Sales Force

August 15, 2021 admin
0

Pengertian Sales Force

Sales Force adalah sebuah divisi, tim atau pegawai dalam perusahaan yang mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam proses penjualan produk maupun layanan (service). Aktivitas rutin yang dilakukan adalah mengunjungi atau menelpon pelanggan maupun calon konsumen.

Jadi, dapat diartikan bahwa Sales Force merupakan seorang tenaga penjualan. Jadi, tugas utama dari posisi ini adalah mengatur strategi penjualan, serta mengelola teknologi untuk meningkatkan penjualan produk atau layanan demi mendorong bisnis perusahaan.

Untuk dapat memaksimalkan hal tersebut, maka produktivitas kerja mampu tercapai dengan menggunakan bantuan perangkat lunak (software) berbasis CRM. Atau sering disebut dengan istilah Salesforce CRM (Customer Relationship Management).

Perbedaan Sales Force dengan CRM

Sistem informasi manajemen mempunyai banyak sekali jenis dan penerapannya dalam membantu meningkatkan mutu bisnis suatu usaha. Sales Force dan CRM merupakan beberapa contoh produk dari adanya sistem informasi manajemen (SIM) tersebut. Nah, kedua SIM tersebut juga dapat dikatakan memiliki perbedaan yang cukup mendasar.

Untuk CRM sendiri, merupakan teknologi untuk dapat mengelola hubungan dan interaksi antara perusahaan dengan pelanggan, serta calon konsumen potensial. Namun sebenarnya, hubungan antara Sales Force dan aplikasi CRM ini sangat erat kaitannya, dimana sistem CRM sangat dibutuhkan untuk dapat mengefisiensi waktu dan meningkatkan produktivitas kerja.

Sedangkan, untuk Sales Force sendiri bertujuan agar dapat mengotomasi atau mengembangkan bisnis jauh lebih baik lagi. Sistem otomatisasi bisnis ini dapat diperoleh melalui Sales Force Automation atau disingkat SFA.

Manfaat dari adanya SFA sendiri adalah untuk mengotomatisasi sistem pelaporan dan analisis data, membantu pelacakan KPI (Key Performance Indicator) dan GPS sales, serta manajemen data (entry atau dokumen).

Fungsi Sales Force

Fungsi utama dari adanya sistem informasi ini adalah untuk melakukan penjualan, sehingga dapat menghasilkan penghasilan yang signifikan. Berikut ini merupakan beberapa fungsi tambahan dari adanya Sales Force.

1. Meningkatkan Brand Awareness Perusahaan

User atau pengguna yang berkemungkinan menjadi pelanggan baru sangat memerlukan interaksi atau berkesempatan dalam menggunakan dan mempelajari bisnis yang anda tawarkan.

Salah satu channel atau media yang efektif untuk memulai sebuah promotion campaign adalah melalui media sosial dan website. Dengan adanya sebuah dukungan informasi yang relevan dan kredibel, maka anda dapat lebih mudah terhubung dengan calon pelanggan potensial tersebut.

Fungsi ini sangat dipermudah dengan adanya bantuan dari teknologi pendukung CRM. Contoh salah satu pengimplementasiannya adalah Whatsapp dengan fitur pesan pada WA Business API yang berupa sebuah template message, untuk dapat membantu memberikan informasi secara umum kepada pelanggan menggunakan FAQ Schema.

2. Meningkatkan Loyalitas Pelanggan

Sales representatif tentunya harus bekerja untuk dapat membangun kembali hubungan dengan pelanggan. Channel yang dapat digunakan adalah melalui media promosi, komunikasi yang terjalin baik, hingga penambahan diskon pada setiap layanan maupun produk.

3. Sebagai Sales Support

Fungsi dari Sales Support disini adalah untuk membantu tim Sales agar lebih cepat melakukan close deal. Fungsi lainnya dari Sales Support yakni menginvestigasi calon pengguna, membuat profil pelanggan, research data, dan mengumpulkan informasi pelanggan.

Hal tersebut juga termasuk ke dalam salah satu keunggulan dari adanya CRM sendiri untuk dapat menyimpan informasi terkait data pelanggan.

4. Menyediakan Layanan Pelanggan

Fungsi yang berikutnya adalah untuk memastikan semua permintaan dari pelanggan dapat terpenuhi dan mampu menjalin hubungan secara baik, serta harmonis menjadi objective utama sebuah perusahaan.

Memberikan pelayanan yang baik juga termasuk dalam meningkatkan kepuasan pelanggan dengan cara mempertahankan customer (retensi), supaya dapat menumbuhkan pendapatan secara maksimal.

5. Meningkatkan Pendapatan Bisnis

Membangun kepercayaan pelanggan terhadap layanan atau produk merupakan tanggung jawab bersama. Salah satu cara paling efektif yaitu dengan menggunakan Sales Force dengan mendapat dukungan dari Software CRM. Maka dari itu, anda perlu memperhatikan setiap proses penggunaanya untuk dapat meningkatkan penghasilan bisnis perusahaan.

Tugas dan Pekerjaan Sales Force

Tugas dan pekerjaan utama dari Sales Force sendiri adalah mampu menjual produk atau jasa sebaik dan seefektif mungkin. Dimana, tim sales atau marketing harus memiliki pengetahuan dan mengetahui bagaimana KPI dari penjualan perusahaan. Berikut ini merupakan beberapa contoh dari tugas dan tanggung jawab yang harus diselesaikan oleh Sales Force.

1. Memenuhi Target KPI

Sebagian besar bisnis tentunya mengukur pencapaian goals dengan menggunakan KPI sales yang tidak hanya berorientasi pada sektor pendapatan saja, namun juga kinerja dari tim penjualan. Hal ini juga berkaitan dengan pemberian insentif sesuai dengan hasil evaluasi yang telah dilakukan.

2. Melakukan Penjualan

Setiap anggota atau bagian dari departemen penjualan wajib untuk dapat menjual produk atau jasa yang ditawarkan kepada calon konsumen. Mereka juga harus berusaha agar produk yang dijual sampai kepada tangan pelanggan.

3. Menjalin Komunikasi yang Baik dengan Pelanggan

Pelanggan merupakan salah satu komponen utama dalam keberhasilan sebuah bisnis. Hal pertama yang harus dilakukan oleh salesman adalah membangun komunikasi yang baik dengan konsumen.

Manfaat dari Adanya Sales Force bagi Bisnis

Berikut ini terdapat beberapa manfaat atau keuntungan dari penerapan Sales Force dalam meningkatkan pertumbuhan konversi bisnis perusahaan.

  • Mampu mengotomatisasi proses komunikasi dengan pelanggan bisnis anda.
  • Mampu mendapatkan laporan penjualan secara analitik dan komprehensif.
  • Memonitoring keefektifan dari KPI.
  • Mendapatkan informasi secara real-time (langsung) terkait customer journey.
  • Memudahkan proses administrasi pada divisi sales dan marketing.

sumber : https://www.sekawanmedia.co.id/pengertian-sales-force/

Memanfaatkan YouTube dan Google Trends

July 21, 2021 admin
0

LINK UMKM –  Internet menjadi salah satu jalan pembuka bagi layanan penjualan di masa pandemi Covid-19. Tetapi, ada prinsip sederhana yang bisa digunakan untuk mengembangkan usaha ini.

Jika layanan bisnismu memiliki pesaing yang menggunakan laman web, kamu juga perlu membuatnya. Tapi, jiga model bisnismu bergerak di wilayah offline seperti makanan dan pakaian, kamu bisa memulainya dengan media sosial.

Selain itu, saat ini ada e-commerce yang fungsinya bisa menggantikan sebuah website. Anggap saja toko fisik, website, e-commerce, dan media sosial sebagai toko yang tidak pernah tutup dan selalu mendapat perhatian.

Setelah website dan media sosial dibangun, langkah selanjutnya adalah mempopulerkannya.

Dengan memiliki media sosial dan website yang sudah terkenal maka untuk strategi pemasarannya akan sangat mudah. Namun, menjadi populer saja tidak cukup.

Untuk itu, kamu perlu membuat konten pemasaran yang interaktif. Kampanye interaktif biasanya dilakukan di media sosial. Cara kerjanya adalah dengan mengunggah konten seperti biasa atau dalam bentuk kuis atau giveaway melalui aplikasi hashtag atau akun berikut.

Selain itu, kamu juga bisa menjajal teknik promosi memanfaatkan apa yang viral di media sosial.

sumber : https://linkumkm.id/news/detail/11085/mulai-garap-bisnis-di-era-digital-ikuti-tips-tips-ini

Kegiatan Bisnis Lainnya

July 13, 2021 admin
0

Kegiatan Bisnis Lainnya yang Perlu Dipahami Seorang HR

Mengelola sumber daya manusia yang dimiliki merupakan kewajiban utama dari bagian HR di setiap perusahaan. Pengelolaan ini tidak hanya terbatas pada lingkup kecil seperti administrasi, namun juga kepada pengembangan diri karyawan, pemilihan karyawan untuk berbagai posisi, dan persaingan di pasar tenaga kerja. Untuk itulah, Anda yang bekerja pada bagian ini juga perlu memahami kegiatan bisnis perusahaan.

Bukan berarti ketika Anda berada pada bagian HR kemudian Anda tidak memerlukan pengetahuan akan bagian lain. Justru karena HR mengelola elemen manusia dalam perusahaan, pemahaman pada bagian lain menjadi perlu dilakukan. Tujuannya adalah untuk dapat mengerti kebutuhan setiap bagian, dan merencanakan langkah strategis terkait SDM yang dimiliki.

Jika mungkin saja Anda malah ragu setelah membaca sedikit penjelasan di atas, mari lihat bagian selanjutnya. Pada bagian ini, akan dibahas keterkaitan dan urgensi dari pemahaman pada bidang kegiatan bisnis perusahaan yang lain.

Pelayanan Konsumen

Jika pelayanan konsumen atau customer service sering dikaitkan dengan hubungan dengan klien, dalam konteks ini persepsinya sedikit berbeda. Secara internal, bagian HR merupakan customer service. Dengan bagian penyedia adalah perusahaan dan pelanggan adalah karyawan, maka bagian HR perlu paham benar apa yang harus dilakukan.

Selayaknya customer service yang senantiasa ada untuk melayani pelanggan, maka HR juga harus selalu ada untuk ‘melayani’ karyawan. Berbagai keluhan, masukan, program pengembangan serta langkah strategis, adalah upaya untuk memuaskan kebutuhan karyawan yang berada pada posisi ‘pelanggan’.

Sales

Hampir disetiap perusahaan sales merupakan garda terdepan untuk menjual produk perusahaan. Tugas sales tidak sekedar hanya mendapatkan pelanggan, namun juga berhubungan dengan pelanggan. Proses interaksi yang terjalin idealnya dapat menyampaikan nilai dari perusahaan sehingga pelanggan tertarik dan memutuskan untuk melakukan pembelian.

Dengan tanggung jawab seperti ini, bagian sales tidak boleh diisi dengan orang yang asal-asalan. Dengan memahami sistem kerja dan tanggung jawab bagian sales, bagian HR kemudian dapat memilih karyawan yang dirasa tepat untuk melakukan aktivitas sales ini. Dengan harapan salesman atau saleswoman yang ditugaskan dapat memperoleh capaian maksimal.

Keuangan

Bagian yang juga awam disebut sebagai finance atau accounting ini juga perlu dipahami benar oleh HR. Apa urgensinya? Urgensinya terletak pada perencanaan dan eksekusi berbagai program yang akan dilaksanakan. Bagaimana program dapat dijalankan jika perencanaannya tidak sesuai dengan kondisi keuangan perusahaan?

Memahami kondisi keuangan perusahaan, keseimbangan masuk dan keluarnya dana segar serta aset yang dimiliki, menjadi perlu. Dalam rangka penyusunan dan eksekusi program ke-HR-an, bagian HR perlu terus berkoordinasi dengan bagian keuangan agar dapat menyusun langkah strategis yang sesuai dengan kondisi keuangan perusahaan, sehingga dapat dieksekusi dengan sempurna.

Marketing

Pemasaran dalam konteks ini adalah bagaimana perusahaan dapat ‘menjual’ dirinya di pasar tenaga kerja serta persaingan bisnis. Pasar tenaga kerja, merupakan sumber utama untuk mendapatkan SDM baru berkualitas, sehingga perlu langkah-langkah tepat agar citra perusahaan terbentuk dengan baik di pasar ini.

Ketika citra perusahaan nampak baik pada pasar tenaga kerja, maka potensi mendapatkan bibit-bibit unggul akan semakin besar. Calon karyawan tentu akan memilah perusahaan mana yang memiliki citra baik dan cukup bernilai untuk dimasuki. Tanpa bermaksud ‘mengobral’ nama perusahaan, namun tidak dapat dipungkiri bahwa tenaga kerja yang berkualitas juga semakin selektif dalam memilih tempat kerjanya.

Pembentukan image perusahaan dan karyawan di dalamnya menjadi tanggung jawab dari bagian HR. Dengan program yang tepat, perusahaan dapat mencitrakan diri sebagai satu lingkungan kerja yang menarik untuk calon karyawan. Hal ini juga berlaku untuk karyawan yang mungkin melakukan turnover atau pensiun. Testimoni yang kemudian mereka ungkapkan akan turut berpengaruh pada citra perusahaan.

Maka dari itulah, memperlakukan SDM yang dimiliki dengan baik sangat direkomendasikan. Agar ketika di kemudian hari karyawan tak lagi bekerja pada perusahaan ini, cerita yang keluar dari mereka adalah kisah positif. Hal ini secara langsung merupakan kegiatan pemasaran yang dilakukan dan bentuk investasi nilai pada karyawan yang pernah bekerja.

sumber : https://sleekr.co/blog/hr-harus-memahami-kegiatan-bisnis-lainnya/

Program Magang Perusahaan

June 25, 2021 admin
0

Permagangan dapat diartikan sebagai bagian dari sistem pelatihan kerja yang diselenggarakan secara terpadu dan langsung di bawah bimbingan dan pengawasan karyawan yang lebih berpengalaman di perusahaan. Program magang perusahaan bertujuan untuk menjadikan para mahasiswa magang untuk menguasai keterampilan atau keahlian tertentu. Namun, sayangnya masih ada banyak perusahaan atau pihak-pihak yang menganggap bahwa program magang ini diperuntukan untuk kemajuan dan keuntungan mahasiswa saja. Karena mahasiswa bisa mendapatkan pengalaman bekerja dan juga melihat divisi-divisi serta terjun secara langsung ke dunia kerja tanpa tekanan kerja yang berat. Padahal program magang juga dapat memberikan banyak manfaat bagi perusahaan. Ketahui alasan dan manfaat membuka program magang perusahaan berikut ini.

Peraturan Mengenai Program Magang Perusahaan

Pemerintah telah menetapkan aturan magang di Indonesia agar tidak terjadi kesalahpahaman mengenai hak tenaga kerja magang. Seperti Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang mendefinisikan magang pada Pasal 1 Ayat 11. Secara lebih lanjut, Permenakertrans Nomor PER/22/MEN/IX/2009 juga telah mengatur tentang penyelenggaraan pemagangan di dalam negeri. Misalnya hak dan kewajiban tenaga kerja magang yang dijelaskan pada Pasal 15 Ayat 1 dan 2, dan Pasal 16 Ayat 1 dan 2.

Permenakertrans PER/22/MEN/IX/2009 Pasal 4 membatasi jumlah tenaga kerja magang yang boleh dipekerjakan, yaitu maksimal 30% dari total karyawan. Hal ini bertujuan untuk menjaga stabilitas industri dan lapangan pekerjaan. Kalaupun ada tenaga kerja magang yang bekerja dengan sangat baik, maka pihak perusahaan disarankan untuk merekrutnya sebagai karyawan tetap.

Tujuan Dilakukannya Program Magang

Saat berbicara mengenai program magang, pasti tidak akan terlepas dari yang namanya mahasiswa. Mahasiswa merupakan salah satu target magang dan juga tenaga kerja magang yang diinginkan oleh setiap perusahaan. Ada beberapa tujuan mengapa mahasiswa perlu mengikuti program magang di suatu perusahaan.

1. Setiap mahasiswa yang mengikuti program magang perusahaan dapat merasakan bekerja secara langsung pada suatu industri atau perusahaan.
2. Untuk memperoleh pengalaman kerja di industri atau perusahaan.
3. Untuk mengetahui lingkungan kerja yang sebenarnya dalam suatu industri atau perusahaan.
4. Untuk mengetahui proses-proses kerja yang terdapat di perusahaan, seperti bagaimana hasil produk, tenaga kerja, kedisiplinan dan keselamatan kerja.
5. Membandingkan ilmu yang diperoleh selama duduk di bangku perkuliahan dengan pelaksanaan magang di industri atau perusahaan.
6. Untuk memperoleh pengetahuan dan informasi tentang pekerjaan dari tempat magang.
7. Mengaplikasikan kemampuan praktik yang diperoleh selama berada di bangku perkuliahan ke dunia industri atau perusahaan secara nyata.

Alasan Membuka Program Magang Perusahaan

Ada beberapa keuntungan yang bisa didapatkan dari mempekerjakan tenaga kerja magang, yang lebih dari sekedar membantu meringankan beban kerja.

1. Membuka program magang perusahaan merupakan salah satu metode efisien untuk merekrut talenta baru, dan menguji coba kemampuannya bekerja dan beradaptasi di lingkungan perusahaan. Jika dianggap sukses, maka pihak perusahaan bisa menawarkan status karyawan tetap untuknya. Nantinya ketika tenaga kerja magang sudah menjadi pegawai tetap, maka dia akan lebih terbiasa dengan budaya dan ritme kerja dibanding pegawai baru yang didatangkan dari luar.
2. Mempekerjakan dan membimbing tenaga kerja magang memberi perusahaan kesempatan untuk mengasah kepemimpinan. Pihak perusahaan dapat membentuk seorang mahasiswa untuk menjadi karyawan yang ideal dengan membimbing mereka.
3. Dapat meningkatkan produktivitas secara keseluruhan.
4. Tidak membutuhkan biaya yang tinggi untuk antusiasme para tenaga kerja magang dalam bekerja secara maksimal.
5. Membuka program magang perusahaan juga bisa menjadi sebuah metode branding dan sosialisasi perusahaan. Jika perusahaan menyediakan lingkungan kerja yang menyenangkan bagi tenaga kerja magang, maka reputasi ini akan tersebar di kalangan mahasiswa lainnya. Dengan sendirinya, akan ada minat yang besar dari talenta baru terhadap perusahaan Anda.

Program Magang yang Efektif

Pada umumnya, program magang berlangsung selama 3 hingga 6 bulan untuk satu kali periode. Para tenaga kerja magang ditugaskan di suatu bagian dan diberikan serangkaian tugas untuk diselesaikan selama periode magang tersebut. Biasanya para tenaga kerja magang akan ditempatkan di bawah bimbingan seorang staf yang menyediakan pengawasan dan bimbingan. Selama masa magang, para tenaga kerja magang diharapkan dapat bekerja dengan anggota dan departemen lainnya di dalam perusahaan.

Program kerja magang yang tidak direncanakan dengan tanpa tujuan yang jelas atau kurangnya partisipasi dari anggota perusahaan tidak akan berguna. Namun justru akan membuat frustasi serta kesulitan baik bagi perusahaan maupun bagi tenaga kerja magang. Melalui program magang, para profesional HR dapat mencari orang-orang berbakat yang nantinya dapat ditawarkan posisi di dalam perusahaan. Selain itu juga dapat menilai kompatibilitas kandidat tersebut dengan perusahaan. Dengan mencari dan mengembangkan talent pada tahap awal tersebut, maka perusahaan akan mampu menarik dan mempertahankan kandidat potensial yang berkualitas melalui program magang daripada melalui proses perekrutan yang panjang.

sumber : https://sleekr.co/blog/alasan-dan-manfaat-program-magang/

Pulihkan Ekonomi RI

June 4, 2021 admin
0

Pulihkan Ekonomi, RI Genjot Perdagangan dengan Rusia

Jakarta – Indonesia melakukan pendekatan dengan negara-negara yang tergabung dalam Uni Ekonomi Eurasia (Eurasian Economic Union/EAEU), yakni Rusia, Armenia, Belarus, Kyrgyzstan, dan Kazakhstan untuk menggenjot perdagangan dengan negara-negara tersebut.

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi pun akan melakukan sejumlah pertemuan bilateral, serta memperkuat kerja sama perdagangan dengan negara-negara itu pada 3-5 Juni 2021.

“Indonesia ingin memperkuat hubungan bilateral dan kerja sama khususnya dengan Rusia, termasuk juga negara-negara lain yang tergabung dalam EAEU. Kerja sama ini diharapkan membuka peluang peningkatan ekspor Indonesia dan investasi Rusia di Indonesia,” kata Lutfi dalam keterangan tertulis, Kamis (3/6/2021).

Lutfi dijadwalkan menghadiri sejumlah pertemuan bilateral selama kunjungan kerja ke Rusia, antara lain dengan Menteri Perdagangan dan Perindustrian Rusia, Denis Manturov; Menteri yang Bertanggung Jawab atas Integrasi dan Makroekonomi Komisi Ekonomi Eurasia, Sergei Glazyef; serta Menteri yang Bertanggung Jawab atas Perdagangan Komisi Ekonomi Eurasia, Andrey Slepnev.

Dijelaskannya Lutfi, kemitraan dengan negara-negara lain perlu terus dijalin dan dikembangkan di tengah pandemi COVID-19 dan proteksionisme perdagangan.

“Upaya ini juga dalam rangka membuka pasar Indonesia di negara-negara tujuan ekspor nontradisional sekaligus mencari solusi bersama pemulihan ekonomi yang telah terimbas pandemi COVID-19,” ujarnya.

Nilai perdagangan Indonesia dengan Rusia teracatat sebesar US$ 1,93 miliar pada 2020, dengan ekspor Indonesia ke Rusia sebesar US$ 970 juta dan impor Indonesia dari Rusia sebesar US$ 960 juta. Dengan demikian, neraca perdagangan Indonesia surplus US$ 10 juta dari Rusia.

Komoditas ekspor utama Indonesia ke Rusia antara lain minyak kelapa sawit mentah (CPO) dan produk turunannya, kopra, karet alam, dan mentega kakao. Sedangkan komoditas impor Indonesia dari Rusia adalah besi dan baja setengah jadi, batu bara, serta pupuk nonorganik atau kimia.

Selain pertemuan bilateral, Lutfi dijadwalkan menghadiri Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg (St. Petersburg International Economic Forum/SPIEF) ke-24 di St. Petersburg, Rusia.

Pada SPIEF yang berlangsung pada 2-5 Juni 2021, dia akan bergabung dalam sesi EAEU-ASEAN Business Dialouge. Lutfi juga akan menjadi pembicara dalam sesi World Expos and International Cooperatioan as Driver of Sustainable Global Development. Mendag akan menyampaikan materi bertema “Reviving Trade and Investment in the Midst of Covid-19 Pandemic: Indonesian Perspective”.

SPIEF merupakan forum ekonomi dan bisnis yang digelar sejak 1997 dan sejak 2006 diselenggarakan di bawah naungan Presiden Rusia yang menghadiri setiap penyelenggaraan acara tahunan tersebut.

Selama 24 tahun terakhir, SPIEF telah menjadi forum global terkemuka bagi anggota komunitas bisnis dan pemerintah dari berbahai negara untuk bertemu dan membahas masalah ekonomi utama yang dihadapi Rusia bersama EAEU, negara-negara berkembang, dan dunia secara keseluruhan.

Di tengah pandemi COVID-19, SPIEF 2021 akan digelar secara hibrida (daring dan luring dengan protokol kesehatan yang ketat) dengan tema “A Collective Reckoning of the New Global Economic Reality”. Sejumlah program bisnis dan kemitraan, serta agenda sosial akan digelar di forum tersebut.

Beberapa hal yang akan dibicarakan, yakni mencakup pemulihan ekonomi dan kerja sama internasional, termasuk diskusi tentang integrasi Eurasia, transformasi perdagangan global, efektivitas bisnis selama pandemi, pasar energi global, pemulihan pasar dan ketahanan pangan global, serta keberlanjutan sistem perawatan kesehatan nasional.

sumber : https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5592726/pulihkan-ekonomi-ri-genjot-perdagangan-dengan-rusia

Pemerintah Prediksi Ekonomi Kuartal II Bisa 8,3%

May 27, 2021 admin
0

Pemerintah Prediksi Ekonomi Kuartal II Bisa 8,3%, Bagaimana Caranya?

Jakarta – Pemerintah mematok target pertumbuhan ekonomi 7% sampai 8,3% pada kuartal II-2021. Bagaimana hal tersebut bisa tercapai?

Anggota Komisi XI DPR RI Haerul Saleh mengatakan, salah satu cara agar target tersebut bisa tercapai adalah dengan menggenjot daya beli masyarakat.

Politisi Gerindra ini berpendapat, pertumbuhan tersebut bisa tercapai dengan melihat beberapa indikator ekonomi yang terjadi di bulan April hingga Mei ini.

Menurut dia, konsumsi rumah tangga pada bulan itu naik menjadi 6 persen dan konsumsi pemerintah naik menjadi 8,1 persen seiring pelaksanaan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Selain itu, investasi serta pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur yang sedang berjalan tumbuh sebesar 9,4 -11,1 persen.

“Sehingga optimisme pemerintah bahwa pertumbuhan ekonomi kita di kuartal II ini bisa mencapai 8,3 persen itu bisa diterima,” ujar Haerul, Rabu (26/5/2021).

Salah satu faktor penting menurutnya adalah menggenjot daya beli masyarakat. Kemudian memastikan investasi dan pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur yang melibatkan masyarakat, memastikan investasi yang masuk ke Indonesia dan memanfaatkan sumber daya lokal.

“Sehingga dana dari investasi maupun proyek-proyek infrastruktur tersebut dapat mengalir ke masyarakat. Selain itu sektor yang menjadi tumpuan masyarakat seperti pertanian, perkebunan dan pariwisata ini juga harus dipastikan dapat berjalan sesuai harapan,” tekan Haerul.

Menkeu Sri Mulyani Indrawati, sebelumnya menyampaikan realisasi anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN) hingga 21 Mei 2021 mencapai Rp 183,98 triliun atau 26,3 persen dari total pagu Rp 699,43 triliun.

Dari realisasi itu meliputi lima program. Pertama, bidang kesehatan terealisasi Rp 31,64 triliun, sekitar 18 persen dari pagu Rp 172,84 triliun yang digunakan untuk membeli vaksin, pelaksanaan program vaksinasi, dan berbagai treatment perawatan pasien Covid-19.

Kedua, program perlindungan sosial terealisasi Rp 57,4 triliun atau 39 persen dari total anggagan Rp 148 triliun meliputi PKH, Sembako, BLT Desa, dan sebagainya.

Ketiga, program prioritas telah terealisasi sebesar Rp 23,21 triliun atau setara dengan 18% dari pagu sebesar Rp 127,85 triliun dana ini dialokasikan untuk program karya, pariwisata, ketahanan pangan, ICT, dan kawasan industri.

Keempat. dukungan UMKM dan korporasi sebesar Rp 42,23 triliun, setara 22% dari pagu Rp 193,74 triliun antara lain untuk bantuan pemerintah untuk Usaha Mikro, imbal jasa penjaminan (IJP) UMKM, IJP korporasi, dan penempatan dana pemerintah di perbankan untuk kredit usaha.

Kelima, insentif dunia usaha dalam bentuk perpajakan sebesar Rp 29,51 triliun, atau sama dengan pagu senilai Rp 56,73 triliun. Dana tersebut diberikan untuk insentif pajak penghasilan (PPh) Pasal 21, penurunan PPh Badan, angsuran PPh Pasal 25, PPh 22 Impor, PPh final UMKM, serta diskon pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) kendaraan bermotor serta pajak pertambahan nilai (PPN) bagi sektor properti.

sumber : https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5582935/pemerintah-prediksi-ekonomi-kuartal-ii-bisa-83-bagaimana-caranya?_ga=2.103085058.341083117.1625210328-2015690946.1604901452

Pengertian, Fungsi, dan Kiat-Kiat Suksesnya

May 12, 2021 admin
0

Pengertian Sales dan Perusahaan

Sales yaitu bagian dari suatu perusahaan (perusahaan besar atau kecil) yang kegiatannya adalah menjual, memastikan produk yang terlihat ataupun tidak. Selain itu sales juga memiliki kewajiban untuk menawarkan aset atau produk sehingga bisa terjual dengan harga yang sesuai dengan perencanaan perusahaan tapi juga dapat diterima oleh konsumen.

Jadi, bisa dikatakan bahwa sales ini merupakan individu yang menawarkan suatu produk dalam suatu proses penjualan untuk mencapai suatu target penjualan.

Tim sales akan ini biasanya akan menghadapi langsung konsumen alias one-on-one dengan pelanggan. Hal ini karena sales bisa saja langsung datang ke lokasi calon konsumen atau pembeli, menghubungi lewat telepon, dan bisa juga bertemu di sebuah acara atau kegiatan (menawarkan produknya secara langsung).

Nah, pada beberapa jenis perusahaan, bahkan tim sales harus melakukan pendekatan dan perlakuan yang berbeda pada tiap konsumen. Karena proses kerjanya memang berupa aktivitas langsung. Oleh karena itu, pastikan kamu telah memahami sikap para konsumen ya, supaya bisa melakukan penjualan dengan cepat dan tentunya berjalan sukses.

Fungsi Sales dalam Perusahaan

Ada beberapa fungsi sales dalam perusahaan untuk menaikkan penjualan perusahaan atau bisnis kamu, yaitu:

Menawarkan Produk ke Konsumen

Seorang sales harus bisa meyakinkan manfaat dan kelebihan produk yang ditawarkan kepada pelanggannya supaya mereka termotivasi untuk membeli produk dari perusahaan. Dengan kata lain, seorang sales harus mampu untuk me-marketingkan produk yang hendak dijual.

Meyakinkan Calon Pelanggan

Sales juga harus bisa meyakinkan calon pelanggan yang diketahui ragu-ragu dalam mengambil keputusan atau menentukan pilihan dalam memilih produk yang ditawarkan.

Mengarahkan Sasaran

Selanjutnya, sales juga harus mampu untuk mengarahkan sasaran mana dan kepada siapa produk akan ditawarkan dan dijual.

Memenuhi Kebutuhan Pelanggan

Fungsi dari tim sales ini juga untuk mengakomodasi dan target customer sambil membantu memenuhi kebutuhan mereka dengan produk yang ditawarkan.

Kiat-kiat Sukses Menjadi Sales

Kiat-kiat yang perlu kamu perhatikan sebagai seorang sales dalam melakukan proses penjualan supaya bisa menghasilkan keberhasilan, yaitu:

Approach (Pendekatan kepada Pelanggan)

Pendekatan kepada calon pelanggan/konsumen memerlukan persiapan dan perencanaan yang baik juga lho! Nah, apa saja yang wajon kamu ketahui tentang pelangggan atau calon pelanggan usaha kamu? Kamu harus memiliki pengetahuan tentang :

  • Siapakah calon pembeli atau konsumen?
  • Apakah kebutuhan atau keinginannya?
  • Adakah kemungkinan perubahan situasi atas kebutuhan maupun produk yang ditawarkan?
  • Siapkah kiat dengan penolakan/keberatan?

Selling (Menjual Produk)

Selain wajib menawarkan dan menjual suatu produk, proses menjual dari seorang sales juga harus bisa memberi keyakinan kepada pembeli atas manfaat dan kelebihan produk yang ditawarkan. Dengan bekal product knowledge dan pengembangan komunikasi yang efektif, diharapkan penjual juga bisa menarik perhatian para pembeli dan bahkan mempertahankan para pembeli yang setia atau loyal customers.

Presentation (Penyajian)

Dalam melakukan presentasi suatu produk, seorang sales harus sanggup menyampaikan manfaat dan tujuan dari pengunaan produk yang ditawarkan sehingga bisa memuaskan kebutuhan para konsumen. Misalnya, membantu memecahkan persoalan para calon konsumen terhadap suatu produk yang dijual. Karena itu, komunikasi merupakan sarana paling penting untuk bisa mengetahui kebutuhan para pelanggan, seperti:

  • Tata bahasa yang baik
  • Courtesy atau kesopanan
  • Jelas dan tepat, tidak berbelit-belit
  • Memberikan ide, manfaat dan kelebihan produk.

Bukan hanya presentasi dan komunikasi, satu hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah First Impression atau kesan pertama karena aktivitas penjualan yang positif akan membantu kelancaran proses penjualan juga sehingga target penjualan bisa cepat tercapai dalam proses closing.

Closing the Sale

Suatu transaksi penjualan bisa terjadi karena penjualan memperoleh persetujuan dari calon pembeli untuk membeli atau menggunakan produk/jasa yang ditawarkan perusahaan kamu. Karena itu, langkah ini merupakan tahap keberhasilan seorang sales dalam mempengaruhi dan meyakinkan calon pembeli untuk mendapatkan transaksi jual-beli. Langkah-langkah administratif untuk menutup penjualan ini bisa berupa statement order dan tanda terima pembayaran. Tapi, dalam jasa pelayanan wisata maka pelanggan/konsumen bisa menikmati produk wisata setelah terjadinya closing the sale untuk beberapa fasilitas terbaik dari supplier.

After Sales Service

Jangan lupa untuk melakukan beberapa hal setelah suatu penjualan berhasil ditutup dengan melakukan Pelayanan Purna Jual atau After Sales Service. Kegiatan tersebut antara lain:

  • Pemberian ucapan terima kasih melalui surat, atas pembelian suatu produk atau jasa.
  • Memberikan suatu kenang-kenangan (souvenir).
  • Mengirim kartu ucapan pada hari-hari besar atau ulang tahun.
  • Megadakan direct contact secara regular.

Hal-hal yang Harus Dikuasai oleh Sales

Menjadi seorang sales tentu tidak mudah. Nah, jika kamu ingin menjadi seorang sales, maka pastikan kamu telah menguasai beberapa hal di bawah ini ya.

Product Knowledge (Pengetahuan tentang Produk)

pengetahuan tentang produk ini meliputi masalah yang berhubungan dengan keadaan fisik, jenis, ukuran, design dan warna, manfaat terhadap konsumen, bahkan kelebihannya dibanding produk serupa.

Price Policy (Kebijaksanaan Harga Jual)

Setiap produk yang ditawarkan atau dijual tentunya mempunyai klasifikasi harga. Kamu harus bisa merencanakan suatu design harga tertentu yang ditawarkan untuk suatu volume penjualan, dan apakah ada insentif tertentu (discount/commission) bagi pembeli untuk meningkatkan minat dan perhatian pembeli.

Human Relation

Kemampuan tenaga penjual dalam hubungannya dengan masyarakat pasar tertentu untuk mempengaruhinya dan pada akhirnya menjadi konsumen. Pendekatan perorangan pastinya sangat membantu keberhasilan dengan ditunjang kemampuan berkomunikasi dan berbicara dengan para pelanggannya.

Istilah umum dalam Dunia sales

Dalam bisnis, sales atau yang juga dikenal sebagai penjualan mengacu pada setiap transaksi di mana uang atau nilai ditukar dengan kepemilikan atas barang maupun jasa tertentu. Konsep semacam ini pada akhirnya menciptakan beberapa istilah umum yang wajib diketahui jika Anda terlibat dalam suatu bisnis, di antaranya:

Salesperson

Pada dasarnya, pekerjaan utama seorang salesperson adalah menjual suatu produk berupa barang atau jasa kepada konsumen. Orang tersebut menggunakan teknik penjualan tertentu untuk sekadar mencari tahu keinginan konsumen. Melalui teknik semacam ini, salesperson bisa menyarankan produk atau layanan yang mampu memenuhi kebutuhan konsumen yang dimaksud.

Di beberapa kondisi, salesperson bekerja supaya para pembeli tetap menggunakan produk yang ditawarkan. Namun di kondisi lainnya, salesperson juga diharuskan untuk mendatangkan konsumen baru yang lebih potensial. Intinya, tanggung jawab utama dan target salesperson sangat tergantung pada situasi dan kebutuhan perusahaan yang menaunginya.

Prospek

Apabila dilihat dari arti katanya, prospek merupakan organisasi atau klien berpotensi yang serupa dengan profil pelanggan potensial.

Terkadang, istilah prospek ini juga mengacu pada cara yang digunakan oleh salesperson dalam mendekati target konsumennya. Misalnya, email marketing hingga social selling. Apabila salesperson berhasil melakukan prospek kepala pelanggan, maka ia bisa beralih pada tahapan dealing.

Deal

Ada juga istilah yang disebut sebagai deal. Menurut definisinya, deal merupakan persetujuan antara harga beli dengan barang atau jasa yang ditawarkan. Dalam setiap proses jual beli, deal ternyata memiliki beragam tingkatan tersendiri.

Tingkatan ini bisa berbeda, tergantung bisnis dan industri yang dijalankan oleh perusahaan itu sendiri. Salesperson bisa menyusun setiap rencana deal sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar proses penjualan bisa berjalan sesuai periode dan target yang ditentukan.

Sales Pipeline

Istilah satu ini mengacu pada langkah-langkah dalam setiap proses penjualan barang atau layanan. Pipeline juga kerap jadi gambaran nyata dari penjualan itu sendiri.

Salah satu pipeline yang paling sering dijadikan acuan adalah diagram rencana tim penjualan suatu perusahaan. Biasanya, diagram ini menggambarkan serangkaian tahapan yang patut dilalui dari menilai prospek, bertemu prospek, menawarkan barang dan jasa, sampai pada akhirnya terjadi transaksi.

Sales Plan

Tak seperti sales pipeline, istilah sales plan menyangkut gambaran jangka panjang dari tujuan, strategi, dan objektivitas dari tim penjualan suatu perusahaan. Di dalamnya terdapat berbagai detail mengenai target pelanggan, kondisi pasar, harga, struktur tim, target pendanaan, dan lain sebagainya. Bahkan, sales plan juga menyertakan berbagai taktik sekaligus teknik untuk mencapai target dari waktu yang telah ditetapkan.

Jenis Pekerjaan yang Terkait sales

Seperti halnya sebuah posisi dalam suatu perusahaan, sales juga memiliki sebutan tersendiri. Ada beberapa posisi dalam perusahaan yang lazimnya berada di bawah tim penjualan, antara lain:

Sales Representative

Posisi pekerjaan satu ini merupakan tingkat dasar dari suatu tim penjualan. Para sales representative bisa dikatakan sebagai ujung tombak proses penjualan perusahaan. Ketika seorang sales representative mendulang kesuksesan, maka peluang untuk naik ke posisi yang lebih tinggi pun semakin terbuka lebar.

Sales Management

Setingkat di atas sales representative, membuat sales management sering juga disebut sama dengan supervisor yang membawahi beberapa sales representative. Umumnya, sales manager memang memimpin suatu tim penjualan suatu perusahaan. Bahkan, mereka pula yang menetapkan goal dan menganalisis setiap rencana penjualan.

Sales Administrative

Biasanya, tim administratif akan membantu tim penjualan dari segi administrasi sesuai dengan namanya. Misal, mengurus surat izin perjalanan hingga menyiapkan quotation dan marketing kit. Di beberapa perusahaan, sales administrative juga bertindak sebagai penghubung antara tim sales dan tim marketing.

Account Executive

Posisi berikutnya adalah account executive yang juga sering disingkat menjadi AE. Sebenarnya, posisi ini nyaris sama dengan sales manager, tapi tugas yang dibebankan sedikit lebih banyak. Umumnya, tugas account executive ini adalah menciptakan dan mempertahankan suatu hubungan yang baik antara perusahaan dengan konsumen. Dengan demikian, fokus account executive ini bukan sekadar menjaring konsumen baru.

Seorang account executive juga diharuskan untuk memiliki pengetahuan produk yang cukup luas. Bukan hanya itu saja, mereka juga diwajibkan memiliki pemahaman lebih tentang tren industri masa kini. Sebab, pengetahuan semacam ini yang membuat seorang account executive bisa tetap dekat dengan para konsumen.

Executive-Level Management

Secara garis besar, posisi satu ini memiliki tugas untuk menentukan sekaligus mengarahkan tujuan penjualan dari suatu perusahaan. Tentu saja, tujuan yang ditetapkan merupakan target dalam jangka panjang. Bukan hanya itu, para executive-level management ini juga bertanggung jawab penuh dalam segala rencana pemasaran hingga membuat rencana hubungan perusahaan dengan pembeli.

Biasanya, kamu membutuhkan pengalaman setidaknya 10 tahun atau lebih di bidang penjualan untuk mendapatkan jabatan satu ini. Tentu saja, pengalaman yang dimiliki juga harus didukung dengan pengetahuan akan persaingan pasar dan juga produk yang ditawarkan kepada konsumen.

Cara Mendapatkan Tim sales yang Baik Bagi Perusahaan

Memilih tim penjual yang cocok dengan bisnis yang kamu miliki memang sangat penting. Namun, menemukan tim terbaik bukanlah perkara mudah. Tidak banyak sales yang bisa dibilang mampu untuk memasarkan suatu bisnis dengan baik.

Demi meningkatkan skala dengan cepat, kamu wajib membangun tim sales yang hebat. Berikut ini merupakan beberapa kualitas yang harus dicari jika kamu membutuhkan tenaga penjualan yang mumpuni.

Sales yang hebat mampu mempertahankan kepercayaan

Ketahuilah, sales yang benar-benar hebat memiliki pemahaman, bahwa penjualan bukan sekadar transaksi, melainkan keputusan pembeli untuk mempercayai penjual dalam mengirim barang atau jasa seperti yang dijanjikan.

Bagi mereka, hal ini bukan sekadar tentang menawarkan suatu produk atau layanan kepada konsumen. Namun, bagaimana memberikan penawaran kepada konsumen sesuai kebutuhannya masing-masing.

Kepedulian terhadap pelanggan adalah prioritas utama para sales terbaik

Tenaga penjual terbaik selalu fokus pada apa yang diinginkan, dibutuhkan, dan dihargai oleh konsumen. Oleh sebab itu, mereka cenderung menjual suatu produk atau layanan yang kamu miliki kepada calon konsumen yang benar-benar membutuhkannya.

Apabila mereka menemui kegagalan, maka mereka akan kembali pada kamu dan menjelaskan apa yang salah dengan produk atau layanan tersebut. Bahkan, mereka biasanya juga akan menyarankan modifikasi apa yang dibutuhkan supaya produk atau layanan tersebut bisa lebih menarik bagi konsumen.

Tenaga sales terbaik sangat suka bersaing

Ketahuilah, tenaga penjualan yang baik adalah pesaing yang baik pula. Biasanya, mereka akan terdorong untuk mencapai tujuan, mengalahkan kinerja di bulan sebelumnya, dan memenangkan persaingan.

Oleh sebab itu, ketika kamu melakukan wawancara pada seseorang, tak ada salahnya untuk meminta mereka menggambarkan seperti apa sikapnya ketika berada dalam suatu kompetisi.

Minta mereka untuk memberitahu kamu bagaimana mereka mendekati pesaing, apakah mereka memenangkan pertandingan tersebut atau tidak. Jika Anda menemukan fakta, bahwa mereka tidak bersemangat dalam menghadapi kompetisi apapun, bisa jadi mereka bukanlah seorang penjual yang baik.

sumber : https://www.jojonomic.com/blog/sales/

Bisnis Model Kanvas

April 26, 2021 admin
0

9 Elemen yang Harus Ada Dalam Bisnis Model Kanvas

Apa Itu Bisnis Model Canvas

Bisnis Model Canvas, bisnis model kanvas, Business Model Canvas atau BMC adalah sebuah strategi dalam manajemen yang berupa visual chart yang terdiri dari 9 elemen.

Model bisnis ini pertama kali diperkenalkan oleh Alexander Osterwalder dalam bukunya yang berjudul Business Model Generation.

Dalam buku tersebut, Alexander mencoba menjelaskan sebuah framework sederhana untuk mempresentasikan elemen-elemen penting yang terdapat dalam sebuah model bisnis.

Jika dilihat sepintas, sebenarnya alur business model canvas nampak cukup sederhana. Secara garis besar, alurnya mengalir dari satu elemen bisnis menuju elemen penting berikutnya.

Berikut adalah sembilan elemen yang terdapat dalam bisnis model kanvas.

Bisnis Model Canvas, bisnis model kanvas, Business Model Canvas atau BMC adalah kerangka kerja yang dikenal banyak untuk mendefinisikan model bisnis startup. Berikut penjelasan sekaligus contoh bisnis model canvas atau contoh business model canvas di blog Jurnal By Mekari.

1. Customer Segments (Segmentasi Konsumen)

Elemen pertama yang harus Anda miliki dalam memulai bisnis model kanvas ini adalah menentukan segmen pelanggan mana yang akan menjadi target bisnis.

Misalnya, suatu maskapai penerbangan mengeluarkan 2 produk untuk memenuhi kebutuhan 2 segmen pelanggan yang berbeda, atau ada 2 stasiun televisi yang menyajikan 2 acara berbeda untuk memenuhi segmen pelanggan yang berbeda.

2. Value Proposition (Proposisi Nilai Konsumen)

Ini adalah sekat yang merupakan keunggulan produk, apa saja sesungguhnya poin-poin yang dapat mendatangkan manfaat yang ditawarkan perusahaan bagi customer segment-nya.

Hal ini menjadi kesempatan bagi Anda untuk menjabarkan kekuatan dan keunggulan yang membedakan bisnis Anda dengan bisnis yang lain.

3. Channels (Saluran)

Channel atau saluran adalah bagaimana Anda bisa menyampaikan produk Anda sampai hingga kepada konsumen.

Melalui penggunaan channels yang tepat, Anda baru bisa menyampaikan value propositions kepada customer segments.

Ini adalah salah satu elemen Bisnis Model Canvas, bisnis model kanvas, Business Model Canvas atau BMC yang penting.

Jadi, cobalah pikirkan channels yang ingin Anda gunakan dengan baik, karena penentuan channels adalah salah satu elemen penting bagi keberhasilan sebuah bisnis.

4. Revenue Streams (Sumber Pendapatan)

Revenue stream merupakan bagian yang paling vital, di mana organisasi memperoleh pendapatan dari pelanggan.

Elemen Bisnis Model Canvas, bisnis model kanvas, Business Model Canvas atau BMC ini harus dikelola semaksimal mungkin untuk meningkatkan pendapatan bisnis.

Jangan sampai ada bahan baku, produk, atau kinerja yang tidak dimanfaatkan secara maksimal.

5. Key Resource (Sumber Daya)

Key resource adalah sekat dalam bisnis model kanvas yang berisikan daftar sumber daya yang sebaiknya direncanakan dan dimiliki perusahaan untuk mewujudkan value proposition mereka.

Semua jenis sumber daya, mulai dari pengelolaan bahan baku, mengontrol stok barang, penataan sumber daya manusia, dan penataan proses operasional menjadi perhatian dalam membuat Business model canvas.

6. Customer Relationship (Hubungan Konsumen)

Customer Relationship merupakan elemen dalam contoh bisnis model canvas atau business model canvas di mana perusahaan menjalin ikatan dengan pelanggannya.

Perlu pengawasan yang ketat dan intensif agar pelanggan tidak mudah berpaling ke bisnis yang lain hanya karena jalinan hubungan yang kurang baik.

7. Key Activities (Aktivitas yang Dijalankan)

Key activities adalah semua aktivitas yang berhubungan dengan produktivitas bisnis yang berkaitan dengan sebuah produk, di mana kegiatan utamanya adalah menghasilkan proposisi nilai.

8. Key Partnership (Kerjasama)

Elemen ini berfungsi untuk pengorganisasian aliran suatu barang atau layanan lainnya.

Posisi-posisi partner kunci tersebut bermanfaat untuk efisiensi dan efektivitas dari key activities yang telah dibuat.

Tak ada salahnya menjalin hubungan baik untuk menciptakan siklus bisnis sesuai dengan ekspektasi.

9. Cost Structure (Struktur Biaya)

Elemen terakhir yang tak kalah penting dalam business model canvas adalah struktur pembiayaan bisnis.

Mengelola biaya secara efisien akan membuat bisnis yang dijalani menjadi lebih hemat dan bisa meminimalkan risiko kerugian.

Hal ini juga dapat menentukan proposisi nilai yang tepat untuk pelanggan.

sumber : https://www.jurnal.id/id/blog/2018-memahami-tentang-bisnis-model-kanvas/

15 Tips Cara Menjadi Pengusaha Sukses

April 4, 2021 admin
0

15 Tips Cara Menjadi Pengusaha Sukses dari nol

Hampir sebagian besar orang memimpikan menjadi seorang pebisnis besar dan sukses. Tapi, hanya sebagian kecil yang benar-benar hidup menjalani mimpi tersebut.

Alasannya sederhana, merintis dan mengelola usaha sendiri tidak semudah yang dibayangkan. Selain harus memiliki mental sekuat baja, ada hal penting lain yang harus dipersiapkan matang.

  1. Yakinkan Dirimu
    Mulailah untuk lebih memantapkan hati sebelum memutuskan pilihanmu. Apabila masih setengah hati saat mulai membangun usaha, Anda akan lebih mudah dijatuhkan oleh keadaan. Alih-alih sukses, usaha yang Anda bangun justru berhenti di tengah jalan.
  2. Persiapkan Model Bisnis yang Akan Dijalankan
    Jika hati sudah mantap, cobalah untuk mulai memikirkan model bisnis apa yang akan Anda jalankan nanti. Anda bisa mulai mencari tahu informasi tren bisnis yang sedang berkembang.
  3. Berpikir “Out of The Box”
    Tidak ada pebisnis yang sukses tanpa berpikir kreatif. Bisnis transportasi online misalnya, ia melihat peluang bagaimana bisnis ini nantinya menjadi solusi masyarakat urban. Nah, jadi biasakan untuk mengasah kemampuan berpikir menjadi lebih kreatif ya.
  4. Siapkan “Visi dan Misi” yang Jelas
    Hal terpenting saat akan memulai usaha adalah membuat rencana bisnis yang memiliki fleksibilitas dan inovasi bisnis di dalamnya, jangan lupa sertakan “Visi dan Misi” yang jelas usaha yang tengah Anda rintis.
  5. Organisir Diri
    Mulailah dengan membiasakan diri lebih terorganisir. Hal ini sangat penting sebagai modal diri dalam mengatur usaha Anda. Sederhananya, jika Anda tak bisa mengorganisir diri, bagaimana Anda akan mengorganisir semua elemen bisnis Anda?
  6. Rajin Membuat Catatan
    Catat semua hal penting yang Anda dapat. Mulai dari nasihat orang lain, hingga tantangan-tantangan yang Anda hadapi saat mengelola usaha Anda. Dengan harapan, bila waktunya tiba, Anda tak hanya mewariskan sebuah perusahaan melainkan juga pengalaman Anda.
  7. Fokus pada Satu Bisnis Dulu
    Jangan terburu-buru menggandakan keuntungan dengan memulai bisnis ke dua. Pastikan bisnis yang Anda kelola saat ini sudah benar-benar stabil, baik dari segi modal, SDM, maupun kebutuhan-kebutuhan lainnya.
  8. Siap Menghadapi Kemungkinan Terburuk
    Nyali memang diperlukan untuk benar-benar terun menjadi pebisnis. Namun, itu saja tidak cukup, analisa dan siapkan diri Anda pada kemungkinan terburuk yang bisa saja terjadi.
  9. Terbuka Terhadap Setiap Evaluasi
    Salah satu rahasia kesuksesan adalah “proses belajar”. Jadilah orang yang selalu terbuka terhadap kritik dan nasihat dari orang lain. Cobalah untuk melakukan evaluasi terhadap kekurangan diri pada saat berbisnis.
  10. Terus Belajar dan Jangan Cepat Puas
    Setiap perjalanan bisnis pasti ada “naik dan turun”. Saat bisnis yang Anda kelola sedang di atas angin, jangan cepat puas. Gunakan momentum ini untuk semakin mengakselerasi bisnis. Begitupun pada saat bisnis Anda sedang lesu, jangan lantas putus asa. Buka hati dan jangan malu untuk bertanya kepada pengusaha senior.
  11. Jalankan Bisnis yang Anda Sukai
    Menjalani sesuatu sesuai dengan passion akan membuat sesorang lebih rileks, bahkan saat sedang diterjang situasi sulit sekalipun. Hal ini juga berlaku di dalam dunia bisnis. Dengan begitu, Anda dijamin tak akan kesulitan dalam mempertahankan komitmen.
  12. Jalankan Bisnis yang Anda Kuasai
    Bicara bisnis tentu bicara keuntungan. Ada kalanya hal yang Anda sukai kurang menguntungkan, baiknya Anda kesampingkan dulu hal yang Anda sukai dan fokus kepada yang Anda kuasai. Pahami potensi Anda, lalu terapkan ke dalam fokus bisnis Anda.
  13. Siapkan Modal Usaha
    Sekarang kita bahas faktor eksternal dalam memulai usaha. Pertama-tama soal modal. Pastikan apakah modal dalam bisnis Anda berasal dari dana pribadi atau dari hasil patungan. Bila dari hasil patungan, pastikan semuanya diatur secara jelas, hitam di atas putih. Agar nantinya tak ada yang merasa dirugikan saat bagi hasil.
  14. Lihat Peluang Bisnis
    Sedikit bocoran, sejak beberapa tahun terakhir ini, Pemerintah Indonesia sedang menaruh perhatian besar di sektor perdagangan digital. Nah hal ini adalah contoh peluang bisnis yang dapat Anda manfaatkan. Anda bisa mulai berdagang secara online, atau bahkan mendirikan perusahaan startup berbasis digital.
  15. Tentukan target pasar
    Seorang calon pengusaha yang sukses haruslah pandai menganalisa target pasar. Meski ia memiliki produk dengan kualitas terbaik, namun, jika ia tidak memiliki pasar yang tepat, maka penjualan produk yang dilakukan akan mengalami kesulitan.

Sumber : http://bisnis.liputan6.com/read/3166427/20-tips-sukses-bangun-bisnis-dari-nol

Cara Menyusun KPI

March 24, 2021 admin
0

Cara Menyusun KPI

Key Performance Indikator atau yang juga sering disebut Key Success Indicator (KPI) merupakan suatu cara perusahaan atau organisasi dalam menentukan sejauh mana kemajuan yang dicapai perusahaan atau organisasi tersebut dalam mencapai tujuannya.

Setiap perusahaan tentunya memiliki misi, telah menentukan tujuan, serta mengidetifikasi semua yang harus terlibat untuk mencapai tujuan tersebut.

Agar perusahaan mengetahui sejauh mana kemajuan yang telah dicapai, penentuan KPI adalah salah satu cara yang harus dilakukan. Ada berbagai aspek yang kemajuannya dapat dilihat dengan KPI, salah satunya adalah untuk menentukan Key Performance Indicators karyawan.

KPI karyawan merupakan penilaiaan hasil kerja karyawan yang dilakukan sebagai cara untuk dapat membantu setiap karyawan untuk mengetahui apa yang telah dan sedang mereka kerjakan serta perkembangan dan pelatihan apa yang mereka butuhkan agar dapat semakin berkembang.

Menentukan Key Performance Indicators karyawan hendaknya dilakukan secara objektif, optimal, dan mampu mendorong cara kerja setiap karyawan secara berkelanjutan. Dengan begitu, diharapkan hal ini juga dapat meningkatkan kinerja perusahaan secara umum.

Menyusun KPI Karyawan
Sebuah KPI (Key Performance Indicators) harus disusun menurut indicator kinerja yang spesifik, jelas, dan juga dapat diukur. Penentuan KPI juga harus dilakukan dengan rinci dan eksplisit sehingga setiap detil yang akan diukur menjadi jelas.

Penyusunan KPI harus berdasarkan pada beberapa poin. Poin tersebut berupa poin SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time). Untuk menentukan Key Performance Indicators karyawan, maka penetapan angka targetnya seharusnya.

  • Specific : penentuan KPI karyawan harus mendetil, spesifik, dan terfokus pada tujuan apa yang akan menjadi indicator dalam KPI.
  • Measurable : indicator tersebut dapat diukur
  • Achievable : target KPI karyawan yang ditentukan harus merupakan hal yang realistis atau mungkin untuk dicapai serta ada nilai atau hasil yang dapat dicapai dan diukur.
  • Relevant : target dari KPI karyawan ini harus relevan atau sesuai dengan tujuan perusahaan secara umum.
  • Time : ada batas waktu atau deadline yang telah ditentukan untuk mencapai target tersebut.

Dengan memperhatikan poin – poin SMART tersebut di atas, maka proses dalam menentukan Key Performance Indicators karyawan dapat berjalan sebagaimana mestinya dan sesuai dengan apa yang diperlukan oleh setiap individu dan juga oleh perusahaan itu sendiri.

Penerapan KPI Karyawan
Setelah target KPI karyawan telah ditentukan, langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah penerapan KPI karyawan tersebut. Ada dua hal signifikan yang harus diketahui oleh perusahaan tentang apa yang akan dihadapi dalam penerapan KPI ini, yaitu Pola Pikir Tim Manajemen dan juga Sumber Data yang akan digunakan.

  • Pola Pikir Tim Manajemen
    Saat pengukuran akan dilaksanakan untuk menentukan Key Performance Indicators karyawan, berbagai pola pikir karyawan di tingkat manajemen menengah akan menimbulkan persepsi yang berbeda- beda, sesuai dengan kondisi psikologis masing – masing. Berikut berbagai pendapat yang mungkin timbul dari masing – masing karyawan.
    1. Khawatir akan perubahan suasana kerja yang akan mereka hadapi nantinya karena mereka telah merasa cukup nyaman di tempat yang mereka duduki saat ini.
    2. Berpikir bahwa pekerjaan mereka akan semakin berat sementara tidak ada peningkatan gaji.
    3. Khawatir jika mereka memiliki sisi negative yang akan diketahui oleh atasan.
    4. Beberapa karyawan bersikap pesimis karena berkeyakinan bahwa hal ini tidak akan membawa perubahan positif bagi mereka.
    5. Beberapa karyawan merasa antusias dan berharap bahwa pekerjaan yang dirasa sangat berat akan lebih terasa ringan.
    6. Beberapa yang lain akan merasa bersemangat karena adanya tantangan pekerjaan baru yang akan mereka hadapi.
    7. dan lain sebagainya.

Agar asumsi – asumsi negative tidak terjadi pada para karyawan, hendaknya tim manajemen juga menyertakan pihak middle manajemen atau manajemen menengah untuk ikut serta dalam menentukan Key Performance Indicators karyawan.

Dalam keterlibatan tersebut, mereka akan memahami semua visi dan misi perusahaan dalam melakukan perubahan, bagaimana mereka dapat mendapatkan lingkungan kerja yang lebih baik, serta kemungkinan untuk mencapai prestasi kerja baru dan reward atas prestasi tersebut.

  • Sumber Data
    Berbagai masalah engenai sumber data yang belum jelas mengenai karyawan sering kali menjadi masalah dalam proses penerapan KPI ini. Masalah sumber data tersebut antara lain; tidak terdapat data tentang bagaimana kinerja karyawan sebelumnya, sistem data dalam perusahaan tidak bekerja dengan sempurna dalam memberikan data – data yang diperlukan, tidak ada SOP, dan lain sebagainya

Agar masalah terkait sumber data ini tidak terjadi, sangat penting bagi perusahaan untuk memastikan sistem atau software dalam perusahaan dapat berjalan dengan sempurna. Untuk itu, perusahaan juga membutuhkan staf IT yang mumpuni dalam menangani semua software data ini.

Jika masalah ketersediaan data dan masalah pola pikir tim manajemen ini masih terjadi, maka KPI akan sulit untuk diterapkan. Peran besar dari atasan dalam perusahaan juga sangat diperlukan dalam menentukan Key Performance Indicators karyawan ini.

 

sumber : https://pakarkinerja.com/cara-menyusun-key-performance-indicators-karyawan/#:~:text=Sebuah%20KPI%20(Key%20Performance%20Indicators,harus%20berdasarkan%20pada%20beberapa%20poin.