https://kalpata.co.id/wp-content/uploads/2017/11/1-6.jpg

Taukah Kalian Strategi Digital Marketing Campaign Terbaik Saat Ini?

JAKARTA, Febryan Wishnu – Anda mungkin pernah mendengar istilah “Paid, Owned, dan Earned Media” sebelumnya. Namun, tahukah Anda  perbedaan ketiga istilah tersebut?

Bagaimana pengaruh ketiganya terhadap digital marketing campaign dan dapat membantu Anda menjalankan strategi pemasaran dengan lebih efektif dan efisien.

Melalui artikel berikut ini kita akan melihat perbedaan antara “Paid, Owned, dan Earned Media”, serta pro dan kontra dari masing-masing.

Apa perbedaan antara kendaraan yang “Paid, Owned, dan Earned Media”?

Dengan begitu banyak jenis strategi pemasaran digital yang tersedia saat ini, mungkin sulit untuk menentukan  mana yang terbaik untuk bisnis Anda.

Di sinilah Paid, Owned, dan Earned Media (POEM) contoh strategi pemasaran digital  yang harus Anda pertimbangkan untuk membantu menciptakan dan mempertahankan strategi pemasaran yang bermanfaat. Lalu apa perbedaan dari ketiganya?

Paid Media
Seperti namanya, media berbayar atau paid media adalah bentuk pemasaran berbayar di mana pemasar harus membayar untuk media.

Media premium ini mencakup segala hal mulai dari pemasaran digital hingga tradisional. Misalnya, surat kabar, radio, majalah, media sosial, influencer Pay Per Click (PPC), retargeting ads, atau pun display ads untuk mempromosikan bisnis Anda, agar iklan mereka muncul di depan audiens.

Kendaraan premium adalah cara yang bagus untuk mendapatkan pengembalian investasi instan. Return on Investment atau ROI adalah rasio yang mewakili ukuran efektivitas manajemen. Dengan cara ini, seseorang dapat dengan jelas melihat betapa menguntungkannya suatu investasi.

Alasannya karena jangkauan  media berbayar sangat luas dalam satu strategi periklanan. Ini membantu Anda dengan cepat menghasilkan prospek, mempertahankan pelanggan (Customer Retention Marketing), dan meningkatkan  penjualan dan konversi.

Tidak hanya itu, Anda juga dapat mengukur kinerja media berbayar ini dengan cukup mudah dengan bantuan analytics.

Meski menawarkan keuntungan yang menjanjikan,  bukan berarti  media berbayar tidak memiliki kelemahan. Strategi ini cenderung kurang memiliki model komunikasi satu arah. Faktanya, sebuah bisnis sangat membutuhkan umpan balik dari target pasarnya untuk membuat penilaian.

Selain itu, tingkat konversi pada media berbayar lebih rendah daripada media yang dimiliki dan diperoleh. Dengan demikian, jenis media ini hanya cocok jika tujuan kampanye pemasaran atau kampanye pemasaran Anda adalah untuk meningkatkan kesadaran merek.

Owned Media
Seperti namanya, Owned Media adalah media yang dibangun  oleh brand itu sendiri.

Dengan demikian, merek juga memiliki kontrol penuh atas konten mereka sendiri untuk pemasaran, baik di web maupun di media sosial, tanpa bantuan pihak ketiga.

Contohnya adalah pemasaran melalui website perusahaan, microsite, blog marketing, Facebook marketing, Twitter marketing, Instagram marketing, majalah perusahaan. Anda juga tidak perlu mengeluarkan anggaran untuk menampilkan konten Anda di depan audiens Anda.

Jadi, kepemilikan media adalah strategi pemasaran yang cerdas karena Anda dapat memulai situs web dan blog dari hari pertama  dan mempertahankannya hingga akhir.

Owned media termasuk organic marketing, tetapi memiliki peluang untuk tumbuh dan mendapatkan momentum dari waktu ke waktu.

Earned Media
Berbeda dari dua jenis sebelumnya,  media yang diperoleh adalah ketika pengikut Anda merespons, misalnya, retweet, suka, bagikan, dll, iklan atau konten yang Anda sajikan melalui paid media dan owned media.

Sederhananya, earned media merupakan para audiens, follower, atau customer yang menyebarkan iklan Anda sehingga mereka lah yang menjadi media suatu brand.

Jika dulu strategi word of mouth dikenal menang, namun dengan perkembangan teknologi dan maraknya media sosial,  kini target audience atau konsumenlah yang berperan sebagai media.

Contoh: user generated content (UGC), di mana customer dapat memberikan ulasan terhadap sebuah brand secara langsung melalui media sosial. Bentuk lainnya adalah testimoni marketing, di mana customer dapat memberikan testimoni jujur setelah menggunakan produk/jasa.

Oleh karena itu, manfaat besar dari strategi ini adalah seperti iklan gratis. Bisnis Anda muncul di depan audiens tanpa perlu mengeluarkan biaya.

Kelemahannya, bagaimanapun, adalah bahwa Anda tidak dapat mengontrol pendapat orang lain. Artinya, selalu ada kemungkinan orang akan bereaksi negatif terhadap merek Anda.

 

 

Sumber : https://www.kompasiana.com/febryanwishnu/625a3e0892cb5a3e1c2d9f92/taukah-kalian-strategi-digital-marketing-campaign-terbaik-saat-ini?page=1&page_images=1

Leave a Reply