6 Strategi Bisnis di Era New Normal

August 24, 2020 admin
0

6 Strategi Bisnis di Era New Normal demi Penjualan Maksimal

6 Strategi Bisnis di Era New Normal demi Penjualan Maksimal – COVID-19 memang seakan “badai” yang datang tanpa peringatan apa pun. Virus ini bahkan merebak ke seluruh penjuru dunia, tidak heran jika World Health Organization (WHO) saat itu langsung meningkatkan statusnya sebagai pandemik atau penyakit yang lingkup penyebarannya hingga ke seluruh dunia.

Dari kasus pertama virus corona yang terjadi di Tiongkok tepatnya di Provinsi Wuhan hingga saat ini merebak seluruh penjuru negeri dan menjangkait lebih dari 6,5 juta penduduk bumi, COVID-19 juga berimbas ke banyak sektor, dari politik, pendidikan dan tentu saja yang tidak kalah krusial, sektor bisnis.

Untuk para pebisnis yang memiliki sistem tatap muka tentu adanya pandemik ini menjadi salah satu penghambat dari keberjalanan bisnis.

Ditambah lagi dengan diberlakukannya anjuran untuk menjaga jarak atau physical distancing dan mengharuskan setiap masyarakat memprioritaskan diri untuk tetap berada di rumah saja dan meminimalisir seluruh aktivitas yang dilakukan di luar rumah. Penurunan jumlah konsumen tentu sempat Anda rasakan jika Anda memiliki sistem bisnis yang mengutamakan tatap muka.

Tidak hanya berhenti di situ, menjadi seorang pebisnis di masa pandemik juga harus menghadapi tantangan berupa perubahan-perubahan prioritas konsumen terhadap barang-barang tertentu.

Tentu hal ini akan menjadi tantangan tersendiri untuk Anda untuk mempertahankan bisnis di tengah pandemik. Ibarat Anda seorang pelaut, pandemik adalah badai dan bisnis Anda merupakan kapalnya, saat ini Anda seperti seorang pelaut yang tengah berusaha mempertahankan kapalnya di tengah badai. Di momen seperti sekarang menyerah tentu bukan pilihan.

Saat badai pandemik ini menghilang pun bukan berarti semua langsung kembali ke keadaan seperti sedia kala. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya pandemik ini telah mengubah banyak sektor kehidupan saat ini, untuk itu tentu diperlukan proses adaptasi bisnis yang baik agar bisnis Anda dapat tetap berjalan dengan lancar.

Kali ini, kami akan membantu Anda untuk menyiapkan strategi bisnis terbaik di era new normal agar penjualan Anda lebih maksimal.

1. Siapkan karyawan yang bekerja di garda terdepan bisnis 

barista menggunakan masker di kedai kopi - Strategi Bisnis di Era New Normal

Bisnis yang Anda jalankan tentu banyak melibatkan karyawan, baik yang itu bekerja di belakang layar hingga yang bekerja sebagai garda terdepan. Untuk itu, Anda perlu meninjau kembali tim-tim yang ada. Karena setelah pandemik berakhir para karyawan tentu akan kembali ke rutinitas lama.

Berkaca pada peraturan 80-20 yang diterapkan di Uni Emirat Arab, di mana untuk mendapatkan 80% dari pengoperasian kembali setidaknya dibutuhkan 20% tenaga kerja yang memulai tugas mereka.

Untuk itu, saat ini adalah saat yang tepat bagi Anda untuk menerapkan strategi bisnis di era new normal, yakni dengan memperhitungkan kembali orang-orang yang punya peranan penting dalam menjalankan operasional pada bisnis Anda.

Setelah memperhitungkan tim mana yang punya peran penting, Anda bisa mulai menerapkan aturan untuk kembali ke rutinitas setelah berminggu-minggu menjalani isolasi diri, tentunya dengan langkah-langkah keamanan yang wajib diterapkan.


2. Saatnya Anda meninjau kembali rencana bisnis

membuat business plan - rencana bisnis - proposal bisnis - 7 Tips Agar Usaha Rumahan Makin Sukses Pasca COVID-19

Pada awal tahun pasti Anda sudah memiliki rencana bisnis agar gerak bisnis Anda lebih terarah dalam mencapai tujuan bisnis. Namun apa bisa dikata, merebaknya COVID-19 ini telah merubah banyak hal termasuk lanskap bisnis baik di Indonesia maupun global.

Rencana bisnis biasanya sudah mencakup peluang pasar yang ditemukan, target audiens, rancangan tim ideal, struktur harga bahkan hingga ke tahap produksi dan operasional.

Namun, saat ini kita berada di babak baru sehingga Anda membutuhkan strategi baru untuk mencapai tujuan Anda. Strategi bisnis di era new normal yang perlu dilakukan adalah meninjau kembali rencana bisnis sehingga Anda dapat mencari peluang baru, mempertimbangkan kembali audiens yang selama ini Anda targetkan hingga strategi pemasarannya.

Di momen seperti ini, Anda butuh rencana-rencana yang mampu menjembatani kebutuhan konsumen dengan barang/jasa yang Anda tawarkan dan menghapus missing link yang disebabkan oleh pandemik. Setelah semua sudah diatur ulang, Anda bisa memulai “petualangan” baru Anda dengan lebih mantap.


3. Jangan takut untuk mempertanyakan hal-hal yang sulit dijawab

menyusun strategi bisnis dan marketing plan (1)

Punya pola pikir skeptis kadang diperlukan dalam hal berbisnis. Bukan berarti pesimis, pola pikir seperti akan mendorong Anda untuk berpikir sekaligus mencari jalan keluar atas pertanyaan-pertanyaan yang selama ini terlewatkan begitu saja atau takut Anda jawab.

Nah, bukannya berlari dari pertanyaan ini, saat ini Anda justru diajak untuk menjawab segala pertanyaan dan ketakutan-ketakutan tersebut.

Pertanyaan-pertanyaan ini akan mengarahkan Anda untuk mengidentifikasi bisnis Anda secara menyeluruh. Anda bahkan bisa mulai merencanakan beberapa skenario dengan beberapa rencana.

Kemudian menetapkan langkah-langkah kontrol untuk masing-masing tantangan yang mungkin akan dihadapi serta menetapkan tonggak ketika mengevaluasi reaksi pasar. 


4. Jadilah berbeda

mengirim barang - pebisnis online - Strategi Bisnis di Era New Normal

Saat ini, anggap saja kreativitas Anda tengah diuji lewat pandemik. Di momen seperti ini Anda bisa mulai dengan mulai meningkatkan beberapa hal baik hal yang berkaitan dengan pengelolaan organisasi hingga ke titik pelayanan dan jasa yang Anda tawarkan.

Jika Anda tidak berusaha untuk sekreatif mungkin menciptakan sesuatu yang berbeda dengan kompetitor atau bisnis lainnya di kategori yang sama, kelemahan dari bisnis Anda akan lebih mudah terlihat oleh konsumen. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena masih banyak hal yang dapat Anda tingkatkan dari setiap departemen yang Ada pada bisnis Anda.

Selain itu, masa pandemik bisa jadi salah satu kesempatan bagi Anda maupun bisnis Anda untuk mengakselerasi bisnis yang Anda jalankan dengan lebih adaptif terhadap teknologi. Baik dari sistem pengelolaan bisnis hingga proses pemasaran.

Tidak ada jalan lain, saat ini para pebisnis memang harus mengandalkan teknologi agar ia mampu bertahan. Lantas, bagaimana dengan bisnis Anda? Sudah seberapa jauh teknologi diterapkan dalam keberjalanan bisnis sehari-hari?


5. Mulai atur ulang strategi pemasaran yang ideal

marketing plan - meeting

Apa strategi bisnis di era new normal yang bisa dilakukan selanjutnya? Ya, setiap bisnis tentu punya caranya masing-masing dalam melakukan pendekatan pada konsumen atau target audiensnya. Di tengah pandemik ini, lebih dalam dari rencana bisnis, Anda juga perlu memikirkan strategi pemasaran yang akan Anda terapkan untuk menjalankan bisnis.

Tidak hanya untuk memberikan informasi seputar produk maupun jasa yang Anda tawarkan, kali ini Anda juga harus beradaptasi dengan perubahan situasi, kondisi maupun perubahan prioritas yang dialami oleh para konsumen Anda sebelumnya. 

Untuk itu, pertanyaan seputar apa yang dapat membuat angka penjualan jadi semakin baik, bagaimana agar dapat diterima pasar, bagaimana pendapat konsumen terhadap barang yang Anda tawarkan dan bagaimana kita dapat membuat sesuatu yang cukup sama dengan produk sebelumnya. Jadi sudah seberapa siap Anda menyiapkan strategi pemasaran jitu untuk bisnis Anda?


6. Beralih ke digital

online shopping - belanja online - 5 Tren Bisnis Pasca COVID-19 - 7 Tips Agar Usaha Rumahan Makin Sukses Pasca COVID-19

Beralih ke dunia digital menjadi salah satu pilihan paling masuk akal yang bisa dilakukan saat ini untuk membuat bisnis Anda tetap berjalan.

Selain karena pasar yang menjadi lebih sulit dijangkau karena adanya anjuran untuk melakukan physical distancing, beralih ke digital juga sebagai upaya untuk menjaga kesehatan dan keamanan para frontliners dari bisnis Anda.

Jika bisnis Anda bergerak pada sektor penyediaan jasa, penggunaan platform e-commerce ataupun website akan sangat membantu konsumen Anda untuk menjangkau produk Anda.

Jika inti bisnis Anda sudah berjalan di ranah digital, pemberlakuan working from home atau WFH juga dapat mempermudah proses eksekusi pekerjaan, tapi  tentu dibutuhkan konsistensi dan ketegasan peraturan agar setiap orang dapat memberikan upaya yang optimal terhadap perusahaan.

Nah, saat ini Anda sudah tahu tentang strategi bisnis di era new normal. Penting diingat, adaptasi secara cepat dan tepat akan menjadi salah satu faktor penting yang akan membuat sebuah perusahaan bertahan.

Plus, sudah saatnya bagi Anda untuk mempersiapkan rencana matang yang dapat menyesuaikan dengan kondisi dan situasi saat ini. 

Selagi Anda memperdalam strategi bisnis di atas, boleh kami bantu mudahkan Anda untuk mengotomatisasikan operasional bisnis dengan lebih mudah? Misalnya, mencatat penjualan secara digital, membuat dfatar inventaris tanpa perlu sering-sering ke gudang, memudahkan komunikasi dengan pelanggan, dan seterusnya.

 

PENGERTIAN, UNSUR DAN PEMBENTUKAN KARAKTER

April 28, 2019 admin
0

Pengertian, Unsur dan Pembentukan Karakter

Pengertian karakter

Karakter adalah seperangkat sifat yang selalu dikagumi sebagai tanda-tanda kebaikan, kebajikan, dan kematangan moral seseorang. Secara etimologi, istilah karakter berasal dari bahasa Latin character, yang berarti watak, tabiat, sifat-sifat kejiwaan, budi pekerti, kepribadian dan akhlak

Berikut ini beberapa pengertian karakter menurut beberapa sumber buku:

  1. Menurut Poerwadarminta, karakter berarti tabiat, watak sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan orang lain (Syarbini, 2012:13).
  2. Menurut Simon Philips, karakter adalah kumpulan tata nilai menuju pada suatu sistem, yang melandasi pemikiran, sikap, dan perilaku yang ditampilkan (Fathul Muin, 2011:160).
  3. Menurut Coon, karakter adalah suatu penilaian subjektif terhadap kepribadian seseorang yang berkaitan dengan atribut kepribadian yang dapat atau tidak dapat diterima oleh masyarakat (Zubaedi, 2011:8).
  4. Menurut Mansur Muslich (2010:70), karakter adalah cara berfikir dan berperilaku seseorang yang menjadi ciri khas dari tiap individu untuk hidup dan bekerjasama, baik dalam keluarga, masyarakat dan negara.

 

Unsur-unsur Karakter

Secara psikologis dan sosiologis pada manusia terdapat hal-hal yang berkaitan dengan terbentuknya karakter. Unsur-unsur ini menunjukan bagaimana karakter seseorang. Unsur-unsur tersebut antara lain:

a. Sikap
Sikap seseorang merupakan bagian dari karakter, bahkan dianggap cerminan karakter seseorang tersebut. Dalam hal ini, sikap seseorang terhadap sesuatu yang ada di hadapannya, biasanya menunjukan bagaimana karakter orang tersebut. Jadi, semakin baik sikap seseorang maka akan dikatakan orang dengan karakter baik. Dan sebaliknya, semakin tidak baik sikap seseorang maka akan dikatakan orang dengan karakter yang tidak baik.

b. Emosi
Emosi merupakan gejala dinamis dalam situasi yang dirasakan manusia, yang disertai dengan efeknya pada kesadaran, perilaku, dan juga merupakan proses fisiologis. Tanpa emosi, kehidupan manusia akan terasa hambar karena manusia selalu hidup dengan berfikir dan merasa. Dan emosi identik dengan perasaan yang kuat.

c. Kepercayaan
Kepercayaan merupakan komponen kognitif manusia dari faktor sosio-psikologis. Kepercayaan bahwa sesuatu itu benar atau salah atas dasar bukti, sugesti otoritas, pengalaman, dan intuisi sangatlah penting dalam membangun watak dan karakter manusia. Jadi, kepercayaan memperkukuh eksistensi diri dan memperkukuh hubungan dengan orang lain.

d. Kebiasaan dan Kemauan
Kebiasaan merupakan aspek perilaku manusia yang menetap, berlangsung secara otomatis pada waktu yang lama, tidak direncanakan dan diulangi berkali-kali. Sedangkan kemauan merupakan kondisi yang sangat mencerminkan karakter seseorang karena kemauan berkaitan erat dengan tindakan yang mencerminkan perilaku orang tersebut.

e. Konsepsi diri (Self-Conception)
Proses konsepsi diri merupakan proses totalitas, baik sadar maupun tidak sadar tentang bagaimana karakter dan diri seseorang dibentuk. Jadi konsepsi diri adalah bagaimana saya harus membangun diri, apa yang saya inginkan dari, dan bagaimana saya menempatkan diri dalam kehidupan.

 

Pembentukan Karakter

Karakter kita terbentuk dari kebiasaan kita. Kebiasaan kita saat anak-anak biasanya bertahan sampai masa remaja. Orang tua bisa mempengaruhi baik atau buruk, pembentukan kebiasaan anak-anak mereka (Lickona, 2012:50).

Unsur terpenting dalam pembentukan karakter adalah pikiran karena pikiran yang di dalamnya terdapat seluruh program yang terbentuk dari pengalaman hidupnya, merupakan pelopor segalanya. Program ini kemudian membentuk sistem kepercayaan yang akhirnya dapat membentuk pola berpikir yang bisa mempengaruhi perilakunya. Jika program yang tertanam tersebut sesuai dengan prinsip-prinsip kebenaran universal, maka perilakunya berjalan selaras dengan hukum alam. Hasilnya, perilaku tersebut membawa ketenangan dan kebahagiaan. Sebaliknya, jika program tersebut tidak sesuai dengan prinsip-prinsip universal, maka perilakunya membawa kerusakan dan menghasilkan penderitaan. Oleh karena itu pikiran harus mendapatkan perhatian serius.

Karakter merupakan kualitas moral dan mental seseorang yang pembentukan-nya dipengaruhi oleh faktor bawaan (fitrah, nature) dan lingkungan (sosialisasi pendidikan, nurture). Potensi karakter yang baik dimiliki manusia sebelum dilahirkan, tetapi potensi-potensi tersebut harus dibina melalui sosialisasi dan pendidikan sejak usia dini.
Tujuan pembentukan karakter pada dasarnya adalah mendorong lahirnya anak-anak yang baik dengan tumbuh dan berkembangnya karakter yang baik akan mendorong anak untuk tumbuh dengan kapasitas komitmen-nya untuk melakukan berbagai hal yang terbaik dan melakukan segalanya dengan benar serta memiliki tujuan hidup. Masyarakat juga berperan dalam membentuk karakter anak melalui orang tua dan lingkungan.
Karakter tidak terbatas pada pengetahuan saja. Seseorang yang memiliki pengetahuan kebaikan belum tentu mampu bertindak sesuai dengan pengetahuannya, jika tidak terlatih (menjadi kebiasaan) untuk melakukan kebaikan tersebut. Karakter juga menjangkau wilayah emosi dan kebiasaan diri. Dengan demikian diperlukan tiga komponen karakter yang baik (components of good character), yaitu:

1. Pengetahuan tentang moral (moral knowing)

Dimensi-dimensi dalam moral knowing yang akan mengisi ranah kognitif adalah kesadaran moral (moral awareness), pengetahuan tentang nilai-nilai moral (knowing moral values), penentuan sudut pandang (perspective taking), logika moral (moral reasoning), dan pengenalan diri (self knowledge).

2. Perasaan/penguatan emosi (moral feeling)

Moral feeling merupakan penguatan aspek emosi peserta didik untuk menjadi manusia berkarakter. Penguatan ini berkaitan dengan bentuk-bentuk sikap yang harus dirasakan oleh peserta didik, yaitu kesadaran akan jati diri (conscience), percaya diri (self esteem), kepekaan terhadap derita orang lain (emphaty), cinta kebenaran (loving the good), pengendalian diri (self control), dan kerendahan hati (humility).

3. Perbuatan bermoral (moral action)

Moral action merupakan perbuatan atau tindakan moral yang merupakan hasil (outcome) dari dua komponen karakter lainnya. Untuk memahami apa yang mendorong seseorang dalam perbuatan yang baik (act morally) maka harus dilihat tiga aspek lain dari karakter, yaitu kompetensi (competence), keinginan (will), dan kebiasaan (habit).
sumber : https://www.kajianpustaka.com/2017/08/pengertian-unsur-dan-pembentukan-karakter.html

7 KONSEP MARKETING MIX YANG HARUS ANDA KETAHUI

April 15, 2019 admin
0

7 Konsep Marketing Mix yang Harus Anda Ketahui untuk Mengembangkan Bisnis

Marketing Mix atau bauran pemasaran adalah strategi pemasaran yang dapat menentukan kesuksesan perusahaan dalam mengejar profit atau keuntungan maksimal dengan cara meningkatkan jumlah pelanggan dan meningkatkan hasil penjualan karena menggunakan semua alat- alat pemasaran dalam sebuah perusahaan yang tergabung dalam konsep 7P, yaitu products, price, promotions, place, partisipant, process, physical evidence. Di bawah ini adalah penjelasan lebih lengkapnya

Produk (Products)

Secara teori, produk merupakan segala bentuk hasil usaha  yang ditawarkan ke pasar untuk digunakan atau dikonsumsi sehingga bisa memenuhi kebutuhan dan keinginan masyarakat. Jika Anda ingin sukses menjalankan strategi marketing mix, Anda harus dapat membuat dan menghasilkan produk atau jasa dengan kualitas dan keunikan tersendiri. Dengan begitu, produk atau jasa Anda secara otomatis dapat meningkatkan daya saing di pasaran.

Harga (Price)

Harga yang dimaksud adalah sejumlah uang yang harus dibayar oleh user atau klien Anda untuk mendapatkan produk yang Anda tawarkan. Dengan kata lain, seseorang akan menggunakan jasa atau membeli produk yang Anda tawarkan, jika pengorbanan yang dikeluarkan (yaitu uang dan waktu) sesuai dengan manfaat yang ia ingin dapatkan dari produk atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut. Terkait poin ini, fokus Anda adalah bagaimana caranya agar dapat membuat pelanggan atau calon pembeli potensial merasa pengeluarannya sesuai dengan apa yang dia dapat.

Tempat (Place)

Konsep ini berfokus pada tempat atau lokasi di mana perusahaan Anda berdiri. Di mana, semakin strategis tempat bisnis Anda, semakin besar juga keuntungan yang akan didapatkan perusahaan. Dengan lokasi yang strategis, konsumen atau calon pelanggan dapat lebih mudah menemukan dan menjangkau bisnis Anda, sehingga transaksi penjualan lebih mudah terjadi.

Promosi (Promotions)

Strategi marketing mix ini berfokus pada masalah promosi bisnis, seperti bagaimana cara memasarkan produk, media apa yang digunakan, dan sebagainya. Promosi merupakan salah satu strategi marketing yang memiliki tujuan sebagai berikut.

– Mengidentifikasi dan menarik konsumen baru.

– Mengomunikasikan produk baru.

– Meningkatkan jumlah konsumen untuk produk yang telah dikenal secara luas.

– Menginformasikan kepada konsumen tentang peningkatan kualitas produk.

– Mengajak konsumen untuk mendatangi tempat penjualan produk.

– Memotivasi konsumen agar memilih atau membeli suatu produk.

Orang (Participants)

Faktor sumber daya manusia sangat menentukan maju atau tidaknya sebuah perusahaan. Tak dapat kita pungkiri bahwa faktor ini berperan penting dalam membuat suatu kemajuan atau bahkan kemunduran dari suatu perusahaan. Inilah mengapa berbagai perusahaan berlomba-lomba untuk mencari kandidat pekerja terbaik, mereka bahkan rela membayar lebih untuk menyewa pihak pencari kerja independen yang sudah ahli dalam mencarikan kandidat pekerja bagi perusahaan.

Pertanyaan-pertanyaan terkait, apakah karyawan tersebut memiliki performance tinggi atau sebaliknya, apakah karyawan tersebut loyal atau sebaliknya, apakah karyawan tersebut mampu melayani konsumen dengan baik atau sebaliknya akan ikut membantu kesuksesan sebuah perusahaan jasa di pasaran.

Faktor penting lainnnya dalam SDM adalah attitude dan motivasi dari karyawan dalam industri jasa. Attitude dapat diaplikasikan dalam berbagai bentuk, seperti penampilan karyawan, suara dalam bicara, body language, ekspresi wajah, dan tutur kata. Sedangkan motivasi akan menentukan sejauh apa karyawan ingin atau menyukai pekerjaan yang akan dilakukan.

Proses (Process)

Proses di sini mencakup bagaimana cara perusahaan melayani permintaan tiap konsumennya, mulai dari konsumen memesan (order) hingga akhirnya mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan. Beberapa perusahaan tertentu biasanya memiliki cara yang unik atau khusus dalam melayani konsumennya. Seperti halnya di suatu restoran, ada beberapa restoran yang memberikan fasilitas “open kitchen”, di mana konsumen bisa melihat tiap proses pembuatan makanan yang mereka pesan.

Tampilan Fisik (Physical Evidence)

Tampilan fisik tempat usaha akan menjelaskan bagaimana penataan bangunan dari suatu perusahaan. Apakah perusahaan menggunakan interior yang unik, lightning system yang menarik, desain ruangan yang menarik perhatian, dan lain sebagainya. Perusahaan tentu akan menyadari bahwa penataan bangunan di suatu perusahaan tentu akan memengaruhi mood pengunjung. Desain interior yang terkesan berantakan tentu akan membuat konsumen merasa agak sedikit tidak nyaman dengan keadaan di perusahaan tersebut. Bangunan harus dapat menciptakan suasana yang menyenangkan, sehingga memberikan pengalaman kepada pengunjung dan dapat memberikan nilai tambah.

sumber : https://www.jurnal.id/id/blog/2018-mengenal-7-konsep-mix-marketing-dalam-perusahaan-jasa/

6 SKILL UNTUK MENJADI SALES SUKSES

March 27, 2019 admin
0

6 Skill untuk Menjadi Sales Sukses

1. Jeli melihat prospek

Menemukan prospek penjualan yang tepat ibarat menambang emas. Anda harus paham perbedaan antara batu kerikil biasa dengan bijih emas.

Sebagai seorang sales, Anda harus belajar mengidentifikasi prospek. Hal ini telah menjadi keterampilan yang penting dimiliki dalam persaingan sales yang sangat kompetitif. Tentu saja Anda akan buang-buang waktu jika mengerahkan segala daya dan usaha kepada prospek yang tidak menghasilkan. Tidak semua prospek dapat dikonversi menjadi penjualan, sehingga Anda perlu mata yang jeli, waktu yang tepat, dan pemahaman mendalam untuk menemukannya. Ketika Anda terbiasa melakukan hal di atas, intuisi sales Anda akan makin tajam.

 

2. Pandai membangun hubungan

Komunikasi memang sangat penting dalam industri sales, namun itu bukan satu-satunya cara mengenalkan produk atau melakukaan presentasi penjualan. Hal yang lebih penting adalah membangun koneksi, di mana sangat dibutuhkan kemampuan membangun hubungan baik. Hubungan baik yang dimaksud bukan sekedar basa-basi yang banyak dilakukan sales. Terkesan tidak ada ketulusan dalam basa-basi tersebut, oleh karenanya Anda harus membangun koneksi dan hubungan yang tulus.

Tunjukkan pada mereka bahwa Anda peduli, mengerti permasalahan mereka, dan Anda hanya ingin membantu mereka memecahkan masalah dengan menawarkan solusi. Jika Anda melakukan hal ini, Anda akan mendapatkan kepercayaan dari calon klien potensial dan kemungkinan melakukan penjualan.

 

3. Bertanya dengan cerdas

Ingat, pertanyaan yang cerdas menghasilkan jawaban yang baik—serta penjualan. Ini alasannya:

Anda harus paham bahwa Anda bukan sekedar menjual produk. Dalam lingkup yang lebih luas, Anda juga memberikan layanan, menciptakan solusi, dan memecahkan masalah. Namun sebelum Anda bisa memberikan solusi, Anda harus mampu mengidentifikasi masalahnya terlebih dahulu. Satu-satunya cara untuk menemukan masalah adalah menanyakan hal yang tepat.

Ibarat seorang dokter yang mendiagnosa pasien, Anda harus sitematis dan jitu. Para sales profesional terbaik mampu mengidentifikasi kebutuhan calon klien dan kadang, lewat pertanyaan-pertanyaan cerdas, mereka bahkan mampu membuat kebutuhan bagi calon pelanggan. Agar mampu bertanya secara cerdas, Anda harus mampu memilah-milah kata menjadi pertanyaan yang membantu, relevan, dan spesifik demi mendapat jawaban yang tepat. Saat sudah mendapat jawaban yang Anda butuhkan, Anda dapat menawarkan produk atau layanan Anda sebagai solusi untuk masalah mereka.

4. Menjadi pendengar yang baik

Mampu mendengarkan dengan baik adalah skill yang wajib diimiliki seorang sales. Faktanya, keahlian ini mampu menaikkan kinerja seorang sales. Namun sayang, mendengarkan dengan baik adalah keahlian yang paling sedikit berkembang di antara sales profesional. Menjadi pendengar yang baik dan membangun hubungan adalah keahlian yang saling melengkapi untuk mampu mengerti pemikiran dan opini calon klien potensial. Hal ini juga membantu Anda menunjukkan bahwa Anda memerhatikan dan peduli dengan permasalahan mereka.

Ada kalanya klien potensial Anda memberikan informasi penting dalam percakapan, yang mungkin Anda lewatkan karena tidak memerhatikan. Jika ini terjadi, Anda akan kehilangan kesempatan penting untuk merespon secara sigap. Mendengarkan dengan baik paling membantu Anda saat  memilih klien untuk diprospek dan saat menanggapi penolakan.

 

5. Tangguh menangani penolakan

Sebagai sales, tentunya Anda paham akan ada banyak penolakan saat Anda berusaha menjual. Apa yang membedakan sales berpengalaman dengan yang pemula adalah kemampuan dalam menangani penolakan calon pelanggan.

Menurut Daryl Spreiter dari Salesforce, penolakan adalah hal yang tidak dapat dihindari, namun jangan dilihat sebagai kesempatan yang selamanya tertutup. Kuncinya adalah mengerti mengapa calon klien menolak. Anda harus mencari tahu tentang hal ini jika Anda ingin sukses dalam menjual. Spreiter juga menyatakan bahwa penolakan muncul karena beberapa faktor yang berbeda, seperti kurangnya pengetahuan, masalah persepsi, dan lain-lain. Anda harus mampu mengembangkan metode sendiri dalam menghadapi penolakan dengan memerhatikan keluhan klien dan alasan-alasannya.

 

6. Manajemen waktu yang solid

Bicara tentang manajemen waktu memang kedengarannya mudah, padahal manajemen waktu membutuhkan pengendalian diri dan kadang susah untuk dilakukan. Manjemen waktu bukan hanya membuat rencana penjualan jauh-jauh hari atau menjadwalkan meeting dengan klien. Manajemen waktu membutuhkan fleksibilitas, kemampuan adaptasi, dan disiplin yang besar.

Tidak jarang seorang sales terjebak di antara tugas-tugas di luar jadwal. Tantangan terbesar dalam manajemen waktu adalah menghadapi situasi di luar rencana. Ketika permasalahan mendesak muncul dan menuntut tindakan segera, Anda harus tahu bagaimana menghadapinya dengan waktu terbatas tanpa mengorbankan rencana yang telah Anda susun.

TIPS MENJAWAB PERTANYAAN JEBAKAN

March 5, 2019 admin
0

Tips Menjawab Pertanyaan Jebakan saat Interview Kerja

1. Gambarkan Diri Anda

gambarkan diri anda Gambarkan Diri

Apa yang ada di benak Anda saat tim HRD bertanya tentang diri sendiri? Apakah gambaran positif atau negatif? Hati-hati, pertanyaan ini bertujuan untuk mengetahui karakter dasar Anda. Karakter seorang pekerja merupakan aspek penting bagi perusahaan. Calon pekerja yang berkarakter kuat tentunya akan menarik perhatian pemberi kerja. Terutama jika karakter  sesuai dengan nilai-nilai perusahaan.

Oleh sebab itu pilihlah 3 kata yang dapat mendeskripsikan diri Anda. Sesuaikan dengan posisi pekerjaan yang dilamar. Berikan gambaran karakter  yang sesuai dan pilih kata-kata positif. Misalnya yaitu jujur, pekerja keras, antusias, berkomitmen tinggi, mudah bekerjasama, komunikator yang baik, dan lain sebagainya. Pastikan karakter yang disebut memang sesuai dengan karakter anda sesungguhnya.

 

2. Apa yang Diketahui Tentang Perusahaan Ini?

Pertanyaan ini cukup penting, karena seorang pelamar wajib mengetahui tempat atau perusahaan yang dia tuju. Sehingga biasanya pertanyaan ini muncul untuk mengetahui tingkat pengenalan calon karyawan terhadap visi dan misi perusahaan.

Tips dalam menjawab pertanyaan ini yaitu, pastikan  fokus pada sisi positif perusahaan yang akan dilamar. Jangan sampai membandingkan dengan perusahaan yang terdahulu. Tunjukkan bahwa perusahaan yang sedang dilamar ini memiliki keunggulan-keunggulan yang membuat Anda tertarik untuk bergabung. Hal ini dapat membuat perusahaan menjadi semakin tertarik untuk memilih Anda sebagai karyawan.

 

3. Mengapa Tertarik Bergabung ke Perusahaan ini?

Jelaskan Alasan Anda Tertarik Bergabung Jelaskan Alasan Tertarik untuk Bergabung

Kebanyakan orang tentunya akan menjawab suasana kerja yang lebih nyaman dan gaji yang tinggi. Jangan terkecoh! Pertanyaan ini merupakan usaha untuk mencari motivasi  yang sesungguhnya. Setiap perusahaan lebih menginginkan pekerja yang loyal. Oleh sebab itu pastikan jawaban yang diberikan bukan jawaban remeh seperti kenaikan gaji. Apalagi jika sampai mengutarakan ketidaknyamanan  di perusahaan sebelumnya. Perusahaan yang baru tentu akan menilai Anda adalah orang yang tidak mau bekerja keras.

Sebaiknya jawab pertanyaan ini dengan alasan-alasan positif. Misalnya karena ingin berkontribusi lebih dalam menyalurkan bakat. Atau lebih karena posisi yang dilamar sesuai dengan latar belakang pendidikan. Pastikan bahwa alasan bergabung lebih karena motivasi yang membangun.

 

4. Prestasi Apa yang Telah Diraih Dalam Karier?

Cukup wajar bahwa setiap perusahaan menginginkan calon karyawan yang terbaik. Oleh sebab itu perusahaan biasanya ingin mengetahui pencapaian di masa-masa sebelumnya. Sehingga perusahaan dapat mengukur tingkat keberhasilan jika seumpama perusahaan memutuskan untuk mempekerjakan Anda.

Untuk menjawab pertanyaan ini, jelaskan dengan baik setiap pekerjaan yang telah diselesaikan di perusahaan sebelumnya. Berikan contoh keberhasilan yang telah diraih sebelumnya. Buktikan bahwa Anda layak untuk diterima di perusahaan idaman .

 

5. Jelaskan Rencana Anda ke Depan!

Jelaskan Rencana Kedepannya Jelaskan Rencana Kedepannya

Maksud dari pertanyaan ini yaitu untuk mengetahui berapa lama ingin bergabung dengan perusahaan yang dilamar. Jangan sampai ternyata perusahaan salah mempekerjakan seorang “kutu loncat” atau pegawai yang senang berpindah-pindah perusahaan.

Untuk menjawab pertanyaan ini, uraikan untuk tujuan jangka panjang. Pastikan bahwa Anda melibatkan perusahaan yang dilamar sebagai bagian dari rencana. Jawablah dengan bijak dan pikirkan dengan matang. Jangan sampai menjawab seadanya.

 

6. Berikan Gambaran Tentang Pekerjaan yang Dilamar!

Sangat penting untuk mengetahui posisi yang dilamar. Karena hal tersebut berkaitan dengan tugas  di perusahaan tersebut di kemudian hari. Perusahaan pasti enggan mempekerjakan orang yang tidak mengerti apapun tentang tugas-tugasnya. Karena hal tersebut berarti butuh waktu lebih lama untuk membuat pekerja baru beradaptasi dengan lingkungan perusahaan.

Oleh sebab itu, pastikan telah mencari informasi terlebih dahulu apa yang kira-kira akan menjadi tanggung jawab. Dengan jawaban yang tepat, maka perusahaan akan merasa bahwa Anda adalah orang yang tepat untuk posisi ini.

 

7. Terlalu Berpengalaman!

Terlalu Berpengalaman Terlalu Berpengalaman

Jangan terkecoh oleh pertanyaan ini. Umumnya pertanyaan ini diajukan untuk menguji karakter Anda. Karena bisa jadi Anda terjebak dan menjawab dengan besar kepala.

Oleh sebab itu, pastikan menjawab dengan bijaksana. Tetap rendah hati dan utarakan terima kasih atas pujian tersebut. Jangan sampai watak asli  seperti sombong dan cepat puas terlihat dengan jelas. Biasanya perusahaan enggan mempekerjakan pegawai yang sombong. Karena karakter tersebut dapat menyusahkan untuk bekerjasama dengan pegawai-pegawai yang lainnya.

 

8. Mengapa Berhenti?

Ini adalah salah satu pertanyaan penting. Karena dari jawaban perusahaan dapat menilai karakter dan orientasi Anda. Karena biasanya motivasi seseorang berhenti bekerja sangat erat dengan karakter dan orientasinya.

Oleh sebab itu hindari menyebutkan masalah pribadi sebagai alasan. Pastikan alasan karena sesuatu hal yang profesional. Pastikan juga bukan oleh karena konflik. Fokuslah pada jawaban bahwa ingin mencari posisi yang lebih baik untuk berkembang sesuai minat dan bakat.

 

9. Apa Pendapat Tentang Lembur?

Lembur Lembur

Ini merupakan pertanyaan untuk mengetahui komitmen. Oleh sebab itu pastikan jawaban yang diberikan sudah cukup sesuai. Tidak berlebihan namun juga tidak kurang.

Tentunya banyak yang tidak nyaman bekerja lembur. Namun nyatakan komitmen untuk menyelesaikan pekerjaan sebesar mungkin. Jika harus bekerja lembur pastikan bahwa waktu lembur tersebut masih dalam batasan toleransi. Sehingga jangan sampai jawaban yang diberikan terkesan basa-basi.

 

10. Berapa Gaji yang Diinginkan?

Pertanyaan ini memang cukup sulit untuk dijawab. Karena bisa jadi di posisi yang sama gaji yang diminta akan berbeda. Sehingga biasanya menentukan gaji membutuhkan pemikiran lebih.

Oleh sebab itu ketahui lebih dahulu standar gaji di perusahaan yang akan dilamar. Perhitungkan faktor-faktor seperti pengalaman dan tingkat kesulitan pekerjaan. Jelaskan ekspetasi anda, namun pastikan masih di dalam standar perusahaan. Sehingga anda dapat memperoleh nilai maksimal dari standar yang diterapkan oleh perusahaan tujuan anda.

 

11. Hobi Apa yang Disukai saat Ini?

Jangan salah, pertanyaan ini bukan sekedar pertanyaan basi atau random untuk mencairkan suasana. Pertanyaan ini muncul untuk menilai apakah secara kepribadian Anda dinilai cocok atau tidak dengan budaya dikantor ini. Jawab dengan sungguh-sungguh, detail dan disertai dengan alasan yang masuk akal contohnya:

“Saya suka membaca buku bertema misteri dan teka-teki, jadi saya bisa sedikit belajar tentang cara memecahkan masalah dalam situasi tertentu” bukan “saya suka membaca buku bertema sains karena menambah wawasan saya” jawaban yang terlalu sederhana akan terkesan bahwa Anda berbohong dan tidak bersungguh-sungguh

 

12. Apa yang Biasa Anda Lakukan untuk Menenangkan Diri jika Sedang dalam Keadaan Stress atau Penuh Tekanan ketika Bekerja?

Pertanyaan ini untuk menilai seberapa besar kesabaran Anda dalam menghadapi pekerjaan yang banyak dan mendadak dan apakah Anda tipe orang yang mudah menyerah dan tidak bertanggung jawab terhadap pekerjaan sendiri ketika menghadapi masalah.

Jawab pertanyaan ini dengan sejujur mungkin jika memang memiliki cara sendiri dalam menenangkan diri seperti mengambil beberapa menit untuk jalan-jalan keluar kantor, atau memejamkan mata bahkan mengambil cuti sehari untuk berlibur. Tidak ada jawaban yang salah, yang salah jika Anda memaksakan pilihan yang tidak cocok dan terkesan berbohong.

 

13. Apakah Anda juga Melamar ke Perusahaan Lain selain Ini?

Jika memang option yang ada pada Anda lebih dari satu perusahaan maka jawablah demikian. Jika ternyata beberapa nama perusahaan yang disebutkan memiliki karakteristik baik yang sama dari budaya dan sistem kerjanya maka ini akan memperkuat alasan Anda kenapa melamar diperusahaan tersebut dengan posisi tersebut yang berarti Anda memang ingin bekerja secara baik dengan environment yang mendukung agar bisa berkembang dengan lebih baik bukan hanya sekedar “biar dapat kerja”.

 

14. Kira-Kira Berapa Gaji yang Anda Inginkan?

Berikan diri Anda harga yang pantas dan sesuai dengan kemampuan dan beban kerja yang kira-kira akan Anda dapatkan jika diterima bekerja dan jelaskan kenapa harga itu pantas untuk Anda ajukan, atau bisa jawab seperti ini “biasanya harga untuk posisi seperti ini dengan pengalaman yang sudah sebanyak ini adalah Rpxxx-Rpxxx dan rasa saya ingin mengajukan yang cocok untuk saya adalah Rpxxx”.

Biasanya akan ada negosiasi mengenai gaji setelah mengajukan jumlah gaji yang diinginkan jadi tidak apa-apa jika mengajukan dengan harga paling tinggi pada awal negosiasi.

 

15. Apakah Ada Pertanyaan untuk Kami?

Jangan jawab “tidak”! Karena itu akan membuat pihak perusahaan merasa Anda tidak tertarik bekerja disana. Jawablah dengan pertanyaan-pertanyaan seputar budaya, peraturan dan sistem perusahaan yang sedang mewawancarai Anda saat ini seperti “benefit apa saja yang saya dapatkan jika diterima bekerja disini?”, “berapa lama jam istirahat yang diberikan?”, “apakah ada uang lembur?”. Berikan pertanyaan yang memang benar-benar Anda ingin ketahui.

sumber : https://www.cermati.com/artikel/tips-menjawab-10-pertanyaan-jebakan-saat-interview-kerja

5 CARA MEMBUAT CURRICULUM VITAE YANG MENARIK

February 27, 2019 admin
0

5 Cara Membuat Curriculum Vitae yang Menarik

#1 Lakukan Job Research

Sebelum Anda membuat Curriculum Vitae, langkah pertama tentu saja Anda harus mencari informasi secara mendetail tentang perusahaan dan jenis pekerjaan yang akan Anda lamar.

“Ingat curriculum vitae yang menarik adalah curriculum vitae yang RELEVAN.”

Tentu saja jenis pekerjaan itu adalah yang sesuai dengan bidang yang Anda minati. Anda dapat mencari via online atau menanyakan informasi kepada teman-teman dan kenalan Anda.

Catatlah segala informasi berkenaan dengan segala persyaratan pelamar seperti kualifikasi pekerjaan, keterampilan atau keahlian, usia dan tak jarang perusahaan yang mencari pekerja yang sudah memiliki pengalaman bekerja selama rentang waktu yang dikhususkan.

Selain itu, Anda juga perlu mencari tahu segala informasi mengenai visi, misi dan nilai-nilai serta etos kerja yang diimplementasikan dalam perusahaan tersebut. Melalui berbagai informasi tersebut, Anda dapat menyaring, perusahaan mana yang akan Anda tuju untuk dikirimkan surat lamaran berikut dengan CV Anda.

 

#2 Ketahui Isi CV secara Umum

Mungkin bagian ini sebagian besar orang sudah mengetahuinya, namun bagi para fresh graduate, informasi ini akan sangat menolong karena dapat memberi gambaran besar akan riwayat hidup Anda yang akan Anda cantumkan di dalamnya.

Hati-hati dalam menyusun agar berurut supaya tidak membingungkan pembaca CV Anda terutama pihak HRD yang akan menilai kualitas Anda pertama kali melalui CV tersebut.

Pada umumnya, konten yang ada dalam sebuah CV antara lain sebagai berikut:

  • Identitas Diri – nama lengkap, alamat, nomor telepon dan alamat email.
  • Pendidikan – pendidikan terakhir, jurusan dan IPK.
  • Personalitas – gambaran singkat karakter diri Anda.
  • Keterampilan – keterampilan yang Anda miliki.
  • Proyek dan Pengalaman Kerja – hal yang sudah Anda selesaikan pada pekerjaan sebelumnya atau penghargaan yang pernah Anda dapatkan.
  • Training/Pelatihan Terbaru – pelatihan yang telah diikuti 2-3 tahun terakhir.
  • Informasi Lain tentang Diri Anda – hobi, referensi atau hal lain tentang diri Anda yang berhubungan dengan pekerjaan yang Anda lamar.

 

#3 Mulai Membuat CV

Cara membuat curriculum vitae yang menarik adalah relevansi isi dan desain yang menarik. Buatlah desain yang mudah dibaca, minimalis dan layout yang rapi.

Berbagai contoh desain atau format CV dapat Anda cari dalam kolom pencarian dengan kata kunci “CV Design”. Anda disarankan untuk memilih desain yang sederhana dengan kombinasi warna yang pantas dan gunakan simbol-simbol yang dapat dipahami oleh pembaca.

Ketika desain sudah dirasa oke, hal pertama yang perlu Anda tuliskan di dalamnya, sesuai dengan panduan isi secara garis besar pada point 2 di atas adalah

  • Cantumkan Identitas Diri. Tuliskan nama lengkap Anda, alamat, nomor telepon dan alamat email serta jangan lupa untuk menyertakan pasfoto terbaru Anda.
  • Tulis jenjang pendidikan.
  • Paparkan secara singkat, padat dan jelas mengenai karakter Anda dan nilai-nilai kehidupan yang Anda junjung.
  • Deskripsikan keterampilan serta skill yang Anda miliki terutama yang menunjang pekerjaan yang menjadi sasaran Anda.
  • Apabila Anda bekerja sebelumya, tuliskan pengalaman kerja Anda danpencapaian serta penghargaan yang pernah Anda raih apabila ada. Hal ini akan memberikan nilai tambah pada diri Anda dan perhatian khusus bagi pihak pembaca.
  • Cantumkan juga berbagai pelatihan yang pernah Anda ikuti yang menambah skill.
  • Cantumkan informasi tentang diri Anda yang relevan dengan pekerjaan Anda dan juga referensi dari beberapa orang penting di perusahaan, tempat Anda bekerja sebelumnya.

 

#4 Baca Ulang dan Perbaiki Kesalahan dalam CV

Langkah selanjutnya adalah Anda perlu membaca ulang CV yang telah Anda buat tersebut. Hal ini penting dilakukan untuk meminimalkan kesalahan dan memastikan bahwa CV Anda sudah tersusun dengan rapi.

Tentunya sangat disayangkan jika Anda sudah susah-susah cari cara membuat curriculum vitae yang menarik. Ternyata kesalahannya adalah typo (baca: salah ketik)?

Cek kembali  tata bahasa dan ejaan yang salah dan menggunakan kalimat yang jelas, singkat serta efektif. Usahakan menggunakan kata-kata dan kalimat bahasa Indonesia yang baku. Gunakan Kamus Besar Bahasa Indonesia Online atau mencari kata-kata baku dari artikel-artikel di website internet.

 

#5 Analisis CV Anda

Dalam menganalisis CV yang telah Anda buat, Anda dapat berperan seolah-olah menjadi seorang HRD yang akan membaca CV tersebut.

Agar lebih objektif dalam penilaiannya, Anda harus mengesampingkan diri Anda dan benar-benar memerankan diri sebagai bagian HRD yang sedang melakukan rekrutmen terhadap pelamar.

Langkah berikutnya, Anda dapat meminta bantuan teman atau sahabat Anda untuk menilai CV yang telah Anda buat. Buat perbandingan penilaian antara penilaian yang telah Anda buat dan penilaian yang teman Anda buat.

Setelah itu, Anda dapat memutuskan untuk memperbaiki beberapa kesalahan yang ditemukan.

sumber : https://www.finansialku.com/cara-membuat-curriculum-vitae-yang-menarik/

7 CARA MENJADI PEMIMPIN YANG BAIK

February 17, 2019 admin
0

7 Cara Menjadi Pemimpin yang Baik dalam Perusahaan

1. Memiliki Wawasan yang Luas

Pemimpin perusahaan sangat bertanggung jawab terhadap perkembangan bisnis dan kesejahteraan karyawan. Anda wajib memahami bidang bisnis yang dijalankan, sehingga Anda harus meningkatkan wawasan dengan belajar dan terus belajar.

Dengan memiliki wawasan yang luas, Anda akan mampu mengarahkan dan mengambil keputusan yang tepat dalam berbagai hal. Anda pun akan mendapatkan respek dari karyawan karena bisa memimpin dengan cara yang baik dan benar.

 

2. Bijaksana dalam Menghadapi Masalah

Gaya kepemimpinan Anda mungkin tidak disenangi oleh beberapa orang. Itu hal yang lumrah, karena Anda tidak dapat menyenangkan semua orang. Sebaik apapun cara Anda memimpin, pasti akan ada yang tidak menyukai Anda dengan beragam alasan.

Apalagi jika Anda memimpin perusahaan besar, Anda akan berhadapan dengan banyak orang yang memiliki kepentingan. Butuh kebijaksanaan agar Anda mampu membuat perusahaan tetap dalam kendali saat berhadapan dengan masalah. Anda akan mendapatkan dukungan dengan sikap bijak Anda.

 

3. Membangun Interaksi yang Menyenangkan

Sebagai pemimpin, Anda tetap perlu membangun hubungan dengan orang-orang di bawah Anda. Tidak harus menjadi terlalu dekat karena Anda punya segudang kesibukan yang harus dikerjakan.

Namun yang terpenting, upayakan bangun interaksi yang menyenangkan saat Anda berada di kantor. Tunjukkan keramahan dengan bersikap murah senyum dan mau menyapa karyawan Anda. Jadilah sosok yang bersahabat, meski level jabatan Anda berada di atas mereka.

 

4. Mau Mendengarkan Masukan

Biasanya, pemimpin adalah orang yang suka memberikan masukan. Namun, pemimpin yang baik juga mau mendengarkan masukan dari orang lain. Anda juga bisa belajar banyak hal baru dari orang lain.

Tidak ada salahnya menerima kritik dan saran dari karyawan. Berikan kesempatan pada siapa saja yang mau memberikan pendapat yang berbeda. Sebab Anda membutuhkan cara pandang orang lain untuk melengkapi cara pandang Anda.

 

5. Mau Mengakui Kesalahan dan Kekurangan

Pemimpin yang rendah hati berani mengakui kesalahan dan kekurangan di hadapan karyawannya. Anda tidak perlu gengsi, karena setiap orang bisa melakukannya kesalahan dan memiliki kekurangan.

Anda tidak perlu malu, karena karyawan Anda malah akan semakin respek dengan Anda yang mau memperbaiki diri. Tunjukkan bahwa Anda adalah pemimpin yang mau menjadi pribadi yang lebih baik.

 

6. Mau Memberikan Apresiasi

Setiap orang butuh dihargai atas pencapaiannya. Pemimpin yang selalu mengapresiasi karyawannya, pasti akan disenangi dan dihormati. Loyalitas karyawan akan meningkat jika Anda tidak pernah lupa memberikan apresiasi atas prestasi mereka.

Ucapkanlah terima kasih atas kerja keras karyawan. Berikan pujian dan reward bagi mereka yang mencapai hasil yang memuaskan. Segala bentuk apresiasi dari Anda akan semakin memotivasi karyawan untuk meningkatkan kinerja.

 

7. Memiliki Empati Terhadap Karyawan

Perhatikan kendisi karyawan-karyawan Anda. Pemimpin harus peka terhadap lingkungan sekitarnya. Tunjukkan kecintaan Anda pada karyawan dengan berempati terhadap masalah yang dihadapi mereka.

Jadilah pemimpin yang baik dan murah hati dalam menolong karyawan Anda yang sedang kesulitan. Tawarkan bantuan dan berikan semangat untuk mereka. Kebaikan Anda dapat mengubah hidup orang lain. Anda pun pasti akan semakin dicintai oleh karyawan.

sumber : http://entrepreneurcamp.id/pemimpin-yang-baik/

KONSEP DASAR PELAYANAN PRIMA

January 28, 2019 admin
0

KONSEP DASAR PELAYANAN PRIMA

Berikut adalah konsep dasar dari Pelayanan Prima atau prinsip-prinsip Pelayanan Prima, yaitu :

# 1 : Attitude (Sikap)

Potret perusahaan, diawali dari kesan yang ditorehkan oleh karyawan perusahaan tersebut, terutama mereka yang berdiri di frontliner atau siapapun yang bersentuhan dengan pihak luar perusahaan, baik langsung maupun tidak langsung, (ini yang diluar bagian pemasaran).

Bagaimana sikap dan pelayanan dari karyawan perusahaan, akan menggambarkan dan memberi citra perusahaan, baik itu langsung maupun tidak langsung.

Setiap karyawan suatu perusahaan seharusnya memiliki sikap yang ramah penuh simpatik dan menjunjung tinggi profesionalisme pekerjaannya serta memiliki rasa memiliki yang tinggi terhadap perusahaan.

Itulah prinsip pelayanan prima yang pertama, memiliki, menjaga dan meningkatkan sikap yang ramah, simpatik dan profesional.

# 2 : Ability (Kemampuan)

Di sini karyawan harus memiliki kemampuan dasar untuk mampu melakukan program pelayanan prima, seperti :

  • Bagaimana melakukan komunikasi yang efektif,
  • Memiliki pengetahuan di bidang kerja saat ini dengan baik.
  • Memahami SOP dasar untuk menangani keluhan pelanggan.
  • Memahami hal apa saja yang boleh di infokan keluar dan hal apa saja yang tidak boleh.
  • Memiliki kemampuan untuk memotivasi dirinya agar senantiasa memberikan pelayanan prima, dengan tidak mencampur adukan dengan permasalahan pribadi.

Ability atau kemampuan merupakan prinsip kedua dalam pelayanan prima yang senantiasa harus selalu ditingkatkan.

# 3 : Attention (Perhatian)

Attention atau atensi atau perhatian adalah prinsip pelayanan prima berikutnya yang wajib dimiliki semua karyawan, terutama mereka yang bersentuhan langsung dengan pelanggan.

Attention merupakan bentuk kepedulian kepada pelanggan / tamu, yang berkaitan dengan kebutuhan dan keinginan pelanggan, serta pemahaman atas saran dan kritik yang diberikan.

Dalam melakukan aktivitasnya, seorang karyawan haruslah senantiasa memperhatikan dan mendahulukan keinginan pelanggan, termasuk di dalamnya tamu perusahaan tersebut.

Apalagi jika pelanggan / tamu tersebut sudah menunjukan tanda membutuhkan bantuan atau pelayanan, maka seharusnya karyawan tersebut bergegas atau menunjukan atensi untuk segera melayani dengan cepat dan baik.

Dan akan lebih baik lagi jika begitu ada pelanggan atau tamu, karyawan tersebut melakukan hal-hal sebagai berikut :

  • Menyapa dengan mengucapkan salam pembuka dengan sopan dan ramah, wajah harus tampak tersenyum, bukan bibir senyum tapi wajah tidak menunjukkan senyum keramahan.
  • Menanyakan keperluan dan keinginan pelanggan / tamu dengan bahasa yang sopan.
  • Mendengarkan dan memahami semua yang disampaikan pelanggan / tamu dengan penuh pengertian dan emphaty.
  • Mempersilahkan pelanggan / tamu untuk menunggu ditempat yang disediakan dengan sopan.
  • Dengan cepat melayani keperluan dan keinginan pelanggan / tamu tersebut, tetap dalam sikap yang ramah.
  • Dahulukan apa yang menjadi keperluan atau keinginan pelanggan / tamu tersebut.
  • Jika memang ada yang harus dikerjakan terlebih dahulu (bersifat urgent) atau sedang mengerjakan sesuatu, yang bisa di jeda (misal urusan internal), sampaikan dengan sopan sembari meminta maaf dan dan sampaikan akan segera melayani.
  • Jika sedang ada urusan dengan pihak lain yang tidak memungkinkan untuk di jeda, persilahkan untuk menunggu yang diberikan dalam bentuk isyarat anggukan dan tangan yang mempersilahkan, sambil membuat kontak mata dan senyum sebagai tanda atensi kita.

# 4 : Action (Tindakan)

Attention (perhatian) penekanannya pada bagaimana kita memberikan atensi kita terhadap kebutuhan atau keinginan pelanggan tamu kita.

Kemudian atensi ini haruslah dilanjutkan dengan action (tindakan) atas apa yang menjadi kebutuhan dari pelanggan / tamu tersebut.

Hal yang perlu dilakukan di tahap action ini adalah, melakukan tindakan nyata untuk memastikan apa yang menjadi kebutuhan / keinginan pelanggan / tamu kita, jika kurang yakin dan lebih baik lakukan konfirmasi dengan sopan.

Jika diperlukan, dapat dilakukan pencatatan, apalagi jika permintaan tersebut cukup beragam, dan jika hal ini adalah bagian dari transaksi, maka permintaan tersebut bisa dicatat di form yang harus sudah disiapkan.

Jika karyawan tersebut berada di bagian yang berhubungan dengan transaksi (FO, FDA, Cashier, Sales Counter, Telemark, dll), maka prosedur transaksi harus menjadi prioritas, tentu dengan ramah dan kesopanan yang tinggi.

Jangan lupa untuk mengucapkan termakasih, dan tanyakan apa masih ada hal lain  yang bisa dibantu, sembari mengatupkan tangan sebagai tanda menghormati dan menghargai.

Jadi menjalankan prinsip keempat dari pelayanan prima, yaitu action sangat penting, sebagai bentuk nyata dari sebuah kepedulian (attention).

# 5 : Accountability (Tanggung Jawab)

Konsep pelayanan prima berikutnya adalah accountability atau tanggung jawab, yaitu sikap keberpihakan kita kepada pelanggan / tamu / mitra kerja sebagai bentuk rasa emphaty dan kepedulian kita (care).

Sikap tanggung jawab ini jika dilaksanakan dengan benar dan sepenuh hati, maka bisa meminimalkan terjadinya ketidakpuasan pelanggan, tamu atau mitra perusahaan.

# 6 : Appearance (Penampilan)

Penampilan karyawan baik secara phisik maupun non phisik merefleksikan kredibilitas perusahaan, maka dari itu penting untuk selalu menjaga penampilan ini.

Standar penampilan harus dibuat oleh perusahaan, dan setiap karyawana harus menjalankannya, apalagi saat bertemu dengan pelanggan / tamu.

Penampilan phisik seperti :

  • Gunakan pakaian formal yang sopan, atau menggunakan seragam sesuai standard.
  • Kenakan sepatu kerja yang formal dengan warna standar (hitam, coklat, atau menyesuaikan dengan warna pakaian), sepatu untuk wanita harus ber-hak (highheel) dengan ketinggian standar .
  • Rambut harus rapi, untuk bagian FO / marketing, pria harus pendek, wanita usahakan tidak lebih sebahu atau di cepol, dengan daun telingga terlihat.
  • Bagi wanita mengenakan Make Up sehingga wajah tampak segar.
  • Kenakan tanda pengenal di tempat yang terlihat.
  • Perhatikan kebersihan tubuh, kuku, rambut dan wajah.
  • Pakain bersih dan di setrika, menggunakan ikat pinggang standar (pria)

Penampilan non phisik seperti :

  • Cara berdiri,
    • Berdiri harus tegak dengan punggung lurus sebagai kepercayaan diri.
    • Untuk pria, posisi kedua kaki sejajar sedikit terbuka, selebar sepatu.
    • Untuk wanita dengan satu kaki di depan kaki lainnya dengan rileks menunjukkan keterbukaan, persahabatan dan kesiapan untuk melayani.
  • Cara berjalan, berjalan dengan langkah cepat dan gesit tapi bukan terburu-buru, untuk menunjukan sikap profesionalisme dan semangat yang tinggi.
  • Cara duduk, duduklah dengan tegak, lutut sejajar, dan kaki lurus, hindari menopang atau menyilangkan kaki.
  • Cara berjabat tangan
    • Ulurkan tangan, lurus dan dengan ibu jari keatas.
    • Jabat dan genggam tangan dengan mantap, guncangkan tangan lewat siku.
    • Tangan kiri bisa berada dibelakang punggung, di samping dengan tegas atau digunakan untuk menopang siku tanggan kanan.
  • Cara kontak mata, dengan menatap lawan bicara dan tersenyum dengan menunjukan minat
    atau ketertarikan pada materi pembicaraan.
  • Ekspresi Wajah, harus cheerful-looking, tunjukkan expresi senyum bukan saja dibibir, tapi juga di wajah terutama di mata.

sumber : https://distribusipemasaran.com/6-konsep-dasar-untuk-memberikan-pelayanan-prima/

8 TIPS MANAJEMEN WAKTU YANG LEBIH EFEKTIF

January 15, 2019 admin
0

8 Tips untuk Manajemen Waktu yang Lebih Efektif

Manajemen waktu adalah hal yang tidak bisa kamu abaikan terutama saat kamu bekerja dan ingin mengembangkan karier. Manajemen waktu sendiri bukan sekedar hal yang memiliki common pattern dan harus kamu ikuti terus menerus, melainkan hal yang bisa terus berkembang dan dapat kamu improvisasi. Terdapat beberapa tips yang harus kamu jalani untuk dapat terus mengembangkan manejemen waktu yang sudah kamu miliki.

Setiap tips mungkin memiliki kapasitas yang berbeda dalam mengefektifkan manajemen waktu, yang perlu kamu lakukan adalah mempelajari langkah-langkah tersebut agar bisa kamu manfaatkan dengan baik. Setiap tips tentu saja memiliki peran masing-masing yang dapat mendukung satu sama lain. Berikut adalah 8 tips yang harus kamu lakukan jika ingin manajemen waktu kamu menjadi lebih efektif!

1. Kuasai manajemen stres

manajemen waktu

Sebuah tekanan pastinya akan selalu muncul dalam pekerjaan. Tapi tekanan bukanlah merupakan hal buruk. Tekanan sendiri dapat menjadi motivasi untuk bertindak dan juga menyelesaikan sebuah pekerjaan. Yang menjadi buruk adalah jika tekanan yang ada telah bertransformasi menjadi stres. Ketika stress melanda, seseorang biasanya akan kesulitan berpikir jernih dan kesulitan melakukan berbagai hal. Karena stres berpengaruh pada performa dalam melakukan segala hal, tentunya stres juga akan berpengaruh pada menajemen waktu yang telah kamu susun.

Stres sendiri memiliki dampak yang berbeda pada setiap orang, ini membuktikan bahwa manajemen stres memang merupakan sesuatu yang dapat dipelajari. Dimulai dari kesadaran akan pentingnya manajemen stres, tentunya secara otomatis manajemen waktu yang kamu miliki juga akan berkembang. Jadi mulailah menerapkan menajemen stres sebagai ritual wajib, jika kamu meinginginkan manajemen waktu yang lebih efektif.

2. Mulailah untuk ‘Questioning and Challenging

manajemen waktu

Tips untuk mengefektifkan manajemen waktu selanjutnya adalah dengan menaikkan standar kerja kamu. Salah satu cara yang harus kamu lakukan untuk menaikkan standar kerja adalah dengan menguasai skill ‘questioning and clallenging’. Ketika kamu diberikan sebuah pekerjaan, kamu harus menanyakan dengan jelas segala detail tentang pekerjaan tersebut.

Daripada mempertanyakan banyak hal ditengah-tengah pekerjaan dan mengurangi waktu kerjamu, lebih baik meluangkan waktu di awal untuk mencari kejelasan. Jika kamu memiliki keberatan tentang pekerjaan tersebut, kamu juga harus mengungkapkannya di awal. Dengan mengetahui segala hal tentang pekerjaan yang akan kamu jalani, tentu manajemen waktu akan menjadi lebih efektif.

3. Tingkatkan kemampuan berkomunikasi

manajemen waktu

Setiap pekerjaan mungkin akan mengharuskan kamu berinteraksi dengan banyak orang. Maka dari itu, kemampuan berkomunikasi akan sangat dibutuhkan. Kemampuan komunikasi yang baik akan membantu kamu untuk menjalin relasi yang baik dengan orang-orang yang bekerjasama dengan kamu. Jika sudah terbangun relasi yang baik, maka setiap hal akan dapat lebih nyaman dibicarakan.

Seperti jika terjadi kesalahan pada pekerjaan, dengan komunikasi yang baik, kamu dapat dengan cepat dan tepat menjelaskan hal apa yang harus disesuaikan kembali. Kamu juga akan dengan mudah membuat orang-orang mengerti standar kerja yang kamu inginkan. Dengan segala hal yang dapat dilakukan dengan lebih cepat tentunya juga merupakan bagian dari manajemen waktu yang lebih efektif.

4. Belajar untuk selalu fokus

manajemen waktu

Tips selanjutnya yang harus kamu lakukan untuk membuat manajemen waktu yang lebih efektif adalah tetap fokus. Tentu saja dalam hidup ini banyak hal yang harus kamu kerjakan dan tidak mudah untuk kamu mengabaikan berbagai hal meskipun ada tugas penting yang harus kamu kerjakan.  Hal ini lah yang membuat fokus menjadi sebuah kemampuan yang harus kamu kuasai untuk mengefektifkan manajemen waktu.

Mulailah belajar untuk fokus dalam mengerjakan sebuah tugas, berusahalah membuang sementara pikiran-pikiran lain yang dapat menghambat kamu mengerjakan tugas. Dengan fokus menyelesaikan satu tugas sebelum beralih ke tugas selanjutnya, tentunya kamu akan mendapati manajemen waktu yang lebih efektif.

5. Membuat perencanaan

manajemen waktu

Mengapa perencaan sangat penting untuk manajemen waktu yang lebih efektif? Perencanaan akan mempermudah kamu menentukan tugas apa yang harus lebih dulu kamu kerjakan. Dengan adanya perencanaan, kamu tidak memerlukan waktu lagi untuk berpikir tugas apa yang selanjutnya harus kamu lakukan setelah menyelesaikan satu tugas.

Sebuah perencanaan mungkin tidak akan selalu berjalan dengan lancar. Maka dari itu, kamu harus selalu memiliki rencana cadangan. Berkaitan dengan poin sebelumnya, jika apa yang kamu rencakanan mengalami kendala, kemampuan fokus dan manajemen stres akan sangat berguna untuk kamu !

6. Berani mengambilan keputusan

manajemen waktu

Pengambilan keputusan bukan hanya dibutuhkan di dunia kerja, melainkan juga dalam semua aspek kehidupan. Untuk sebagian orang, memutuskan sesuatu mungkin saja bukanlah hal yang mudah. Jika kamu tidak pernah belajar untuk mengambil keputusan, kamu akan banyak membuang-buang waktu untuk terus berpikir dan menimbang-nimbang berbagai hal.

Manajemen waktu tidak akan berkembang jika kamu tidak dapat mengambil keputusan untuk diri kamu sendiri. Mulai belajarlah untuk mengambil keputusan dengan bijak dan berani untuk mengambil resiko, karena sesungguhnya resiko yang kamu dapat dari sebuah pengambilan keputusan akan membuat diri kamu semakin berkembang.

7. Mencari motivasi diri

manajemen waktu

Dalam sebuah pekerjaan, tentu kamu akan menghadapi berbagai rintangan yang tidak terduga. Rintangan tersebut bisa saja muncul dari faktor internal maupun eksternal. Saat menghadapi berbagai masalah yang dapat memberi pengaruh negatif pada kinerja kamu, hal paling mudah yang dapat kamu lakukan adalah mencari motivasi dalam dirimu sendiri.

Jika kamu sudah dapat memotivasi diri sendiri, banyak manfaat yang akan kamu dapat. Salah satunya adalah kamu dapat berbagi semangat dan motivasi dengan orang-orang disekitarmu. Selain itu, kamu juga dapat lebih menguasai diri dan lebih mampu mengendalikan diri sendiri. Saat kamu telah merasa bertanggung jawab akan dirimu sendiri, kamu akan dapat meningkatkan kemampuan manajemen waktu yang kamu miliki.

8. Menyusun skala prioritas

manajemen waktu

Menyusun skala prioritas berarti adalah menentukan hal apa saja yang harus kamu lakukan dan menghindari kamu dari hal-hal yang seharusnya kamu tidak lakukan. Skala prioritas dapat dikatakan sebagai salah satu kunci dalam meningkatkan manajemen waktu, jadi kamu harus menentukannya dengan hati-hati. Jika kamu salah dalam menyusun skala prioritas, manajemen waktu kamu tidak akan berkembang atau bahkan menjadi berantakan.

Skala prioritas dapat memudahkan kamu dalam membuat perencanaan dan juga mengasah kemampuan fokusmu. Kemampuan pengambilan keputusan juga tentunya berpengaruh dalam kemampuan kamu dalam menyusun skala prioritas.

sumber : https://glints.com/id/lowongan/tips-untuk-manajemen-waktu/

PELAYANAN PRIMA

December 30, 2018 admin
0

Pelayanan Prima

Anda perlu mempelajari konsep pelayanan prima. Konsep ini sangat penting terlebih jika Anda adalah orang yang berhadapan dengan customer secara langsung atau disebut sebagai frontliner seperti kasir, waiterscustomer service, dan sebagainya.

Keuntungan yang dapat diperoleh dari penerapan pelayanan prima (excellent service) antara lain:

  • Keputusan pihak pelanggan untuk segera membeli produk yang kita tawarkan pada saat itu juga.
  • Menumbuhkan kepercayaan pelanggan terhadap barang / produk produsen yang bersangkutan.
  • Mempertahankan pelanggan agar tetap loyal menggunakan produk produsen yang bersangkutan
  • Dapat menghindarkan terjadinya tuntutan-tuntutan terhadap penjual yang tidak perlu

 

Pengertian Pelayanan Prima

Secara etimologi, pelayanan bisa diartikan sebagai usaha melayani kebutuhan orang lain. Pada dasarnya melayani adalah kegiatan yang bersifat tidak berwujud yang ditawarkan kepada konsumen atau pelanggan yang dilayani. Karakteristik melayani dinyatakan sebagai berikut:

  1. Sifatnya tidak bisa diraba, berlawanan sifatnya dengan produk barang jadi yang berwujud.
  2. Merupakan tindakan nyata.
  3. Kegiatan produksi dan konsumsi tidak dapat dipisahkan secara nyata.

Di sektor publik ada tiga fungsi pelayanan yang dilakukan pemerintah, yakni: environmental service, development service, dan protective service. Pelayanan oleh pemerintah dibedakan berdasarkan siapa yang menerima layanan tersebut, apakah pihak individu atau pihak kelompok. Kemudian konsep barang layanan terdiri dari barang privat (private goods) dan barang layanan kolektif (public goods).

Pelayanan prima adalah suatu pola layanan terbaik dalam manajemen modern yang mengutamakan kepedulian terhadap pelanggan. Layanan prima di dalam dunia bisnis disebut juga sebagai excellent serviceExcellent servicecustomer service, dan customer care pada dasarnya adalah sama, hanya berbeda pada konsep pendekatannya saja. Namun yang paling penting dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan, minimal harus ada tiga hal pokok, yakni: peduli pada pelanggan, melayani dengan tindakan terbaik, dan memuaskan pelanggan dengan berorientasi pada standar layanan tertentu. Jadi, keberhasilan program pelayanan prima tergantung pada penyelarasan kemampuan, sikap, penampilan, perhatian, tindakan, dan tanggungjawab dalam pelaksanaannya.

Sederhananya, pelayanan prima (excellent service) adalah pelayanan yang memenuhi standar kualitas yang sesuai dengan harapan dan kepuasan pelanggan. Sehingga dalam pelayanan prima terdapat dua elemen penting yang saling berkaitan yaitu pelayanan dan kualitas. Kualitas pelayanan sendiri memiliki beberapa definisi yang dikemukakan oleh beberapa ahli. Namun dari beberapa definisi yang dikemukakan, terdapat beberapa kesamaan, yakni:

  • Kualitas merupakan usaha untuk memenuhi harapan pelanggan
  • Kualitas merupakan kondisi mutu yang setiap saat mengalami perubahan
  • Kualitas mencakup proses, produk, barang, jasa, manusia, dan lingkungan
  • Kualitas merupakan suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan proses, produk, barang, jasa, manusia, dan lingkungan, yang memenuhi harapan

Menurut Vincent Gespersz, profesor bidang teknik sistem dan manajemen industri, kualitas pelayanan memiliki dimensi-dimensi seperti:

  • Kecepatan waktu pelayanan
  • Akurasi / ketepatan pelayanan
  • Kesopanan dan keramahan pelaku usaha
  • Tanggung jawab dalam menangani komplain pelanggan
  • Jumlah petugas yang melayani dan fasilitas pendukung lainnya
  • Kualitas pelayanan yang berkaitan dengan lokasi pelayanan, ketersediaan informasi, dan petunjuk / panduan lainnya
  • Kualitas pelayanan yang berhubungan dengan kenyamanan, fasilitas, dan teknologi, dan lain-lain

Sebagai perbandingan, berikut adalah definisi layanan prima (excellent service) yang diungkapkan oleh para pelaku usaha:

  • Membuat pelanggan merasa penting
  • Melayani dengan ramah, tepat, dan cepat
  • Pelayanan yang mengutamakan kepuasan pelanggan
  • Menempatkan pelanggan sebagai mitra
  • Pelayanan optimal yang menghasilkan kepuasan pelanggan

Untuk lebih jelasnya, berikut contoh definisi layanan prima (excellent service) pada beberapa bidang usaha:

  1. Pada bidang usaha jasa transportasi angkutan penumpang, mungkin pengusahanya mendefinisikan layanan prima sebagai pemberian kepuasan optimal pada penumpang dengan memberikan fasilitas yang aman, nyaman, cepat, dan murah.
  2. Di bidang manufaktur mungkin pengusahanya mendefinisikan layanan prima sebagai program layanan yang menjamin kualitas produk yang ditawarkan sehingga pelanggannya merasa puas.
  3. Di bidang delivery mungkin pengusahanya berusaha untuk memberikan pelayanan pengiriman yang cepat dan tepat waktu serta jaminan keamanan kiriman sampai ke tempat yang dituju sebagai layanan primanya.
  4. Di bidang kuliner mungkin pengusahanya mendefinisikan layanan prima dengan menjaga mutu dan kesegaran dari bahan makanan yang digunakan, penyajian tepat waktu, dengan kualitas rasa yang memuaskan pelanggannya.

 

Konsep Dasar Pelayanan Prima

1. Kemampuan (Ability)

Kemampuan tertentu yang meliputi kemampuan kerja di bidang kerja yang ditekuni yang dibutuhkan untuk menunjang program layanan prima (excellent service) seperti: melaksanakan komunikasi yang efektif, mengembangkan motivasi, dan menggunakan humas sebagai alat untuk membina hubungan ke dalam dan ke luar oraganisasi / perusahaan.

2. Sikap (Attitude)

Perilaku tertentu yang harus ditonjolkan ketika berhadapan dengan pelanggan

3. Penampilan (Apprearance)

Penampilan fisik ataupun non-fisik yang merefleksikan kredibilitas kepada pelanggan

4. Perhatian (Attention)

Kepedulian penuh terhadap pelanggan, yang berkaitan dengan kebutuhan dan keinginan pelanggan, maupun memahami saran dan kritiknya

5. Tindakan (Action)

Kegiatan nyata yang dilakukan dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan

6. Tanggung jawab (Accountability)

Sikap keberpihakan kepada pelanggan sebagai bentuk kepedulian, untuk meminimalkan ketidakpuasan pelanggan

 

Jenis – Jenis Pelayanan Prima

Pelayanan merupakan suatu proses yang menghasilkan produk berupa pelayanan yang diberikan kepada pelanggan, yang dibedakan menjadi tiga macam:

  • Core Service

Pelayanan merupakan produk utama dari sebuah organisasi / perusahaan. Misalnya hotel atau perusahaan penerbangan yang menawarkan jasa sebagai produk usahanya.

  • Facilitating Service

Fasilitas layanan tambahan kepada pelanggan. Misalnya fasilitas ‘check-in’ dalam penerbangan.

  • Supporting Service

Pelayanan yang dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan atau untuk membedakannya dari pesaing. Misalnya restoran bergengsi yang bertempat di suatu hotel.

Pelayanan memiliki berbagai macam bentuk. Namun, apapun bentuknya, pelayanan ditawarkan untuk dikenal dan menarik perhatian pelanggan.

 

Pentingnya Pelayanan Prima

Pelayanan prima mempunyai peranan penting dalam bisnis baik dari sisi pelanggan internal maupun pelanggan eksternal, karena sangat berpengaruh pada loyalitas pelanggan kepada organisasi / perusahaan. Demikian juga jika pelayanan prima ini dilakukan oleh pihak non-komersil atau pemerintah.

  • Pelayanan Prima Bagi Pelanggan Internal

Pelanggan internal adalah orang-orang yang terlibat dalam proses produksi barang atau jasa yang ditawarkan perusahaan. Seperti semboyan para pelaku bisnis yang menyatakan: “Bila pegawai tidak terpuaskan, Anda tidak akan mempunyai pelanggan yang terpuaskan.” Maka dengan melaksanakan pelayanan prima di lingkungan internal, akan menunjang kelancaran proses produksi barang atau pembentukan jasa. Keberhasilan pembudayaan pelayanan prima di lingkungan internal, akan menjadi tonggak dasar dalam mewujudkan pelayanan prima di lingkungan eksternal.

  • Pelayanan Prima Bagi Pelanggan Eksternal

Kebutuhan dan keinginan pelanggan merupakan peluang besar bagi perusahaan untuk mendapatkan keuntungan melalui penjualan barang / jasa yang ditawarkan. Memberikan pelayanan prima kepada pelanggan eksternal diharapkan dapat meningkatkan loyalitas kepada perusahaan.

Begitu juga dengan pelayanan prima di organisasi non-komersil dan instansi pemerintahan, bagaimana mereka mengimplementasikan pola manajemen untuk memfasilitasi kebersamaan, kerjasama, dan upaya-upaya lain yang bisa diwujudkan agar pengurus dan pegawai dapat bekerja sesuai dengan tujuan organisasi tersebut. Pelayanan prima yang diberikan kepada masyarakat  diharapkan akan menimbulkan loyalitas dan kepatuhan dari masyarakat sehingga instansi yang bersangkutan dapat menarik manfaat untuk menyelesaikan misinya.

 

Karakteristik Pelayanan Prima

Agar pelanggan merasa puas atas produk / jasa yang kita tawarkan, pribadi yang prima ditunjukkan dengan indikator-indikator seperti berikut:

  • Pelayanan yang ramah
  • Bersikap sopan dan penuh hormat
  • Tampil yakin
  • Memberikan kesan ceria
  • Berpenampilan rapi
  • Senang bergaul
  • Mudah memaafkan
  • Senang belajar dari orang lain
  • Senang pada hal-hal yang etis dan wajar
  • Pandai menyenangkan orang lain

 

Tujuan dan Manfaat Pelayanan Prima

Tujuan dari pelayanan prima adalah memberikan pelayanan yang memuaskan pelanggan dan berfokus hanya pada pemberian layanan kepada pelanggan. Pada sektor publik, pelayanan prima didasarkan pada ‘pelayanan adalah pemberdayaan’. Pelayanan prima yang diberikan oleh sektor bisnis berorientasi pada profit, sedangkan pelayanan prima yang diberikan oleh sektor publik bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan cara yang terbaik.

Secara lebih luas, keberhasilan pelayanan prima diharapkan berujung pada hasil berikut:

  • Pelanggan memutuskan untuk langsung membeli produk / jasa yang kita tawarkan pada saat itu juga
  • Menciptakan kepercayaan pelanggan atas produk / jasa yang kita tawarkan
  • Pelanggan tetap setia menggunakan produk / jasa kita
  • Pelanggan membeli kembali produk / jasa kita
  • Menghindari terjadinya tuntutan-tuntutan atau komplain yang tidak perlu dari pelanggan

 

Harapan Pelanggan akan Pelayanan Prima

Menurut survei yang dilakukan, orang-orang menyatakan bahwa memperoleh kepuasan dan pengorbanan yang sebanding merupakan hal yang diharapkan dari para pelanggan. Perusahaan / organisasi memberikan layanan kepada pelanggan internal yaitu para pegawainya. Kemudian para pelanggan internal memberikan pelayanan kepada pelanggan eksternal melalui barang atau jasa yang diproduksinya. Untuk itu perusahaan / organisasi perlu memenuhi dulu harapan para pelanggan internalnya baru kemudian mendapatkan tunjungan untuk memenuhi harapan para pelanggan eksternal.

Bagi pelanggan internal, jasa berupa tenaga dan keterampilan merupakan pengorbanan yang dilakukannya secara langsung maupun tidak langsung untuk perusahaan / organisasi tempatnya bekerja. Sedangkan kepuasan bagi pelanggan internal bisa berupa imbalan yang diterima atas pengorbanan yang dilakukannya itu, atau bisa juga berupa kesenangan dan kenyamanan dalam suasana berkerja yang didapat di tempat atau lingkungan tempat kerjanya.

Bagi pelanggan eksternal, harga / biaya yang harus dikeluarkan untuk memperoleh barang atau jasa merupakan pengorbanan yang dilakukannya untuk sebuah perusahaan / organisasi yang memproduksi barang atau jasa tersebut. Sedangkan kepuasan akan diperoleh bila adanya kesesuaian antara harapan dan kenyataan yang diperoleh, yang dicerminkan dari mutu kualitas barang atau jasa yang diterimanya dari pihak yang memperoduksi barang atau jasa tersebut.

Singkatnya pelanggan mengharapkan beberapa hal berikut setelah diterapkannya pelayanan prima:

  • Meningkatnya kualitas barang / jasa (better)
  • Semakin cepat pelayanan yang diterima (faster)
  • Adanya pembaruan dari produk / jasa yang ditawarkan (newer)
  • Harga yang semakin murah (cheaper)
  • Fasilitas yang semakin mudah / sederhana (more simple)

 

Sumber : http://ciputrauceo.net/blog/2015/7/7/pengertian-pelayanan-prima