Manfaat Teknologi Bagi Bisnis dan Perusahaan

January 4, 2022 admin
0

Manfaat Teknologi Informasi Bagi Bisnis Dan Perusahaan

Perkembangan teknologi informasi masa kini tidak lagi menjadi sesuatu yang bersifat terbatas atau hanya dimiliki golongan pekerja menengah ke atas. Pelaku bisnis kecil bahkan bisa mendapat manfaat teknologi informasi lewat berbagai perangkat. Dampaknya yang besar membuat teknologi informasi tidak terpisahkan dari dunia bisnis dan industri.

Teknologi informasi mencakup semua media, peralatan, sistem, dan perangkat yang membantu manusia menyampaikan serta mendapatkan informasi. Hal ini semakin penting di era digital 4.0, di mana hampir setiap kegiatan usaha tidak lepas dari teknologi dan media seperti internet, media sosial, perangkat seperti ponsel dan laptop, dan sebagainya. Layanan seperti pengembang produk TI juga semakin penting.

Manfaat Teknologi Informasi dalam Berbagai Bidang

Teknologi informasi membawa beragam manfaat spesifik bagi pelaku industri atau aktivitas di berbagai bidang. Inilah beberapa manfaat teknologi tersebut sesuai bidang tertentu.

1. Bisnis

Teknologi informasi membantu pelaku bisnis dalam berbagai aspek usaha, mulai dari promosi, kegiatan jual beli, layanan pelanggan, transaksi, hingga keamanan. Berikut beberapa contohnya:

a. Meningkatkan Efisiensi

Manfaat teknologi informasi cukup jelas dalam hal meningkatkan efisiensi. Pemilik bisnis bisa membuat laporan keuangan dengan cepat, menjawab pertanyaan umum (Frequently Asked Questions) menggunakan pesan berbasis sistem AI, hingga melakukan inventori stok dengan cepat.

b. Memudahkan Promosi

Teknologi promosi di era digital membantu pemilik bisnis meraih banyak orang dengan cepat sekaligus relatif tepat sasaran (menurut demografi dan target pasar). Email berlangganan, media sosial, situs video, forum, hingga situs interaktif menjadi “senjata” promosi masa kini.

c. Memudahkan Proses Evaluasi dan Peningkatan Mutu Bisnis

Evaluasi penting bagi bisnis untuk meningkatkan mutu. Teknologi informasi membantu pengumpulan data untuk evaluasi dan pelaporan yang lebih akurat serta efisien, misalnya menggunakan perangkat lunak khusus.

Bisnis juga mendapat keuntungan dari teknologi informasi dalam penjaminan keamanan, misalnya software development untuk mencegah pencurian data personal dan serangan siber.

2. Informasi

Peran teknologi informasi dalam bidang media dan penyebaran informasi tidak bisa disangkal. Beberapa contoh keuntungannya adalah:

a. Menyampaikan Informasi Genting dengan Cepat

Informasi genting seperti kabar bencana, kerusuhan, dan kejadian lain yang membutuhkan respons cepat bisa tersampaikan lebih cepat berkat dukungan teknologi informasi dan digital.

b. Memberi Suara ke Pihak yang Membutuhkan

Teknologi informasi seperti media sosial, internet, dan perangkat mobile memberi kesempatan bagi pihak tertentu untuk menyuarakan aspirasi dan protes dengan lebih mudah. Hal ini memberi dukungan bagi keadilan sipil.

c. Memudahkan Pengecekan Informasi

Informasi yang simpang-siur memang menjadi tantangan era digital, tetapi teknologi informasi juga memberi alat untuk membongkar kekeliruan dan pemalsuan.

Teknologi juga memudahkan anggota industri media untuk mendapat bahan berita yang beragam atau menciptakan pembahasan dari berbagai sudut pandang.

3. Kesehatan

Dunia kesehatan mendapat keuntungan besar dari berkembangnya teknologi informasi. Beberapa keuntungannya antara lain:

a. Mengurangi Potensi Kesalahan

Potensi kesalahan/error dalam menangani data pasien dapat berdampak fatal, terutama bagi pasien yang memiliki kondisi khusus. Teknologi informasi memudahkan pengelompokan data dan pembuatan sistem peringatan untuk pasien berkondisi khusus.

b. Memberi Akses Informasi lebih Luas

Sistem dalam teknologi informasi memberi akses luas ke informasi kesehatan. Hal ini tidak hanya bermanfaat bagi tenaga kesehatan, tetapi juga masyarakat awam. Mobile app development bahkan sudah banyak yang bekerja sama dengan pakar kesehatan dan dokter.

c. Meningkatkan Efisiensi Perawatan

Kondisi seorang pasien seringkali membutuhkan intervensi dari beberapa dokter ahli sekaligus. Teknologi informasi memungkinkan para dokter, perawat, dan staf kesehatan lain untuk berkoordinasi dengan lebih mudah demi merawat pasien berkondisi khusus.

Secara umum, teknologi informasi meningkatkan kinerja tenaga kesehatan sekaligus memberi lebih banyak akses informasi bagi pasien, pendamping, siswa bidang kesehatan, hingga masyarakat umum.

4. Komunikasi

Komunikasi merupakan salah satu tujuan utama pengembangan teknologi informasi. Manfaatnya bagi bidang komunikasi antara lain:

a. Menurunkan Biaya untuk Berkomunikasi

Hampir semua kalangan masyarakat kini bisa menikmati teknologi komunikasi seperti telepon dan internet dengan biaya lebih murah. Hal ini karena perkembangan teknologi informasi yang meluas.

b. Mempercepat Penyampaian Informasi

Manfaat teknologi informasi yang paling jelas adalah mempercepat arus informasi. Berita terbaru, kabar keluarga, hingga informasi jadwal acara bisa disampaikan dengan cepat lewat email, telepon, pesan singkat, dan sebagainya.

c. Memberi Akses Komunikasi lebih Merata

Perkembangan teknologi informasi menciptakan jaringan komunikasi lebih luas. Kini, banyak orang di pedesaan, kota kecil, hingga daerah terpencil punya kesempatan mendapat akses teknologi komunikasi serta sumber informasi.

Perkembangan dalam dunia komunikasi ini juga memberi kesempatan bagi perusahaan teknologi untuk memperluas jangkauan usaha dan layanan.

5. Kuliner

Industri kuliner dan produksi makanan banyak mendapat manfaat dari teknologi informasi, contohnya sebagai berikut:

a. Inventori Bahan Lebih Efisien

Inventori bahan sangat penting baik untuk restoran maupun pabrik pembuatan makanan. Teknologi informasi memudahkan proses inventori sekaligus memberi info jika ada produk yang stoknya tidak mencukupi.

b. Memudahkan Layanan Pemesanan Jarak Jauh

Pemesanan makanan jarak jauh semakin umum dalam tren gaya hidup, terutama di tengah situasi khusus seperti pandemi. Teknologi informasi memberi banyak alternatif mudah memesan makanan (dan mengelola sistem pemesanan).

c. Memperluas Variasi Produk dan Layanan

Industri kuliner dan pembuatan makanan harus terus berinovasi dalam produk serta layanan. Teknologi informasi memudahkan proses riset dan promosi yang dibutuhkan untuk melakukannya.

Industri kuliner dan makanan juga bisa meningkatkan efisiensi lewat teknologi informasi sehingga memudahkan untuk fokus pada aspek layanan.

6. Travel dan Hiburan

Industri travel dan hiburan banyak mendapat dukungan dari perkembangan teknologi informasi. Contoh keuntungan yang jelas terlihat adalah:

a. Kemudahan Layanan dan Pemesanan

Pengguna jasa travel serta fasilitas hiburan bisa menggunakan teknologi informasi untuk memesan secara mudah, misalnya lewat ponsel. Beragam layanan seperti pemesanan kamar khusus atau kendaraan untuk jadwal tertentu juga lebih mudah dilakukan dengan teknologi informasi.

b. Kemudahan Promosi dan Pemasaran

Teknologi informasi memudahkan aspek pemasaran dan promosi dalam jasa travel serta hiburan. Pesan singkat, email berlangganan, serta promosi media sosial menjadi andalan dalam industri tersebut.

c. Kemudahan Pemberian Rekomendasi

Rekomendasi tujuan perjalanan, produk hiburan, serta layanan travel dapat membantu perusahaan meningkatkan jumlah pengguna jasa mereka. Teknologi informasi memudahkan proses penyebaran informasi rekomendasi tersebut.

Industri travel dan hiburan secara tidak langsung juga mendapat manfaat dari pengguna teknologi informasi, misalnya pemilik akun media sosial yang mempromosikan suatu jasa atau produk travel dan hiburan.

Tantangan Teknologi bagi Perusahaan Masa Kini

Manfaat teknologi informasi untuk berbagai industri memang terlihat jelas, tetapi ada juga tantangan yang membutuhkan solusi atau peningkatan. Berikut beberapa tantangan terkait teknologi informasi dalam berbagai aspek usaha.

1. Ketenagakerjaan

Aspek ketenagakerjaan menghadapi beragam tantangan dengan semakin meluasnya penggunaan teknologi informasi. Misalnya, penggunaan teknologi yang semakin meluas dalam pendataan pegawai membuat risiko pembobolan informasi personal semakin besar. Risiko ini semakin besar pada pekerja yang terlibat dalam gig economy dan banyak bergantung pada alat serta saluran komunikasi untuk mencari uang.

Tantangan lainnya ada pada tren kerja jarak jauh (remote work) yang semakin populer pada abad ke-21. Pekerja jarak jauh membutuhkan beragam alat komunikasi untuk melakukan tugasnya dengan baik. Selain masalah mutu teknologi dan fasilitas, isu ketenagakerjaan dari pekerja jarak jauh juga mencakup keamanan dalam komunikasi.

2. Manajemen Risiko dan Krisis

Manajemen risiko dan krisis adalah bagian penting dari setiap perusahaan atau bisnis. Penerapan teknologi informasi membuat proses seperti pengumpulan dan evaluasi data menjadi lebih mudah. Akan tetapi, perkembangan teknologi informasi tetap memberi tantangan dalam aspek bisnis ini.

Manfaat teknologi informasi dalam hal manajemen risiko adalah meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko bisnis. Akan tetapi, arus informasi yang cepat masuk dan keluar bisa mengarah kepada “kelelahan informasi” (information fatigue). Hal ini menyulitkan proses penyaringan informasi dan ide karena adanya keharusan membedakan antara informasi asli atau bermanfaat dan informasi tidak berguna.

3. Operasional dan Rantai Pasokan

Perusahaan di era digital kini punya keharusan untuk mempekerjakan lebih banyak pakar atau staf bidang teknologi informasi untuk menjaga mutu operasi serta rantai pasokan. Hal ini menuntut lebih banyak modal karena pemilik keahlian ini sekarang memiliki nilai tinggi. Perusahaan yang tidak memiliki modal besar untuk mempekerjakan pakar TI terbaik akan kalah saing dari mereka yang sanggup melakukannya.

Pemilik perusahaan juga harus memiliki rencana cadangan jika mengalami kondisi darurat seperti pandemi atau situasi politik tidak menentu. Tanpa teknologi informasi yang berkualitas, aspek operasional dan rantai pasokan akan terganggu. Perusahaan juga harus memperhitungkan keharusan penggunaan gawai seperti ponsel dan laptop, terutama dengan meningkatnya pekerjaan jarak jauh (remote work).

4. Strategi

Tren bisnis dan perkembangan teknologi di era digital menghadapkan pemilik perusahaan pada iklim kompetitif yang dinamis. Hal ini berpengaruh pada strategi yang harus diambil. Pemilik perusahaan tidak bisa berpikir statis dan harus mampu menerapkan strategi fleksibel. Hal ini juga harus didukung dengan penerapan teknologi informasi, misalnya melibatkan IT consultant.

Perusahaan yang tidak memiliki teknologi informasi terbaik cenderung lambat dalam mengelola informasi. Hal ini berdampak pada kemampuan menganalisis tren, data, demografi terkini, dan sebaiknya. Akibatnya, perusahaan menjadi kurang efisien dalam mengatasi berbagai problem.

5. Pajak dan Pelaporan Keuangan

Salah satu tantangan utama teknologi bagi aspek perpajakan dan pelaporan keuangan adalah efisiensi. Perusahaan yang masih mengadopsi sistem perhitungan keuangan konvensional cenderung kesulitan menemukan data-data yang dibutuhkan saat diperlukan, misalnya ketika audit. Teknologi informasi juga diperlukan untuk membuat laporan secara cepat dan ringkas tetapi dengan tingkat kesalahan rendah.

Perusahaan biasanya melakukan prediksi kondisi keuangan (financial forecast) secara rutin. Akan tetapi, tanpa teknologi website development khusus dengan kemampuan pendataan akurat, prediksi ini bisa meleset jauh dan menjurus pada pelaksanaan strategi yang keliru.

Strategi Penerapan Teknologi Informasi Selama Pandemi

Manfaat teknologi informasi yang paling terasa saat ini adalah untuk mendukung bisnis selama pandemi. Walau merupakan peristiwa luar biasa, perusahaan tetap bergantung kepada teknologi informasi dan perangkat pendukungnya untuk menyesuaikan diri dengan situasi seperti WFH dan perkiraan ekonomi yang tidak menentu.

Dampak pandemi yang menimpa seluruh aspek bisnis menuntut penerapan teknologi informasi secara spesifik sesuai dengan bidangnya. Berikut beberapa strategi penerapan teknologi yang bisa dilakukan:

1. Menentukan Fungsi Inti yang Bisa Dikelola secara Remote

Perusahaan bisa melakukan efisiensi dan tindakan keamanan dengan menetapkan fungsi yang bisa dikelola dari jauh. Teknologi informasi seperti internet, perangkat komunikasi video, dan sistem cloud internal perusahaan membantu dalam hal pengelolaan fungsi pekerjaan yang bersifat remote.

2. Menunjuk Satu Pemimpin dan Tim Pendukung untuk Krisis

Manajemen krisis selama pandemi akan membutuhkan banyak komunikasi. Hal ini berlaku bahkan ketika sebagian besar pegawai mungkin bekerja dari rumah. Dalam hal manajemen risiko, situasi ini berisiko menciptakan birokrasi ruwet untuk mengatasi masalah yang muncul dalam setiap aktivitas bisnis.

Salah satu strategi yang bisa digunakan adalah menunjuk satu pemimpin khusus untuk merespons situasi darurat. Sosok ini harus didukung oleh tim pendukung dengan anggota yang juga ditetapkan dari awal, lengkap dengan fungsi masing-masing. Mereka harus memiliki saluran komunikasi khusus untuk penanganan situasi darurat yang bisa diakses setiap departemen.

3. Perkuat Aspek Komunikasi

Situasi khusus seperti pandemi berisiko memperlambat atau menghambat berbagai aktivitas di semua lini bisnis, mulai dari produksi, logistik dan rantai pasokan, hingga penjualan. Komunikasi wajib menjadi faktor penting dalam pengelolaan bisnis. Anda bisa bekerja sama dengan software house untuk menciptakan lebih banyak saluran komunikasi yang dikelola secara terarah untuk berbagai departemen, dari produksi, distribusi, hingga pemasaran.

4. Menyaring Arus Informasi

Pakar TI serta berbagai departemen terkait komunikasi di perusahaan harus pandai menyaring arus informasi dari luar. Hal ini berguna untuk mencegah analisis keliru terhadap kondisi bisnis, ekonomi, dan keuangan perusahaan. Perusahaan sebaiknya juga melatih karyawan dari setiap departemen untuk belajar menyaring informasi dari sumber seperti situs dan media sosial, misalnya mengenali kabar yang hanya mengandung klaim berlebihan tanpa bukti.

5. Membuat Simulasi

Simulasi sangat penting terutama dalam menghadapi kondisi sekitar yang tidak menentu. Perusahaan bisa melakukan hal ini terkait sistem manajemen risiko dengan mempertimbangkan skenario jangka pendek dan panjang. Teknologi informasi bisa dimanfaatkan untuk menganalisis data serta situasi terkini demi membuat simulasi yang lebih akurat.

Tips dan Saran Tambahan

Secara umum, manfaat teknologi informasi bisa digali oleh semua jenis perusahaan, mulai dari yang berskala kecil hingga korporasi raksasa. Tren teknologi yang berubah dengan cepat di era digital menuntut perusahaan cepat beradaptasi. Akan tetapi, ada beberapa prinsip umum yang harus diikuti jika perusahaan ingin sukses menerapkan teknologi tersebut.

Berikut tujuh strategi menerapkan teknologi informasi dalam perusahaan yang bisa diaplikasikan di berbagai industri.

1. Pentingkan Fleksibilitas dan Kecepatan

Fleksibilitas pada fungsi merupakan syarat utama sistem teknologi informasi di berbagai industri. Pakar TI biasanya mengakalinya dengan menerapkan sistem modular yang memuat berbagai fungsi. Hal ini agar pemilik perusahaan bisa dengan mudah menghubungkan beragam alat dan fungsi jika diperlukan sehingga bisnis bisa langsung beradaptasi terhadap persaingan.

Kecepatan juga menjadi unsur penting dalam penerapan teknologi. Perusahaan bisa menerapkannya dengan memanfaatkan fungsi otomatisasi dan kecerdasan buatan untuk mendukung fungsi rutin. Perusahaan kemudian bisa berfokus pada sumber daya manusia untuk fungsi lain agar lebih efisien.

2. Sesuaikan Teknologi dengan Kultur Karyawan

Teknologi informasi canggih tidak akan bekerja secara efektif tanpa dukungan kultur karyawan. Ketika perusahaan menerapkan teknologi baru, pastikan bahwa karyawan memahami cara memanfaatkannya secara efisien sekaligus aman. Pastikan juga perusahaan memberi program pelatihan bagi karyawan jika ingin menerapkan suatu sistem secara luas.

Pelatihan karyawan serta adaptasi kultur ini juga berlaku dalam aspek keamanan. Karyawan perusahaan harus memahami cara aman memanfaatkan teknologi perusahaan tanpa mengorbankan privasi.

3. Pusatkan Teknologi pada Aspek Layanan

Perusahaan masa kini wajib mengubah pola pikir terkait jenis sistem yang mereka tanamkan dalam teknologi. Ketika memilih sistem, perusahaan harus mendasarkan alasannya pada jenis dan kualitas layanan yang akan disediakan untuk pelanggan. Hal ini berbeda dengan tren konvensional ketika perusahaan lebih mementingkan manfaat sistem untuk internal dan bukan kepuasan pelanggan.

Pastikan perwakilan perusahaan berkomunikasi dengan pakar TI tentang kebutuhan untuk berpusat pada aspek layanan. Pertanyaan pentingnya adalah: layanan semacam apa yang bisa diberikan perusahaan pada klien? Nilai dan kemudahan macam apa yang klien atau konsumen bisa dapatkan dari sistem tersebut?

4. Terapkan Perubahan Secara Bertahap

Ketika perusahaan hendak menerapkan sistem teknologi baru, mereka sering melakukan pendekatan big bang, yaitu menciptakan perombakan besar mendadak terhadap sistem. Hal ini akan mengejutkan klien yang tidak siap dan karyawan juga kesulitan beradaptasi. Masalah ini semakin besar jika perusahaan melayani kebutuhan rutin masyarakat atau memiliki sistem kerja cepat, misalnya bank.

Teknologi informasi masa kini sebaiknya diterapkan secara bertahap. Pilih periode “rilis” khusus untuk setiap elemen sistem agar Anda tidak perlu sekaligus mengubah sistem yang sudah ada. Pastikan memberi pengumuman kepada klien atau konsumen dan karyawan tentang perubahan yang sudah Anda lakukan, misalnya pada fitur situs resmi, metode pemesanan, dan sebagainya.

Akhirnya, jangan lupa meminta ulasan atau tanggapan, baik dari klien dan konsumen maupun karyawan. Gunakan pendapat atau keluhan mereka untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan kecil yang masih ada.

5. Seleksi “Sumber Daya Pendukung” yang Solid sejak Awal

Penerapan sistem teknologi informasi baru di perusahaan membutuhkan dukungan sumber daya solid. Pemilik perusahaan bisa mengakalinya dengan membentuk sistem pendukung yang berkualitas sejak langkah perencanaan penggantian sistem dilakukan. Misalnya, pemilik perusahaan bisa menunjuk tim khusus dengan pengalaman dan kemampuan beragam yang mampu mengelola penerapan sistem dari berbagai sudut pandang.

6. Tekankan Pemilihan Teknologi pada Keunggulan Perusahaan

Perusahaan ukuran sedang hingga besar memiliki kategori teknologi yang rumit dan memiliki fungsi spesifik. Hal ini bisa menciptakan kerumitan pada sistem yang menyulitkan staf TI untuk mengelolanya. Pemilik perusahaan bisa membuat pengelolaan lebih mudah dengan berfokus pada keunggulan khusus bisnis mereka sebagai patokan utama.

Keunggulan khusus ini bisa beragam. Misalnya, perusahaan penjual pakaian mungkin memiliki sistem inventori yang bisa membantu pegawai menemukan baju sesuai bahan dan motif secara singkat. Bisnis kuliner memiliki sistem prioritas pemesanan agar pembeli dari rumah bisa mendapat pesanan mereka dengan lebih cepat. Jadikan keunggulan ini sebagai patokan utama pengelolaan sistem.

7. Tekankan Nilai pada Kepuasan Pelanggan

Menciptakan kepuasan pelanggan bukan hal baru dalam industri, namun era industri digital masa kini menjadikannya sebagai inti dari penerapan teknologi informasi. Ada tiga pertanyaan penting terkait kepuasan pelanggan sebelum perusahaan memilih teknologi untuk diterapkan:

  • Bagaimana teknologi baru ini bisa membawa nilai lebih untuk pelanggan?
  • Apa masalah pelanggan yang paling umum dan bagaimana teknologi ini bisa menolong mereka?
  • Mengapa kita harus melakukan transformasi teknologi ini sekarang juga? Apa urgensinya?

Dengan berpatokan kepada tiga pertanyaan tersebut, perusahaan bisa memusatkan penerapan teknologi informasi kepada kepuasan pelanggan.

Penutup

Teknologi informasi bukan barang baru dalam dunia usaha, tetapi penerapan di era digital 4.0 lebih intens dari sebelumnya. Manfaat teknologi informasi untuk dunia usaha sangat beragam, jadi pastikan memilih rekan teknologi seperti pengembang software berkualitas. Dengan berkolaborasi bersama software house bisnis Akan lebih cepat dalam memanfaatkan teknologi informasi! Jadi mulailah mencari software house terpercaya, seperti SoftwareSeni. Akhir kata, gunakanlah panduan ini sebagai informasi awal sebelum menciptakan bisnis sendiri walau kecil.

Sumber : https://www.softwareseni.co.id/blog/teknologi-informasi-bagi-bisnis-dan-perusahaan

Strategi Digital Marketing

December 24, 2021 admin
0

Strategi Digital Marketing

Strategi Digital Marketing paling banyak digunakan untuk memperkenalkan produk dan menjangkau konsumen, banyak pengusaha yang meremehkan strategi marketing ini padahal memiliki strategi untuk berbisnis adalah cara yang sangat bagus untuk meningkatkan penjualan.

Anda harus memilih channel yang tepat untuk digital marketing, harus anda ketahui bahwa market untuk bisnis bukan di website namun berada di sosial media.

Namun ada beberapa usaha yang bisa dimaksimalkan menggunakan website seperti konsultan pajak, agen travel, usaha rental, catering, event organizer dan masih banyak lagi. Banyak contoh strategi pemasaran digital dari SEO,SEM, Email Marketing, Influencer dan lainnya.

Search Marketing sangat berhubungan dengan strategi marketing, apa sih Search Marketing itu? Yaitu sebuah proses yang dilakukan untuk mendapatkan trafik dengan cara gratis ataupun berbayar.

Search Marketing hanya ada 2 (dua) hal yang harus dijalankan yaitu SEO dan SEM, dari SEO mendapatkan trafik yang gratis, sedangkan SEO mendpatkan trafik dengan cara berbayar, namun hanya trafik untuk closing saja.

Strategi Digital yang murah namun ROI sangat tinggi, caranya hanya menggunakan dua strategi saja SEO dan SEM.

Sumber : https://www.kompasiana.com/awa97171/61c5824817e4ac4cf4245cf3/strategi-digital-marketing

Pentingnya Mengerti Teknologi

December 15, 2021 admin
0

Pentingnya Mengerti Teknologi bagi Calon Karyawan di Era Digital

Pernahkah Anda bertanya-tanya seperti apa hidup kita tanpa Teknologi? Mungkin rasanya seperti hidup di jaman kuno? Saat itu, belum ada teknologi , dan manusia masih hidup di bawah semua batasan. Untungnya dengan perkembangan jaman, ilmu pengetahuan dan teknologi terus berkembang yang memainkan peran yang sangat penting dalam kehidupan manusia.

Tidak dapat dipungkiri bahwa teknologi merupakan bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Teknologi adalah salah satu elemen kunci kelangsungan hidup manusia, karena dapat membuat hidup kita lebih baik dan lebih mudah. Apalagi di masa pandemi Covid-19 ini, kehadiran teknologi sangat penting untuk membantu kita menjaga komunikasi dan bekerja dengan lancar.

Penerimaan karyawan baru yang potensial bagi perusahaan merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan. Karena karyawan merupakan aset utama perusahaan, yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan kinerja. Dapat bekerja maksimal dan bertahan lebih lama, sehingga tidak boleh terjadi kesalahan dalam rekrutmen.

Pekerjaan yang tadinya dikerjakan secara manual sehingga penyelesaian pekerjaan memerlukan wakru yang relatif lama dengan tingkatan akurasi yang rendah, saat ini dengan berkembangnya teknologi pc perihal tersebut dapat diperbaiki. Dengan dorongan fitur pc pekerjaan yang dicoba spesialnya untuk para karyawan jadi terus menjadi kilat serta gampang dengan akurasi yang lumayan besar, sehingga hendak terjalin penghematan baik tenaga ataupun waktu buat bisa tingkatkan kinerja karyawan tersebut dalam sesuatu organisasi maupun lembaga perkantoran.

Teknologi ialah fasilitas untuk karyawan dalam mengerjakan tugasnya secara kilat serta gampang dengan akurasi yang lumayan besar, ialah dengan terdapatnya sarana komputerisasi di area kerja. Dengan demikian paham teknologi ialah salah satu penambah persentasi kita mencari pekerjaan.

 

Sumber : https://www.kompasiana.com/musthafa91/61b951da06310e322a03fc72/pentingnya-mengerti-teknologi-bagi-calon-karyawan-di-era-digital

Digital Topang Pertumbuhan Ekonomi

November 26, 2021 admin
0

Percepatan Pembangunan Infrastruktur Digital Topang Pertumbuhan Ekonomi

PT Lintas Teknologi Indonesia (LTI) sebagai salah satu System Integrator di Indonesia yang berfokus pada industri ICT (Information and Communication Technology) siap berkolaborasi dan bersinergi dalam percepatan pembangunan infrastruktur digital di Indonesia.

LTI optimis bisa melakukan hal tersebut karena kiprahnya selama 20 tahun ini dengan keberhasilan dalam membangun network infrastructure yang masif dan kuat.

Presiden Direktur PT Lintas Teknologi Indonesia, Muhamad Paisol mengatakan, ketersediaan teknologi yang semakin luas seperti mobile, AI, cloud, analytic, dan big data secara dramatis mengubah cara hidup, cara bekerja, dan berinteraksi, dalam apa yang disebut Revolusi Industri 4.0.

“Industri telekomunikasi sedang bermain peran penting dalam memungkinkan revolusi digital berlangsung di sekitar kita. Ada lima sektor yang terpengaruh oleh revolusi digital antara lain industry media dan entertainment, kedua electricity, ketiga logistics, keempat automotive dan yang terakhir dan terbesar adalah e-commerce,” kata Presiden Direktur PT Lintas Teknologi Indonesia, Muhamad Paisol di Jakarta, Jumat (26/11/2021).

Muhamad Paisol sendiri mengatakan, ekosistem telekomunikasi telah menyediakan blok bangunan mendasar yaitu akses, interkonektivitas, dan aplikasi yang memungkinkan terjadinya revolusi digital.

Sebagian besar nilai potensial yang berasal dari digitalisasi di seluruh industri global selama dekade berikutnya bergantung pada industri telekomunikasi yang memberikan infrastruktur penting, aplikasi, dan peningkatan produktivitas di banyak bidang.

Sekarang ini banyak orang melihat 5G akan menjadi katalis revolusi digital, dimana 5G menjanjikan kecepatan jauh lebih cepat, dengan capacity jauh lebih besar dan latency yg sangat kecil. Oleh sebab itu ekonomi digital akan menjadi faktor utama dalam pembangunan ekonomi di Indonesia.

“Ekonomi digital terbukti menjadi salah satu motor andalan dalam pemulihan ekonomi nasional saat ini. Untuk mengoptimalkan potensi ekonomi digital tersebut, terdapat sejumlah hal yang harus ditingkatkan, antara lain infrastruktur telekomunikasi serta perlindungan terhadap konsumen digital itu sendiri. Untuk itu, dukungan dan investasi diperlukan tidak hanya pada penguatan ekosistem digital saja, namun juga pada infrastruktur pendukungnya,” terangnya.

LTI sendiri baru saja mengadakan Lintas Teknologi Solutions Day 2021 secara virtual dengan tema “How Digital Ecosystem Will Shape The Future of Business.”.

Acara tersebut menghadirkan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Johnny G Plate, dan berbagai stakeholder dalam bidang ICT (Information and Communication Technology) antara lain Dian Siswarini, CEO XL Axiata, Hendri Mulya Syam, Direktur Utama Telkomsel dan pakar dari sektor ekonomi, Pandu Sjahrir, Komisaris Bursa Efek Indonesia dan Ketua Umum AFTECH.

Menurut Johnny G Plate, pembangunan Infrastruktur menjadi salah satu pilar utama untuk meningkatkan konektivitas Digital.

Transformasi digital lanjutnya memerlukan peran kolaborasi dan sinergis, baik secara nasional maupun internasional. Kementrian Kominfo sendiri terus mendorong berbagai upaya kooperatif lintas pemangku kebijakan dan seluruh elemen terkait yang produktif bagi pengembangan sektor digital di Indonesia.

Sumber : https://www.liputan6.com/bisnis/read/4721928/percepatan-pembangunan-infrastruktur-digital-topang-pertumbuhan-ekonomi

Pengertian Periklanan (Advertising)

November 3, 2021 admin
0

Pengertian Periklanan (Advertising): Fungsi dan Jenis-jenis Periklanan

A. Pengertian Periklanan

Definisi periklanan menurut Kotler dalam Muhammad Jaiz (2014) adalah segala bentuk penyajian dan promosi ide, barang atau jasa secara non-personal oleh suatu media tertentu yang memerlukan pembayaran.

Kemudian, menurut Kotler dan Amstron (2002;153) menyatakan bahwa periklanan adalah segala biaya yang harus dikeluarkan sponsor untuk melakukan presentasi dan promosi nonpribadi dalam bentuk gagasan, barang atau jasa.

Menurut Jefkins (1997;5) periklanan adalah pesan-pesan penjualan yang persuasif  yang ditujukan kepada calon pembeli potensial atas produk barang atau jasa tertentu dengan biaya yang semurah-murahnya.

Selanjutnya menurut Supriyanto, (2008:19) iklan adalah promosi barang, jasa, perusahaan, dan ide yang harus dibayar oleh sponsor (pengiklan).

Yang dimaksud dengan sponsor adalah perusahaan tertentu yang nantinya menjadi klien penyedia jasa promosi, dengan kata lain adalah perusahaan yang memiliki iklan, memasang iklan dengan biaya tertentu dan periode waktu tertentu.

B. Fungsi Periklanan

Secara umum, periklanan memiliki fungsi komunikasi yang sangat penting bagi suatu perusahaan dan organisasi bisnis lainnya, berikut ini adalah beberapa fungsi periklanan menurut Terence A. Shimp (2003:357) :

1. Informing (memberi informasi) 

Fungsi periklanan yang pertama adalah untuk memberi informasi tentang keberadaan suatu produk kepada konsumen, membuat konsumen sadar (aware) akan keberadaan merek produk tertentu, untuk memberi informasi tetang keberadaan produk baru, memberi informasi tentang berbagai fitur dan manfaat produk dan menfasilitasi pencitaan merek (citra merek) yang positif.

2. Persuading (mempersuasi)

Selain memberi informasi tentang keberadaan produk dan manfaatnya, periklanan juga berfungsi untuk membujuk seseorang (calon konsumen) untuk melakukan sesuatu yang diinginkan oleh pengiklan seperti misal agar konsumen melakukan membeli/mencoba produk dan jasa yang diiklankan.

Salah satu ciri iklan yang efektif adalah sukses dan mampu membujuk seseorang untuk melakukan sesuatu.

3. Reminding (mengingatkan)

Brand awarness (kesadaran merek) sangatlah penting bagi perusahaan. Brand awaresness adalah sadar atau tidaknya seseorang terhadap sebuah brand.

Ketika brand sudah menjadi top of mind atau yang pertama kali muncul di benak konsumen ketika disebutkan barang/asosiasi produk maka kesadaran mereknya tinggi.

Brand awareness tercipta tidak begitu saja, butuh proses dan waktu yang lama.

Salah satunya adalah dengan iklan, dengan begitu konsumen akan ingat dan sadar akan keberadaan suatu merek.

Jadi, selain memberi informasi dan membujuk seseorang untuk melakukan  sesuatu, iklan juga berfungsi untuk mengingatkan akan keberadaan suatu produk barang atau jasa.

4. Adding Value (memberikan nilai tambah)

Terdapat tiga cara mendasar yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk memberi nilai tambah dari suatu produk, yaitu : inovasi, penyempurnaan kualitas dan mengubah persepsi konsumen. Salah satu cara merubah persepsi konsumen adalah melalui periklanan yang efektif.

Jadi fungsi periklanan yang selanjutnya adalah untuk memberikan nilai tambah (adding value), melalui periklanan maka dapat dibentuk sebuah persepsi konsumen yang baik terkait dengan suatu produk.

Periklanan yang efektif akan menyebabkan merek dipandang menjadi sesuatu yang penting, lebih elegan, bergensi, dan lebih unggul dari tawaran pesain. Misal saja, produk i-Phone yang memiliki nilai prestige bagi pemakainya.

5. Assisting (mendampingi)

Fungsi lain dari periklanan adalah sebagai pendamping yang memfasilitasi upaya-upaya lain dari perusahaan dalam proses komunikasi pemasaran.

Sebagai contoh, periklanan mungkin digunakan sebagai alat komunikasi untuk meluncurkan promosi-promosi penjualan seperti kupon kupon dan undian. Peran penting lain dari periklanan adalah membantu perwakilan dari perusahaan.

C. Jenis-jenis Iklan

Dalam dunia bisnis terdapat berbagai jenis iklan, masing-masing jenis memiliki kegunaan dan tujuan masing-masing.

Berikut ini adalah beberapa jenis-jenis iklan menurut (Larreche, 2000,) yaitu :

1. Iklan Merek (brand advertising)

Iklan merek (brand advertising) adalah sebuah iklan yang tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan penjualan merek dengan mendorong konsumen untuk beralih dari merek-merek pesaing, meningkatkan konsumsi/jumlah pembelian ulang, menarik non pengguna dari jenis produk, dan mempertahankan penjualan para pelanggan sekarang.

2. Iklan kerjasama (cooperative advertising)

Adalah salah satu bentuk iklan yang terbentuk berkat kerjasama antara dua perusahaan atau lebih, misalnya yang dilakukan oleh perusahaan manufaktur (yang memproduksi barang) dengan retailer (pengecer, seperti alfmart, indomart, indogrosir, transmart dll)

3. Iklan korporasi (corporate-institusional-advertising)

Iklan korporasi mencakup iklan isu (issue advertising) dan iklan hubungan investor (investor relation). Iklan isu dirancang untuk mendukung isu sosial atau ekonomi tertentu dimana perusahaan memiliki kepentingan yang kuat.

Iklan hubungan investor dirancang untuk menghasilkan kesadaran dengan membangun sikap yang menyenangkan terhadap perusahaan di antara analis keuangan dan investor.

Iklan sebagai sebuah usaha untuk membuat konsumen melakukan sesuatu yang diinginkan oleh pengiklan.

Pada umumnya, iklan dapat diklasifikasikan dalam tipe-tipe besar antara lain :

1. Periklanan Produk

Yaitu tipe periklanan yang ditujukan untuk produk, seperti presentasi, promosi produk-produk baru, produk yang sudah ada, atau produk yang sudah mengalami inovasi.

2. Periklanan Eceran

Periklanan eceran (retail) sebuah iklan yang digunakan untuk mengiklankan retail (toko eceran), karena retail maka target audience nya bersifat lokal dan fokus pada toko (tidak secara nasional). Periklanan eceran memberikan tekanan pada harga, ketersediaan, lokasi dan jam-jam operasi.

3. Periklanan Korporasi

Pada umumnya periklanan korporasi dirancang dengan tujuan untuk menciptakan citra menguntungkan bagi sebuah perusahaan dan produk-produknya.

Tujuan utama periklanan ini adalah untuk membangun identitas korporasi atau untuk mendapatkan dukungan publik terhadap sudut pandang organisasi.

4. Periklanan Bisnis ke Bisnis

Periklanan ini ditujukan kepada para pelaku industri, pedagang perantara (pedagang partai/pengecer), serta para profesional.

5. Periklanan Politik

Sesuai dengan namanya, periklanan ini memiliki unsur-unsur politik, tujuannya untuk membujuk orang agar memilih mereka, mendukung mereka atau iklan yang digunakan oleh pemerintah untuk memperbaiki reputasi negara dll.

6. Periklanan Direktori

Bentuk terbaik periklanan direktori yang dikenal adalah Yellow Pages, meskipun sekarang terdapat berbagai jenis direktori yang menjalankan fungsi serupa seperti yang banyak dilihat pada media
internet.

Pada umumnya orang melihat periklanan direktori untuk
menemukan cara membeli sebuah produk atau jasa.

7. Periklanan Respon Langsung

Periklanan respon langsung melibatkan komunikasi dua arah di antara pengiklan dan konsumen. Periklanan ini menggunakan berbagai media seperti pos, televisi, koran, majalah dan konsumen dapat menanggapinya melalui pos, telepon, faks dan lain-lain.

8. Periklanan Pelayanan Masyarakat

Periklanan pelayanan masyarakat dirancang untuk kepentingan masyarakat dan mempromosikan kesejahteraan masyarakat.

Periklanan ini sering disebut dengan periklanan sosial masyarakat yang merupakan periklanan non-profit.

9. Periklanan Advokasi

Periklanan advokasi berkaitan dengan penyebaran gagasan gagasan dan klarifikasi isu sosial yang kontroversial dan menjadi kepentingan masyarakat, misalnya mengenai kontroversi alam dan lain lain.

Menurut Nani Nuraeni, S. Sos, jenis-jenis periklanan bila dilihat dari segi tujuannya dapat dibagi menjadi 3 macam yaitu :

1. Commercial Advertising

Iklan komersial adalah iklan yang bertujuan untuk mendukung kampanye pemasaran suatu produk/jasa.

Iklan ini terbagi lagi menjadi beberapa macam yaitu iklan strategis yang digunakan untuk membangun merek dan iklan taktis dengan tujuan mendesak seperti agar segera melakukan kontak dengan merek tertentu.

2. Corporate Advertising

Iklan koporasi adalah iklan yang bertujuan untuk membangun citra suatu perusahaan yang pada akhirnya diharapkan mampu membangun citra positif produk-produk atau jasa yang diproduksi oleh perusahaan tersebut.

3. Public Service Advertising

Iklan layanan masyarakat merupakan bagian dari kampanye social marketing yang memiliki tujuan untuk menjual gagasan atau ide untuk kepentingan atau pelayanan masyarakat.

Sumber : https://www.kitapunya.net/pengertian-fungsi-jenis-jenis-periklanan/

Meningkatkan Kemampuan dan Kontribusi

October 22, 2021 admin
0

4 Cara Seorang Pemimpin untuk Meningkatkan Kemampuan dan Kontribusi Pengikutnya

Pengikut ingin pemimpin mereka jujur, berpikiran maju, menginspirasi, dan kompeten. Seorang pemimpin harus dapat dipercaya, membayangkan masa depan organisasi, berkontribusi untuk menginspirasi orang lain , dan efektif dalam hal-hal yang akan mempengaruhi organisasi. Pengikut ingin sesama pengikutnya jujur dan kompeten tetapi juga dapat diandalkandan. Dengan demikian, kualitas rekan kerja yang diinginkan memiliki 2 kualitas: pemimpin dengan kejujuran dan kompetensi. Namun, pengikut sendiri menginginkan pengikut yang lain untuk dapat diandalkan dan kooperatif daripada berpikiran maju dan menginspirasi. Ciri yang membedakan peran kepemimpinan dengan peran pengikut, maka, bukan otoritas, pengetahuan, kekuasaan, atau gagasan konvensional lainnya tentang apa yang bukan pengikut. Sebaliknya, perbedaannya terletak pada kepemimpinan yang didefinisikan dengan jelas kegiatan menumbuhkan visi dan menginspirasi orang lain untuk mencapai visi itu.

Pengikut tidak ingin menjadi sasaran perilaku pemimpin yang tidak memberikan mereka kesempatan untuk memberikan kontribusi yang berharga. Pemimpin memiliki tanggung jawab untuk memungkinkan pengikut untuk sepenuhnya menyumbangkan ide dan kemampuan mereka. 4 cara khusus pemimpin meningkatkan kemampuan dan kontribusi pengikut adalah: (1) menawarkan kejelasan arah, (2) memberikan kesempatan untuk berkembang, (3) memberikan umpan balik yang sering, spesifik dan segera, serta (4) melindungi pengikut dari hambatan organisasi.

Kejelasan tujuan adalah tugas pemimpin untuk mengomunikasikan dengan jelas ke mana arah kelompok atau organisasi itu dan mengapa. Menciptakan visi yang menginspirasi hanyalah salah satu aspek dalam menentukan arah. Pengikut juga membutuhkan tujuan dan sasaran yang spesifik dan tidak ambigu pada kedua individu dan tingkat tim.

Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa tujuan yang jelas, spesifik, dan menantang meningkatkan motivasi dan kinerja orang. Memiliki tujuan yang jelas membantu orang tahu di mana harus memusatkan perhatian dan energi mereka, memungkinkan mereka untuk melacak kemajuan mereka sendiri, dan membuat mereka merasa bangga dan berprestasi ketika tujuan tercapai.

Aspek lain dari klarifikasi arah adalah membantu pengikut melihat pekerjaan yang cocok untuk mereka sendiri dalam konteks yang lebih besar dari tim, departemen, dan perusahaan . Inilah salah satu alasan banyak pemimpin menggunakan manajemen buku terbuka. Ketika orang bisa melihat gambaran keuangan yang lebih besar, mereka memiliki perspektif di mana organisasi berdiri dan bagaimana mereka dapat berkontribusi.

Pemimpin dapat bertindak sebagai pelatih untuk membantu pengikut meningkatkan keterampilan dan meningkatkan kemampuan pengembangan karir mereka. Pembinaan kepemimpinan adalah metode mengarahkan atau memfasilitasi pengikut dengan tujuan meningkatkan keterampilan tertentu atau mencapai perkembangan tujuan, seperti mengembangkan keterampilan manajemen waktu, meningkatkan produktivitas pribadi, atau mempersiapkan tanggung jawab baru. Melatih bukan berarti mencoba mengubah orang dan menjadikan mereka sesuatu yang lain dari apa adanya.

Sebaliknya, itu berarti membantu pengikut menyadari potensi mereka. Untuk memahami apa artinya menjadi pelatih kepemimpinan, pertimbangkan perbedaan dalam pola pikir dan perilaku yang diperlukan untuk mengelola versus melatih: Mengelola (Menceritakan ,Memberdayakan, dan Mengontrol). sedangkan  Melatih (Memberdayakan, Memfasilitasi, menghilangkan hambatan, dan Mengembangkan).

Daripada memberi tahu pengikut apa yang harus dilakukan, mengarahkan dan mengendalikan perilaku mereka, dan menilai kinerja mereka, yang merupakan peran manajemen tradisional, kepemimpinan pembinaan melibatkan pemberdayaan pengikut untuk mengeksplorasi, membantu mereka memahami dan belajar, memberikan dukungan, dan menghilangkan hambatan yang menghalangi kemampaun mereka untuk berkembang dan unggul. Manfaat yang pengikut dapatkan dari pelatihan kepemimpinan, termasuk mendapatkan perspektif baru, mendapatkan saran untuk menangani situasi organisasi tertentu, berurusan dengan politik organisasi, dan menerima dorongan dan mendukung.

Umpan balik yang jujur adalah salah satu elemen terpenting yang berkontribusi pada pertumbuhan dan pengembangan pengikut, tetapi banyak pemimpin tidak tahu bagaimana memberikan umpan balik yang baik. Pemimpin yang efektif melihat umpan balik sebagai jalan menuju perbaikan dan pengembangan, bukan sebagai sesuatu yang ditakuti.

Ketika seorang pemimpin memberikan umpan balik, itu menandakan bahwa pemimpin peduli tentang pertumbuhan pengikut dan pengembangan karir dan ingin membantu orang tersebut mencapai potensinya. Umpan balik terjadi ketika seorang pemimpin menggunakan evaluasi dan komunikasi untuk membantu individu belajar tentang diri mereka sendiri.

Pemimpin yang efektif memberikan hal positif dan umpan balik negatif yang konstruktif secara berkelanjutan. Pengikut menghargai umpan balik positif, tetapi mereka juga ingin tahu kapan mereka tidak melakukan apa yang diharapkan dari mereka, dan mereka ingin umpan baliknya cukup spesifik untuk memungkinkan mereka berbuat lebih baik. Berikut adalah beberapa cara para pemimpin dapat memberikan umpan balik yang menguntungkan pengikut dan mengurangi beban emosional pada pemimpin dan pengikut: Buatlah tepat waktu; Fokus pada kinerja, bukan orangnya; Buatlah spesifik; Fokus pada masa depan yang diinginkan, bukan masa lalu.

Perlidungan dari gangguan organisasi sangat diperlukan oleh pengikut untuk melakukan pekerjaan mereka dengan kemampuan terbaik mereka. Mereka tidak mau untuk terus-menerus diinterupsi oleh manajer yang menawarkan pertanyaan atau saran, dan mereka tidak ingin harus berjuang melawan politik organisasi, ketidakpastian pemimpin, atau prosedur yang tidak berguna. Para pemimpin terbaik ” bangga menjadi tameng pengikutnya.”organisasi yang mengganggu harus menjauh sehingga orang dapat melakukan pekerjaan mereka, dan mereka melindungi pengikut dari pemborosan waktu seperti praktik organisasi yang memberatkan, eksekutif yang lebih tinggi memaksa atau kritis, kasar atau berlebihan menuntut pelanggan atau klien, dan pertemuan yang tidak perlu.

sumber : https://www.kompasiana.com/frendky48063/6162f9676e7f011ffe6e4a92/4-cara-seorang-pemimpin-untuk-meningkatkan-kemampuan-kontribusi-pengikutnya?page=1&page_images=1

Persaingan Bisnis

October 5, 2021 admin
0

Dulu kalau mau beli barang secara online di luar negeri, prosesnya cukup ribet, biayanya mahal, dan pengirimannya pun sangat lama. Namun, beberapa tahun terakhir, belanja online dengan jangkauan internasional sudah sangat mudah dan murah. Kemajuan belanja online, pengiriman atau perpindahan barang dalam skala internasional saat ini nggak lepas dari pengaruh e-commerce raksasa dunia seperti Amazon dan Alibaba.

Kalau menurut Global Data, e-commerce terbesar di dunia diduduki Amazon di nomor pertama dan Alibaba di urutan kedua. Meski bersaing secara sengit, sebenarnya kedua raja e-commerce ini memiliki pendekatan dan model bisnis yang berbeda. Namun namanya juga bisnis, meski punya proses dan strategi yang berbeda, tujuan keduanya pun tetap sama, yakni mendapat keuntungan sebesar-besarnya. Apalagi sama-sama membidangi e-commerce, otomatis keduanya pasti bersaing untuk menunjukkan kedigdayaan masing-masing.

Tapi kalau dilihat dari susut pandang kita sebagai konsumen, yang lebih hebat bukan dari keuntungan mereka. Namun, dilihat dari yang bisa kirim barang lebih cepat duluan, kan?~ Jika kamu seorang pebisnis yang memiliki saingan sengit seperti Amazon dan Alibaba, apa yang akan kamu lakukan? Yuk coba kita simak seberapa kehebatan mereka dan proses yang mereka jalani untuk mengembangkan bisnis masing-masing.

Berasal dari dua belahan dunia yang berbeda, jangkauan bisnis Amazon dan Alibaba sudah mencapai seluruh pelosok dunia

Amazon didirikan oleh Jeff Bezos pada tahun 1994 di Bellevue, Washington, Amerika Serikat dan mulai beroperasi sepenuhnya pada tahun 1995. Sejak awal berdiri, Amazon fokus pada toko ritel buku dan kaset online. Amazon berhasil mendapat penjualan tertinggi pada 1997 dengan meraup keuntungan sekitar 500 ribu dolar. Setelah itu Bezos mengembangkan Amazon sehingga terus maju pesat dengan menjual barang elektronik, perangkat lunak video game, pakaian, furtnitur, makanan, mainan, perhiasan dan sebagainya.

Sementara itu, Alibaba didirikan pada tahun 1999 oleh Jack Ma dan teman-temannya di Cina. Sejak awal berdiri, Alibaba sudah fokus untuk menjadi e-commerce global untuk membantu eksportir, pabrik dan pengusaha di Tiongkok supaya bisa menjangkau pasar internasional. Bahkan saat ini Alibaba sedang mengincar pasar di Amerika, di mana saingannya, Amazon yang sudah menjadi raja di sana. Di balik upaya tersebut, Alibaba butuh waktu 15 tahun hingga bisa sebesar dan berpengaruh di dunia e-commerce seperti saat ini.

Secara pendapatan per tahun, Alibaba memang masih jauh di bawah Amazon. Namun secara pertumbuhan bisnis, Amazon kalah jauh dengan Alibaba

Melansir dari Forbes, keuntungan Amazon dan Alibaba melonjak pada kuartal ketiga tahun 2020 atau saat pandemi Covid-19 berlangsung. Amazon memiliki mendapatan 280 miliar dolar dan Alibaba 72 miliar dolar atau kurang dari sepertiga penghasilan saingannya. Namun, itu adalah angka pendapatan saja, jika dilihat dari pertumbuhan bisnisnya, Alibaba lebih unggul yakni sebanyak 37,5 persen sementara Amazon hanya 14,6 persen. Hal ini ada kemungkinan dipengaruhi oleh kantor cabang masing-masing di mana Amazon memiliki cabang atau gudang induk di 100 negara sementara Alibaba memiliki cabang di 200 negara. Kendati demikian, keduanya memang sedang bersaing dengan pendekatan dan model bisnis masing-masing untuk merajai e-commerce dunia.

sumber : https://www.hipwee.com/sukses/amazon-vs-alibaba/

Tips Mengatasi Komplain dan Review Buruk

September 23, 2021 admin
0

Salah satu masalah yang kerap dihadapi oleh pemilik bisnis adalah keluhan pelanggan. Keluhan pelanggan ada beragam penyebabnya. Umumnya keluhan atau komplain pelanggan ini disampaikan di tempat, melalui nomor kontak ataupun media sosial. Jika keluhan pelanggan tidak ditangani dengan baik, pelanggan bisa saja meninggalkan komentar atau review buruk di halaman akun bisnis ataupun Google Review.

Bagi bisnis kuliner, review atau ulasan pelanggan adalah salah satu hal yang penting. Sebab dengan review yang baik dapat menarik pelanggan lain untuk menikmati sajian kuliner tersebut. Penting bagi pemilik bisnis untuk mengatasi keluhan pelanggan dengan baik. Namun, tak jarang banyak pemilik bisnis yang bingung dalam mengatasi komplain pelanggan. Simak tips mengatasi komplain dari review buruk dari pelanggan di bawah ini!

1. Pahami konteks terlebih dahulu

Terkadang pelanggan sudah keburu emosi dan menyampaikan dengan marah-marah ataupun dengan kata-kata kasar. Sebelum membalasnya, tenangkan diri dulu dan tahan emosi. Jika membalasnya dengan amarah akan membuat situasi semakin buruk.

Jika keluhan disampaikan secara langsung, minta pelanggan untuk tenang dan mengulanginya dengan perlahan-lahan. Pahami kondisi atau konteks yang menjadi keluhan pelanggan. Tidak perlu langsung dijawab, jika butuh waktu untuk memikirkan atau mencarikan solusinya, beritahukan pelanggan.

2. Sampaikan permohonan maaf

Pertama-tama sampaikan permohonan maaf dahulu.Dengan permohonan maaf, pelanggan sudah merasa sedikit tenang. Sampaikan permohonan maaf yang cukup spesifik pada pelanggan, sesuai dengan konteks yang menjadi keluhan.

Seperti, Mohon maaf pelayanan kurang memuaskan, Maaf makanan terlalu asin, Mohon dimaafkan ruangan terlalu panas hari ini dan lain sebagainya. Tambahkan bahwa hal tersebut akan menjadi evaluasi dan akan segera diperbaiki.

3. Pelanggan belum tentu benar

Setelah meminta maaf, jelaskan dengan runut aturan dan prosedur yang diterapkan di restoran atau bisnis kuliner tersebut. Ada kalanya bisnis yang salah namun ada kalanya pula pelanggan yang salah. Terkadang pelanggan tidak tahu banyak mengenai bisnis kuliner tersebut dan langsung menyampaikan keluhan jika tidak sesuai keinginannya.

Misalnya, pelanggan mengeluhkan masakan terlalu pedas, padahal kuliner tersebut menyajikan masakan-masakan yang pedas. Atau pelanggan marah-marah karena tidak kedapatan tempat, padahal sudah disediakan nomor reservasi yang bisa dihubungi untuk memesan tempat.

Jika konteks keluhan seperti contoh di atas, sampaikan kepada pelanggan dengan baik, bahwa restoran ini menjual masakan-masakan pedas yang menjadi menu favorit. Jika tidak ingin masakan terlalu pedas, bisa mencoba menu lain untuk kunjungan selanjutnya.

Untuk konteks reservasi, berikan nomor reservasi yang bisa dihubungi untuk memesan tempat. Sampaikan minimal berapa hari untuk reservasi dan jumlah reservasinya.

4. Berikan compliment

Jika pada saat keluhan disampaikan dan ternyata sisi bisnis kuliner yang salah, maka berikan solusi. Setelah meminta maaf, berikan solusi nyata kepada pelanggan. Solusi ini bisa berupa solusi langsung atau tidak langsung.

Untuk solusi langsung, sebagai contoh, jika makanan ada yang kurang atau terlalu lama datang, padahal pelanggan sudah selesai makan, bungkus makanan yang terlambat tersebut dan beri potongan harga. Contoh lainnya, jika pelanggan memesan lewat aplikasi ojek online dan item makanannya kurang, susulkan makanan tersebut dan berikan compliment sebagai permintaan maaf.

Sedangkan solusi tidak langsung bisa berupa voucher potongan harga untuk kedatangan selanjutnya. Hal ini bisa diterapkan ketika ada pelanggan yang komplain melalui media sosial ataupun memberikan komentar yang buruk di Google Review. Hubungi pelanggan tersebut, sampaikan permintaan maaf dan berikan compliment berupa voucher atau free food.

5. Tetap berikan service yang terbaik

Baik pujian maupun keluhan yang dilontarkan oleh pelanggan, tetap berikan service yang terbaik. Jangan jadi ‘ngambek’ dan membiarkan keluhan pelanggan berlarut-larut. Hal ini dapat berakibat buruk, sebab jika komentar buruk itu sudah tersebar kemana-mana, akan membuat bisnis kuliner menurun.

Jangan remehkan kekuatan review, terutama saat ini di Google Review. Usahakan selalu membalas ulasan di Google Review, hal ini dapat mengindikasikan bahwa bisnis kuliner peduli dengan pelanggannya.

Usahakan membalas keluhan dan ulasan buruk dengan bahasa yang baik dan sopan. Berikan penjelasan yang lengkap mengenai keluhan yang disampaikan. Gunakan bahasa yang mudah dimengerti dan tidak berbelit-belit untuk menghindari kesalahpahaman. Akhiri dengan salam dan selalu tawarkan pelanggan untuk berkunjung kembali.

Mengelola bisnis kuliner tidaklah mudah, apalagi ketika menghadapi keluhan pelanggan. Tapi, bisnis kuliner harus terbuka untuk kritik dan saran. Dengan kritik dan saran, membuat bisnis kuliner menjadi lebih baik dan berkembang ke depannya. Jangan anti dengan kritik, ya!

sumber : https://www.hipwee.com/list/tips-mengatasi-komplain-dan-review-buruk-dari-pelanggan-untuk-bisnis-kuliner/

Berbagai Jenis Pekerjaan di Bidang Sales

September 4, 2021 admin
0

Memahami Pengertian Sales dan Berbagai Jenis Pekerjaan di Bidang Ini

Sales adalah bagian dari aktivitas penjualan produk, barang, dan layanan yang dilakukan penjual ke pembeli. Orang-orang yang melakukannya biasanya terdiri atas satu tim.

Di beberapa perusahaan, aktivitas ini menjadi satu divisi tersendiri yang terdiri dari beragam peran. Namun, di beberapa perusahaan yang lain, proses penjualan termasuk ke dalam divisi pemasaran atau juga divisi komersial.

Namun, sebenarnya apa tanggung jawab utama tim sales? Siapa saja orang-orang yang ada di tim ini?

Tenang saja, di artikel ini, Glints akan menjabarkan tentang apa itu sales, istilah-istilah umum yang kerap ditemui dalam bidang ini, serta berbagai pekerjaan yang bisa kamu telusuri.

Apa Itu Sales?

Menurut HubSpot, sales adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan aktivitas penjualan barang atau jasa. Lazimnya, setiap perusahaan memang memiliki tim tersendiri yang bertanggung jawab atas penjualan.

Ada tiga unsur utama yang melatarbelakangi kinerja dan tanggung jawab dari tim ini. Pertama adalah daerah atau wilayah penjualan.

Tim penjualan akan bergerak setelah memetakan daerah penjualan mereka, sehingga mereka tahu ke mana harus menjual barang atau jasa.

Kedua, barang atau jasa yang dijual. Dengan memahami secara mendalam barang atau jasa yang dijual, tim penjualan akan tahu strategi penjualan apa yang akan mereka terapkan.

Ketiga, target pelanggan. Setelah tahu daerah penjualan dan barang atau jasa yang dijual, maka tim penjualan akan tahu target pelanggan seperti apa yang akan mereka kejar. Target pelanggan ini juga jadi salah satu kunci keberhasilan proses penjualan.

Selain itu, perlu dipahami juga bahwa sales dan marketing adalah dua proses yang hampir mirip, tapi punya arti yang berbeda.

Keduanya sama-sama bicara penjualan. Akan tetapi, secara proses, keduanya berbeda. Jadi jangan sampai tertukar, ya.

Istilah-Istilah Umum dalam Sales

1. Salesperson

Pekerjaan utama seorang salesperson adalah menjual produk, barang, atau layanan kepada pembeli. Orang tersebut menggunakan teknik penjualan tertentu untuk mencari tahu apa yang diinginkan pembeli.

Dari situ, ia akan menyarankan produk atau layanan yang memenuhi kebutuhan para pembeli.

Dalam beberapa kondisi, salesperson bekerja supaya para pembeli tetap menggunakan produk mereka. Namun, dalam kondisi lain, ia juga kemungkinan diharuskan untuk mendatangkan pembeli baru.

Pada intinya, tanggung jawab utama dan target pembeli seorang salesperson tergantung dari situasi dan kebutuhan perusahaan itu sendiri.

2. Prospek

Dilihat dari makna katanya, prospek adalah organisasi atau klien berpotensi yang menyerupai profil pelanggan ideal.

Namun, dalam dunia penjualan dan bisnis, prospek juga termasuk mereka yang belum memiliki minat pada produk, barang, atau layanan yang dijual.

Istilah prospek juga merujuk kepada cara yang digunakan oleh salesperson dalam mendekati pelanggan. Beberapa contohnya adalah panggilan telepon, email marketing, serta social selling.

Jika salesperson berhasil melakukan prospek kepada pelanggan, ia pun bisa mulai ke tahapan selanjutnya, yaitu deal.

3. Deal

Ketiga, ada istilah yang disebut dealDeal sendiri adalah persetujuan antara harga beli dengan barang atau jasa yang dijual. Dalam proses jual beli, deal ini memiliki banyak tingkatan.

Nah, tingkatan ini bisa berbeda-beda, tergantung bisnis dan industri yang dijalankan oleh perusahaan. Salesperson bisa menyusun rencana deal sesuai kebutuhan dan kondisi.

Tujuannya supaya proses penjualan bisa berjalan sesuai periode waktu yang ditentukan dan target yang dicanangkan.

4. Sales pipeline

Keempat, ada istilah sales pipeline. Istilah ini mengacu pada langkah-langkah dalam proses penjualan produk, barang, atau layanan. Pipeline ini menjadi gambaran nyata dari proses penjualan itu sendiri.

Salah satu pipeline yang banyak dijadikan acuan adalah diagram rencana sebuah tim penjualan.

Diagram ini biasanya menggambarkan serangkaian tahap yang harus dilalui dari menilai prospek, bertemu dengan prospek, menawarkan barang atau jasa, hingga akhirnya terjadi transaksi atau deal.

5. Sales plan

Istilah ini berbeda dengan sales pipeline. Istilah ini menyangkut gambaran jangka panjang dari tujuan, strategi, serta objektif dari sebuah tim penjualan sebuah perusahaan.

Di dalamnya, ada detail-detail mengenai target pelanggan, kondisi pasar, target pendapatan, harga, struktur tim, dan yang lainnya.

Sales plan juga menyertakan taktik dan teknik untuk mencapai target dari waktu yang sudah yang ditetapkan.

Jenis-Jenis Pekerjaan dalam Sales

1. Sales Representative

Pekerjaan pertama di dunia sales menurut menurut The Balance Careers adalah representative. Posisi ini adalah tingkat dasar di sebuah tim penjualan.

Mereka adalah orang-orang yang jadi ujung tombak proses penjualan. Jika sukses di posisi ini, maka kemungkinan untuk naik ke posisi yang lebih tinggi akan terbuka.

Berikut adalah variasi sebutan yang cukup umum untuk posisi sales representative di perusahaan: agen penjualan, account representativeadvertising representativebrand ambassador, dan lain sebagainya.

2. Sales Management

Kedua, ada sales management. Posisi ini adalah posisi setingkat di atas sales representativeSales manager setingkat dengan supervisor, yang membawahi beberapa sales representative di bawahnya.

Sales manager memimpin tim penjualan untuk sebuah perusahaan. Mereka yang menetapkan goal dan menganalisis penjualan.

Di beberapa perusahaan, posisi ini diharuskan untuk punya hubungan baik dengan pembeli besar dan ditujukan agar pembeli besar tersebut setia.

Berikut adalah sebutan untuk posisi sales manager yang umum di perusahaan: account manager, area manager, business development manager, franchise development manager, dan lain-lain.

3. Sales Administrative

Tim administratif  biasanya akan membantu tim penjualan dari segi administrasi. Contohnya mengurus izin perjalanan, menyiapkan marketing kit untuk pembeli, menyiapkan quotation, hingga menghitung dan mengurus administrasi bonus-bonus yang diberikan apabila pembeli setia.

Di beberapa perusahaan, mereka juga yang menjadi jembatan antara tim sales dan tim marketing.

Berikut adalah sebutan untuk posisi administratif penjualan di sebuah perusahaan: business development representativeenterprise representativefinancial assistant, dan industry representative.

4. Account Executive

Keempat, ada posisi account executive yang sering disingkat AE. Posisi ini hampir serupa dengan sales manager, meski tugasnya sedikit lebih banyak.

Secara umum, tugas AE adalah menciptakan sebuah relasi antara perusahaan dengan klien serta mempertahankan relasi dengan klien yang sudah ada. Jadi fokusnya bukanlah untuk menjaring klien baru.

Secara umum, seorang AE diharuskan untuk mengantongi pengetahuan produk yang luas. Selain itu, mereka juga memiliki pemahaman lebih tentang tren industri.

Dengan pengetahuan tersebut, biasanya pekerjaan account executive membuat mereka hanya dekat dengan pembeli tetap.

Berikut adalah sebutan untuk posisi account executive yang banyak ditemui di perusahaan: channel partner executiveaccount handlerclient executive, dan lain-lain.

5. Executive-Level Management

Pada umumnya, posisi ini menentukan dan mengarahkan tujuan penjualan dari sebuah perusahaan. Tentunya, tujuan yang ditetapkan adalah target jangka panjang.

Selain itu, mereka juga bertanggung jawab dalam rencana pemasaran hingga membuat rencana hubungan perusahaan dengan pembeli.

Untuk menjabat di posisi ini, biasanya diperlukan pengalaman 10 tahun atau lebih di bidang penjualan.

Pengalaman tersebut tentunya harus didukung oleh pengetahuan akan persaingan pasar dan produk yang ditawarkan kepada pembeli.

Berikut adalah sebutan untuk posisi executive-level management: sales directorchief sales officer, hingga chief financial officer.

sumber : https://glints.com/id/lowongan/apa-itu-sales/#.YXX1JJ5Bw2y

Tips dan Trik Agar Bisnis Tetap Bertahan

August 27, 2021 admin
0

LINK UMKM –  Mendirikan bisnis bukanlah hal yang mudah. Perlu pemikiran dan keputusan yang matang agar bisnis mendatangkan untung.

Terlebih, di masa pandemi yang serba sulit ini, kamu harus terus kreatif untuk bisa menjalankan bisnis. Namun, tantangan sebenarnya adalah bagaimana bisnis mampu mempertahankan eksistensinya agar tidak redup di tengah banyaknya tren dan bisnis baru yang bermunculan.

Ada beberapa strategi yang dapat dilakukan oleh para pelaku bisnis:

Pertama, perkuat identitas brand dan perluas pasar.

Guna menjangkau lebih banyak konsumen, pelaku bisnis harus mengoptimalkan upaya pemasaran produk mereka secara rutin.

Salah satu caranya adalah penggunaan media sosial dan platform e-commerce. Gunakan hal-hal tersebut tentunya membutuhkan perencanaan yang matang mengenai identitas brand dan produk yang ingin dipasarkan.

Sehingga strategi pemasaran dapat dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.

Kedua, pahami Kebutuhan Konsumen

Tak hanya menghadirkan bisnis yang ngetren, pelaku bisnis juga harus memposisikan diri sebagai konsumen dan melakukan riset pasar agar dapat menciptakan inovasi yang sesuai.

Pastikan produk atau jasa yang ingin dikembangkan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen. Lalu rencanakan aspek finansial seperti kebutuhan modal dan harga penjualan secara matang.

Lakukan upaya ini secara berkala untuk terus berinovasi dan mengembangkan bisnis yang berkelanjutan.

Ketiga, manfaatkan momentum, serta terbuka dengan inovasi dan kolaborasi Ketika menemukan peluang bisnis pada tren yang sedang hangat, pelaku bisnis harus segera memanfaatkan momentum tersebut sebelum tren yang ada tergantikan dengan hal yang lebih baru.

sumber : https://linkumkm.id/news/detail/11005/tips-dan-trik-agar-bisnis-tetap-bertahan-di-tengah-gempuran-zaman