Digital Topang Pertumbuhan Ekonomi

November 26, 2021 admin
0

Percepatan Pembangunan Infrastruktur Digital Topang Pertumbuhan Ekonomi

PT Lintas Teknologi Indonesia (LTI) sebagai salah satu System Integrator di Indonesia yang berfokus pada industri ICT (Information and Communication Technology) siap berkolaborasi dan bersinergi dalam percepatan pembangunan infrastruktur digital di Indonesia.

LTI optimis bisa melakukan hal tersebut karena kiprahnya selama 20 tahun ini dengan keberhasilan dalam membangun network infrastructure yang masif dan kuat.

Presiden Direktur PT Lintas Teknologi Indonesia, Muhamad Paisol mengatakan, ketersediaan teknologi yang semakin luas seperti mobile, AI, cloud, analytic, dan big data secara dramatis mengubah cara hidup, cara bekerja, dan berinteraksi, dalam apa yang disebut Revolusi Industri 4.0.

“Industri telekomunikasi sedang bermain peran penting dalam memungkinkan revolusi digital berlangsung di sekitar kita. Ada lima sektor yang terpengaruh oleh revolusi digital antara lain industry media dan entertainment, kedua electricity, ketiga logistics, keempat automotive dan yang terakhir dan terbesar adalah e-commerce,” kata Presiden Direktur PT Lintas Teknologi Indonesia, Muhamad Paisol di Jakarta, Jumat (26/11/2021).

Muhamad Paisol sendiri mengatakan, ekosistem telekomunikasi telah menyediakan blok bangunan mendasar yaitu akses, interkonektivitas, dan aplikasi yang memungkinkan terjadinya revolusi digital.

Sebagian besar nilai potensial yang berasal dari digitalisasi di seluruh industri global selama dekade berikutnya bergantung pada industri telekomunikasi yang memberikan infrastruktur penting, aplikasi, dan peningkatan produktivitas di banyak bidang.

Sekarang ini banyak orang melihat 5G akan menjadi katalis revolusi digital, dimana 5G menjanjikan kecepatan jauh lebih cepat, dengan capacity jauh lebih besar dan latency yg sangat kecil. Oleh sebab itu ekonomi digital akan menjadi faktor utama dalam pembangunan ekonomi di Indonesia.

“Ekonomi digital terbukti menjadi salah satu motor andalan dalam pemulihan ekonomi nasional saat ini. Untuk mengoptimalkan potensi ekonomi digital tersebut, terdapat sejumlah hal yang harus ditingkatkan, antara lain infrastruktur telekomunikasi serta perlindungan terhadap konsumen digital itu sendiri. Untuk itu, dukungan dan investasi diperlukan tidak hanya pada penguatan ekosistem digital saja, namun juga pada infrastruktur pendukungnya,” terangnya.

LTI sendiri baru saja mengadakan Lintas Teknologi Solutions Day 2021 secara virtual dengan tema “How Digital Ecosystem Will Shape The Future of Business.”.

Acara tersebut menghadirkan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Johnny G Plate, dan berbagai stakeholder dalam bidang ICT (Information and Communication Technology) antara lain Dian Siswarini, CEO XL Axiata, Hendri Mulya Syam, Direktur Utama Telkomsel dan pakar dari sektor ekonomi, Pandu Sjahrir, Komisaris Bursa Efek Indonesia dan Ketua Umum AFTECH.

Menurut Johnny G Plate, pembangunan Infrastruktur menjadi salah satu pilar utama untuk meningkatkan konektivitas Digital.

Transformasi digital lanjutnya memerlukan peran kolaborasi dan sinergis, baik secara nasional maupun internasional. Kementrian Kominfo sendiri terus mendorong berbagai upaya kooperatif lintas pemangku kebijakan dan seluruh elemen terkait yang produktif bagi pengembangan sektor digital di Indonesia.

Sumber : https://www.liputan6.com/bisnis/read/4721928/percepatan-pembangunan-infrastruktur-digital-topang-pertumbuhan-ekonomi

Pengertian Periklanan (Advertising)

November 3, 2021 admin
0

Pengertian Periklanan (Advertising): Fungsi dan Jenis-jenis Periklanan

A. Pengertian Periklanan

Definisi periklanan menurut Kotler dalam Muhammad Jaiz (2014) adalah segala bentuk penyajian dan promosi ide, barang atau jasa secara non-personal oleh suatu media tertentu yang memerlukan pembayaran.

Kemudian, menurut Kotler dan Amstron (2002;153) menyatakan bahwa periklanan adalah segala biaya yang harus dikeluarkan sponsor untuk melakukan presentasi dan promosi nonpribadi dalam bentuk gagasan, barang atau jasa.

Menurut Jefkins (1997;5) periklanan adalah pesan-pesan penjualan yang persuasif  yang ditujukan kepada calon pembeli potensial atas produk barang atau jasa tertentu dengan biaya yang semurah-murahnya.

Selanjutnya menurut Supriyanto, (2008:19) iklan adalah promosi barang, jasa, perusahaan, dan ide yang harus dibayar oleh sponsor (pengiklan).

Yang dimaksud dengan sponsor adalah perusahaan tertentu yang nantinya menjadi klien penyedia jasa promosi, dengan kata lain adalah perusahaan yang memiliki iklan, memasang iklan dengan biaya tertentu dan periode waktu tertentu.

B. Fungsi Periklanan

Secara umum, periklanan memiliki fungsi komunikasi yang sangat penting bagi suatu perusahaan dan organisasi bisnis lainnya, berikut ini adalah beberapa fungsi periklanan menurut Terence A. Shimp (2003:357) :

1. Informing (memberi informasi) 

Fungsi periklanan yang pertama adalah untuk memberi informasi tentang keberadaan suatu produk kepada konsumen, membuat konsumen sadar (aware) akan keberadaan merek produk tertentu, untuk memberi informasi tetang keberadaan produk baru, memberi informasi tentang berbagai fitur dan manfaat produk dan menfasilitasi pencitaan merek (citra merek) yang positif.

2. Persuading (mempersuasi)

Selain memberi informasi tentang keberadaan produk dan manfaatnya, periklanan juga berfungsi untuk membujuk seseorang (calon konsumen) untuk melakukan sesuatu yang diinginkan oleh pengiklan seperti misal agar konsumen melakukan membeli/mencoba produk dan jasa yang diiklankan.

Salah satu ciri iklan yang efektif adalah sukses dan mampu membujuk seseorang untuk melakukan sesuatu.

3. Reminding (mengingatkan)

Brand awarness (kesadaran merek) sangatlah penting bagi perusahaan. Brand awaresness adalah sadar atau tidaknya seseorang terhadap sebuah brand.

Ketika brand sudah menjadi top of mind atau yang pertama kali muncul di benak konsumen ketika disebutkan barang/asosiasi produk maka kesadaran mereknya tinggi.

Brand awareness tercipta tidak begitu saja, butuh proses dan waktu yang lama.

Salah satunya adalah dengan iklan, dengan begitu konsumen akan ingat dan sadar akan keberadaan suatu merek.

Jadi, selain memberi informasi dan membujuk seseorang untuk melakukan  sesuatu, iklan juga berfungsi untuk mengingatkan akan keberadaan suatu produk barang atau jasa.

4. Adding Value (memberikan nilai tambah)

Terdapat tiga cara mendasar yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk memberi nilai tambah dari suatu produk, yaitu : inovasi, penyempurnaan kualitas dan mengubah persepsi konsumen. Salah satu cara merubah persepsi konsumen adalah melalui periklanan yang efektif.

Jadi fungsi periklanan yang selanjutnya adalah untuk memberikan nilai tambah (adding value), melalui periklanan maka dapat dibentuk sebuah persepsi konsumen yang baik terkait dengan suatu produk.

Periklanan yang efektif akan menyebabkan merek dipandang menjadi sesuatu yang penting, lebih elegan, bergensi, dan lebih unggul dari tawaran pesain. Misal saja, produk i-Phone yang memiliki nilai prestige bagi pemakainya.

5. Assisting (mendampingi)

Fungsi lain dari periklanan adalah sebagai pendamping yang memfasilitasi upaya-upaya lain dari perusahaan dalam proses komunikasi pemasaran.

Sebagai contoh, periklanan mungkin digunakan sebagai alat komunikasi untuk meluncurkan promosi-promosi penjualan seperti kupon kupon dan undian. Peran penting lain dari periklanan adalah membantu perwakilan dari perusahaan.

C. Jenis-jenis Iklan

Dalam dunia bisnis terdapat berbagai jenis iklan, masing-masing jenis memiliki kegunaan dan tujuan masing-masing.

Berikut ini adalah beberapa jenis-jenis iklan menurut (Larreche, 2000,) yaitu :

1. Iklan Merek (brand advertising)

Iklan merek (brand advertising) adalah sebuah iklan yang tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan penjualan merek dengan mendorong konsumen untuk beralih dari merek-merek pesaing, meningkatkan konsumsi/jumlah pembelian ulang, menarik non pengguna dari jenis produk, dan mempertahankan penjualan para pelanggan sekarang.

2. Iklan kerjasama (cooperative advertising)

Adalah salah satu bentuk iklan yang terbentuk berkat kerjasama antara dua perusahaan atau lebih, misalnya yang dilakukan oleh perusahaan manufaktur (yang memproduksi barang) dengan retailer (pengecer, seperti alfmart, indomart, indogrosir, transmart dll)

3. Iklan korporasi (corporate-institusional-advertising)

Iklan korporasi mencakup iklan isu (issue advertising) dan iklan hubungan investor (investor relation). Iklan isu dirancang untuk mendukung isu sosial atau ekonomi tertentu dimana perusahaan memiliki kepentingan yang kuat.

Iklan hubungan investor dirancang untuk menghasilkan kesadaran dengan membangun sikap yang menyenangkan terhadap perusahaan di antara analis keuangan dan investor.

Iklan sebagai sebuah usaha untuk membuat konsumen melakukan sesuatu yang diinginkan oleh pengiklan.

Pada umumnya, iklan dapat diklasifikasikan dalam tipe-tipe besar antara lain :

1. Periklanan Produk

Yaitu tipe periklanan yang ditujukan untuk produk, seperti presentasi, promosi produk-produk baru, produk yang sudah ada, atau produk yang sudah mengalami inovasi.

2. Periklanan Eceran

Periklanan eceran (retail) sebuah iklan yang digunakan untuk mengiklankan retail (toko eceran), karena retail maka target audience nya bersifat lokal dan fokus pada toko (tidak secara nasional). Periklanan eceran memberikan tekanan pada harga, ketersediaan, lokasi dan jam-jam operasi.

3. Periklanan Korporasi

Pada umumnya periklanan korporasi dirancang dengan tujuan untuk menciptakan citra menguntungkan bagi sebuah perusahaan dan produk-produknya.

Tujuan utama periklanan ini adalah untuk membangun identitas korporasi atau untuk mendapatkan dukungan publik terhadap sudut pandang organisasi.

4. Periklanan Bisnis ke Bisnis

Periklanan ini ditujukan kepada para pelaku industri, pedagang perantara (pedagang partai/pengecer), serta para profesional.

5. Periklanan Politik

Sesuai dengan namanya, periklanan ini memiliki unsur-unsur politik, tujuannya untuk membujuk orang agar memilih mereka, mendukung mereka atau iklan yang digunakan oleh pemerintah untuk memperbaiki reputasi negara dll.

6. Periklanan Direktori

Bentuk terbaik periklanan direktori yang dikenal adalah Yellow Pages, meskipun sekarang terdapat berbagai jenis direktori yang menjalankan fungsi serupa seperti yang banyak dilihat pada media
internet.

Pada umumnya orang melihat periklanan direktori untuk
menemukan cara membeli sebuah produk atau jasa.

7. Periklanan Respon Langsung

Periklanan respon langsung melibatkan komunikasi dua arah di antara pengiklan dan konsumen. Periklanan ini menggunakan berbagai media seperti pos, televisi, koran, majalah dan konsumen dapat menanggapinya melalui pos, telepon, faks dan lain-lain.

8. Periklanan Pelayanan Masyarakat

Periklanan pelayanan masyarakat dirancang untuk kepentingan masyarakat dan mempromosikan kesejahteraan masyarakat.

Periklanan ini sering disebut dengan periklanan sosial masyarakat yang merupakan periklanan non-profit.

9. Periklanan Advokasi

Periklanan advokasi berkaitan dengan penyebaran gagasan gagasan dan klarifikasi isu sosial yang kontroversial dan menjadi kepentingan masyarakat, misalnya mengenai kontroversi alam dan lain lain.

Menurut Nani Nuraeni, S. Sos, jenis-jenis periklanan bila dilihat dari segi tujuannya dapat dibagi menjadi 3 macam yaitu :

1. Commercial Advertising

Iklan komersial adalah iklan yang bertujuan untuk mendukung kampanye pemasaran suatu produk/jasa.

Iklan ini terbagi lagi menjadi beberapa macam yaitu iklan strategis yang digunakan untuk membangun merek dan iklan taktis dengan tujuan mendesak seperti agar segera melakukan kontak dengan merek tertentu.

2. Corporate Advertising

Iklan koporasi adalah iklan yang bertujuan untuk membangun citra suatu perusahaan yang pada akhirnya diharapkan mampu membangun citra positif produk-produk atau jasa yang diproduksi oleh perusahaan tersebut.

3. Public Service Advertising

Iklan layanan masyarakat merupakan bagian dari kampanye social marketing yang memiliki tujuan untuk menjual gagasan atau ide untuk kepentingan atau pelayanan masyarakat.

Sumber : https://www.kitapunya.net/pengertian-fungsi-jenis-jenis-periklanan/

Meningkatkan Kemampuan dan Kontribusi

October 22, 2021 admin
0

4 Cara Seorang Pemimpin untuk Meningkatkan Kemampuan dan Kontribusi Pengikutnya

Pengikut ingin pemimpin mereka jujur, berpikiran maju, menginspirasi, dan kompeten. Seorang pemimpin harus dapat dipercaya, membayangkan masa depan organisasi, berkontribusi untuk menginspirasi orang lain , dan efektif dalam hal-hal yang akan mempengaruhi organisasi. Pengikut ingin sesama pengikutnya jujur dan kompeten tetapi juga dapat diandalkandan. Dengan demikian, kualitas rekan kerja yang diinginkan memiliki 2 kualitas: pemimpin dengan kejujuran dan kompetensi. Namun, pengikut sendiri menginginkan pengikut yang lain untuk dapat diandalkan dan kooperatif daripada berpikiran maju dan menginspirasi. Ciri yang membedakan peran kepemimpinan dengan peran pengikut, maka, bukan otoritas, pengetahuan, kekuasaan, atau gagasan konvensional lainnya tentang apa yang bukan pengikut. Sebaliknya, perbedaannya terletak pada kepemimpinan yang didefinisikan dengan jelas kegiatan menumbuhkan visi dan menginspirasi orang lain untuk mencapai visi itu.

Pengikut tidak ingin menjadi sasaran perilaku pemimpin yang tidak memberikan mereka kesempatan untuk memberikan kontribusi yang berharga. Pemimpin memiliki tanggung jawab untuk memungkinkan pengikut untuk sepenuhnya menyumbangkan ide dan kemampuan mereka. 4 cara khusus pemimpin meningkatkan kemampuan dan kontribusi pengikut adalah: (1) menawarkan kejelasan arah, (2) memberikan kesempatan untuk berkembang, (3) memberikan umpan balik yang sering, spesifik dan segera, serta (4) melindungi pengikut dari hambatan organisasi.

Kejelasan tujuan adalah tugas pemimpin untuk mengomunikasikan dengan jelas ke mana arah kelompok atau organisasi itu dan mengapa. Menciptakan visi yang menginspirasi hanyalah salah satu aspek dalam menentukan arah. Pengikut juga membutuhkan tujuan dan sasaran yang spesifik dan tidak ambigu pada kedua individu dan tingkat tim.

Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa tujuan yang jelas, spesifik, dan menantang meningkatkan motivasi dan kinerja orang. Memiliki tujuan yang jelas membantu orang tahu di mana harus memusatkan perhatian dan energi mereka, memungkinkan mereka untuk melacak kemajuan mereka sendiri, dan membuat mereka merasa bangga dan berprestasi ketika tujuan tercapai.

Aspek lain dari klarifikasi arah adalah membantu pengikut melihat pekerjaan yang cocok untuk mereka sendiri dalam konteks yang lebih besar dari tim, departemen, dan perusahaan . Inilah salah satu alasan banyak pemimpin menggunakan manajemen buku terbuka. Ketika orang bisa melihat gambaran keuangan yang lebih besar, mereka memiliki perspektif di mana organisasi berdiri dan bagaimana mereka dapat berkontribusi.

Pemimpin dapat bertindak sebagai pelatih untuk membantu pengikut meningkatkan keterampilan dan meningkatkan kemampuan pengembangan karir mereka. Pembinaan kepemimpinan adalah metode mengarahkan atau memfasilitasi pengikut dengan tujuan meningkatkan keterampilan tertentu atau mencapai perkembangan tujuan, seperti mengembangkan keterampilan manajemen waktu, meningkatkan produktivitas pribadi, atau mempersiapkan tanggung jawab baru. Melatih bukan berarti mencoba mengubah orang dan menjadikan mereka sesuatu yang lain dari apa adanya.

Sebaliknya, itu berarti membantu pengikut menyadari potensi mereka. Untuk memahami apa artinya menjadi pelatih kepemimpinan, pertimbangkan perbedaan dalam pola pikir dan perilaku yang diperlukan untuk mengelola versus melatih: Mengelola (Menceritakan ,Memberdayakan, dan Mengontrol). sedangkan  Melatih (Memberdayakan, Memfasilitasi, menghilangkan hambatan, dan Mengembangkan).

Daripada memberi tahu pengikut apa yang harus dilakukan, mengarahkan dan mengendalikan perilaku mereka, dan menilai kinerja mereka, yang merupakan peran manajemen tradisional, kepemimpinan pembinaan melibatkan pemberdayaan pengikut untuk mengeksplorasi, membantu mereka memahami dan belajar, memberikan dukungan, dan menghilangkan hambatan yang menghalangi kemampaun mereka untuk berkembang dan unggul. Manfaat yang pengikut dapatkan dari pelatihan kepemimpinan, termasuk mendapatkan perspektif baru, mendapatkan saran untuk menangani situasi organisasi tertentu, berurusan dengan politik organisasi, dan menerima dorongan dan mendukung.

Umpan balik yang jujur adalah salah satu elemen terpenting yang berkontribusi pada pertumbuhan dan pengembangan pengikut, tetapi banyak pemimpin tidak tahu bagaimana memberikan umpan balik yang baik. Pemimpin yang efektif melihat umpan balik sebagai jalan menuju perbaikan dan pengembangan, bukan sebagai sesuatu yang ditakuti.

Ketika seorang pemimpin memberikan umpan balik, itu menandakan bahwa pemimpin peduli tentang pertumbuhan pengikut dan pengembangan karir dan ingin membantu orang tersebut mencapai potensinya. Umpan balik terjadi ketika seorang pemimpin menggunakan evaluasi dan komunikasi untuk membantu individu belajar tentang diri mereka sendiri.

Pemimpin yang efektif memberikan hal positif dan umpan balik negatif yang konstruktif secara berkelanjutan. Pengikut menghargai umpan balik positif, tetapi mereka juga ingin tahu kapan mereka tidak melakukan apa yang diharapkan dari mereka, dan mereka ingin umpan baliknya cukup spesifik untuk memungkinkan mereka berbuat lebih baik. Berikut adalah beberapa cara para pemimpin dapat memberikan umpan balik yang menguntungkan pengikut dan mengurangi beban emosional pada pemimpin dan pengikut: Buatlah tepat waktu; Fokus pada kinerja, bukan orangnya; Buatlah spesifik; Fokus pada masa depan yang diinginkan, bukan masa lalu.

Perlidungan dari gangguan organisasi sangat diperlukan oleh pengikut untuk melakukan pekerjaan mereka dengan kemampuan terbaik mereka. Mereka tidak mau untuk terus-menerus diinterupsi oleh manajer yang menawarkan pertanyaan atau saran, dan mereka tidak ingin harus berjuang melawan politik organisasi, ketidakpastian pemimpin, atau prosedur yang tidak berguna. Para pemimpin terbaik ” bangga menjadi tameng pengikutnya.”organisasi yang mengganggu harus menjauh sehingga orang dapat melakukan pekerjaan mereka, dan mereka melindungi pengikut dari pemborosan waktu seperti praktik organisasi yang memberatkan, eksekutif yang lebih tinggi memaksa atau kritis, kasar atau berlebihan menuntut pelanggan atau klien, dan pertemuan yang tidak perlu.

sumber : https://www.kompasiana.com/frendky48063/6162f9676e7f011ffe6e4a92/4-cara-seorang-pemimpin-untuk-meningkatkan-kemampuan-kontribusi-pengikutnya?page=1&page_images=1

Persaingan Bisnis

October 5, 2021 admin
0

Dulu kalau mau beli barang secara online di luar negeri, prosesnya cukup ribet, biayanya mahal, dan pengirimannya pun sangat lama. Namun, beberapa tahun terakhir, belanja online dengan jangkauan internasional sudah sangat mudah dan murah. Kemajuan belanja online, pengiriman atau perpindahan barang dalam skala internasional saat ini nggak lepas dari pengaruh e-commerce raksasa dunia seperti Amazon dan Alibaba.

Kalau menurut Global Data, e-commerce terbesar di dunia diduduki Amazon di nomor pertama dan Alibaba di urutan kedua. Meski bersaing secara sengit, sebenarnya kedua raja e-commerce ini memiliki pendekatan dan model bisnis yang berbeda. Namun namanya juga bisnis, meski punya proses dan strategi yang berbeda, tujuan keduanya pun tetap sama, yakni mendapat keuntungan sebesar-besarnya. Apalagi sama-sama membidangi e-commerce, otomatis keduanya pasti bersaing untuk menunjukkan kedigdayaan masing-masing.

Tapi kalau dilihat dari susut pandang kita sebagai konsumen, yang lebih hebat bukan dari keuntungan mereka. Namun, dilihat dari yang bisa kirim barang lebih cepat duluan, kan?~ Jika kamu seorang pebisnis yang memiliki saingan sengit seperti Amazon dan Alibaba, apa yang akan kamu lakukan? Yuk coba kita simak seberapa kehebatan mereka dan proses yang mereka jalani untuk mengembangkan bisnis masing-masing.

Berasal dari dua belahan dunia yang berbeda, jangkauan bisnis Amazon dan Alibaba sudah mencapai seluruh pelosok dunia

Amazon didirikan oleh Jeff Bezos pada tahun 1994 di Bellevue, Washington, Amerika Serikat dan mulai beroperasi sepenuhnya pada tahun 1995. Sejak awal berdiri, Amazon fokus pada toko ritel buku dan kaset online. Amazon berhasil mendapat penjualan tertinggi pada 1997 dengan meraup keuntungan sekitar 500 ribu dolar. Setelah itu Bezos mengembangkan Amazon sehingga terus maju pesat dengan menjual barang elektronik, perangkat lunak video game, pakaian, furtnitur, makanan, mainan, perhiasan dan sebagainya.

Sementara itu, Alibaba didirikan pada tahun 1999 oleh Jack Ma dan teman-temannya di Cina. Sejak awal berdiri, Alibaba sudah fokus untuk menjadi e-commerce global untuk membantu eksportir, pabrik dan pengusaha di Tiongkok supaya bisa menjangkau pasar internasional. Bahkan saat ini Alibaba sedang mengincar pasar di Amerika, di mana saingannya, Amazon yang sudah menjadi raja di sana. Di balik upaya tersebut, Alibaba butuh waktu 15 tahun hingga bisa sebesar dan berpengaruh di dunia e-commerce seperti saat ini.

Secara pendapatan per tahun, Alibaba memang masih jauh di bawah Amazon. Namun secara pertumbuhan bisnis, Amazon kalah jauh dengan Alibaba

Melansir dari Forbes, keuntungan Amazon dan Alibaba melonjak pada kuartal ketiga tahun 2020 atau saat pandemi Covid-19 berlangsung. Amazon memiliki mendapatan 280 miliar dolar dan Alibaba 72 miliar dolar atau kurang dari sepertiga penghasilan saingannya. Namun, itu adalah angka pendapatan saja, jika dilihat dari pertumbuhan bisnisnya, Alibaba lebih unggul yakni sebanyak 37,5 persen sementara Amazon hanya 14,6 persen. Hal ini ada kemungkinan dipengaruhi oleh kantor cabang masing-masing di mana Amazon memiliki cabang atau gudang induk di 100 negara sementara Alibaba memiliki cabang di 200 negara. Kendati demikian, keduanya memang sedang bersaing dengan pendekatan dan model bisnis masing-masing untuk merajai e-commerce dunia.

sumber : https://www.hipwee.com/sukses/amazon-vs-alibaba/

Tips Mengatasi Komplain dan Review Buruk

September 23, 2021 admin
0

Salah satu masalah yang kerap dihadapi oleh pemilik bisnis adalah keluhan pelanggan. Keluhan pelanggan ada beragam penyebabnya. Umumnya keluhan atau komplain pelanggan ini disampaikan di tempat, melalui nomor kontak ataupun media sosial. Jika keluhan pelanggan tidak ditangani dengan baik, pelanggan bisa saja meninggalkan komentar atau review buruk di halaman akun bisnis ataupun Google Review.

Bagi bisnis kuliner, review atau ulasan pelanggan adalah salah satu hal yang penting. Sebab dengan review yang baik dapat menarik pelanggan lain untuk menikmati sajian kuliner tersebut. Penting bagi pemilik bisnis untuk mengatasi keluhan pelanggan dengan baik. Namun, tak jarang banyak pemilik bisnis yang bingung dalam mengatasi komplain pelanggan. Simak tips mengatasi komplain dari review buruk dari pelanggan di bawah ini!

1. Pahami konteks terlebih dahulu

Terkadang pelanggan sudah keburu emosi dan menyampaikan dengan marah-marah ataupun dengan kata-kata kasar. Sebelum membalasnya, tenangkan diri dulu dan tahan emosi. Jika membalasnya dengan amarah akan membuat situasi semakin buruk.

Jika keluhan disampaikan secara langsung, minta pelanggan untuk tenang dan mengulanginya dengan perlahan-lahan. Pahami kondisi atau konteks yang menjadi keluhan pelanggan. Tidak perlu langsung dijawab, jika butuh waktu untuk memikirkan atau mencarikan solusinya, beritahukan pelanggan.

2. Sampaikan permohonan maaf

Pertama-tama sampaikan permohonan maaf dahulu.Dengan permohonan maaf, pelanggan sudah merasa sedikit tenang. Sampaikan permohonan maaf yang cukup spesifik pada pelanggan, sesuai dengan konteks yang menjadi keluhan.

Seperti, Mohon maaf pelayanan kurang memuaskan, Maaf makanan terlalu asin, Mohon dimaafkan ruangan terlalu panas hari ini dan lain sebagainya. Tambahkan bahwa hal tersebut akan menjadi evaluasi dan akan segera diperbaiki.

3. Pelanggan belum tentu benar

Setelah meminta maaf, jelaskan dengan runut aturan dan prosedur yang diterapkan di restoran atau bisnis kuliner tersebut. Ada kalanya bisnis yang salah namun ada kalanya pula pelanggan yang salah. Terkadang pelanggan tidak tahu banyak mengenai bisnis kuliner tersebut dan langsung menyampaikan keluhan jika tidak sesuai keinginannya.

Misalnya, pelanggan mengeluhkan masakan terlalu pedas, padahal kuliner tersebut menyajikan masakan-masakan yang pedas. Atau pelanggan marah-marah karena tidak kedapatan tempat, padahal sudah disediakan nomor reservasi yang bisa dihubungi untuk memesan tempat.

Jika konteks keluhan seperti contoh di atas, sampaikan kepada pelanggan dengan baik, bahwa restoran ini menjual masakan-masakan pedas yang menjadi menu favorit. Jika tidak ingin masakan terlalu pedas, bisa mencoba menu lain untuk kunjungan selanjutnya.

Untuk konteks reservasi, berikan nomor reservasi yang bisa dihubungi untuk memesan tempat. Sampaikan minimal berapa hari untuk reservasi dan jumlah reservasinya.

4. Berikan compliment

Jika pada saat keluhan disampaikan dan ternyata sisi bisnis kuliner yang salah, maka berikan solusi. Setelah meminta maaf, berikan solusi nyata kepada pelanggan. Solusi ini bisa berupa solusi langsung atau tidak langsung.

Untuk solusi langsung, sebagai contoh, jika makanan ada yang kurang atau terlalu lama datang, padahal pelanggan sudah selesai makan, bungkus makanan yang terlambat tersebut dan beri potongan harga. Contoh lainnya, jika pelanggan memesan lewat aplikasi ojek online dan item makanannya kurang, susulkan makanan tersebut dan berikan compliment sebagai permintaan maaf.

Sedangkan solusi tidak langsung bisa berupa voucher potongan harga untuk kedatangan selanjutnya. Hal ini bisa diterapkan ketika ada pelanggan yang komplain melalui media sosial ataupun memberikan komentar yang buruk di Google Review. Hubungi pelanggan tersebut, sampaikan permintaan maaf dan berikan compliment berupa voucher atau free food.

5. Tetap berikan service yang terbaik

Baik pujian maupun keluhan yang dilontarkan oleh pelanggan, tetap berikan service yang terbaik. Jangan jadi ‘ngambek’ dan membiarkan keluhan pelanggan berlarut-larut. Hal ini dapat berakibat buruk, sebab jika komentar buruk itu sudah tersebar kemana-mana, akan membuat bisnis kuliner menurun.

Jangan remehkan kekuatan review, terutama saat ini di Google Review. Usahakan selalu membalas ulasan di Google Review, hal ini dapat mengindikasikan bahwa bisnis kuliner peduli dengan pelanggannya.

Usahakan membalas keluhan dan ulasan buruk dengan bahasa yang baik dan sopan. Berikan penjelasan yang lengkap mengenai keluhan yang disampaikan. Gunakan bahasa yang mudah dimengerti dan tidak berbelit-belit untuk menghindari kesalahpahaman. Akhiri dengan salam dan selalu tawarkan pelanggan untuk berkunjung kembali.

Mengelola bisnis kuliner tidaklah mudah, apalagi ketika menghadapi keluhan pelanggan. Tapi, bisnis kuliner harus terbuka untuk kritik dan saran. Dengan kritik dan saran, membuat bisnis kuliner menjadi lebih baik dan berkembang ke depannya. Jangan anti dengan kritik, ya!

sumber : https://www.hipwee.com/list/tips-mengatasi-komplain-dan-review-buruk-dari-pelanggan-untuk-bisnis-kuliner/

Berbagai Jenis Pekerjaan di Bidang Sales

September 4, 2021 admin
0

Memahami Pengertian Sales dan Berbagai Jenis Pekerjaan di Bidang Ini

Sales adalah bagian dari aktivitas penjualan produk, barang, dan layanan yang dilakukan penjual ke pembeli. Orang-orang yang melakukannya biasanya terdiri atas satu tim.

Di beberapa perusahaan, aktivitas ini menjadi satu divisi tersendiri yang terdiri dari beragam peran. Namun, di beberapa perusahaan yang lain, proses penjualan termasuk ke dalam divisi pemasaran atau juga divisi komersial.

Namun, sebenarnya apa tanggung jawab utama tim sales? Siapa saja orang-orang yang ada di tim ini?

Tenang saja, di artikel ini, Glints akan menjabarkan tentang apa itu sales, istilah-istilah umum yang kerap ditemui dalam bidang ini, serta berbagai pekerjaan yang bisa kamu telusuri.

Apa Itu Sales?

Menurut HubSpot, sales adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan aktivitas penjualan barang atau jasa. Lazimnya, setiap perusahaan memang memiliki tim tersendiri yang bertanggung jawab atas penjualan.

Ada tiga unsur utama yang melatarbelakangi kinerja dan tanggung jawab dari tim ini. Pertama adalah daerah atau wilayah penjualan.

Tim penjualan akan bergerak setelah memetakan daerah penjualan mereka, sehingga mereka tahu ke mana harus menjual barang atau jasa.

Kedua, barang atau jasa yang dijual. Dengan memahami secara mendalam barang atau jasa yang dijual, tim penjualan akan tahu strategi penjualan apa yang akan mereka terapkan.

Ketiga, target pelanggan. Setelah tahu daerah penjualan dan barang atau jasa yang dijual, maka tim penjualan akan tahu target pelanggan seperti apa yang akan mereka kejar. Target pelanggan ini juga jadi salah satu kunci keberhasilan proses penjualan.

Selain itu, perlu dipahami juga bahwa sales dan marketing adalah dua proses yang hampir mirip, tapi punya arti yang berbeda.

Keduanya sama-sama bicara penjualan. Akan tetapi, secara proses, keduanya berbeda. Jadi jangan sampai tertukar, ya.

Istilah-Istilah Umum dalam Sales

1. Salesperson

Pekerjaan utama seorang salesperson adalah menjual produk, barang, atau layanan kepada pembeli. Orang tersebut menggunakan teknik penjualan tertentu untuk mencari tahu apa yang diinginkan pembeli.

Dari situ, ia akan menyarankan produk atau layanan yang memenuhi kebutuhan para pembeli.

Dalam beberapa kondisi, salesperson bekerja supaya para pembeli tetap menggunakan produk mereka. Namun, dalam kondisi lain, ia juga kemungkinan diharuskan untuk mendatangkan pembeli baru.

Pada intinya, tanggung jawab utama dan target pembeli seorang salesperson tergantung dari situasi dan kebutuhan perusahaan itu sendiri.

2. Prospek

Dilihat dari makna katanya, prospek adalah organisasi atau klien berpotensi yang menyerupai profil pelanggan ideal.

Namun, dalam dunia penjualan dan bisnis, prospek juga termasuk mereka yang belum memiliki minat pada produk, barang, atau layanan yang dijual.

Istilah prospek juga merujuk kepada cara yang digunakan oleh salesperson dalam mendekati pelanggan. Beberapa contohnya adalah panggilan telepon, email marketing, serta social selling.

Jika salesperson berhasil melakukan prospek kepada pelanggan, ia pun bisa mulai ke tahapan selanjutnya, yaitu deal.

3. Deal

Ketiga, ada istilah yang disebut dealDeal sendiri adalah persetujuan antara harga beli dengan barang atau jasa yang dijual. Dalam proses jual beli, deal ini memiliki banyak tingkatan.

Nah, tingkatan ini bisa berbeda-beda, tergantung bisnis dan industri yang dijalankan oleh perusahaan. Salesperson bisa menyusun rencana deal sesuai kebutuhan dan kondisi.

Tujuannya supaya proses penjualan bisa berjalan sesuai periode waktu yang ditentukan dan target yang dicanangkan.

4. Sales pipeline

Keempat, ada istilah sales pipeline. Istilah ini mengacu pada langkah-langkah dalam proses penjualan produk, barang, atau layanan. Pipeline ini menjadi gambaran nyata dari proses penjualan itu sendiri.

Salah satu pipeline yang banyak dijadikan acuan adalah diagram rencana sebuah tim penjualan.

Diagram ini biasanya menggambarkan serangkaian tahap yang harus dilalui dari menilai prospek, bertemu dengan prospek, menawarkan barang atau jasa, hingga akhirnya terjadi transaksi atau deal.

5. Sales plan

Istilah ini berbeda dengan sales pipeline. Istilah ini menyangkut gambaran jangka panjang dari tujuan, strategi, serta objektif dari sebuah tim penjualan sebuah perusahaan.

Di dalamnya, ada detail-detail mengenai target pelanggan, kondisi pasar, target pendapatan, harga, struktur tim, dan yang lainnya.

Sales plan juga menyertakan taktik dan teknik untuk mencapai target dari waktu yang sudah yang ditetapkan.

Jenis-Jenis Pekerjaan dalam Sales

1. Sales Representative

Pekerjaan pertama di dunia sales menurut menurut The Balance Careers adalah representative. Posisi ini adalah tingkat dasar di sebuah tim penjualan.

Mereka adalah orang-orang yang jadi ujung tombak proses penjualan. Jika sukses di posisi ini, maka kemungkinan untuk naik ke posisi yang lebih tinggi akan terbuka.

Berikut adalah variasi sebutan yang cukup umum untuk posisi sales representative di perusahaan: agen penjualan, account representativeadvertising representativebrand ambassador, dan lain sebagainya.

2. Sales Management

Kedua, ada sales management. Posisi ini adalah posisi setingkat di atas sales representativeSales manager setingkat dengan supervisor, yang membawahi beberapa sales representative di bawahnya.

Sales manager memimpin tim penjualan untuk sebuah perusahaan. Mereka yang menetapkan goal dan menganalisis penjualan.

Di beberapa perusahaan, posisi ini diharuskan untuk punya hubungan baik dengan pembeli besar dan ditujukan agar pembeli besar tersebut setia.

Berikut adalah sebutan untuk posisi sales manager yang umum di perusahaan: account manager, area manager, business development manager, franchise development manager, dan lain-lain.

3. Sales Administrative

Tim administratif  biasanya akan membantu tim penjualan dari segi administrasi. Contohnya mengurus izin perjalanan, menyiapkan marketing kit untuk pembeli, menyiapkan quotation, hingga menghitung dan mengurus administrasi bonus-bonus yang diberikan apabila pembeli setia.

Di beberapa perusahaan, mereka juga yang menjadi jembatan antara tim sales dan tim marketing.

Berikut adalah sebutan untuk posisi administratif penjualan di sebuah perusahaan: business development representativeenterprise representativefinancial assistant, dan industry representative.

4. Account Executive

Keempat, ada posisi account executive yang sering disingkat AE. Posisi ini hampir serupa dengan sales manager, meski tugasnya sedikit lebih banyak.

Secara umum, tugas AE adalah menciptakan sebuah relasi antara perusahaan dengan klien serta mempertahankan relasi dengan klien yang sudah ada. Jadi fokusnya bukanlah untuk menjaring klien baru.

Secara umum, seorang AE diharuskan untuk mengantongi pengetahuan produk yang luas. Selain itu, mereka juga memiliki pemahaman lebih tentang tren industri.

Dengan pengetahuan tersebut, biasanya pekerjaan account executive membuat mereka hanya dekat dengan pembeli tetap.

Berikut adalah sebutan untuk posisi account executive yang banyak ditemui di perusahaan: channel partner executiveaccount handlerclient executive, dan lain-lain.

5. Executive-Level Management

Pada umumnya, posisi ini menentukan dan mengarahkan tujuan penjualan dari sebuah perusahaan. Tentunya, tujuan yang ditetapkan adalah target jangka panjang.

Selain itu, mereka juga bertanggung jawab dalam rencana pemasaran hingga membuat rencana hubungan perusahaan dengan pembeli.

Untuk menjabat di posisi ini, biasanya diperlukan pengalaman 10 tahun atau lebih di bidang penjualan.

Pengalaman tersebut tentunya harus didukung oleh pengetahuan akan persaingan pasar dan produk yang ditawarkan kepada pembeli.

Berikut adalah sebutan untuk posisi executive-level management: sales directorchief sales officer, hingga chief financial officer.

sumber : https://glints.com/id/lowongan/apa-itu-sales/#.YXX1JJ5Bw2y

Tips dan Trik Agar Bisnis Tetap Bertahan

August 27, 2021 admin
0

LINK UMKM –  Mendirikan bisnis bukanlah hal yang mudah. Perlu pemikiran dan keputusan yang matang agar bisnis mendatangkan untung.

Terlebih, di masa pandemi yang serba sulit ini, kamu harus terus kreatif untuk bisa menjalankan bisnis. Namun, tantangan sebenarnya adalah bagaimana bisnis mampu mempertahankan eksistensinya agar tidak redup di tengah banyaknya tren dan bisnis baru yang bermunculan.

Ada beberapa strategi yang dapat dilakukan oleh para pelaku bisnis:

Pertama, perkuat identitas brand dan perluas pasar.

Guna menjangkau lebih banyak konsumen, pelaku bisnis harus mengoptimalkan upaya pemasaran produk mereka secara rutin.

Salah satu caranya adalah penggunaan media sosial dan platform e-commerce. Gunakan hal-hal tersebut tentunya membutuhkan perencanaan yang matang mengenai identitas brand dan produk yang ingin dipasarkan.

Sehingga strategi pemasaran dapat dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.

Kedua, pahami Kebutuhan Konsumen

Tak hanya menghadirkan bisnis yang ngetren, pelaku bisnis juga harus memposisikan diri sebagai konsumen dan melakukan riset pasar agar dapat menciptakan inovasi yang sesuai.

Pastikan produk atau jasa yang ingin dikembangkan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen. Lalu rencanakan aspek finansial seperti kebutuhan modal dan harga penjualan secara matang.

Lakukan upaya ini secara berkala untuk terus berinovasi dan mengembangkan bisnis yang berkelanjutan.

Ketiga, manfaatkan momentum, serta terbuka dengan inovasi dan kolaborasi Ketika menemukan peluang bisnis pada tren yang sedang hangat, pelaku bisnis harus segera memanfaatkan momentum tersebut sebelum tren yang ada tergantikan dengan hal yang lebih baru.

sumber : https://linkumkm.id/news/detail/11005/tips-dan-trik-agar-bisnis-tetap-bertahan-di-tengah-gempuran-zaman

Sales Force

August 15, 2021 admin
0

Pengertian Sales Force

Sales Force adalah sebuah divisi, tim atau pegawai dalam perusahaan yang mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam proses penjualan produk maupun layanan (service). Aktivitas rutin yang dilakukan adalah mengunjungi atau menelpon pelanggan maupun calon konsumen.

Jadi, dapat diartikan bahwa Sales Force merupakan seorang tenaga penjualan. Jadi, tugas utama dari posisi ini adalah mengatur strategi penjualan, serta mengelola teknologi untuk meningkatkan penjualan produk atau layanan demi mendorong bisnis perusahaan.

Untuk dapat memaksimalkan hal tersebut, maka produktivitas kerja mampu tercapai dengan menggunakan bantuan perangkat lunak (software) berbasis CRM. Atau sering disebut dengan istilah Salesforce CRM (Customer Relationship Management).

Perbedaan Sales Force dengan CRM

Sistem informasi manajemen mempunyai banyak sekali jenis dan penerapannya dalam membantu meningkatkan mutu bisnis suatu usaha. Sales Force dan CRM merupakan beberapa contoh produk dari adanya sistem informasi manajemen (SIM) tersebut. Nah, kedua SIM tersebut juga dapat dikatakan memiliki perbedaan yang cukup mendasar.

Untuk CRM sendiri, merupakan teknologi untuk dapat mengelola hubungan dan interaksi antara perusahaan dengan pelanggan, serta calon konsumen potensial. Namun sebenarnya, hubungan antara Sales Force dan aplikasi CRM ini sangat erat kaitannya, dimana sistem CRM sangat dibutuhkan untuk dapat mengefisiensi waktu dan meningkatkan produktivitas kerja.

Sedangkan, untuk Sales Force sendiri bertujuan agar dapat mengotomasi atau mengembangkan bisnis jauh lebih baik lagi. Sistem otomatisasi bisnis ini dapat diperoleh melalui Sales Force Automation atau disingkat SFA.

Manfaat dari adanya SFA sendiri adalah untuk mengotomatisasi sistem pelaporan dan analisis data, membantu pelacakan KPI (Key Performance Indicator) dan GPS sales, serta manajemen data (entry atau dokumen).

Fungsi Sales Force

Fungsi utama dari adanya sistem informasi ini adalah untuk melakukan penjualan, sehingga dapat menghasilkan penghasilan yang signifikan. Berikut ini merupakan beberapa fungsi tambahan dari adanya Sales Force.

1. Meningkatkan Brand Awareness Perusahaan

User atau pengguna yang berkemungkinan menjadi pelanggan baru sangat memerlukan interaksi atau berkesempatan dalam menggunakan dan mempelajari bisnis yang anda tawarkan.

Salah satu channel atau media yang efektif untuk memulai sebuah promotion campaign adalah melalui media sosial dan website. Dengan adanya sebuah dukungan informasi yang relevan dan kredibel, maka anda dapat lebih mudah terhubung dengan calon pelanggan potensial tersebut.

Fungsi ini sangat dipermudah dengan adanya bantuan dari teknologi pendukung CRM. Contoh salah satu pengimplementasiannya adalah Whatsapp dengan fitur pesan pada WA Business API yang berupa sebuah template message, untuk dapat membantu memberikan informasi secara umum kepada pelanggan menggunakan FAQ Schema.

2. Meningkatkan Loyalitas Pelanggan

Sales representatif tentunya harus bekerja untuk dapat membangun kembali hubungan dengan pelanggan. Channel yang dapat digunakan adalah melalui media promosi, komunikasi yang terjalin baik, hingga penambahan diskon pada setiap layanan maupun produk.

3. Sebagai Sales Support

Fungsi dari Sales Support disini adalah untuk membantu tim Sales agar lebih cepat melakukan close deal. Fungsi lainnya dari Sales Support yakni menginvestigasi calon pengguna, membuat profil pelanggan, research data, dan mengumpulkan informasi pelanggan.

Hal tersebut juga termasuk ke dalam salah satu keunggulan dari adanya CRM sendiri untuk dapat menyimpan informasi terkait data pelanggan.

4. Menyediakan Layanan Pelanggan

Fungsi yang berikutnya adalah untuk memastikan semua permintaan dari pelanggan dapat terpenuhi dan mampu menjalin hubungan secara baik, serta harmonis menjadi objective utama sebuah perusahaan.

Memberikan pelayanan yang baik juga termasuk dalam meningkatkan kepuasan pelanggan dengan cara mempertahankan customer (retensi), supaya dapat menumbuhkan pendapatan secara maksimal.

5. Meningkatkan Pendapatan Bisnis

Membangun kepercayaan pelanggan terhadap layanan atau produk merupakan tanggung jawab bersama. Salah satu cara paling efektif yaitu dengan menggunakan Sales Force dengan mendapat dukungan dari Software CRM. Maka dari itu, anda perlu memperhatikan setiap proses penggunaanya untuk dapat meningkatkan penghasilan bisnis perusahaan.

Tugas dan Pekerjaan Sales Force

Tugas dan pekerjaan utama dari Sales Force sendiri adalah mampu menjual produk atau jasa sebaik dan seefektif mungkin. Dimana, tim sales atau marketing harus memiliki pengetahuan dan mengetahui bagaimana KPI dari penjualan perusahaan. Berikut ini merupakan beberapa contoh dari tugas dan tanggung jawab yang harus diselesaikan oleh Sales Force.

1. Memenuhi Target KPI

Sebagian besar bisnis tentunya mengukur pencapaian goals dengan menggunakan KPI sales yang tidak hanya berorientasi pada sektor pendapatan saja, namun juga kinerja dari tim penjualan. Hal ini juga berkaitan dengan pemberian insentif sesuai dengan hasil evaluasi yang telah dilakukan.

2. Melakukan Penjualan

Setiap anggota atau bagian dari departemen penjualan wajib untuk dapat menjual produk atau jasa yang ditawarkan kepada calon konsumen. Mereka juga harus berusaha agar produk yang dijual sampai kepada tangan pelanggan.

3. Menjalin Komunikasi yang Baik dengan Pelanggan

Pelanggan merupakan salah satu komponen utama dalam keberhasilan sebuah bisnis. Hal pertama yang harus dilakukan oleh salesman adalah membangun komunikasi yang baik dengan konsumen.

Manfaat dari Adanya Sales Force bagi Bisnis

Berikut ini terdapat beberapa manfaat atau keuntungan dari penerapan Sales Force dalam meningkatkan pertumbuhan konversi bisnis perusahaan.

  • Mampu mengotomatisasi proses komunikasi dengan pelanggan bisnis anda.
  • Mampu mendapatkan laporan penjualan secara analitik dan komprehensif.
  • Memonitoring keefektifan dari KPI.
  • Mendapatkan informasi secara real-time (langsung) terkait customer journey.
  • Memudahkan proses administrasi pada divisi sales dan marketing.

sumber : https://www.sekawanmedia.co.id/pengertian-sales-force/

Memanfaatkan YouTube dan Google Trends

July 21, 2021 admin
0

LINK UMKM –  Internet menjadi salah satu jalan pembuka bagi layanan penjualan di masa pandemi Covid-19. Tetapi, ada prinsip sederhana yang bisa digunakan untuk mengembangkan usaha ini.

Jika layanan bisnismu memiliki pesaing yang menggunakan laman web, kamu juga perlu membuatnya. Tapi, jiga model bisnismu bergerak di wilayah offline seperti makanan dan pakaian, kamu bisa memulainya dengan media sosial.

Selain itu, saat ini ada e-commerce yang fungsinya bisa menggantikan sebuah website. Anggap saja toko fisik, website, e-commerce, dan media sosial sebagai toko yang tidak pernah tutup dan selalu mendapat perhatian.

Setelah website dan media sosial dibangun, langkah selanjutnya adalah mempopulerkannya.

Dengan memiliki media sosial dan website yang sudah terkenal maka untuk strategi pemasarannya akan sangat mudah. Namun, menjadi populer saja tidak cukup.

Untuk itu, kamu perlu membuat konten pemasaran yang interaktif. Kampanye interaktif biasanya dilakukan di media sosial. Cara kerjanya adalah dengan mengunggah konten seperti biasa atau dalam bentuk kuis atau giveaway melalui aplikasi hashtag atau akun berikut.

Selain itu, kamu juga bisa menjajal teknik promosi memanfaatkan apa yang viral di media sosial.

sumber : https://linkumkm.id/news/detail/11085/mulai-garap-bisnis-di-era-digital-ikuti-tips-tips-ini

Kegiatan Bisnis Lainnya

July 13, 2021 admin
0

Kegiatan Bisnis Lainnya yang Perlu Dipahami Seorang HR

Mengelola sumber daya manusia yang dimiliki merupakan kewajiban utama dari bagian HR di setiap perusahaan. Pengelolaan ini tidak hanya terbatas pada lingkup kecil seperti administrasi, namun juga kepada pengembangan diri karyawan, pemilihan karyawan untuk berbagai posisi, dan persaingan di pasar tenaga kerja. Untuk itulah, Anda yang bekerja pada bagian ini juga perlu memahami kegiatan bisnis perusahaan.

Bukan berarti ketika Anda berada pada bagian HR kemudian Anda tidak memerlukan pengetahuan akan bagian lain. Justru karena HR mengelola elemen manusia dalam perusahaan, pemahaman pada bagian lain menjadi perlu dilakukan. Tujuannya adalah untuk dapat mengerti kebutuhan setiap bagian, dan merencanakan langkah strategis terkait SDM yang dimiliki.

Jika mungkin saja Anda malah ragu setelah membaca sedikit penjelasan di atas, mari lihat bagian selanjutnya. Pada bagian ini, akan dibahas keterkaitan dan urgensi dari pemahaman pada bidang kegiatan bisnis perusahaan yang lain.

Pelayanan Konsumen

Jika pelayanan konsumen atau customer service sering dikaitkan dengan hubungan dengan klien, dalam konteks ini persepsinya sedikit berbeda. Secara internal, bagian HR merupakan customer service. Dengan bagian penyedia adalah perusahaan dan pelanggan adalah karyawan, maka bagian HR perlu paham benar apa yang harus dilakukan.

Selayaknya customer service yang senantiasa ada untuk melayani pelanggan, maka HR juga harus selalu ada untuk ‘melayani’ karyawan. Berbagai keluhan, masukan, program pengembangan serta langkah strategis, adalah upaya untuk memuaskan kebutuhan karyawan yang berada pada posisi ‘pelanggan’.

Sales

Hampir disetiap perusahaan sales merupakan garda terdepan untuk menjual produk perusahaan. Tugas sales tidak sekedar hanya mendapatkan pelanggan, namun juga berhubungan dengan pelanggan. Proses interaksi yang terjalin idealnya dapat menyampaikan nilai dari perusahaan sehingga pelanggan tertarik dan memutuskan untuk melakukan pembelian.

Dengan tanggung jawab seperti ini, bagian sales tidak boleh diisi dengan orang yang asal-asalan. Dengan memahami sistem kerja dan tanggung jawab bagian sales, bagian HR kemudian dapat memilih karyawan yang dirasa tepat untuk melakukan aktivitas sales ini. Dengan harapan salesman atau saleswoman yang ditugaskan dapat memperoleh capaian maksimal.

Keuangan

Bagian yang juga awam disebut sebagai finance atau accounting ini juga perlu dipahami benar oleh HR. Apa urgensinya? Urgensinya terletak pada perencanaan dan eksekusi berbagai program yang akan dilaksanakan. Bagaimana program dapat dijalankan jika perencanaannya tidak sesuai dengan kondisi keuangan perusahaan?

Memahami kondisi keuangan perusahaan, keseimbangan masuk dan keluarnya dana segar serta aset yang dimiliki, menjadi perlu. Dalam rangka penyusunan dan eksekusi program ke-HR-an, bagian HR perlu terus berkoordinasi dengan bagian keuangan agar dapat menyusun langkah strategis yang sesuai dengan kondisi keuangan perusahaan, sehingga dapat dieksekusi dengan sempurna.

Marketing

Pemasaran dalam konteks ini adalah bagaimana perusahaan dapat ‘menjual’ dirinya di pasar tenaga kerja serta persaingan bisnis. Pasar tenaga kerja, merupakan sumber utama untuk mendapatkan SDM baru berkualitas, sehingga perlu langkah-langkah tepat agar citra perusahaan terbentuk dengan baik di pasar ini.

Ketika citra perusahaan nampak baik pada pasar tenaga kerja, maka potensi mendapatkan bibit-bibit unggul akan semakin besar. Calon karyawan tentu akan memilah perusahaan mana yang memiliki citra baik dan cukup bernilai untuk dimasuki. Tanpa bermaksud ‘mengobral’ nama perusahaan, namun tidak dapat dipungkiri bahwa tenaga kerja yang berkualitas juga semakin selektif dalam memilih tempat kerjanya.

Pembentukan image perusahaan dan karyawan di dalamnya menjadi tanggung jawab dari bagian HR. Dengan program yang tepat, perusahaan dapat mencitrakan diri sebagai satu lingkungan kerja yang menarik untuk calon karyawan. Hal ini juga berlaku untuk karyawan yang mungkin melakukan turnover atau pensiun. Testimoni yang kemudian mereka ungkapkan akan turut berpengaruh pada citra perusahaan.

Maka dari itulah, memperlakukan SDM yang dimiliki dengan baik sangat direkomendasikan. Agar ketika di kemudian hari karyawan tak lagi bekerja pada perusahaan ini, cerita yang keluar dari mereka adalah kisah positif. Hal ini secara langsung merupakan kegiatan pemasaran yang dilakukan dan bentuk investasi nilai pada karyawan yang pernah bekerja.

sumber : https://sleekr.co/blog/hr-harus-memahami-kegiatan-bisnis-lainnya/