Bagi pelanggan eksternal, harga / biaya yang harus dikeluarkan untuk memperoleh barang atau jasa merupakan pengorbanan yang dilakukannya untuk sebuah perusahaan / organisasi yang memproduksi barang atau jasa tersebut. Sedangkan kepuasan akan diperoleh bila adanya kesesuaian antara harapan dan kenyataan yang diperoleh, yang dicerminkan dari mutu kualitas barang atau jasa yang diterimanya dari pihak yang memperoduksi barang atau jasa tersebut.

Singkatnya pelanggan mengharapkan beberapa hal berikut setelah diterapkannya pelayanan prima:

  • Meningkatnya kualitas barang / jasa (better)
  • Semakin cepat pelayanan yang diterima (faster)
  • Adanya pembaruan dari produk / jasa yang ditawarkan (newer)
  • Harga yang semakin murah (cheaper)
  • Fasilitas yang semakin mudah / sederhana (more simple)

 

Sumber : http://ciputrauceo.net/blog/2015/7/7/pengertian-pelayanan-prima

SALES TIDAK MENCAPAI TARGET PENJUALAN EDISI 4

December 29, 2018 admin
0

Apakah Faktor – faktor Individu yang Bisa Kita Kendalikan, Ubah dan Perbaiki untuk Meningkatkan Hasil Penjualan? (4)

Dalam 3 edisi sebelumnya kita telah membahas 3 faktor yaitu kuantitas kerja, kualitas kerja dan sasaran/ arah kerja.

Faktor Individu ke- empat yang bisa dikendalikan, diubah dan sepenuhnya ada dalam kewenangan kita sebagai Salesperson adalah:

  1. Motivasi

Motivasi kerja salesperson bisa dilihat dari positif (+) atau negative (-) pola pikir, ucapan, prilaku dan  kesehariannya dalam melakukan aktivitas penjualan. Hal-hal tersebut dapat tercermin dalam perilaku dasar seorang salesperson misalnya;

  • Apakah salesperson mempunyai program kerja yang jelas dari pukul 08.00 s/d 17.00?
  • Apakah salesperson memiliki kedisiplinan dalam membuat janji pertemuan dengan customer?
  • Apakah salesperson cepat tanggap dalam menghadapi keluhan customer?
  • Apakah salesperson tertib dalam menyerahkan sales report kepada atasannya?
  • Apakah salesperson memiliki keinginan kuat untuk belajar produk dan teknik – teknik penjualan?
  • Apakah salesperson disiplin dalam menghadiri kegiatan briefing, morning meeting dan weekly meeting?

Setiap Salesperson mempunyai motivasi masing –masing untuk tujuan yang diinginkannya, misalnya: motivasi untuk mendapatkan posisi karir yang lebih tinggi, income atau penghasilan yang lebih besar, kepuasan atas pencapaian tertinggi, pengakuan dari atasan dan lain-lain.  Janganlah mempersalahkan atasan atau siapapun atas kegagalan anda dalam melakukan penjualan. Tidak ada satu orangpun yang bisa memotivasi orang lain, meskipun itu atasan anda, orang tua anda atau bahkan siapapun. Yang ada adalah bahwa oranglain bisa menciptakan suasana atau situasi bagi seseorang untuk bangkit dan bergerak melakukan sesuatu. Akan tetapi, pada akhirnya kita sendiri yang harus membangkitkan motivasi dalam diri kita.

Apa yang harus dilakukan Salesperson supaya memiliki motivasi kerja yang tinggi?

  1. Lakukan introspeksi diri atas apa yang menjadi tujuan dan motivasi anda bekerja pada saat pertama kali menginjakkan kaki di perusahaan yang anda tekuni saat ini; apakah tujuan tersebut telah tercapai? Seberapa besar? Mengapa? Apa yang harus saya lakukan supaya tujuan awal saya tercapai bahkan terlampaui dengan sukses?
  2. Tanamkan “pola pikir, sikap, mental dan prilaku juara” dalam diri anda. Ingatlah: pola pikir yang positif akan membentuk pernyataan – pernyataan positif diikuti dengan tindakan – tindakan yang positif sehingga tanpa anda sadari anda akan membentuk prilaku positif dan terkristalisasi menjadi sikap yang positif.
  3. Mental dan Sikap yang Positif akan menjadi kekuatan yang luarbiasa untuk meningkatkan jumlah aktivitas penjualan anda (kuantitas kerja), mendorong minat anda untuk mempertajam pengetahuan dan keterampilan anda (kualitas kerja), membuka jalan anda untuk menembus segmen privilege customer (sasaran kerja).

Ingatlah bahwa sukses milik anda 100% dan tidak boleh ada siapapun yang menghalangi jalan sukses dan kesuksesan yang anda inginkan.

10 CARA MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI

December 22, 2018 admin
0

10 CARA MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI

Krisis kepercayaan diri memang sering melanda seseorang. Tak hanya dialami oleh anak-anak remaja, orang dewasa sering mengalaminya. Penyebabnya beragam, dari mulai penampilan fisik, status ekonomi, status pendidikan, pekerjaan hingga kemampuan diri untuk beradaptasi dengan lingkungan.

Rasa kurang percaya diri ini bisa saja menjadi masalah, kamu mungkin akan merasa selalu terpuruk dan memikirkan hal negatif. Untuk kamu yang sering merasa kurang PD bisa mencoba cara meningkatkan percaya diri ini setiap hari. Rasa percaya diri yang meningkat setiap hari bisa membuatmu menjadi pribadi yang menyenangkan dan tambah sukses lho!

Bersyukur

Bersyukur atas segala yang telah kamu miliki adalah cara meningkatkan kepercayaan diri yang ampuh. Termasuk penampilan fisik. Bersyukurlah jika kamu dilengkapi dengan 5 panca indera yang lengkap. Ada banyak orang yang masih kurang secara fisik, namun mereka mampu untuk berkarya. Seandainya kamu punya cacat fisik pun tetaplah bersyukur, karena dibalik kekurangan pasti ada kelebihan yang Tuhan tanam.

Berdoa sebelum melakukan sesuatu

Pernahkah kamu merasa grogi saat harus melakukan sesuatu, misalnya saja presentasi di depan klien. Berdoa adalah cara meningkatkan kepercayaan diri berikutnya yang harus kamu lakukan. Berdoa dan percayalah Tuhan senang membantu kamu dalam melakukan sesuatu. Buat hasilnya akan jadi terpukau, karena ada campur tangan Tuhan dalam perkara yang sedang  dikerjakan.

Perbaiki penampilan

Cara meningkatkan kepercayaan diri yang lain adalah memperbaiki penampilan. Pakailah baju yang dibuat nyaman, tidak harus mahal tapi cukup rapi, bersih dan wangi. Rapikan rambutmu, pergilah ke salon agar bisa mendapat model rambut yang pas. Rawatlah kulit muka agar wajahmu terlihat lebih cerah dan menarik. Jika sudah mendapat penampilan yang baik secara otomatis kepercayaan pasti akan meningkat.

Tersenyum dan ramah dengan siapa saja

Jangan lupa untuk selalu tersenyum jika bertemu dengan siapa saja. Jadilah pribadi yang aktif berkomunikasi dengan orang-orang di sekitarmu. Supaya tidak ada yang bisa mengucilkan atau mendiamkanmu di tengah-tengah keramaian.

Tataplah mata lawan bicara kamu saat sedang berbicara

Membuat kontak mata dengan orang lain saat berbicara akan membuat kamu lebih percaya diri. Pastikan orang yang kamu ajak tersenyum, membalas senyumanmu. Mungkin saat di awal memulai cara meningkatkan percaya diri yang satu ini kamu merasa aneh. Tapi percayalah cara sederhana ini bisa mengubahmu.

Banyak latihan

Ingatlah banyak berlatih bisa membuatmu terbiasa. Kemampuan kamu meningkat bersamaan dengan rasa percaya diri. Latihan apapun jika dilakukan terus-terus akan menghasilkan sesuatu yang berbeda dan menakjubkan.

Pelajarilah sampai kamu bisa menguasainya

Pilihlah salah satu bidang yang kamu sukai contohnya, tulis cerpen, belajar komputer, buat kerajinan tangan, bernyanyi atau bahasa asing. Belajar salah sampai kamu bisa menguasainya dan melaksanakan dalam kehidupan sehari-hari.

Berhenti membandingkan diri dengan orang lain

Membandingkan diri dengan orang lain tidak akan ada habisnya, karena di atas langit selalu ada langit yang lebih tinggi. Menerima apa yang sudah Tuhan dengan tetap terus meningkatkan kemampuan diri sendiri adalah cara meningkatkan kepercayaan diri yang ampuh.

Lakukan afirmasi kepercayaan diri

Berhentilah berpikir yang negatif dan perkataan yang negatif terhadap diri sendiri. Memenuhi baik afirmasi atau memberikan ucapan yang positif, seperti saya orang yang berharga di mata Tuhan, kegagalan adalah hal yang biasa paling tidak saya sudah pernah mencoba, saya pasti bisa, saya punya kemampuan yang sama dengan mereka.

Catat setiap kemenangan yang telah diraih

Mencatat setiap rasa sekecil apapun akan membuat rasa percaya diri makin meningkat. Keberhasilanmu membawakan presentasi yang baik akan membuatmu lebih percaya diri di presentasi berikutnya. Cara meningkatkan percaya diri yang ini harus segera kamu praktikan, mencatat keberhasilanmu bisa berguna di saat kamu merasa rendah diri.

Pada prinsipnya rasa tidak percaya diri itu bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Kamulah yang harus bisa menggantikan penyebabnya dan. Hal-hal di atas hanya sebagian cara meningkatkan percaya diri. Ayo cari kelebihan kamu dan buat rasa percaya kamu meningkat.

Sumber : https://www.shopback.co.id/blog/cara-meningkatkan-percaya-diri

SALES TIDAK MENCAPAI TARGET PENJUALAN EDISI 3

December 19, 2018 admin
0

Apakah faktor – faktor individu yang bisa kita kendalikan,ubah dan perbaiki untuk meningkatkan hasil penjualan? (3)

Faktor Individu ke- tiga yang bisa dikendalikan, diubah dan sepenuhnya ada dalam kewenangan kita sebagai seorang Sales adalah apa yang dikenal dengan :

  1. Sasaran/ Arah Kerja.

Tidak cukup hanya dengan memperhatikan aspek kuantitas kerja dan kualitas kerja saja, kemampuan menjual seorang Sales pun bisa dilihat dan dianalisa dari bagaimana dalam membuat perencanaan yang matang, focus pada potential customer, focus pada product yang memberikan keuntungan besar, focus pada product yang trend nya meningkat, mengatur waktu dan mengoptimalkan waktu kerja yang dimiliki dalam menggarap key customer serta membuka peluang baru.  Inilah yang kita kategorikan sebagai  sasaran kerja atau arah kerja.

Sasaran kerja atau arah kerja seorang Sales bisa dilihat dan diukur dari Average Order Size (AvOS) atau dalam bahasa sederhana adalah berapa nilai nominal rata – rata yang didapat dari setiap penjualan yang dilakukan.

Misalnya: Sales A mendapatkan AvOS sebesar Rp. 25.000.000,- dari setiap outlet yang dikelolanya, sementara Sales B mendapatkan AvOS sebesar Rp. 12.000.000,- dari setiap outlet yang dikelola. Jika dilihat dari sisi Avos (nilai nominal rata rata per penjualan) maka Sales A lebih baik dari Sales B. Bisa disimpulkan sementara bahwa arah kerja atau sasaran kerja Sales A lebih baik daripada Sales B.

Apa yang perlu dilakukan Sales B untuk meningkatkan hasil penjualannya? Setidaknya ada dua cara yang bisa dilakukan: pertama, adalah meningkatkan AvOS dengan memfokuskan pada produk atau customer yang bisa membeli volume lebih banyak atau nominal yang lebih besar, dan yang kedua adalah mempertahankan AvOS nya dan memperbanyak jumlah dan ragam produk yang dijual atau memperbanyak jumlah customer yang digarap.

Mulailah dengan menganalisa database customer dan produk yang dijual, memilah – milah dengan cermat manakah customer yang potensial, produk yang tepat  dan memiliki peluang penjualan yang besar.  Diskusikan dengan atasan anda untuk membuat rencana kerja dan sepakati langkah – langkah yang akan dilakukan, mintalah dukungan atasan untuk membantu anda mengeksekusi rencana tersebut dengan cara monitoring yang ketat terhadap aktivitas yang anda lakukan, joint sales, joint visit, dll.

Lihat dan amati disekitar kita siapa orang – orang yang sukses, belajarlah dari orang – orang sukses tersebut dengan menggunakan observasi anda. Ambil ide dan cara – cara yang mereka lakukan, sesuaikan dengan gaya dan profil kepribadian anda supaya ‘tetap menjadi diri sendiri’  yang memiliki pribadi dan perilaku sukses.

Lakukan hal ini dengan komitmen yang tinggi, follow up setiap hasil yang muncul dan segera lakukan tindakan berikutnya, dan lihatlah hasil yang terjadi.

                                                                                                                                                                bersambung…

SALES TIDAK MENCAPAI TARGET PENJUALAN EDISI 2

December 14, 2018 admin
0

Apakah faktor – faktor individu yang bisa kita kendalikan,ubah dan perbaiki untuk meningkatkan hasil penjualan? (2)

Pada edisi kedua kita telah mengulas perihal kuantitas kerja sebagai Faktor Individu pertama yang bisa dikendalikan, diubah dan sepenuhnya ada dalam kewenangan kita sebagai seorang Sales.

Faktor Individu kedua adalah:

  1. Kualitas Kerja.

Selain dari jumlah aktivitas penjualan yang dilakukan seorang Sales harus memperhatikan faktor kualitatif dalam aktivitas penjualan yang meliputi aspek pengetahuan produk/jasa seperti pemahaman secara keseluruhan mengenai produk/jasa, system dan proses yang dijual dan aspek ketrampilan secara menyeluruh dalam penjualan seperti kemampuan dalam melakukan teleconsulting atau membuat appointment via telepon? Kepiawaian dalam melakukan identifikasi kebutuhan customer? Teknik presentasi yang sistematis dan terstruktur? Kemampuan dalam mengarahkan customer untuk melakukan closing? Memahami personalitas customer untuk  membina hubungan interaksi yang kuat dengan customer serta memberikan layanan paripurna untuk kepuasan customer dan kelangsungan bisnis jangka panjang?

Aspek pengetahuan produk/jasa tidak saja hanya membahas sebatas  spesifikasi produk dan proses administrasi penjualan produk saja namun lebih ditekankan pada sejauhmana memahami fitur, advantage dan benefit produk, membuat sebuah materi presentasi produk/jasa yang bisa difahami dan bisa memenuhi kebutuhan customer.

Sedangkan aspek ketrampilan secara menyeluruh dalam penjualan adalah sejauhmana kita menguasai teknik – teknik penjualan yang konsultatif dimulai dari tahapan kontak awal, menciptakan kepercayaan dan kredibilitas, menggali kebutuhan customer, mencocokkan kebutuhan customer dengan produk/jasa yang kita miliki, melakukan sebuah presentasi yang menarik, memberikan solusi atas keberatan dan apa yang yang menjadi ‘perhatian’ customer, mengarahkan customer untuk ‘deal’ dengan kita?

Kualitas kerja seorang Sales bisa dilihat dan diukur dari Conversion Ratio (Rasio Konversi Penjualannya).

Contoh: Sales A bisa menghasilkan rasio konversi penjualan 4 : 1 (dari 4 prospek bisa mendapatkan 1 customer), sementara Sales B menghasilkan rasio penjualan 6 : 1 (dari 6 prospek bisa mendapatkan 1 customer).

Dari contoh diatas, terlihat bahwa secara Sales A memiliki kualitas penjualan yang lebih baik dibandingkan dengan Sales B.

Selanjutnya, apa yang bisa diubah oleh Sales B untuk memperbaiki rasio penjualannya adalah dengan memperkuat pengetahuan produk/jasa dan mempertajam ketrampilan dalam tahapan penjualannya, kemudian mempkatekkannya baik dengan cara presentasi kepada teman – teman dan meminta respons, role play, diskusi dengan atasan atau teman – teman yang berhasil.

Kata kunci yang bermakna kuat: “Practice Make Perfect

SALES TIDAK MENCAPAI TARGET PENJUALAN EDISI 1

December 7, 2018 admin
0

Mengapa seorang Sales tidak mencapai target penjualan? (1)

Dalam setiap pelatihan mengenai  Sales Training dan Sales Leadership Training, saya selalu tergelitik untuk bertanya kepada peserta perihal ini, dan sungguh luar biasa jawaban yang saya terima sangat berragam dan menarik karena setiap peserta akan menyuarakan pendapatnya berdasarkan pemahaman dan pengalaman masing – masing.

Sebagian peserta mengatakan  kegagalan mencapai target dikarenakan faktor – faktor luar (eksternal) seperti misalnya kondisi ekonomi, daya beli masyarakat, semakin banyaknya bermunculan kompetitor baru, bencana alam, infrastruktur daerah dan lain-lain. Sementara beberapa peserta lainnya mengatakan kegagalan tersebut dikarenakan faktor – faktor yang dipengaruhi oleh produk yang tidak baik, harga yang mahal, layanan/ service yang buruk, fasilitas yang tidak memadai  dan lain – lain (internal perusahaan).   Untuk sementara mungkin kita bisa menyetujui alasan – alasan yang dikemukakan oleh teman – teman kita diatas.

Mari kita lihat dalam sebuah team penjualan; apakah seluruh anggota team mengalami kegagalan? Adakah yang mencapai target? Mengapa mereka bisa mencapai target dan bahkan ada diantaranya yang bisa melampaui target sementara setiap sales dalam team tersebut mengalami kendala eksternal dan internal yang sama. Mungkin sebaiknya kita mencoba membuka pikiran kita untuk  “ think out of the box”, apakah ada faktor lain yang memperngaruhi selain dari faktor eksternal (faktor dari luar perusahaan) dan faktor internal (faktor dari dalam perusahaan)?

Ya, faktor lain yang mempengaruhi adalah faktor individu yaitu faktor – faktor yang ditentukan oleh setiap individu Sales itu sendiri seperti: Berapa banyak telpon call yang dilakukan? Berapa banyak kunjungan yang dilakukan? Pengetahuan produk? Pengetahuan mengenai customer? Bagaimana ketrampilan dalam melakukan teknik telepon? Berapa rata – rata nilai nominal per order? Apakah Sales tersebut memiliki rasa percaya diri, rajin, berpikiran positif atau negative?

Secara umum bisa disimpulkan bahwa suksesnya seorang Sales ditentukan oleh 3 faktor utama yaitu faktor eksternal (faktor dari luar perusahaan) ,faktor internal (faktor dari dalam perusahaan) dan faktor individu. Untuk menjadi seorang Sales Yang Berhasil seyogyanya mampu membuka diri dan melihat manakah dari ketiga faktor tersebut yang bersifat controllable (dapat dikendalikan oleh kita sebagai Sales) dan uncontrollable (tidak dapat kita kendalikan). Faktor eksternal bersifat uncontrolable, faktor internal berada pada daerah “abu – abu” karena kita masih bisa memberikan masukan dan saran kepada Management/ Perusahaan namun hasil akhir ada kemungkinan: “ya atau tidak” bergantung pada keputusan Management.

Suksesnya seorang Sales sangat ditentukan oleh dirinya sendiri sehingga akan lebih baik jika berfokus pada apakah faktor – faktor yang bisa dikendalikan dan diubah oleh diri kita untuk memperbaiki dan meningkatkan hasil penjualan.

Jadi, apakah yang dimaksud dengan faktor – faktor individu dan bagaimana kita memperbaiki faktor – faktor individu untuk keberhasilan kita dalam dunia penjualan?

                                                                                                                                                                      

Apakah faktor – faktor individu yang bisa kita kendalikan,ubah dan perbaiki untuk meningkatkan hasil penjualan?

Pada edisi terdahulu kita telah mengulas faktor eksternal dan faktor internal yang mempengaruhi hasil penjualan, yang mana kedua faktor tersebut merupakan faktor – faktor yang tidak bisa dikendalikan, diubah dan diluar kewenangan kita sebagai seorang Sales.

Mari kita lihat faktor – faktor  individu yang secara kewenangan sepenuhnya ada di genggaman kita.  Untuk memudahkan kita dalam memahaminya maka faktor – faktor individu bisa dikelompokkan dalam 4 bagian yaitu; kuantitas kerja, kualitas kerja, arah kerja dan motivasi untuk bekerja.

  1. Kuantitas Kerja.

Seluruh aktivitas penjualan yang dilakukan akan memberikan dampak terhadap hasil yang dicapai baik di masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang. Apa yang kita peroleh hari ini adalah akibat dari kegiatan yang dilakukan sebelumnya.

Contoh: 3 klien baru yang kita dapatkan minggu ini mungkin saja diperoleh dari 30 prospek yang kita kelola satu bulan sebelumnya.  Untuk mendapatkan 3 klien tersebut sudah barang tentu melalui beberapa tahapan aktivitas mulai dari menentukan target prospek yang tepat, melakukan telpon yang baik, mengadakan kunjungan yang produktif, menyajikan presentasi sesuai kebutuhan, negoisasi yang saling menguntungkan dan pada akhirnya bisa melakukan closing.

Jadi kuncinya adalah: Semakin sering dan semakin banyak kita melakukan prospecting akan semakin banyak peluang untuk mendapatkan calon prospek yang tepat. Semakin banyak kita melakukan telepon akan semakin banyak kesempatan untuk melakukan kunjungan, semakin banyak kita melakukan kunjungan semakin banyak kita mendapatkan kesempatan untuk melakukan presentasi, semakin banyak melakukan presentasi semakin besar peluang untuk melakukan closing.

Tidak ada satu orang pun Sales di dunia ini bisa mendapatkan hasil penjualan yang luar biasa tanpa adanya kerja keras dan konsistensi dalam melakukan aktivitas.

Hal mendasar yang harus dipegang oleh seorang Sales adalah ‘tidak semua kegiatan penjualan akan berakhir dengan order’, sehingga bisa dipastikan jika kita tidak memperhatikan dengan baik pentingnya jumlah/ kuantitas kerja maka hasil yang diraih tidak akan sesuai dengan kita inginkan.

Dunia penjualan sangat keras namun sangat menjanjikan karena dengan hasil yang kita dapatkan akan memberikan kepuasan tersendiri. Seperti apa yang disampaikan oleh Zig Ziglar: “When you are tough on yourself, life is going to be infinitely easier on you”.

Pada edisi berikutnya kita akan membahas 3 faktor lainnya secara berurutan…

(edisi 1)