https://kalpata.co.id/wp-content/uploads/2017/11/1-6.jpg

Tren Komunikasi Bisnis Pada 2022, Sudah Melakukannya?

Tren komunikasi bisa dibilang setiap tahunnya terus berubah-ubah seiring perkembangan jaman. Tak ada yang bisa memprediksi 100% bagaimana tren ini akan berkembang.

Pada tahun 2022 sendiri, sudah hadir beberapa tren komunikasi bisnis yang tentunya bisa dibilang tidak jauh berbeda pada 2021 lalu. Mungkin perbedaan paling terasa hanya pada platform komunikasi yang akan digunakan.

Bisnis yang peduli pada komunikasi, tentunya akan melakukan cara untuk menyesuaikan tren komunikasi bisnis pada bisnis mereka agar mereka tidak tertinggal dan bisa dibilang masih relevan.

Lalu, apa saja sebenarnya tren komunikasi pada 2022 yang sudah hadir? Berikut ini penjelasan mengenai tren komunikasi pada 2022 yang sudah ada yah. Yuk simak!

  • Pelanggan Ingin Direspon Lebih Cepat

Siapa yang suka menunggu lama untuk mendapatkan jawaban? Tentu tidak ada. Begitu juga dengan pelanggan bisnis.

Baik bertanya maupun mengajukan keluhan, pelanggan ingin bisnis bisa lebih cepat dalam merespon kebutuhan mereka. Bahkan, studi Super Office mengungkapkan bahwa kecepatan respon komunikasi bisnis merupakan hal yang paling penting dari aspek pelayanan bisnis.

Respon yang cepat ini merujuk pada respon percakapan oleh manusia. Bagi bisnis yang hanya mengandalkan chatbot untuk melayani kebutuhan pelanggan, tentunya hal ini akan berimbas buruk pada mereka.

Setidaknya, jika tidak instan, pelanggan akan memberikan tenggat waktu hingga satu jam sebelum akhirnya mereka akan memiliki penilaian yang buruk pada bisnis tersebut.

  • Komunikasi Antara Bisnis dan Pelanggan Akan Menjadi Sosial dan Komunal

Dalam beberapa tahun terakhir, komunikasi bisnis sangat berorientasi pada pola komunal, di mana komunitas memiliki peranan penting dalam praktik komunikasi yang dilakukan.

Di tahun 2022 ini, tren komunikasi berbasis komunitas akan tetap ada. Namun, ada satu tren lagi yang diprediksi akan mulai naik di tahun 2022 ini. Social commerce.

Social commerce, salah satu cabang dari e-commerce, akan menjadi salah satu tren komunikasi yang populer di tahun ini. Jika e-commerce menghadirkan pasar digital yang bisa diakses pembeli di mana saja, social commerce menghadirkan e-commerce yang bisa diakses oleh pembeli secara beramai-ramai, dalam kelompok sosialnya.

Secara konsep, social commerce sendiri bukanlah hal baru. Penggunaan referral, model bisnis jastip, split bill, dan MLM adalah beberapa cabang dari social commerce.

Namun, masifnya penetrasi teknologi komunikasi digital dan media sosial akan membawa social commerce ke level yang lebih tinggi. Diprediksi, transaksi komersial nantinya akan banyak dilakukan pada teknologi komunikasi seperti WhatsApp dan juga media sosial seperti Instagram.

  • Meme Akan Makin Populer Digunakan oleh Bisnis (dan Disukai Pelanggan)

Tujuan komunikasi bisnis ialah untuk membangun hubungan yang baik dengan pelanggannya. Dan, melihat tren media sosial saat ini, meme adalah hal yang sangat populer di kalangan pengguna internet.

Meme adalah bentuk konten yang acapkali diasosiasikan dengan komedi atau sesuatu yang relevan dengan kelompok tertentu. Meme bisa berupa komedi receh maupun konten yang memiliki referensi pada hal tertentu atau konten lainnya.

Selain menghibur dan relevan dengan netizen, meme bisa digunakan untuk menjadi viral secara lebih mudah, diolah menjadi konten promosi yang tidak menjemukan, dan meningkatkan engagement dengan pelanggan.

Namun, penggunaan meme untuk komunikasi bisnis tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Jika tidak tepat sasaran, dampaknya bisnis bisa jadi dinilai sok asik dan mendapatkan impresi yang buruk.

  • Bisnis yang Berani Bicara Soal Isu Sosial Akan Lebih Disukai

Sudah bukan zamannya lagi bisnis menunjukkan diri sebagai entitas yang ‘tak berwajah’ dan seakan tidak memiliki empati pada hal-hal di sekitarnya.

Dilansir Forbes, kesadaran akan isu-isu sosial di masyarakat dan pengguna internet secara global saat ini semakin meningkat. Terlebih pada generasi yang lebih muda.

Dan, kesadaran akan isu sosial itu tidak berhenti sampai di situ saja. Dalam memilih layanan bisnis yang digunakan, generasi muda cenderung lebih memilih bisnis yang terbuka dan berani bersuara akan isu sosial.

Misalnya seperti bisnis yang peduli dengan isu lingkungan hidup, perubahan iklim, kesetaraan, kesehatan mental, dan lainnya.

Karenanya, bisnis yang lebih sadar dan berani terbuka terkait hal-hal ini berpotensi memiliki reputasi yang lebih baik. Namun, penting untuk digarisbawahi bahwa sebaiknya bisnis tidak hanya bersuara terkait isu sosial sebagai jargon dan upaya panjat sosial saja.

  • Integrasi Antar Kanal Komunikasi Bisnis Akan Menjadi Makin Penting

Dari berbagai tren teknologi komunikasi bisnis yang diunggah oleh Bisnis Asia, lebih kurang setengah di antaranya ialah terkait integrasi teknologi.

Dikarenakan ada banyak kanal komunikasi yang digunakan bisnis dan juga pelanggannya, bisnis mulai mengalami kesulitan untuk secara aktif tersedia di seluruh kanal komunikasi pada waktu bersamaan.

Karenanya, banyak bisnis mulai mengintegrasikan seluruh layanan komunikasinya ke dalam satu wadah atau disebut omnichannel. Selain penggunaan omnichannel, diprediksi bisnis juga akan meningkatkan penggunaan teknologi chatbot dan AI.

Nah, jadi itu dia tren komunikasi bisnis yang saat ini berkembang dan sedang tren pada 2022 yah. Tentunya semua tren komunikasi tersebut bisa kamu terapkan melalui WhatsApp Business Platform Wappin yah.

Jadi apakah bisnis kamu sudah menerapkan tren komunikasi ini pada 2022 ini?

 

 

 

 

 

 

Sumber : https://www.kompasiana.com/aldotheo/62a8b0fefdcdb4776c52abc2/tren-komunikasi-bisnis-pada-2022-sudah-melakukannya?page=3&page_images=1

 

Leave a Reply